
"HAH ... masa hadiah nya begini...." Aranta melotot melihat isi nya,ia pun mengeluarkan benda itu dari bungkus nya lalu mengangkat nya dan memperhatikan benda itu dengan seksama
"ini ....apaan....masa bentuk nya transparan begini dan jaring semua begini,ini sih lebih mirip seperti jaring buat nyari ikan,masa aku harus pakai ginian ,sama saja bohong semua nya kelihatan " keluh Aranta namun kemudian ia tercekat saat menyadari sesuatu
"tunggu...apa jangan-jangan ini yang dinamai lingerie itu,oh tidak.... masa iya aku harus pake lingerie ini,kan malu....atau....ha...oh Tuhan... Adnan ingin aku memakai nya,ya ampun mau ditaruh dimana muka aku" Aranta pun jadi panik sendiri dibuat nya ,ia bingung harus melakukan apa ,memakai nya sesuai yang Gibran katakan tadi atau tidak,tapi ia tak mau mengecewakan Gibran karena menolak memakai nya.
"apa aku pakai saja ya,biar Adnan senang,menyenangkan suami kan wajib kudu ,dan harus,biar dia tambah sayang sama aku ,tapi kalau aku pakai aku malu,duh gimana dong " jantung nya pun semakin berdebar, bulu halus nya semakin merinding saat membayangkan ketika Gibran melihat nya mengenakan lingerie itu
"tapi kan dia udah lihat tubuh aku juga,harus nya aku gak malu tapi tetap saja memakai pakaian kurang bahan seperti ini aku tak berani" lirih nya
"eh kok itu Adnan lama banget di kamar mandi,...ah bodo lah ,demi suami tercinta apa pun akan aku lakukan agar dia senang,aku harus mengesampingkan rasa malu ,toh aku memakai nya di depan suami dan untuk suami jadi sah-sah saja kan" ucap Aranta akhirnya ia pun melepaskan semua pakaiannya dan mulai mengenakan lingerie itu,setelah itu ia pun kembali mengenakan pakaian tidur nya ,sebab ia dan Gibran akan shalat terlebih dahulu sebelum melakukan ritual keramat keduanya.
"duh kok aku deg-degan ya "
ckleek'
Mendengar suara pintu di buka ,Aranta pun dengan cepat menutup kotak bekas lingerie itu dan menyimpan nya di meja.
Gibran melirik pada kotak tersebut yang ditutup,ia mengira jika Aranta tak mengenakan nya,namun ia tak mempermasalahkan itu. Gibran berjalan ke arah lemari ,membuka dan mengambil dua sejadah ,termasuk mukena milik Aranta,lalu memberikan nya pada Aranta.
"ayok kita shalat dulu,kita berdoa pada Allah agar jika suatu saat Allah memberikan kepercayaan buat kita untuk memiliki anak,kelak anak kita akan menjadi anak yang Soleh dan Solehah" ucap Gibran
Hati Aranta berdesir membayangkan ia akan mengandung dan melahirkan anak dari pria yang sangat ia cintai.
Aranta mengangguk seraya menerima mukena nya ,lalu bergegas memakai nya.
Dengan khusyu keduanya melaksakan shalat hingga akhirnya selesai.
Kini kedua nya tengah duduk di tepi ranjang.
Perlahan Gibran menggeser duduk nya jadi lebih mepet pada Aranta.
"kamu tidak keberatan kan kalau aku minta hak ku lagi,jujur aku jadi ketagihan setelah merasakan nya,rasanya tak bisa dijelaskan dengan kata-kata,boleh kan ?" tanya nya dengan suara lembut meminta izin terlebih dahulu ,padahal bagi Aranta kapan pun itu jika suami nya menginginkan nya ,ia tak akan menolak ,sebab ia tahu menolak ajakan suami untuk melayani nya merupakan dosa besar.
Dengan malu Aranta pun mengangguk perlahan,membuat Gibran tersenyum dan langsung mengecup kening nya.
cup
cup
cup
Kecupan di kening turun dan semakin turun,hingga Gibran pun sudah tak tahan,hingga tanpa sadar Gibran pun melucuti semua pakaian Aranta,dan ia sungguh sangat terkejut sekaligus takjub dibuat nya.
"kau ....seksi sekali sayang,aku fikir kamu tidak memakainya tadi " lirih Gibran dengan deru nafas yang sudah memburu
Mendapat pujian seperti itu membuat rona merah pada wajah nya bertambah merah.
