
Malam kini menujukan pukul 20:15 ,di ruang tengah nampak semua nya berkumpul untuk bersantai dan mengobrol,sebagian ada yang duduk di sofa dan sebagian lagi di karpet.
Ariq bersama Bu Maryam tengah bermain Lego bekas Gibran saat kecil di depan televisi yang menyala,Ari juga ada di sana ,ia duduk di kursi roda ,meski mata nya menatap layar televisi namun fikiran nya entah kemana.
Nuri dan yang lain nya tengah membahas masalah gaun yang akan mereka kenakan nanti di acara resepsi.
"karena untuk akad hanya akan di laksanakan sesederhana mungkin jadi tak perlu mengenakan pakaian berlebih,tapi nanti pas acara resepsi sudah disediakan kebaya dan baju untuk kalian "ucap Nuri
"jadi maksud nya pakaian yang akan kita pakai seragam gitu ?" tanya Desi
"iya ,sebentar aku ambil kan dulu ya " Nuri pun lantas berjalan ke kamar nya .
"wah ... bagus deh ,pasti baju nya bagus kalau gitu nanti aku akan ambil foto sebanyak-banyaknya biar nanti aku kasih lihat pada teman-teman ku,hm...pasti mereka pada iri padaku ,terutama Meta , pasti ia akan semakin julid pada kak Nuri ,hihihihi...." batin Desi terkikik
Ia memang sangat mengenal Meta ,(bagi yang belum tahu Meta bisa baca novel ku yang berjudul Teror Guna-Guna ya ) karena ia dan Meta sering terlibat dalam perkumpulan arisan. Bahkan ia tak menyukai Meta karena sering membicarakan dan menjelek-jelekan Nuri. Desi juga sering menyebutnya miss julid ,tanpa ia sadari jika dirinya pun sama julid nya .
Namun meskipun begitu Desi juga merupakan wanita baik,dan penurut.
Tak lama kemudian Nuri datang dengan membawa beberapa paper bag
"ini lihat lah " Nuri pun meletakan nya pada meja
Desi orang yang terdepan yang membuka nya ,mata nya terbelalak saat melihat isi dari paper bag itu.
"wuaaahh....kak....ini kebaya yang buat dipakai aku?" tanya Desi
"iya , masing-masing dapat satu ,dan ini untuk ayah ,Ifel ,dan Febry juga si kecil Ariq juga ada " ucap Nuri
"ini nyewa nya pasti mahal ya kak,bagus banget soal nya " tanya Desi seraya menempelkan kebaya itu pada bagian depan tubuh nya
"enggak ,itu beli bukan nyewa,kakak sengaja memesan nya " sahut Nuri
"hah...beli....!!! apa...nanti ini bisa aku bawa pulang?" tanya Desi membuat Ifel melotot pada nya
"tentu ,buat apa aku beli kalau nanti kalian gak bawa pulang " sahut Nuri lagi
"huaaa....makasih ya kak...." Desi langsung menghambur memeluk Nuri ,sedangkan Nuri hanya bisa terkekeh melihat reaksi adik ipar nya tersebut
Sementara Ifel hanya bisa terdiam menepuk jidat. Betapa senang nya Desi saat mengetahui kebaya itu boleh dibawa nya pulang,sebab tak hanya enak dipandang mata namun harga nya pun lumayan fantastis.
"dan ini untuk para laki-laki , mudah-mudahan ukuran nya pas ya " ucap Nuri seraya membuka paper bag lain nya
"makasih ya kak" ucap Febry
"terus punya kak Nuri nya mana?" tanya Desi penasaran
"ada di kamar" sahut Nuri
"pasti punya kak Nuri lebih bagus " batin Desi
"sudah sana simpan kebaya nya ,nanti rusak lagi " seru Ifel pada istri nya yang terus membolak-balik kan kebaya nya
"ih....syirik aja " dengus Desi
"kamu itu harus nya gak usah repot-repot begini Nur kan sayang uang nya ,mending kamu gunakan untuk perlengkapan lain nya"ucap Bu Maryam yang merasa tak enak
"gak apa-apa lah Bu ,kan moment seperti ini jarang terjadi,lagipula uang segitu tak akan membuat uang ku habis " ucap Rifki yang menyahut ,bukan bermaksud ia ingin menyombongkan diri namun ia tak ingin mertua nya merasa tak nyaman dan merasa merugikan nya.
"memang nya berapa harga satu nya ?" celetuk Desi yang memang merasa penasaran dengan harga kebaya itu,pasal nya ia nanti tidak akan kesulitan jika teman-teman nya bertanya berapa harga nya.
