
Gibran terkesiap saat melihat nenek nya keluar dari kamar nya sembari berlari dan berteriak panik.
Bahkan nenek nya itu sampai menarik-narik lengan Gibran untuk segera berlari ke luar rumah.
"Gibran ...ayo kita keluar ada gempa bahaya kalau tetap di dalam rumah ,nanti kalau rumah nya ambruk kita bisa lewat " pekik Dewi
"nenek tenang lah tidak ada gempa nek" ucap Gibran
"tidak ada gempa gimana,orang tadi berasa banget guncangan nya ,ayo....keluar ,panggil juga mama papa kamu "
"Ari...Nuri....Rifki...." teriak Dewi
Mendengar ada keributan ,Ari , Nuri ,dan Rifki pun keluar dari kamar nya dan segera turun melihat nya.
"ada apa sih ma, malam-malam begini teriak-teriak ,ada maling?" tanya Rifki
"bukan ,tapi gempa ,ayo lari " kini giliran Rifki dan Nuri yang ditarik tangan nya
Ari yang juga tadinya sempat panik di dalam kamar nya saat merasakan rumah nya bergetar pun menjadi lega karena Lasmi memberi tahukan jika Wowo lah penyebab guncangan itu,ia hanya duduk di tangga sambil menangkup kedua pipi nya.
"nah loh kak Wowo....gimana ini....kak Wowo sih ketawa nya kekencangan" ucap Gibran dalam hati nya
"waduh....itu di luar kendali ku ..." sahut Wowo
"ehehehehe......makanya sebelum ketawa itu fikir dulu apa akibat nya " ledek Wewe
"ma....tenang ma...tak ada gempa itu hanya perasaan mama saja kali,kami tak merasakan apapun kok " ucap Rifki
"gak ...gak mungkin,mama benar-benar merasakan nya ,rumah ini berbergetar tadi'' sahut Dewi tetap kekeuh pada ucapan nya
"ma... tadi mama sudah tertidur kan,mungkin mama hanya mimpi tadi ,benar kata mas Rifki tak ada gempa atau apapun,mama percaya deh" ucap Nuri ikut berbicara,Nuri berbicara seperti itu karena memang tadi Nuri sempat memeriksa ibu mertua nya yang sudah terlelap setelah meminum obat.
Dewi pun terdiam dan berucap
"apa iya mama hanya mimpi " gumam Dewi lirih
"mama dan papa benar nek,sudah jangan difikir kan lagi ,sebaiknya nenek istirahat lagi ,aku pamit ya mau pergi nonton " ucap Gibran berpamitan
"kakak....aku ikut...." seru Ari seraya berlari dan merengek pada Gibran
"anak kecil jangan ikut,ini acara orang dewasa " ucap Gibran dengan mengacak rambut Ari
"iih...kakak aku bukan anak kecil " Ari mengerucutkan bibir nya
"ini bibir udah kaya keong aja ,jelek tahu" ledek Gibran dengan mencomot bibir Ari
"ih kakak mah..." Ari memberengut
"sayang ... kamu di sini saja ,jangan ikut " larang Rifki
"yah...papa tapi aku juga ingin pergi nonton " rengek Ari
''nanti saja kita nonton berdua ,papa ingin tau rasa nya kencan sama anak perempuan papa " ucap Rifki membujuk anak perempuan nya
"lah ...mama gak diajak ?" tanya Nuri
"untuk kali ini enggak ya ,papa mau pergi kencan sama Ari , wleeekk..." ucap Rifki
"hm...boleh saja kalian pergi kencan berdua,kita juga nanti akan pergi jalan-jalan berdua ,ya kan ma..." tanya Nuri pada Dewi
"hahaha...iya saja lah ,nenek ikut saja permainan kalian " Dewi pun tertawa melihat kelakuan anak ,menantu dan cucu nya
"kalau gitu aku pergi sekarang ya ,Aranta pasti sudah nungguin dari tadi , assalamualaikum..." ucap Gibran berpamitan
"waalaikum salam....." sahut mereka
"oh...ya ampun ... ternyata mama sekarang semakin tua ya ,sebentar lagi Gibran menikah dan punya anak ,sebentar lagi akan ada yang manggil nenek uyut" lirih Dewi
"semoga mama selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang,biar mama bisa menyaksikan tumbuh kembang cucu dan cicit mama " ucap Nuri
"iya ,amin...terima kasih ya sayang" sahut Dewi yang merasa terharu dengan menantu nya tersebut
Gibran yang tengah menunggu Aranta pun duduk di kursi teras depan,seraya memperhatikan para makhluk astral yang berseliweran di sekitaran rumah nya.
