The INDIGO

The INDIGO
Ritual Ruqyah


__ADS_3

Tak hanya pada bang Rizal ,kedua orang tua mbak Rika pun ku buat dapat melihat sosok mbak Rika .


"ibu....bapak....." lirih mbak Rika


"Ri....Rika.......k...kamu....Rika anak kami...?" tanya ayah nya mbak Rika


"iya pak....ini aku....Rika ....." mbak Rika nampak tersenyum


"Ya Allah....Rika .....kenapa nasibmu seperti ini... huuuhhuuu...maafkan ibu nak seandainya ibu tidak egois dan di buta kan dengan uang yang keluarga Anton tawarkan ,pasti saat ini kamu masih hidup huuuuuu....maafkan ibu nak....ibu memang bukan orangtua yang baik ...." tangis ibu nya mbak Rika seraya memukul-mukul d*da nya sendiri


"tidak Bu....ini bukan salah ibu , mungkin ini takdir untuk ku ,ibu dan bapak harus ikhlas ,aku akan merasa bahagia jika bapak dan ibu bisa bahagia tanpa ku ,aku hanya butuh doa dari kalian " ucap mbak Rika


"tidak nak ,bapak juga salah ,seharusnya bapak tidak kekeuh menikahkan mu dengan Anton yang malah membuat mu jadi seperti ini ,maafkan bapak " lirih ayah nya mbak Rika


"sudah ku katakan bapak tidak boleh merasa bersalah ,karena ini sudah seharusnya takdir ku seperti ini,aku ikhlas" ucap mbak Rika lagi


"bang Rizal....." panggil mbak Rika


"Rika....." lirih bang Rizal yang sedari tadi menunduk dengan mata yang sudah basah


"aku minta maaf jika selama aku hidup aku sering menyusahkan Abang ,terima kasih atas cinta dan kasih sayang Abang yang sudah Abang berikan pada ku , terima kasih karena Abang selalu menjaga dan melindungi ku ,dan selalu ada buat ku , maaf jika aku harus pergi lebih dulu, berjanji lah untuk bisa melanjutkan hidup dengan lebih baik ,aku yakin suatu saat Abang akan mendapatkan gadis yang lebih baik dari ku , Abang jangan sedih ya ....Abang harus tersenyum buat ku " ucap Mbak Rika


"Rika....Abang tidak mau kehilangan mu" lirih bang Rizal yang nampak sangat enggan melepas mbak Rika


"aku tidak hilang kemanapun bang ,aku akan selalu ada di sini ,di hati Abang ,berjanji lah untuk bisa melanjutkan hidup dengan baik,aku menyayangimu bang ,carilah pengganti ku " ucap mbak Rika namun bang Rizal nampak menggeleng


"aku sangat mencintai mu Rika ,aku masih tak bisa menerima kenyataan ini " ucap bang Rizal


"cinta kita akan selalu ku kenang bang, sekarang kita sudah berbeda ,aku tak mungkin bisa bersama Abang seperti dulu, ikhlas kan aku ya bang ,aku yakin Abang bisa menjalani hidup ini tanpa aku di sisi Abang , jagalah diri Abang baik-baik " ucap mbak Rika lagi lalu menoleh pada ayah dan ibu nya


"ibu...bapak ....aku minta maaf jika selama ini aku selalu menyusahkan kalian , mulai sekarang ibu dan bapak tidak boleh lagi memandang orang dari apa yang mereka punya ya , jadikan ini pelajaran untuk kalian ,sekarang aku pergi ya ,jaga diri kalian baik-baik ,aku menyayangi kalian " setelah mengatakan itu mbak Rika pun lenyap seiring cahaya putih yang menyelimuti nya


"tidak ..... Rikaaaaa......." jerit ibu nya


"aku mencintaimu Rika " lirih bag Rizal seraya mengusap air matanya ,bahu nya nampak bergetar ,kak Ardi pun segera mendekat dan mendekap kakak nya seraya mengusap-ngusap punggung nya


Setelah itu aku pun kembali menjentikan jari ku di depan wajah mereka untuk menutup kembali mata batin mereka .


"nak Rizal ,maafkan kami karena sudah berburuk sangka pada mu ,seandainya kami merestui kalian waktu itu ,mungkin Rika ...."


