The INDIGO

The INDIGO
Di intai


__ADS_3

Sekitar pukul 02:00 dini hari aku terbangun karena merasa kerongkongan ku kering ,ku lihat pintu lemari tempat nek Wewe bersemayam terbuka ,entah kelayapan kemana hantu itu ,biarlah nanti juga ia kembali lagi ,ku lirik ke arah nakas rupanya aku terlupa membawa air minum ,mau tidak mau aku harus bangun dan pergi ke dapur ,tanpa menyalakan lampu aku berjalan ke arah pintu , membuka nya perlahan lalu keluar menuruni tangga .


Kondisi rumah jika malam memang remang-remang karena hanya lampu tempel saja yang nampak menyala di tiap ruangan ,bias cahaya yang memantul pun samar karena terhalang lapisan tipis agar cahaya nya tak terlalu terang .


Saat aku baru menginjakan kaki di tangga hidung ku mencium aroma yang cukup membuat perut ku keroncongan .Padahal niat ku ke dapur hanya untuk minum tapi gara-gara mencium bau itu perut ku jadi lapar ,sedangkan kalau aku mengabaikan perut ku maka aku tak akan bisa tidur lagi,meski tak jarang jika terbangun di jam begini aku tak kembali tidur melainkan mengerjakan shalat tahajud dan berlanjut berdzikir.


Semakin mendekat ke arah dapur perutku semakin perih karena aroma bau itu menyeruak semakin dalam ke rongga pernafasan ku .


teng....teng...teng....


suara denting sendok dan piring terdengar ,dengan mengerutkan kening aku tetap melangkah seiring rasa penasaran di hati


tak


Aku menyala kan lampu di dapur,nampak Aranta terkejut hingga menjatuhkan sendok yang ia pegang


"aduh....Adnan .... kamu ih ngagetin aja " keluh ya seraya mengusap-ngusap d*da nya


"lagian kamu ngapain jam segini di dapur?" tanya ku seraya berjalan ke arah dispenser dan meraih gelas di samping nya


currrr......


asap tipis mengepul saat air panas memenuhi sebagian gelas yang ku pegang,lalu ku tambah air dingin biasa agar tak terlalu panas juga saat diminum.


Sebelum aku minum aku pun melangkah dulu menuju meja makan ,aku pun duduk di kursi yang lumayan berjarak dari Aranta ,setelah itu aku pun membasahi kerongkongan ku yang kering .


sruuupphhhh.....


suara mie yang di seruput memecah keheningan di tengah denting jarum jam yang berdetak


kruuuuccuuuukkkk....


Aku menunduk melihat arah perut ku yang tiba-tiba berbunyi ,begitupula dengan Aranta yang juga melihat pada ku.


"kamu lapar ,mau juga? aku buatkan ?" tanya nya


"hm..... tadinya sih mau minum doang ,tapi boleh deh " ucap ku sedikit kikuk ,tak dipungkiri kalau aku pun merasa lapar setelah menghirup aroma mie instan itu , malu juga kalau aku bilang tak mau tapi perut ku berdusta


"ok sebentar aku buat kan dulu" Aranta beranjak menuju dispenser


"biar cepet " ucap nya lalu mengisi tempat rebus mie dengan air panas lalu meletakan nya di kompor ,setelah itu mie dan bumbu nya di masak bersama-an tak lupa telur dan sawi hijau


"kenapa dimasak bareng bumbu nya ?" tanya ku heran


"biar masak sama bumbu-bumbu nya " jawab nya singkat


Tak butuh waktu lama mie pun siap di hidangkan


"selamat makan " ucap Aranta seraya meletakan semangkuk mie dengan tampilan yang cukup membuat air liur ku hendak menetes


"ok , terima kasih " ucap ku lalu meraih sendok dan garpu


"eh ...mau ngapain udah diem aja di sana " seru ku saat melihat Aranta hendak berpindah tempat duduk


"ih kamu tuh udah di buatin juga mie nya" keluh nya

__ADS_1


"udah deh diem aja di sana ,kita berada di tempat sepi berdua aja seperti ini udah salah ,apalagi kalau deket-deket ,udah deh nurut aja diem di situ" ucap ku lagi


