The INDIGO

The INDIGO
Berangkat bersama


__ADS_3

Selesai mengenakan seragam sekolah , aku terdiam duduk di tepi tempat tidur ku .


Kenapa bisa-bisa nya si Aranta nyasar ke sini ' fikir ku,dan aku benar-benar terkejut saat tahu siapa kakak cantik yang di maksud Ari ,dan memang sih Aranta cantik


Ah.... mikir apa sih aku , pokok nya gak ada yang lebih cantik dari mama ,titik .


Tapi dari cerita mama tadi kasihan juga sih dia, tapi masa iya dia akan tinggal di sini terus ,mau sampai kapan , gimana nanti tanggapan orang jika tahu ada gadis lain yang bukan sanak saudara tinggal di sini,kalau aku cewek sih ya gak masalah ,tapi masalah nya aku ini cowok ,apa gak akan jadi fitnah nanti.


Bukan nya tak ingin menampung nya ,hanya saja kita yang bukan mahrom tinggal satu atap ,meskipun kita tak sekamar tapi opini orang pasti berbeda .


Dan meskipun kita tak melakukan apa pun tapi tetap saja bisa terjadi hal-hal yang tak kita sadari akan membuat dosa ,seperti zina mata misal nya .


"astaghfirullaah......" lirih ku


"ehehehehe.........kalian nikah aja ehehehehe....." celetuk nek Wewe yang baru saja keluar dari dalam lemari


"enak aja ,aku masih sekolah ,belum kefikiran ke sana ,lagian aku juga ingin kerja dulu ,belum juga bikin Mama papa bangga ,masa udah maen nikah aja " sembur ku


"lagian aku tuh pengen nya nikah sama perempuan yang seperti mama ,berjilbab dan lembut ,juga santun ,sedangkan dia pecicilan kaya gitu jauh banget dari kriteria aku " tambah ku


"ehehehehe..... kalau jodoh pan siapa yang tahu cu.... ehehehehe...."


"au ah ,mending aku segera turun ,daripada dengerin ocehan nenek yang ngaco" aku lantas beranjak dari duduk ku dan segera menenteng tas sekolah ku


"ehehehehe......cieee....mau lihatin Aranta nih uhuuy..... ehehehehe......"


"apa sih nek " dengus ku kesal ,saking kesal nya hingga tak sengaja aku menutup pintu nya kencang hingga menghasilkan suara yang keras


BRUUKK


"kakak ih.....bikin kaget aja ,ngapain sih tutup pintu pake di banting segala " seru Ari yang terkejut


"gak sengaja dek...." ucap ku pelan


Aku melirik sekilas pada Aranta yang malah melihat ke arah lain ,aku pun sontak mengikuti arah pandang nya


Ternyata bang Popo yang lagi godain hantu lain di pojok kan ,hantu mana lagi sih yang mampir ke rumah ,perasaan banyak banget hantu-hantu datang meskipun hanya sekedar numpang istirahat dan rebahan ,mereka fikir rumah ku ini tempat wisata kali ya,Nisa datang dan pergi sesuka mereka ,bahkan hantu-hantu itu juga sering berkeliling dan melihat-lihat isi rumah ,kalau gitu kenapa gak sekalian saja aku kasih tiket masuk , haiiihh ... mikirin apa sih aku ,eh tapi......


"kamu lihat apa ?" tanya ku membuat Aranta melihat padaku


"eh .... enggak lihat apa-apa ,sebaik nya kita cepat turun ,tak enak om dan Tante pasti sudah menunggu kita " ucap nya


"yuk dek " ajak ku pada Ari


namun Ari malah berjalan melewati ku seraya menarik tangan Aranta


"loh....dek....kok kakak di cuekin" seru ku ,namun Ari malah menengok dan menjulurkan lidah nya meledek ku


"awas ya dek kalau nanti minta di temani tidur kakak gak mau ya" ancam ku


"gak apa-apa, kan sekarang ada kak Ara wleeekk......" sahut nya lalu berlari menuruni tangga


"jangan lari dek ,entar jatuh" teriak ku ,namun baru saja aku memperingati Ari , tiba-tiba terdengar teriakan Ari di tangga


"aaaakkkhhhh........"