"sudah lah om,semuanya sudah terjadi ,aku akan mencoba ikhlas meski berat ," lirih bang Rizal


"seandainya saja dari awal mereka merestui pasti mereka akan hidup bahagia saat ini ,dasar orangtua matre " gumam kak Ardi yang sedari tadi hanya diam


"shyuuut ....kak" tegur ku karena bagaimana pun suara nya masih bisa terdengar


"gak apa-apa nak ,kami memang matre " lirih ibu nya mbak Rika


"padahal kakak ku ini bukan guru honorer yang sering kalian sebutkan loh ,kakak saya ini guru sekaligus pemilik sekolah nya , selain sibuk di sekolah kakak ku juga pemimpin perusahaan " ucap kak Ardi yang nampak nya masih kesal pada pasangan suami istri di depan nya


"Ardi...sudah....gak enak sama mereka " tegur bang Rizal


"gak apa-apa kak ,biar mereka tahu ,kakak juga kenapa selama ini gak pernah mengatakan siapa kakak sebenar nya ,pasti kejadian nya gak bakal seperti ini kak " ucap kak Ardi lagi


"iya ....kami mengaku...kami salah ...maafkan kami " ucap ibu nya mbak Rika lalu bersimpuh di depan bang Rizal


"Masha Allah Bu,bangun ...." bang Rizal pun meminta ibu nya mbak Rika untuk berdiri dan membantu nya


"kami minta maaf kami salah " giliran ayah mbak Rika yang juga ikut bersimpuh


"Ya Allah...." lirih bang Rizal


Aku dapat melihat betapa besarnya penyesalan pada kedua orang tua mbak Rika aku pun tergerak untuk merangkul pundak ayah mbak Rika sambil berucap

__ADS_1


"bapak yang sabar ya... ikhlas kan semuanya ...."


"saya menyesal ....saya menyesal ..." ucap nya


"terlalu menyesali hanya akan membuat kita lupa untuk bersiap memperbaiki diri " lanjut ku


"iya ....saya tahu ...saya mengaku sudah salah ,saya menyesal" ucap nya lagi


"aku antar kalian pulang ya,...hari juga sudah mulai malam " ucap bang Rizal


"gak usah ,kita tak mau merepotkan " tolak ayah mbak Rika


"tidak apa-apa, aku sama sekali tak merasa direpotkan kok "


"baiklah "


Akhirnya kami pun pulang setelah mengantar kedua orang tua mbak Rika ke rumah nya.


(melepaskan orang yang di cintai memang sungguh menyakitkan ,namun tak semua yang di cintai harus dimiliki)


**


Setibanya di rumah


Aku yang baru memasuki rumah pun langsung di todong beberapa pertanyaan dari mama dan yang lain .


"assalamualaikum..."


"waalaikum salam....Gibran akhirnya kamu pulang, bagaimana kasus nya Rika ?" tanya mama


"pembunuh nya sudah di tangkap belum?"


"bagaimana dengan keadaan kedua orang tua nya? "


"aduh ma...nek...aku pusing mau jawab yang mana dulu , aku kasih kesimpulan nya aja ya ,jadi kedua orangtua nya mbak Rika sudah menyesali perbuatan nya yang memaksa mbak Rika menikah dengan laki-laki pilihan mereka yang malah jadi tersangka pembunuhan terhadap mbak Rika sendiri, namun dua Minggu setelah kejadian itu suami dan kedua mertua mbak Rika malah kecelakaan yang mengakibatkan kedua nya meninggal dunia,jasad mbak Rika pun juga sudah ditemukan terkubur di lantai dapur " tutur ku


"astaghfirullaah........kejam bener mereka ,sudah membunuh ,malah menyembunyikan jasad nya pula dan malah mengatakan kabur bersama laki-laki lain , benar-benar kebangetan ,awas kamu ya ...kalau kamu sampai seperti itu " geram nenek melihat pada ku


"lah...kok jadi aku nek,nenek tenang saja ,aku itu laki-laki bertanggung jawab dan gentleman,gak mungkin lah aku melakukan hal itu " ucap ku cepat


"hehehe....maafin nenek nak,nenek kebawa arus ,jadi kapan kamu mempertanggung jawab kan nya?" tanya nenek membuat ku berfikir keras ,tanggung jawab apa


"kalau kebawa arus hanyut dong nek, lagian tanggung jawab apa ,emang nya aku melakukan apa?" tanya ku


"karena kakak udah bikin kak Ara suka sama kakak , jadi kakak harus bertanggung jawab " celetuk Ari yang sedari tadi memperhatikan dengan toples yang berisi kripik tempe di tangan nya


kriuk kriuk kriuk


"lah itu kan hak nya ,kenapa kakak yang harus tanggung jawab ?" tanya ku lagi


"rumah sepi ya gak ada Aranta, biasa nya jam segini tuh dia sering pijitin kaki nenek" ucap nenek pelan


"aku aja yang pijitin gimana ma?" tanya mama


"ya udah ayok " ucap nenek segera duduk di sofa dengan kaki yang di selonjorkan di sofa,mama lalu duduk dan memijat kaki nenek


"aku mandi dulu ya,ah iya papa belum pulang ma ?" tanya ku menghentikan langkah


"belum ,mungkin sebentar lagi " jawab mama


"nanti malam jadi kan kita melakukan pembersihan atau ruqiah Bu Wulan ?" tanya ku lagi


"iya sayang jadi ,kita tunggu papa pulang dulu " sahut mama lagi

__ADS_1


"oh ya udah aku ke atas dulu ya ,mau mandi sekalian shalat Maghrib , sebentar lagi kan Maghrib" ucap ku lagi


"iya " sahut mama lagi


Aku pun segera pergi ke kamar ku .


