
Pocong itu nampak terkejut setelah aku menegur nya
"kenapa kamu tak takut ?" tanya nya dengan suara parau
"bang....mana wajah nya kok hitam semua kaya gitu ?" tanya ku tak menghiraukan pertanyaan nya padaku
"dasar manusia aneh ,baru kali ini aku menakuti manusia tapi aku yang malah terkejut " pocong itu pun langsung menghilang
"lah malah ngilang " gumam ku
"Gibran ,ayok pulang kamu tuh ngapain sih ?" seru om Ifel
"iya om " aku pun beranjak dan pergi meninggalkan kebun pisang itu
"kamu tuh gak bisa ya nemu yang kaya gitu gak langsung di samperin ,papa aja kadang suka takut " ucap papa pelan karena khawatir yang lain mendengar
"hehe ...kan penasaran pa..." sahut ku pelan
"emang nya tadi ada apa di pohon pisang nya ?" tanya om Febry
"hanya kucing lagi nangkap ikan " jawab ku ngasal
"oh...." sahut om Febry namun kemudian ia tersadar dengan apa yang aku katakan
"ah kamu becanda ya,masa iya ada ikan di darat " ucap nya lagi
"hehehehe....tuh tahu" aku pun nyengir
**
Singkat cerita ketika pagi sudah tiba ,aku tengah bersiap-siap karena sebentar lagi akan kembali ke kota
"akhirnya hari ini kamu pulang juga ,berarti nanti kamu bisa menolong ku kan ?" tanya mbak Rika yang terus mengikuti langkah ku
"mbak bisa diem gak ,duduk tuh di sana,aku lagi beresin kamar " ucap ku karena hantu ini benar membuat ku susah bergerak leluasa
"hehehe....maaf terlalu semangat soal nya" ucap nya lalu berpindah tempat dan memberi ku ruang.
"nah gitu dong ,kan aku jadi bisa lebih cepat nih " ucap ku lagi
Aku tidak mau nanti nenek akan repot membersihkan kamar ku ,bahkan mama ,nenek Dewi ,papa bahkan Ari pun turut membereskan rumah ,karena kami semua tidak ingin merepotkan nenek .
"sini Tante bantuin " ucap Tante Lasmi seraya merapikan tempat tidur ku ,sedangkan nek Wewe mengambil alih sapu yang sedang ku gunakan menyapu lantai .
"wah ...aku fikir hantu tak bisa bersih-bersih " gumam mbak Rika
"ehehehehe.....kita kan hantu multi fungsi ehehehehe......"
"betul itu" sambung Tante Lasmi
"kalau gitu aku juga mau bantu deh "ucap mbak Rika kemudian
"mau bantu apa ? sudah selesai juga " ucap Tante Lasmi lagi
"loh iya ya...." gumam nya
Setelah di pastikan semuanya rapi,aku pun segera keluar kamar ,nampak mama dan yang lain pun sudah selesai beberes .
"sudah?" tanya mama
"Alhamdulillah ma sudah " jawab ku
"ya sudah yuk kita pamit pada kakek dan yang lain " ajak mama ,aku bisa melihat dari raut wajah mama ,jika mama sebenar nya berat meninggalkan kakek , tapi tak mungkin mama tak pergi,karena ada papa yang juga harus di perhatikan .
__ADS_1
Aku menggandeng tangan Ari saat menuju rumah nenek .
