The INDIGO

The INDIGO
Sikap aneh para hantu


__ADS_3

MASIH NURI POV


Aku benar-benar penasaran seperti apa masa lalu mas Rifki dan perempuan itu ,meski hati ku terasa sesak dan panas .


"kamu yakin sayang mau dengar?" tanya mas Rifki lagi


"iya " sahut ku singkat


"heeeeehhh.....dulu kami berpacaran lama sekali ,bisa di katakan jika dia cinta pertama ku , saat itu kami selalu saja terlibat dalam kegiatan sekolah ,hingga akhirnya benih-benih cinta mulai tumbuh , kita resmi jadian di awal masuk kuliah meski sebelum nya kita sudah saling suka namun aku baru memberanikan diri untuk menembak nya , pacaran pun kami tak pernah aneh-aneh hanya sebatas pegang tangan ,setahun dua tahun hubungan kita baik-baik saja hingga di tahun ke tiga hubungan kami mulai renggang karena kesibukan ku yang mulai merintis usaha ,karena kesibukan itulah aku sudah jarang ada waktu untuk nya ,hingga akhirnya tiba-tiba dia memutuskan ku begitu saja dengan alasan jika aku sudah berubah dan tak mementingkan nya lagi .Tak terima ?tentu saja aku tak terima begitu saja ,esok nya saat aku hendak menemui nya aku melihat dia keluar dari dalam rumah nya bersama pria lain ,mereka nampak mesra dan saling bergandengan tangan ,aku yang saat itu merasa dicurangi pun segera turun dari motor ,aku menghampiri nya dan menghajar laki-laki itu ,dan kamu tahu apa yang terjadi?" tanya mas Rifki menatap ku ,aku pun menggeleng


"dia malah membela laki-laki itu , dan malah menampar ku ,dengan perasaan hancur,marah dan benci aku pun segera pergi meninggalkan mereka ,karena kejadian itu kuliah ku terbengkalai ,aku pun mulai malas-malasan ,pekerjaan ku kacau balau ,di kampus aku hampir di DO ,mama pun murka ,lalu mengomeli ku habis-habisan, hingga nasehat mama yang masih aku ingat sampai sekarang ,dan itu jadi motivasi ku hingga aku bisa menjadi sosok Rifki yang sekarang " ucap mas Rifki menghela nafas


"apa nasehat mama?" tanya ku penasaran


"cium dulu baru aku kasih tahu " dengan genit nya mas Rifki malah menggoda ku


"apa sih mas " keluh ku


"mau tahu gak apa nasehat mama waktu itu?" tanya mas Rifki lagi


"ya iya aku mau tahu " sahut ku cepat


"ya udah mana ciuman nya ,tapi yang basah " pinta mas Rifki manja


"mas...." keluh ku lagi


"hehehehe....maaf becanda ,muach....aku aja yang cium kamu" mas Rifki pun mengecup pipi ku karena aku tak menuruti keinginan nya kemudian mas Rifki merapatkan duduk nya lalu memelukku dari samping


"jadi apa kata mama?" tanya ku dalam pelukan nya


"jatuh cinta memang indah ,tapi patah hati itu biasa ,jangan sampai sakit karena patah hati membuat hidup berantakan karena itu bukan akhir dari segalanya,bangkit lah ,tunjukan pada nya kalau kamu baik-baik saja tanpa nya , dan tunjukan juga jika kamu itu laki-laki hebat dengan kesuksesan mu, semenjak mendengar nasehat mama ,aku pun jadi termotivasi untuk bisa lebih sukses dari laki-laki yang bernama Wiliam itu ,akan ku tunjukan jika aku mampu "


"jadi untuk wanita itu kamu kerja keras sampai sesukses sekarang ?" lirih ku bertanya seraya mendongakkan kepala menatap mas Rifki ,sungguh sakit hati ini mendengar nya


"tentu ,tapi itu dulu ,sekarang yang jadi semangat aku kerja itu hanya kamu dan anak-anak,dan sampai kapan pun hanya kalian lah yang jadi prioritas ku " ucap mas Rifki lagi


"jadi ....ucapan nya tentang Rendi itu tidak benar?" tanya ku


"ya jelas tidak lah ,itu hanya akal-akalan nya saja, coba deh kamu fikirkan baik-baik aku terakhir bertemu dengan nya dua tahun sebelum aku bertemu dengan mu ,dan baru sekarang ini bertemu kembali ,masa Rendi yang usia nya masih kecil gitu bisa-bisa nya jadi anak ku ,kandung pula ,kapan bikin nya " ucap mas Rifki lagi