"iya iya ..." Aranta pun kembali melanjutkan makan nya setelah tadi terganggu karena membuatkan dulu punya ku


"cieee.....ihiw....berduaan aja ,tapi kenapa makan malam nya jauh-jauhan gini sih ,kek musuhan aja " celetuk Tante Lasmi tiba-tiba hadir diantara kami


Aku tak menyahut karena aku tengah menikmati mie buatan Aranta , kenapa rasa nya jadi enak banget ,padahal aku juga sering buat yang seperti ini tapi rasanya tak seperti ini,apa mungkin karena bumbu nya yang dimasak bareng mie nya .


"mbak Kunti mau?" tanya Aranta


"mau mau" sahut Tante Lasmi mengangguk cepat


"mbak buat aja ya sendiri ,tuh mie nya di sana ,mangkuk nya di sana ,biar cepet mateng nya pake air panas di dispenser "ucap Aranta


"Uhhukk... uhhukk....." aku tersedak karena menahan tawa saat mendengar ucapan Aranta


"Adnan...kamu tak apa?" tanya Aranta memberikan air minum padaku ,tapi aku meraih gelas punya ku


"khem ...aku tak apa " ucap ku


"ehehehehe.....nenek cari kamu di kamar tak ada rupanya sedang makan berdua di sini ehehehehe....." nek Wewe lalu menepuk-nepuk pelan punggung ku karena aku masih terbatuk


"nenek sendiri habis dari mana?" tanya ku


"ehehehehe.....biasalah nenek kan juga butuh udara segar ,jadi nenek pergi keluar buat cari angin ehehehehe....." jawab nya


"Alhamdulillah....." ucap ku pelan setelah berhasil menghabiskan satu mangkuk mie itu,seperti nya pagi ini aku tak akan sarapan .


"cepet banget abis nya ,aku aja masih ada " ucap Aranta ,aku beranjak menuju wastafel lalu mencuci mangkuk bekas ku


"kalau bisa lampu nya kembali di matikan ,agar tidak menarik perhatian orang yang ada di luar sana " ucap Tante Lasmi membuat ku yang hampir meninggalakan dapur pun menengok


"maksud nya?" tanya ku


"matikan dulu lampu nya" ucap Tante Lasmi lagi


karena aku yang berada dekat dengan tombol saklar akhirnya mematikan lampu nya ,kini kembali keadaan dapur menjadi remang .


"kalian lihat ke luar deh" ucap Tante Lasmi lagi


Aku bersama Aranta pun bergerak menuju ruang tamu ,dan melihat ke luar dengan mengintip sedikit di gorden


"mereka siapa?" bisik Aranta


"astaghfirullaah...." lirih ku ternyata aku dan Aranta berdiri bersisian hingga suara Aranta terdengar jelas di telinga meski berbisik ,sontak aku menjauh


"maaf... lupa" ucap nya tertunduk


aku menghela nafas lalu kembali melihat ke luar


nampak dua orang tengah memperhatikan rumah ini dari bagian luar gerbang ,bang Popo pun terlihat mengawasi kedua orang itu


"sepertinya mereka orang-orang yang mencari Aranta, papa dan mama harus tahu , besok aku akan bicarakan pada mereka " batin ku


Aku menatap nanar Aranta yang juga berubah gelisah

__ADS_1


"jangan-jangan mereka sudah tahu keberadaan ku di sini, sepertinya aku harus segera pergi dari rumah ini" lirih Aranta


"kamu tak perlu pergi ,karena kita akan menjaga mu, bagaimana pun caranya kami tak akan membiarkan mu jatuh ke tangan mereka, papa sudah bertemu dengan papa mu , papa mu sudah menitipkan mu pada kami ,jadi ....sekarang kamu adalah tanggung jawab kami " ucap ku


"tapi...."