"kalian sudah mau berangkat?" tanya nenek yang sedang berada di luar ,mungkin menunggu kami
"iya Bu...maafin Nuri ya , tak bisa berlama-lama di sini" ucap mama seraya memeluk nenek
"iya tidak apa-apa ,jaga kesehatan mu di sana ya nak ,jangan pernah membantah kata suami " nenek memberi usapan hangat nya pada punggung dan kepala mama
"iya Bu ...ibu ayah dan semuanya juga harus jaga kesehatan " balas mama
Mama pun melepas kan pelukan nya saat melihat kakek menghampiri kami
"ayah ....Nuri pulang ...ayah baik-baik selama Nuri gak ada di sini , Fel, dek..kakak titip kakek dan nenek ya ,hubungi kakak jika ada apa-apa " ucap mama melihat pada kedua adik nya
"ok ,kamu tenang aja Kun, aku bakal jagain ayah dan ibu kok " ucap om Ifel
"kamu ini masih saja panggil kak Nuri dengan sebutan itu ,gak sopan tahu" seru om Febry menegur kakak nya
"biarin ,dia nya juga gak keberatan kok " ucap nya lagi seraya melirik mama
"hey...kalian ini ,kamu lihat sendiri kan Nur ,melihat mereka ayah jadi merasa melihat kamu yang sering ribut dengan Ifel , Febry memang mewarisi sikap mu " kakek terkekeh
"Desi....kakak titip Ifel ya, marahin saja suami mu itu jika perlu jewer telinga nya jika dia nakal ,kamu jangan sungkan menegur nya kalau dia melakukan kesalahan " ucap mama beralih pada bibi Desi
"iya kak ,kak Nuri juga hati-hati di jalan " ucap bibi Desi
"Wawa pulang dulu ya de utun ,nanti Wawa kesini lagi kalau kamu udah lahir " ucap mama seraya menyentuh perut bibi Desi
"baiklah ,matahari sudah makin tinggi ,aku juga harus segera ke kantor sebab ada meeting penting yang tak dapat di wakil kan ,maaf ya ayah ,ibu ,aku jadi harus membawa Nuri lagi " ucap papa seraya menyalimi kakek dan nenek
"tidak apa-apa nak ,kamu kan suami nya yang sekarang lebih berhak atas Nuri , ayah akan selalu mendoakan kalian" sahut kakek menepuk pundak papa
"besan kami titip Nuri ,jangan sungkan untuk menegur jika Nuri salah " ucap kakek hampir sama dengan ucapan mama
"kakek ,nenek ,aku pulang ya ,awas loh kalian harus sehat-sehat jangan sakit seperti kemarin lagi "ucap nya
"siap tuan putri" sahut kakek dan nenek lalu menghadiahi ciuman bertubi di wajah mungil nya
Akhirnya setelah puas berpamitan kami pun segera berangkat , kak Wowo and the geng pun sudah menunggu kami ,kak Wowo seperti biasa makhluk halus itu lebih suka duduk di atas mobil ,sedangkan nek Wewe ,Tante Lasmi , bang Popo,dan mbak Rika berada di belakang , tepat nya di bagian bagasi ,mereka duduk berdesakan bersama barang-barang .
Lambaian tangan mengiringi kepergian kami ,hingga akhirnya tak terlihat lagi karena mobil sudah melaju semakin menjauh .
Satu jam perjalanan nampak nya rasa kantuk mulai menyerang nenek dan Ari hingga ke dua nya sudah tertidur ,sedangkan mama dan papa terlihat masih bertukar cerita di depan dan ,dengan papa yang sembari menyetir .
Berbeda dengan ku yang sama sekali tak mengantuk ,aku lebih memilih mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dari ponsel ku dengan headset bluetooth .
Aku memejamkan mata saat mendengar betapa merdu nya suara seorang ustadz yang tengah mengaji lewat saluran radio di ponsel ku.
Jika yang lain lebih memilih ytoub untuk mendengarkan musik aku lebih menyukai suara radio. Jika di tanya kenapa , jawaban nya simpel ,karena aku tak mau mengotori mata ku dengan tontonan yang dapat merusak otak dan hati menjadi kotor karena di ytoub semua nya serba ada dari video anak-anaknya ,remaja ,bahkan dewasa yang berbau fornografi pun tak ayal sering kita temukan ,di medsos pun sama ,pasti ada saja iklan atau gambar yang muncul yang dapat mengotori fikiran dan akal sehat pun jadi hilang ,bukan berarti aku mengatakan jika dunia perinternetan itu buruk dan tak baik karena segala sesuatu itu kan memang ada baik buruk nya ,sama hal nya medsos ,ada kok baik nya asal kita juga bijak menggunakan nya ,jangan terlalu terbawa arus saja ,karena sudah banyak contoh nya orang yang melakukan kesalahan dan itu mereka lakukan karena akibat dari tontonan tak berakhlak ,seperti saling hujat ,mencuri ,kasar dalam berkata ,berciuman ,mengumbar aurat , ,bahkan hingga perjinahan pun tak dapat terelakan , nauzubillah....
Maka dari itu aku lebih menyukai radio ,bukan berarti aku juga tak punya medsos ya,aku ada kok beberapa akun namun aku jarang sekali membuka nya .
Aku membuka mata saat merasakan laju mobil berhenti .