Aku terkesiap dan segera berlari menuju Ari begitupun dengan Aranta yang tak kalah panik nya dengan ku .


Namun aku bisa bernafas lega karena kak Wowo berhasil menangkap tubuh mungil adik ku hingga Ari tak sampai jatuh berguling dari tangga


"Alhamdulillah....makasih kak Wowo " ucap ku pada kak Wowo seraya mengambil alih Ari ,lupa jika ada Aranta yang pasti akan merasa heran pada siapa aku berterima kasih dan mungkin dia juga akan keheranan melihat Ari melayang sendiri .

__ADS_1


"kamu tuh ya dek,lain kali jangan lari-lari di tangga ,untung saja ada kak Wowo nangkep kamu ,kalau tidak ,kakak tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada mu ,jangan ulangi lagi ya" ucap ku seraya memeluk nya erat , Ari nampak shock hanya bisa mengangguk dalam pelukan ku


"ada apa Gibran ,kenapa Ari teriak ?" tanya mama panik yang datang menghampiri di ikuti papa dan kedua nenek ku


"Ari hampir terjatuh dari tangga ma" ucap ku


"astaghfirullaahal'aziim.....tapi kamu gak apa-apa kan sayang ?" tanya papa berganti memeluk Ari


"tidak pa, Alhamdulillah kak Wowo gercep menolong Ari " jawab ku


"Ya Allah nak ,lain kali kamu hati-hati ya " ucap mama yang juga mencemaskan Ari


"maafkan saya om ....Tante ....saya sudah lalai menjaga Ari tadi " ucap Aranta menunduk ,semua orang menatap pada nya


"sudah tak usah meminta maaf ,Ari memang ceroboh anak nya ,bukan sekali ini dia seperti ini, yang penting sekarang Ari tidak kenapa-napa ,ya sudah kita sarapan yuk ,tuh seperti nya Riswan sudah datang " ucap mama


Kami pun bersama-sama menuju ruang makan .Riswan masuk saat kami baru duduk di kursi masing-masing


"pagi semuanya ...." sapa nya namun kemudian ia mengkerutkan kening saat melihat Aranta bersama kami


"kebiasaan kamu tuh ,datang itu ucapin salam " tegur mama


"hehehe....maaf ma, assalammualaikum " ucap nya seraya menggaruk belakang kepalanya


"waalaikum salam...." sahut kami


"nah gitu dong " ucap papa


Kemudian Riswan mendekati mama dan hendak mencium pipi mama namun di larang oleh papa,bukan apa-apa meskipun ia sudah dianggap anak tapi tetap saja tak ada ikatan darah diantara keduanya ,dan aku faham kenapa papa melarang nya ,namun papa selalu bisa membawa nya dengan candaan .


"eh....mau apa kamu ,udah besar juga , jangan cium-cium istri saya ,saya cemburu " ucap papa lalu meraih tangan mama dan menggenggam nya erat


"kamu ini sudah besar ,gak malu sama neng cantik uang duduk depan mu" ucap nek Marni seraya menyendok kan nasi buat nya


"makasih nek "


"iya ....." sahut nek Marni


"kamu kok di sini?" tanya nya Riswan menatap Aranta


"hm.....


"mama dan papa yang bawa Aranta ke sini"mama yang jawab


"kak Risris awas ya jangan sampai suka sama kakak cantik nya aku , kakak cantik akan menikah dengan kak Gibran,seperti nya gadis kecil ku ini sudah tak shock lagi


UHHUKK....


UHHUKK....