Setelah selesai shalat Maghrib aku pun keluar dari kamar , rupanya papa sudah pulang dan sudah bersiap bersama mama ,Ari bersama nenek tak ikut karena bisa berbahaya bagi mereka jika ikut dan Ari pun mengerti ,tante Lasmi dan bang Popo juga tinggal di rumah menjaga nenek dan Ari ,di tambah Buto pun ikut berjaga , sementara Nagin ikut bersama nek Wewe,entah sejak kapan Buto dan Nagin jadi selalu ada buat ku .


"baiklah kita berangkat sekarang ,nanti kita shalat isya di masjid saja ,mama mau jemput Bu Wulan dan anak nya dulu " ucap mama seraya beranjak


"sayang hati-hati" ucap papa


"iya tenang saja ,ada Wowo juga yang ngintilin " sahut mama menunjuk kak Wowo yang juga berjalan di samping mama


Tak lama kemudian mama datang bersama Bu Wulan dan anak nya ,kita pun segera berangkat menuju masjid yang sudah ada ustadz Yusuf dan Kyai Somad yang menunggu .


Perjalanan menuju masjid selalu saja terkendala ,entah itu ada yang tiba-tiba menyebrang hingga membuat papa menginjak rem mendadak , atau yang lain nya ,seperti hal nya saat ini , tiba-tiba ada pohon tumbang yang menghalangi, saat aku dan papa hendak keluar ,kak Wowo melarang kami .


"biar kami yang memindahkan batang pohon itu " seru kak Wowo


kak Wowo ,nek Wewe dan Nagin ketiga nya memindahkan batang pohon yang melintang menghalangi jalan kami .


"hah ...i...itu ...kenapa batang pohon nya bisa terangkat sendiri " ucap Bu Wulan merasa aneh ,sedangkan anak nya menutup wajah nya dengan telapak tangan ,mungkin anak kecil itu juga melihat nya .


"mungkin ada angin mbak" ucap mama


"angin..." ulang Bu Wulan


Setelah itu papa pun kembali melajukan mobilnya , Alhamdulillah....setelah beberapa menit kemudian kami pun sampai di depan masjid yang kita tuju .


"assalamualaikum" ucap kami bersama


"waalaikum salam ......" sahut ustadz Yusuf dan Kyai Somad di sana sudah banyak para pembaca Al Qur'an yang kebanyakan pria , meski wanita juga ada hanya beberapa saja itu pun yang aku tahu mereka itu para ustadzah.


"mari silahkan duduk " ucap pak kyai Somad


sebelum mulai ritual ruqyah nya ,kami meminta izin dulu untuk melaksanakan shalat isya terlebih dahulu,kedua pemuka agama itu pun mengerti dan mau menunggu .


Selesai shalat kami pun duduk bersama para ustadz dan kyai ,terlihat Bu Wulan sudah mulai gelisah meski ritual belum di laksanakan.


"baiklah untuk mempersingkat waktu mari kita mulai saja " ucap pak kyai Somad


Surah demi surah mulai kami lantunkan dimulai dari ayat kursi ,surah Al-Baqarah ayat 255,surah Al-Ikhlas , surah Al-Falah dan surah An-Nas ,semua surah itu di bacakan dengan urutan yang beragam .


anak Bu Wulan nampak menangis saat melihat ibu nya mulai kejang dan meronta ,Bu Wulan berteriak dan menjerit kesakitan dengan memegangi perut nya,tak banyak yang bisa kami lakukan untuk menenangkan Bu Wulan.


Huueeekkk


Bu Wulan mengeluarkan cairan merah dari mulut nya salah satu ustadzah dengan sigap memberikan wadah seperti baskom kecil untuk menampung muntahan dari Bu Wulan .


Heeeeekkk


dengan lantunan ayat suci Al-Quran ustadzah itu pun memijat tengkuk Bu Wulan,namun tiba-tiba saja Bu Wulan mendongak dengan pupil mata yang sudah berubah menjadi putih


Bruugh'


"astaghfirullah halazim.....ustadzah ...." seru kami karena Bu Wulan menyerang ustadzah itu hingga ustadzah itu merintih kesakitan saat tubuh nya mendapat tendangan dari Bu Wulan


"HAHAHAHA.......HAHAHAHA....."


"astaghfirullaah halazim........."


***

__ADS_1


__ADS_2