"karena aku ingin membuat mu senang, eemmmhhh ...." Aranta melenguh saat sebelah tangan Gibran memainkan gunung kembar nya
"aku suka suara mu,terima kasih sudah bersedia menjadi istri ku,maaf jika aku belum bisa menjadi suami yang baik ,aku masih berusaha "lirih Gibran dengan suara yang berat
"hem....kita berusaha bersama...sshh...aku pun akan berusaha menjadi hm....istri terbaik untuk mu aku......." suara Aranta terhenti sebab Gibran sudah membekap bibir nya dengan ciuman yang membuat darah pada diri Aranta menjadi memanas
"aku juga cinta kamu ,itu kan yang kamu mau ucapkan " ucap Gibran setelah melepas ciuman nya
"dasar...Ge Er...."Aranta terkekeh pelan
namun kemudian
"Aww.... Adnan...." Aranta menjerit manja saat tiba-tiba saja Gibran menyentuh bagian bawah nya
Tanpa menunggu lama mereka pun segera melakukan ritual keramat yang membuat keduanya banjir keringat.
Di kamar lain
Ari yang belum mengantuk padahal jam sudah menunjukan pukul 23:30,ia mencoba untuk bangun dan turun dari tempat duduk nya.
"ayo lah Ari ....kamu pasti bisa " lirih nya
Perlahan ia mulai berdiri,namun karena kaki nya yang masih belum kuat menopang berat tubuh nya,Ari pun terjatuh.
Namun ia tak menyerah ,gadis cantik itu terus berusaha ,lagi ...dan lagi ...meski ia harus terus terjatuh.
"ayolah ....jangan nangis ....kamu bisa Ari....kamu wanita kuat....kamu harus bisa " ucap nya menyemangati diri saat ia merasakan air mata nya sudah menggenang .
Hingga akhirnya Ari dapat berdiri cukup lama,meski ia masih belum bisa melangkahkan kaki nya ,itu sudah cukup membuat nya bahagia.
"Yoga...lihat lah ,aku sudah mulai bisa berdiri,kamu juga harus berjuang untuk bisa kembali mengingat ku " tangis Ari pun pecah saat ia kembali teringat pada Yoga
"aku....merindukan mu " lirih nya
Ari pun menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur seraya menangis pilu.
__ADS_1
"kenapa jadi begini...apakah aku bisa menjalani hari-hari ku dengan rasa rindu akan dirimu,...hiks...hiks... Tuhan...bawalah kembali Yoga pada ku " tangisan nya terus berlanjut hingga ia tertidur karena merasa lelah dengan posisi tidur melintang.
**
Hari berganti hari, Minggu berganti bulan.Kini Aranta dan Gibran tengah duduk di kursi bersama puluhan calon wisudawan lain nya.Ya,kini mereka sudah tiba saat nya wisuda.
Aranta nampak cantik dengan kebaya berwarna maroon dengan lekukan tubuh yang tak begitu terlihat, begitupun juga Gibran yang mengenakan pakaian senada dengan warna pakaian Aranta. Tak lupa jubah dan topi toga pun menghiasi tubuh mereka.
Suara tepukan tangan bergemuruh saat kedua nya menaiki panggung dan mendapat penghargaan atas prestasi mereka.
Acara itu berlangsung sampai siang hari.
"akhirnya selesai juga,kamu pasti capek " ucap Gibran saat mereka tengah duduk di kursi taman kampus
"hm...lumayan sih" sahut Aranta kemudian ia tersenyum sambil melambai tangan saat kedua orang tua dan kedua mertua nya datang menghampiri
"ternyata kalian di sini ,kami cari-cari dari tadi " ucap Seno
"papa...,mama..." Aranta pun bangkit lalu memeluk mereka bergiliran
"maaf ya,papa dan mama telat datang nya,pesawat nya mengalami gangguan saat hendak melakukan penerbangan,tapi papa lihat kok proses wisuda mu ,papa bangga pada mu sayang ,selamat ya " ucap Seno mengusap kepala Aranta
Seno dan Thalia memang sudah kembali ke Aceh satu Minggu setelah mereka menikah,dan datang kembali saat wisuda Aranta dan Gibran,meski kedatangan nya terlambat.