"ya ....siapa tahu mas bohong dan diam-diam menjalin hubungan dengan mantan mas itu " ucap ku ketus


"astaghfirullaah....kamu jangan suudzon begitu dong ,aku mana berani bohongi kamu , berani sumpah ,kalau aku berbohong aku lebih baik mati " ucap mas Rifki yang langsung mendapatkan cubitan dari ku


"aauucchh....sayang kok aku di cubit " keluh mas Rifki karena cubitan ku lumayan keras juga terlihat kulit lengan nya pun memerah


"jangan bawa-bawa mati ,aku gak suka ,iya ok aku percaya kalau mas gak akan mengkhianati aku " ucap ku


"nah gitu dong daritadi kek ,hampir gila aku tuh mikirin kamu yang kaya tadi " ucap mas Rifki kembali memeluk ku


"iya maaf ,aku juga percaya sih sebenarnya pada mas ,tapi ya nama nya perempuan pasti sakit hati dan cemburu ,istri mana coba yang bisa terima jika ada wanita lain tiba-tiba mengakui mas sebagai ayah dari anak nya " lirih ku


"jadi sekarang kamu gak marah lagi kan sama mas ?" tanya mas Rifki lagi


"insyaallah aku bisa lebih tenang dari sebelum nya ,tapi mas ,ada satu lagi yang masih mengganjal di hati ku "


"apa ?" tanya mas Rifki


"jika benar-benar tes DNA nya cocok,bagaimana ?"


"kamu ngomong apa sih ,ya gak mungkin cocok lah ,Rendi anak orang lain bukan anak ku " tutur mas Rifki


"tapi ....


"sudah jangan bahas lagi ,pokok nya kalau hasil nya sudah keluar cepat kamu suruh dia pergi dari keluarga kita ,keberadaan nya hanya akan jadi duri dalam daging , kebahagiaan kita taruhan nya"


"mas takut CLBK ?" tanya ku menyelidik

__ADS_1


"ya enggak lah ,ngapain aku CLBK sama dia , gak penting ,karena sekarang dan seterusnya hanya kamu yang akan selalu mengisi hati dan fikiran ku " tutur mas Rifki lagi


"makasih untuk cinta dan kasih sayang mas pada ku ,dan maafin aku sempat berfikir buruk pada mas " ucap ku tak enak hati


"apa mama tak tahu tentang nya ,soal nya dari sikapama seperti beliau juga tak mengenal wanita itu ?" tanya ku


"tidak ,karena aku dulu belum sempat menceritakan siapa pacar aku ,aku hanya bilang punya pacar tapi tak pernah membawa nya ke depan mama " jawab mas Rifki , entah benar atau tidak tapi melihat dari mata nya aku tak melihat kebohongan .


Ya Allah ....aku pun lantas memeluk mas Rifki erat ,dengan air mata yang terus mengalir ,


aku memang bodoh bisa-bisa nya aku termakan omongan Wulan ,padahal aku sudah yakin dan percaya pada mas Rifki , astaghfirullaahal'aziim.... memang cemburu mengalahkan kan logika .


Akhirnya malam ini aku dan mas Rifki tidur saling berpelukan hingga melewatkan makan malam kami .


Tengah malam aku terbangun karena merasakan lapar , dengan pelan aku bergerak turun dari tempat tidur ,tujuan ku satu yaitu dapur .


Saat kaki menapaki lantai tiba-tiba hidungku mencium aroma mie instan ,lantas aku pun mempercepat langkah .


ctak'


aku menyalakan lampu di dapur


"Gibran ...."


"duh ,mama....bikin kaget aja " ucap Gibran sambil memegangi sendok dan garpu ,dihadapan nya ada semangkuk mie instan.


"sejak kapan kamu suka makan mie instan malam-malam gini?" tanya ku


"hm....lagi pengen aja kok ma,habis nya laper " jawab nya sambil tersenyum


"mama mau?" tawarnya kemudian


"iya ,mama juga mau bikin " sahut ku seraya mendekat ke arah kompor


"aku aja yang buat kan ,mama duduk saja " Gibran bangkit dan meminta ku duduk


"gak apa-apa ma,biar aku saja " ucap nya kekeuh


"udah ,mama aja,nanti mie kamu bengkak gak enak nanti" ucap ku tak kalah kekeuh


"tapi ma..."