"sudahlah jangan fikirkan apa pun ,sekarang lebih baik kamu kembali ke kamar ,tapi ingat pastikan jendela terkunci ,meski di rumah ini banyak makhluk gaib yang ikut menjaga namun jika orang sudah punya niat buruk pasti apa pun akan di lakukan nya termasuk menggunakan jasa dukun atau semacam nya " ucap ku lagi


"iya ....baiklah aku kembali ke kamar,tapi....terima kasih " ucap nya kemudian


Setelah dipastikan Aranta kembali ke kamar nya aku pun kembali melihat ke luar , terlihat orang-orang itu masih berada di sana .


"kak Wowo perketat penjagaan " batin ku


"kau tenang saja, aku juga sedang berusaha menghalangi penglihatan mereka , aku membuat seolah rumah ini kosong tak berpenghuni" sahut kak Wowo


"kak Wowo memang the best " puji ku pula


"hahaha.....tentu saja " kak Wowo tergelak namun kemudian ia meminta ku untuk segera ke kamar


Aku pun segera menuju kamar ku ,lalu melangkah ke kamar mandi untuk melakukan wudhu ,setelah kembali dari kamar mandi aku masih penasaran dengan dua orang yang berdiri di depan pagar ,aku pun kembali melihat dari jendela kamar ku ,dan benar saja dua orang itu tak kunjung pergi,setelah itu aku mengerjakan shalat malam ku dengan terus berdoa dan meminta pada Allah agar aku sekeluarga di jauhkan dari mara bahaya ,selesai shalat berlanjut berdzikir sampai waktu subuh tiba .


Matahari sudah menunjukan cahaya nya,gegas aku bangkit dari duduk ku lalu merapikan alas shalat dan menyimpan tasbih ku di meja belajar ku .


Setelah rapi dengan seragam sekolah aku lalu keluar kamar menuju meja makan dimana yang lain sudah menunggu


"selamat pagi sayang " sapa mama


"pagi juga ma, tumben Riswan belum datang ?" tanya ku


"katanya hari ini dia gak datang ,dia bilang dia berangkat dari rumah mama nya " jawab mama


"oh...." aku pun segera duduk di kursi dekat mama sedangkan Ari di sebrang ku bersama Aranta


"pagi ini aku sarapan roti saja ma, masih kenyang " ucap ku menolak saat mama hendak menyendokan nasi untuk ku ,kebiasaan kami memang sarapan dengan nasi karena menurut mama yang paling bagus saat sarapan memang nasi karena jika sudah diluar rumah kita tidak akan tahu makanan apa saja yang kita makan nanti ,kalau sudah terisi nasi mau makan pedas atau minum es pun perut kita tidak akan sakit ,dan itu memang terbukti ,pernah suatu hari aku pagi tak sarapan


pas di sekolah aku jajan es dan seblak tak lama kemudian perut ku sakit .


"kenyang ,memang nya kamu sudah makan apa?" tanya nenek


"semalam aku buatin mie instan nek , tapi emang nya masih kenyang ,aku aja udah lapar lagi " ucap Aranta tiba-tiba


"kalian makan mie berdua ...semalam?" tanya mama dan papa


"eh....gak berdua ,kan ada tante Lasmi dan nek Wewe juga kok , lagian kita juga duduk nya jauh an kok " ucap ku menjelaskan


"tadinya aku ke dapur karena haus ,tapi setelah sampai dapur aku jadi lapar karena lihat Aranta makan mie " jawab ku jujur


"ya udah gak apa-apa ,tapi kamu bawa bekal makan ya " ucap mama tersenyum seraya menyiapkan nasi dan ayam goreng ke dalam tempat nasi persegi .


Akhirnya aku dan Aranta berangkat tanpa Riswan ,apa anak itu masih kesal padaku karena aku bersikap seolah membela Wisnu.


Entahlah .... tapi aku jadi merasa was-was jika nanti Riswan juga jadi dalam bahaya karena dia sudah terang-terangan menuduh Wisnu, apa aku beri tahu saja rencana ku ,agar dia bisa lebih berhati-hati.


Ya Allah aku sampai lupa memberi tahu mama tentang dua orang yang mengintai rumah kami dini hari tadi .

__ADS_1


***


__ADS_2