"cuma sepuluh juta per satu stel ,itu pun sudah termasuk yang murah" jawab Rifki kikuk
"hah.... sepuluh juta " pekik Desi melotot
"ya ampun kak , cuma sepuluh juta ,uang segitu bisa buat beli bahan bangunan,apa gak sayang uang nya " lirih Ifel
__ADS_1
"sudahlah ,jangan kalian fikirkan itu,doakan saja semoga apa yang kami lakukan menjadi berkah untuk semua nya " timpal Nuri
"dan semoga uang yang kalian keluarkan akan kembali menjadi berkali-kali lipat " sambung pak Maman
"amiiiin...." Nuri dan Rifki pun mengamini
Malam itu obrolan pun berlangsung hingga pukul 22:00 ,sementara Desi sudah masuk ke kamar satu jam yang lalu sebab Ariq anak nya sudah mengantuk dan minta ditemani tidur ,setelah itu mereka masuk ke kamar masing-masing.
Di kamar nya Gibran pun melakukan ritual sebelum tidur ,yaitu berwudhu ,lalu menepuk tempat tidur sambil melafalkan beberapa doa.
Gibran pun memejam kan mata dengan posisi menyamping.
Di tempat lain
"papa yakin dengan apa yang akan papa lakukan,nanti bagaimana jika kita dilaporkan ke polisi ,aku gak mau masuk penjara pah,bagaimana dengan reputasi mu nanti" tanya seorang gadis yang baru saja pulang dari kegiatan nya ,ia langsung protes terhadap papa nya.
"kamu tenang saja ,papa sudah merencanakan ini dengan baik,nanti orang-orang papa akan menculik pengantin wanita nya ,dan kamu akan langsung menggantikan nya" ucap pria paruh baya yang tak lain adalah Mahendra
"tapi mereka pasti akan langsung mengenali ku pa,papa jangan aneh-aneh deh ,aku gak mau " tolak putri nya
"sudah lah ,kamu nurut saja ,perempuan itu memakai kerudung ,nanti kamu pakai cadar untuk menutupi wajah mu "tutur Mahendra
"terus nanti kalau mereka tak terima dan menuntut kita gimana pa" seru putri nya lagi yang tetap kekeuh tak ingin mengikuti permainan papa nya
"itu nanti papa yang atur,sudah sebaiknya kamu nurut saja,kamu kalau lihat laki-laki nya nanti pasti kamu juga akan menyukai nya " ucap Mahendra lagi
Tak dapat berkata-kata putri nya pun masuk ke kamar nya dengan dengan menghentakkan kaki , perasaan nya benar-benar kesal. Pasal nya ia sudah memiliki kekasih namun ia juga tak mungkin bisa menolak perintah papa nya.
Sementara itu di sebuah pemakaman umum .
Wowo dan Wewe beserta bang Popo tengah mengumpulkan banyak pasukan hantu.Setelah berkumpul Wowo pun mulai berbicara.
Hantu-hantu itu terdiri dari bermacam jenis hantu seperti pocong ,kuntilanak ,hantu anak kecil sampai nenek-nenek dan kakek-kakek pun ada.
"kalian kawal Aranta ,bersama saya ,sedangkan sisa nya mengawal Gibran bersama Wewe " tunjuk Wowo pada hantu-hantu itu
"ehehehehe......kalian faham " seru Wewe
"faaahaaaammmm......." jawab para hantu itu
"kenapa malam ini terasa seram sekali ya,hawa nya beda dari malam-malam biasa ,padahal langit begitu cerah " gumam salah seorang satpam yang berkeliling
Ia bahkan sampai mengusap tengkuk nya dan bergidik ngeri.Ia pun mempercepat langkah kaki nya.
Di kamar nya ,Ari yang masih terjaga pun segera meraih ponsel nya yang tiba-tiba berbunyi.
"Tante Nur" gumam Ari
Tiba-tiba perasaan nya menjadi tak karuan ia takut akan ada berita buruk tentang Yoga namun ia berusaha meyakinkan diri nya jika semua baik-baik saja dan kabar baiklah yang akan ia terima.
Dengan jantung berdebar ia mengangkat panggilan telpon nya.