"sudah kamu diam dan lanjutkan saja makan mu " ucap ku seraya menyalakan kompor dan seterusnya aku pun memasak mie instan lengkap dengan sayur dan telur .


Saat menunggu mie matang aku duduk di dekat Gibran


"aku senang mama udah bisa tersenyum lagi" ucap nya


"mama percaya papa kan ?" tanya nya tiba-tiba


aku pun mengangguk


"baguslah ,besok kemungkinan hasil tes itu keluar "ucap Gibran


"kok cepat banget hasil tes nya keluar ?" tanya ku mengerut kan kening ,pasal nya yang aku tahu hasil tes DNA itu akan keluar sekitar dua sampai empat Minggu ,lah ini sehari juga belum


Tanpa menjawab pertanyaan ku ,Gibran menyeruput mie nya ,aku pun bergegas menuju kompor ,sebab mie instan ku sudah jadi.


"hm.....wangi....mau doooong" seru Lasmi tiba-tiba datang


"gak boleh " larang ku


"huh....pelit "


"Tante ...." ucap Gibran .


"ups....maaf lupa " hantu kuntilanak itu pun langsung pergi

__ADS_1


"ada apa?" tanya ku bingung


"gak apa-apa kok ma" sahut Gibran lagi


Dengan menghela nafas aku pun membawa semangkuk mie instan itu tepat setelah duduk mas Rifki tiba-tiba datang


"hm....wangi nya ,jadi ikutan lapar" ucap nya


"ya udah kita makan bareng saja , ini juga sepertinya kebanyakan kalau aku makan sendiri" sahut ku


Akhir nya aku makan dengan mas Rifki semangkuk berdua ,aku melirik pada Gibran yang mengulum senyum melihat kami


"Alhamdulillah....aku sudah selesai , aku ke kamar duluan ya " ucap nya lalu beranjak ke wastafel lalu mencuci mangkuk nya .


"jangan lupa shalat malam nya kerjakan nak ,mumpung kebangun jam segini" ucap ku memperingatkan


"udah kok ma ,tadi sebelum turun ke dapur " sahut nya


"syukurlah"


"kalau gitu aku ke kamar " ucap nya


"Gibran tunggu nak" seru ku


"ada apa ma?" tanya nya .


"bukan kah tadi ada Riswan,dia menginap?" tanya ku


"iya ma ,ya udah aku ke kamar dulu ,mama dan papa anteng-anteng berdua ya " ucap nya langsung ngibrit meninggalakan dapur


"dasar anak itu " gumam mas Rifki


**


Keesokan harinya aku sudah lebih bisa mengontrol emosi ku daripada kemarin , Gibran katanya sekolah nya libur untuk beberapa hari pun kini tengah mengantarkan Ari ke sekolah dengan diantar supir tentu nya.Sedangkan aku setelah mengantar kepergian mas Rifki ke kantor ,masih berdiri di depan pintu .


"Rifki dan anak-anak sudah berangkat Nur?" tanya mama ,aku pun menoleh


"iya ma,baru aja berangkat " sahut ku


"bagaimana dengan perempuan itu ?" tanya mama


"entahlah ,tadi Gibran yang mengantarkan makanan ke kamar nya ,aku malas berhadapan dengan nya " sahut ku jujur


"terus Rendi juga berada di kamar ?" tanya mama lagi ,aku terkesiap sebab dari kemarin aku tak melihat nya selain tidur di ruang tengah


"aku gak tahu ma?" jawab ku


"Rendi ada di rumah mbok , mbok sengaja bawa dia ,tadi juga mbok udah hubungi pihak keluarga nya ,dan siang nanti mereka akan menjemput Rendi dan Wulan " tutur mbok Marni tiba-tiba


"bagus lah kalau begitu " gumam ku pelan


"ya udah yuk kita ke dalam " ajak mama


"iya ma" sahut ku


Saat aku hendak masuk entah kenapa aku ingin sekali menengok ke arah kiri ku , aku mengerutkan kening melihat Wowo ,Lasmi dan bang Popo yang entah sedang apa hantu-hantu itu ,mereka terlihat tengah membuat sesuatu .


Saat aku hendak menghampiri mereka bang Popo menoleh lalu berseru


"gaeess......kita kabur cepat aman kan semua nya "


dalam sekejap hantu-hantu itu pun pergi membawa barang-barang mereka


"mereka kenapa sih,kenapa dari kemarin sikap nya pada aneh semua tuh hantu "


***

__ADS_1


__ADS_2