"iya pa...terima kasih ,tapi bagaimana papa dan mama bisa melihat nya kan kalian baru sampai?" tanya Aranta
"mama yang buat panggilan video call tadi,kebetulan mereka baru saja tiba di bandara saat proses wisuda mu" ucap Nuri
"terima kasih ma"ucap Aranta tersenyum
"bagaimana kalau sekarang kita makan-makan ,nenek sudah menunggu kalian " ucap Rifki
"eh iya ,mana nenek dan Ari ,bukan kah tadi bersama kalian ?" tanya Gibran
"mereka sudah lebih dulu ke kafe,sekarang ayo kita susul mereka " ajak Nuri
Mereka pun berjalan menuju parkiran,namun saat hendak memasuki mobil Riswan tiba-tiba berseru .
"hey...kalian kenapa tak menunggu ku " seru nya sambil ngos-ngosan
"eh iya ,maaf ya ,mana yang lain ?" tanya Nuri
"tuh di belakang " tunjuk nya
"kalian sudah mau pulang ?" tanya Haris
"iya " Nuri yang hendak menyahut pun tak jadi sebab Rifki sudah lebih dulu menyalip
"astaga ,masih saja dia begitu" batin Haris yang tak tahu kenapa ia merasa Rifki terlalu berlebihan,Rifki sendiri pun tak tahu kenapa ia begitu posesif terhadap Nuri apalagi di depan Haris, padahal ia sendiri tahu jika kini Haris pun sudah menikah kembali dan pastinya sudah move on dari istri nya.
"kalau gitu gimana kalau kita makan-makan bersama,biar tambah rame" ajak Seno
"iya hayu atuh,yuk sayang kita ikut gabung ,sepertinya teh akan sangat menyenangkan" seru Bu Fuji berbinar
"denger kata makan saja langsung aja tertarik " gumam Haris
Semenjak hamil nafsu makan Bu Fuji memang meningkat,apalagi di kehamilan nya yang sudah masuk trimester terakhir,hal itu membuat Haris selalu mewanti-wanti istri nya itu agar bisa menjaga makanan apa saja yang masuk sesuai yang dokter saran kan.
"baiklah,di mana kita makan-makan nya ?" tanya Haris
"di kafe kami " sahut Rifki
"ya sudah ayok kita berangkat " ajak Gibran
"kalian berangkat saja duluan,aku mau ajak Merlin dulu" ucap Riswan seraya berlari mencari keberadaan kekasih nya
Setelah beberapa saat kemudian ,mereka semua sudah sampai di kafe tempat dulu Nuri bekerja dan sekarang sudah beralih kepemilikan pada nya.
teeeeeettttt'
Suara terompet dan letusan confetti menyambut kedatangan mereka ,sebuah tulisan congratulations berukuran besar pun terpampang nyata di depan mata mereka.
"selamat atas kelulusan kalian...." ucap Dewi seraya merentangkan tangan
Gibran pun segera memeluk nenek nya itu ,sang nenek juga merentangkan tangan nya pada Aranta ,hingga Aranta pun turut dalam pelukan itu.
"terima kasih nek " lirih Aranta
"kakak....selamat ya ...." ucap Ari seraya memberikan satu buah buket bunga besar pada mereka
"makasih dek " ujar Gibran
Ari sudah bisa berjalan meski dengan bantuan tongkat
__ADS_1
"loh paman , bibi....kak Ris-ris nya mana ?" tanya Ari saat melihat mereka
"mungkin sebentar lagi sampai " sahut Haris
Dan benar saja tak lama kemudian Riswan dan Merlin datang dengan bergandengan tangan,keduanya nampak bahagia apalagi dengan sesuatu yang mereka bawa.
"assalamualaikum.....semuanya ...." seru Riswan
"waalaikum salam ...." sahut mereka
"nah berhubung sekarang kita sedang kumpul,sekalian saja kita umum kan,iya kan pah" lirik Riswan pada Haris
"iya ,terserah kamu saja " sahut Haris
"memang nya ada pengumuman apa ,terus itu apa yang kak Ris-ris bawa ?" tanya Ari melihat sesuatu yang dibawa nya
"ini.... contoh undangan pernikahan kami yang sudah jadi,dua Minggu lagi kita menikah, yeeeaayyy....." saking girang nya Riswan pun sampai mengangkat tubuh Merlin hingga memutar-mutar nya,membuat Merlin pusing di buat nya
"hentikan,...aku pusing " teriak Merlin
"kau ini ,aduh ...." tubuh Merlin terasa terdorong hingga hampir jatuh karena merasa pusing akibat putaran yang dilakukan Riswan pada nya
"maaf aku terlalu senang soal nya " jujur Riswan seraya memegangi Merlin agar tak jatuh
"astaga .... "lirih mereka
"wuaaahh.... selamat ya kalau gitu ,ya udah sekarang gimana kalau kita lanjut makan "ucap Rifki mengajak semua nya memakan hidangan yang sudah tersedia .