Bukan hanya aku yang tersedak namun Aranta pun sama


"sayang .....kalau sedang makan gak boleh berbicara " tegur papa


"iya pa....maaf " sahut Ari menunduk


"sudahlah kalian lanjutkan lagi makan nya ,dan kamu Ari ,jangan lagi bahas itu ya ,kak Gibran dan kak Ara masih sekolah tak boleh menikah " tegur mama pula


"iya ma....maaf " ucap nya lagi


Mama terlihat menghela nafas nya lalu kembali melanjutkan makan .

__ADS_1


Hingga akhirnya kami pun selesai makan .


"hari ini kalian diantar supir ya ,jangan bawa motor ,sebab ada Aranta juga ,papa juga tak mungkin bisa mengantar Ari sekaligus Aranta, jadi kalian bertiga berangkat bareng " ucap papa


"dan satu lagi ,kalian berdua harus menjaga Aranta " ucap papa


"jagain dia , emang nya kenapa mesti di jagain segala ?" tanya Riswan bingung


"nanti ku jelaskan " ucap ku


"ya sudah sebaik nya kita berangkat sekarang " ucap ku seraya beranjak dan berpamitan pada seluruh anggota keluarga


Mobil yang kami tumpangi pun melaju ke arah kiri sedangkan mobil papa ke kanan.


"sekarang jelaskan kenapa kamu bisa ada di rumah mama Uli ?" tanya Riswan pada Aranta yang duduk di kursi depan


"mama Uli?" Aranta menengok dengan dahi berkerut


"mama Nuri maksud ku " ucap Riswan lagi


"oh ....itu...." Aranta pun kembali menjelaskan bagaimana cerita nya ia bisa di rumah ku ,namun tak selengkap cerita nya seperti semalam ,sedangkan aku hanya diam dengan pandangan ku ke samping jendela mobil,dengan melambai kecil pada setiap hantu yang ku temui di jalan .


"gitu ya ...." Riswan mengangguk


"emang nya mereka yang ngejar-ngejar kamu itu siapa sih ,kaya kurang kerjaan aja , ngejar-ngejar anak orang?" tanya Riswan


"yang pasti mereka orang jahat lah " sela ku


"iya juga ya" gumam nya


"hmm....oh iya ,aku mau tanya dong kalian emang nya sodaraan apa gimana sih ,kok kamu manggil orangtua Adnan mama papa juga ?" tanya Aranta yang mungkin sudah bingung sedari tadi tapi sungkan bertanya


"emang kita sodara kok ,meski beda ibu beda bapak " jawab Riswan


"oh ...." sahut Aranta singkat namun tetao dengan dahi berkerut lalu kembali melihat ke depan .


Setelah beberapa saat akhirnya kami pun sampai di sekolah,aku Riswan juga Aranta pun turut keluar dari dalam mobil , semua siswa terutama siswi ,mereka saling lirik dan mengarahkan tatapan aneh pada Aranta , mungkin mereka merasa aneh kenapa Aranta bisa satu mobil dengan ku,entah lah aku sendiri tak terlalu ingin menghiraukan nya ,aku lantas berjalan ke arah pintu depan


"mang....langsung pulang aja ya ,nanti aku kabari jika sudah waktunya pulang " ucap ku sopan


"iya den "


"hati-hati nyetir nya ya pak " ucap ku lagi


"iya den makasih ,kalau gitu mamang pulang dulu, assalammualaikum"


"waalaikum salam " aku pun


Mobil pun melaju meninggalkan area sekolah


"kenapa kalian bisa berangkat bareng ?" tanya Wisnu yang selesai memarkirkan motor nya


"panjang cerita nya ,nanti ku jelas kan " ucap ku menepuk pundak nya


Kita pun berjalan bersama menuju kelas ,Riswan bersama Aranta di depan ku ,sedangkan aku di belakang bersama Wisnu,hingga sampai di koridor kita pun berpisah karena Wisnu kelas nya di lantai dua


Namun baru saja kami akan memasuki kelas tiba-tiba Aranta mengaduh


"Aduh......."


***

__ADS_1


__ADS_2