__ADS_1
"ekhem....maaf kamu nunggu lama ya?" tanya Aranta berdiri di ambang pintu
Gibran menoleh
"Masya Allah....." batin nya
Pria tampan itu terpesona melihat penampilan Aranta hingga matanya tak berkedip memandang nya.
"astaghfirullah...maaf " lirih Gibran lalu memalingkan wajah nya
"Ya Allah maafkan aku " batin nya ,ia merasa berdosa karena sudah menatap Aranta terlalu lama,karena biar bagaimana pun mereka belum muhrim.
"makanya cepat-cepat kalian menikah biar bisa menatap putri ku lebih lama ,bahkan bisa lebih dari itu " celetuk Seno tiba-tiba
"papa...." seru Aranta yang merasa malu,pipi nya pun sampai memerah
"apa ...memang benar kan ,kalau mau lebih ...."
"ya sudah kita berdua pamit , assalamualaikum..." potong Aranta cepat-cepat ,ia tak ingin bertambah malu akan celetukan papa nya
"hahaha....baiklah ,kalian berdua berhati-hati lah ,jangan nonton di kursi belakang ,bahaya" ucap Seno lagi
"papa ih " decak Aranta
"hey...sudahlah jangan godain mereka terus ,kamu ini kaya yang tak pernah muda saja " seru Thalia
"paman ,bibi ,kami berdua berangkat biar pulang nya tak terlalu kemalaman ,assalamualaikum.." ucap Gibran
"waalaikum salam " sahut Seno juga Thalia
Malam bertaburan bintang di langit ,padahal tadi sore hujan turun membasahi bumi meski tak lebat.
Mobil yang dikemudikan Gibran mulai memasuki area parkir khusus mobil di depan sebuah mall.
Gibran keluar lebih dulu dan berlari memutar untuk membuka kan pintu untuk Aranta.
"terima kasih ,kamu tuh seharusnya tak usah repot-repot bukain pintu segala ,jadi ngerepotin kan " ucap Aranta tak enak
"oouh...aku jadi terharu ,so sweet banget sih " ujar Aranta yang memang merasa terharu
"yuk kita masuk " ajak Gibran
Mereka pun berjalan beriringan , tanpa gandengan tangan ,akan tetapi ada salah satu pengunjung yang tak sengaja menabrak punggung Aranta ,Gibran sontak menarik hingga mendekap Aranta,sebab Aranta bisa saja jatuh tersungkur jika Gibran tak menarik nya.
"mas hati-hati dong" seru Gibran menegur pria yang tadi menabrak Aranta
Namun pria yang tadi menabrak Aranta tak menggubris nya sama sekali dan malah pergi begitu saja tanpa merasa bersalah.
"astaghfirullah.... ada-ada saja ,kamu tidak apa-apa?" tanya Gibran yang masih mendekap Aranta ,namun tiba-tiba ia terkesiap
"astaghfirullah.....maaf " Gibran pun langsung melepaskan dekapan nya.
Sementara Aranta hanya bisa terdiam karena terkejut,rasa terkejut nya karena ditabrak seseorang ditambah terkejut saat Gibran tiba-tiba saja mendekap nya.
Ia dapat merasakan degupan jantung Gibran yang seakan bersahutan dengan degupan jantung nya sendiri.
"Aranta...are you ok ? tanya Gibran sebab Aranta hanya diam
"eh...i..iya ...aku baik-baik saja " jawab Aranta tergugu
"maaf ya ,aku tadi tak sengaja , reflek" ucap Gibran merasa tak enak
"i...iya...tidak apa-apa" jawab Aranta
Mereka berdua pun kembali berjalan menuju tempat pemutaran film atau bioskop.
"kamu mau nonton film apa?" tanya Gibran setelah mereka sudah berada di dekat pintu masuk ,keduanya tengah melihat-lihat judul film yang sedang ditayangkan di bioskop tersebut.
"hm...aku mau nonton film ini deh ,kaya nya seru " tunjuk Aranta pada sebuah film yang bergenre zombie.