"ayo let's go "seru Ari semangat
Mereka pun menikmati hidangan itu dengan penuh suka cita dan senda gurau. Gibran dan Aranta pun saling tatap tersenyum melihat semua nya nampak bahagia.
Namun ada sesuatu di balik hati wanita cantik itu yang tiba-tiba berubah sendu.
Wewe memberi kode pada Gibran akan perubahan mimik nya ,Gibran pun menoleh
"kenapa ?" tanya nya pelan
"kita menikah sudah berbulan-bulan ,tapi kenapa aku masih belum hamil?" lirih nya
"sudahlah jangan fikirkan itu ,yang penting kita sekarang diberi kesehatan ,mungkin Allah masih ingin kita menikmati waktu berdua,apalagi kita juga kan belum sempat honey moon gara-gara masalah kampus yang belum selesai,sekarang kita sudah lulus dan tak akan ada lagi yang mengganggu ,bagaimana kalau besok kita langsung berangkat ke Jogja seperti yang kamu ingin kan,aku sudah menyewa villa yang paling dekat dengan candi Borobudur,di sana kita akan berjuang untuk memiliki anak " ucap Gibran seraya mengerling genit
"isshh....kamu tuh " pipi Aranta pun merona di buat nya
"kalian bisik-bisik terus dari tadi,ngomongin apa an sih ?" tanya Riswan tiba-tiba
"bukan apa-apa" sahut Gibran cepat
"bohong "tuding Riswan lagi
" jangan kepo deh ,nih coba makanan ini daripada kepo masalah orang lain " Gibran meraih makanan di depan nya
"haahhh....ya ampun ini pedas banget,... awas ya kau Gibran " Riswan lalu meraih minum di depan nya ,lalu menyemburkan kan air minum itu karena rupanya yang Riswan minum bukan lah air melainkan kuah sambal yang super pedas
Wowo yang menjadi tersangka utama karena mengganti isi air itu pun tertawa terpingkal-pingkal.
"huuuhh....haahh....huuuhhh....haahh...tolong ....haduh ...pedas....."
"hahahaha......"
Bukan nya membantu mereka malah menertawakan nya ,sebab mereka pun bingung membantu nya karena Riswan pun nampak berlarian ke sana kemari,karena tak tahan dengan rasa pedas nya.
"astaga .... Wo...kamu kebangetan jahil nya" lirih Nuri membatin
"Yoga....sedang apa kamu saat ini.... seandainya kamu ada di sini saat ini" batin Ari sambil menatap kosong pada keluarga nya yang nampak tertawa
"Terima kasih Ya Allah atas semua anugerah yang Kau berikan pada ku dan keluarga ku ,selalu jaga mereka dimana pun mereka berada ,terima kasih juga karena Engkau sudah memberikan ku seorang istri secantik dan sebaik Aranta " batin Gibran sambil meraih dan menggenggam tangan Aranta lalu mengecup punggung tangan nya lalu berkata
"I love you "
"I love you to "
...TAMAT...
...***...
Terima kasih untuk yang selalu dukung dan menantikan cerita ku ini,jujur aku merasa terharu banget melihat komentar kalian yang membuat aku semakin bersemangat,dan terkadang bikin aku ketawa sendiri membaca nya,terima kasih juga yang sudah ngasih masukan dan mengoreksi saat ada typo, sungguh aku benar-benar merasa berterima kasih,sebab aku ini hanya lah ibu rumah tangga biasa yang tak mempunyai pengalaman apapun tentang menulis,amatir say๐คญ,jadi mohon dimaafkan jika ada salah-salah kata atau kalimat dalam penulisan nya๐
Tanpa kalian aku bukan lah apa-apa.
Untuk cerita Ari, tunggu saja ya aku masih mikirin judul yang pas dengan kriteria Ari yang penyayang binatang.Jika ada yang berkenan memberi saran judul nya juga boleh.
So... sekali lagi terima kasih banyak-banyak ya buat semuanya,othor sayang kalian๐
__ADS_1
Sampai ketemu di lain cerita
๐๐๐