"halo... assalamualaikum..." ucap Ari
"waalaikum salam ,maaf Tante menghubungi malam-malam begini,Tante pasti sudah mengganggu tidur mu ya" ucap Bu Nur Aini tak enak hati
"enggak kok Tante ,aku belum tidur sama sekali ,ada apa ya Tante ,apa ada sesuatu yang terjadi pada Yoga?" tanya Ari was-was
"Ari ... Yoga...Yoga ...sudah sadar " ucap Bu Nur Aini lirih
"a..apa... Yoga sudah sadar, Alhamdulillah...terus sekarang bagaimana keadaan nya Tante,apa aku bisa bicara dengan nya ?" tanya Ari antusias,saking senang nya ia bahkan sampai menitikan air mata
"mengenai itu seperti nya belum bisa,kamu sabar saja ya ,nanti kalau keadaan nya sudah benar-benar pulih kamu dan Yoga pasti bisa ngobrol banyak hal lagi,sudah ya sekarang sudah larut sebaik nya kamu tidur,Tante hanya ingin mengabari mu saja, assalamualaikum" tanpa menerima sahutan lagi dari Ari ,Bu Nur Aini pun mematikan sambungan telepon nya
"wa...alaikum salam ,kenapa malah dimatiin sih " gumam nya
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Allah....Yoga...eh tapi kenapa dengan nada suara Tante Nur,kenapa terdengar aneh ?" lirih nya
"apa hanya perasaan ku saja " lanjut nya lagi
Ari pun melihat pada jam dinding yang menunjukan pukul 23:16 malam,ia menghela nafas sebab malam sudah sangat larut ,tak mungkin ia meminta papa nya untuk mengantarkan nya ke rumah sakit saat ini.
"tunggu besok saja lah " batin Ari lalu ia memejam kan mata nya ,berharap pagi cepat menyambut.
Di saat Ari tertidur,lain hal nya dengan Gibran,ia terbangun dan seperti biasa ia mengambil wudhu lalu mengerjakan shalat malam.
Selesai shalat ia merasakan perut nya keroncongan,ia pun memutuskan pergi ke dapur untuk menyeduh mie instan yang jadi candu nya.
Namun sesampai nya di dapur Gibran tak menemukan mie instan satu pun,hanya ada telur ,tomat ,dan beberapa sayuran lain nya.
"kemana perginya semua mie instan itu,perasaan kemarin aku baru beli satu kardus masa sudah habis " fikir nya
"mama yang singkirkan" ucap Nuri di belakang Gibran,Gibran pun menoleh
"mama....tapi kenapa ?" tanya Gibran
"gak sehat buat kesehatan mu,mama tak mau kamu sakit apalagi sebentar lagi kamu menikah" ucap Nuri bersedekap
"tapi aku lapar mah" rengek nya
"duduk lah,biar mama buat kan sesuatu untuk mu " nuri segera berkutat dengan bahan-bahan yang terdiri dari telur dan sayuran.
"aku bantu ya" ucap Gibran
"boleh , ini kamu cuci lalu potong-potong "
Gibran meraih sawi , brokoli,dan wortel ,lalu mencuci dan memotong nya sesuai yang mama nya perintah kan,sementara Nuri mengocok telur.Tak hanya itu Nuri juga membersihkan beberapa butir kentang.
"mama mau buat apa ?" tanya Gibran
"kamu lihat dan perhatikan saja " ucap Nuri tanpa melirik
"baiklah " Gibran pun menurut dan mengerjakan apa yang menjadi tugas nya
Sekitar dua puluh lima menit kemudian masakan pun siap.
Aroma yang tercium pun membuat Gibran tak tahan untuk tak segera menyentuh makanan itu.
"hm...harum sekali ma , pasti ini enak " ucap Gibran
"ayo makan " ucap Nuri seraya menyodorkan makanan nya
"mama sendiri gak makan ?" tanya Gibran
"mama juga makan kok " sahut Nuri juga mengambil makanan itu namun dengan porsi sedikit
"loh mana nasi nya?" tanya Gibran
"kan ada kentang ,kentang ini bisa untuk pengganti nasi ,ayo makan " ucap Nuri
"baiklah , bismillahirrahmanirrahim....." Gibran pun terkesiap sebab rasa nya benar-benar enak
"gimana...enak bukan ?" tanya Nuri
"hm...iya ma...ini kelewat enak tapi lezat " sahut Gibran
Nuri tersenyum melihat anak nya begitu lahap.
"momen seperti ini yang pasti nya akan membuat ku rindu,sebentar lagi kamu berumah tangga nak ,dan pasti nya sedikit demi sedikit peran ku sebagai ibu yang memerhatikan segala kebutuhan mu akan terganti dengan sosok istri mu, berbahagialah anak ku , semoga pernikahan mu sakinah, mawadah, warohmah" lirih Nuri dalam hati
***
__ADS_1