"gak mau yang ini?" tunjuk Gibran pada film horor produksi dalam negeri
"enggak ah,aku udah nonton itu ,lagian udah gak aneh juga lihat hantu nya ,tiap hari juga aku melihat nya " sahut Aranta
__ADS_1
"hehehe ...iya juga ya ,ya sudah kalau gitu aku beli dulu tiket nya ,kamu tunggu di sini ,gak apa-apa kan ,nanti aku sekalian beli pop corn dan minuman" ucap Gibran
"iya ,aku nunggu di sini"
Sambil menunggu Gibran Aranta pun melihat-lihat judul film yang lain nya.
Wewe pun mengawasi Aranta juga Gibran dari jauh.
Tanpa di sangka-sangka Aranta yang tengah menunggu Gibran bertemu dengan Merlin dan Riswan yang baru datang.
"kamu sama siapa ke sini?" tanya Merlin
"dengan Adnan" jawab Aranta
"terus Gibran nya mana?" tanya Riswan
"lagi beli tiket sama cemilan" jawab Aranta
"oh ,ya sudah kalau gitu kamu juga tunggu di sini ,biar aku saja yang membeli tiket nya ,kalian mau nonton film apa?" tanya Riswan ,ia bertanya karena ingin masuk bareng dengan Aranta dan Gibran.
"film zombie" jawab seseorang di belakang Riswan ,Riswan pun menoleh
"hai...." sapa Riswan,namun Gibran malah menyentuh kening Riswan dengan punggung tangannya
"isshh....apa an sih" seru Riswan
"lagian hai hei hai hei....sejak kapan kamu ngucapin kata itu ,kamu tuh kemana saja tak pernah datang lagi ke rumah , mentang-mentang punya mama baru ,gak inget lagi sama keluarga aku " tanya Gibran
"sorry Bran , maklum lah mamah ibu kan lagi ngidam ,jadi sebagai anak yang baik dan berbakti aku tuh harus selalu siap siaga ,apalagi kalau papa lagi kerja " sahut Riswan
"emang nya ngidam apa, ngidam nya aneh-aneh ?" tanya Aranta
"banget " sahut Merlin
"contoh nya ?" tanya Gibran
Riswan menyipitkan mata melihat pada Gibran
"kenapa....kok ngelihatin nya kaya gitu ?" tanya Gibran
"ini kita mau nonton apa mau rumpi sih ,udah lah nanti saja aku cerita in ,aku mau beli tiket dulu ,takut keburu mulai film nya " ucap Riswan
"tak usah , ini aku sudah beli empat " ucap Gibran yang memang sudah mengetahui jika Riswan dan Merlin juga datang lewat bisikan ghaib Wewe.
"wuiiihhh.... cakep.... tapi kok cemilan nya hanya satu yang gede ,masa iya kita berempat makan bareng sih?" ucap Riswan yang awal nya memuji kini balik bertanya
"ye....beli aja sendiri , yuk Aranta kita masuk " ajak Gibran seraya menyerahkan dua tiket itu pada Riswan
"huu...kirain,ya sudah kamu masuk saja dulu,nanti aku nyusul " ucap Riswan ,dan Merlin mengangguk
**
Selesai menonton Gibran mengajak yang lain untuk makan di kafe ,mereka pun pergi ke kafe di sebrang mall.
Sambil menunggu makanan datang , Merlin dengan antusias menceritakan ngidam nya Bu Fuji dengan Riswan yang menjadi korban nya.
"hahahahaha.....ya ampun... ada-ada saja ,terus kamu abadi kan tidak moment itu ?" tanya Aranta yang sudah tertawa geli, begitu pun dengan Gibran yang juga tak dapat menahan tawa nya , sementara Riswan sudah memasang wajah malu semalu malu nya.
Bagaimana tidak ,Bu Fuji terus merengek ingin melihat Riswan memakai kostum mermaid.
Mau tak mau Riswan pun berdandan ala mermaid dengan mengenakan wig ,dia duduk di pinggir kolam renang dengan Bu Fuji yang terus memfoto nya.
Tak hanya Bu Fuji ,Merlin pun turut mengabadikan moment langka tersebut.
"ya ampun....Riswan ...." Aranta sampai terpingkal-pingkal melihat foto nya di ponsel Merlin
"tak sangka ya ternyata kamu cocok juga jadi ratu nya duyung" ledek Gibran
"terus saja terus ledekin aku..." sungut Riswan sebal
"hahahahaha....." mereka pun tertawa namun ,tawa mereka terhenti saat pelayan datang membawa pesanan mereka.
***
__ADS_1