"sayang kamu lapar tidak ?" tanya mama menengok pada ku
"lumayan sih ma,tadi pagi juga kan aku sarapan nya sedikit " sahut ku
"ya udah ,bangunin Ari dan nenek mu ,kita makan siang dulu ,setelah itu kita shalat dhuhur" ucap mama ,aku pun segera membangunkan mereka
"nek...dek...bangun yuk, kita makan dulu" aku mengusap punggung tangan nenek dan mengusap kepala Ari
"uuhh....sudah sampai ya kak ?" tanya Ari dengan seraya mengucek mata nya
__ADS_1
"belum,kita makan dulu " sahut ku
"ya sudah yuk turun "timpal nenek
Kami pun berjalan menuju rumah makan .
"selamat datang ,silahkan buku menu nya " sapa seorang pelayan wanita menyerah kan buku menu
"makasih " ucap mama yang menerima nya
"iya ,jika sudah selesai memilih panggil saja saya ya Bu " ucap pelayan itu namun matanya yang selalu melirik ke arah papa ,mama yang menyadari pun jadi kurang nyaman
"maaf ,ada apa dengan suami saya ya mbak?" tanya mama tanpa basa-basi
"eh ...ti..tidak kok Bu ,maaf permisi " pelayan itu pun pergi dan menghampiri meja lain
"kamu pesan apa nak ?" tanya mama .
"ini aja deh ,nasi liwet ,ayam kampung panggang ,tempe bacem sayur nya cah kangkung aja ,kaya nya enak " jawab ku
"baiklah ,kamu nak,mau makan apa ?" giliran Ari yang di tanya
"hm...aku juga mau nasi liwet tapi lauk nya ayam goreng mentega saja "
"udah itu aja ?" tanya mama
"iya .."
"mama samakan saja dengan punya Gibran "
"baiklah "
mama pun segera memesankan makanan yang kami ingin kan.
Tak beberapa lama pesanan pun datang ,akan tetapi saat kami tengah menikmati makanan kami ,suara tangisan anak kecil dan bentakan orang tua nya membuat kami menoleh ke arah yang sama .
"enggak ...gak mau....aku bilang aku gak mau ....itu makanan nya banyak api nya ,huuhhuu...." anak seusia enam tahunan itu menolak saat ibu nya hendak menyuapkan makanannya ke mulut nya
"Ade...kamu ini kenapa sih setiap di kasih makan ini itu pasti bilang nya begitu ,ini gak ada sama sekali de...mana api ...gak ada api di makanan nya " seru ibu nya seraya membujuk anak nya makan
"huuuhhuuu.....pokok nya gak mau ...aku takut perut ku sakit....huuuu......aku gak mau di bawa huuuhhuuu...."
BRAKKK
"cukup...sudah jangan di paksa lagi ,percuma ,entah apa yang ada di fikiran nya ,begini nih kalau masih kecil sudah di beri ponsel ,otak nya jadi ngaco ,kamu juga selalu saja memanjakan nya,jadi begini kan ,sudahlah sudah gak lapar aku ,kita bawa anak ini ke psikiater " ucap ayah nya sambil membentak setelah menggebrak meja ,sontak saja hal itu bukan hanya jadi pusat perhatian ku dan keluarga ku ,tapi juga pengunjung lain ,tapi sepertinya laki-laki itu tak peduli ,dan sekarang malah istri nya pun kena marah dan terkesan menyalahkan nya .
"tidak kamu fikir anak kita gila ya ,enak saja ...gak ...aku gak mau bawa anak kita ke psikiater" tolak istri nya
"kalau begitu mulai saat ini jangan lagi bawa anak ini keluar ,bikin malu saja " laki-lakinya itu pun pergi meninggalkan istri dan anak nya
"huuuuhhuu ....kenapa papa jadi jahat ma....?" rengek anak laki-laki itu
"papa gak jahat ,mungkin papa capek karena pekerjaan nya ,jadi emosi nya tak bisa terkontrol sayang " bujuk ibu nya
"huuuu... tapi mama bilangin papa buat gak lagi melakukan itu ,aku gak mau makan makanan yang banyak api nya,kalau aku makan nanti aku diambil huuuuuu aku takut ma... "ucap anak laki-laki itu terus menangis
"maksud nya ?"
Aku dan mama saling pandang ,karena kami mengerti kemana arah tujuan anak itu
"astaghfirullaah....."
***
__ADS_1