The INDIGO

The INDIGO
Makhluk penglaris


__ADS_3

Pagi menjelang siang rombongan mahasiswa itu pun segera masuk ke dalam bis setelah tadi berpamitan pada penduduk desa.


Di belakang bis tersebut turut mobil Haris mengikuti.


Setelah mesin bis mulai menyala para warga serempak melambaikan tangan mereka dan di balas hak serupa oleh Gibran dan yang lain nya


Hingga akhirnya bis pun melaju pelan meninggalakan kawasan desa unik tersebut membawa ke lima belas mahasiswa yang duduk dengan perasaan lega dan senang.


"ah.... akhirnya gw bisa tidur dengan nyenyak lagi...." seru Lisa di samping nya ada Luna yang menimpali


"iya ,gw bisa tidur tanpa ada rasa takut yang menghantui"


"pokok nya nih ya pas pulang nanti gw mau rebahan seharian penuh ,pegel tau pinggang dan punggung gue satu bulan lebih tidur di kasur kapuk ,mana keras lagi " timpal Maya


"masih mending ada kasur daripada tidak ada sama sekali " lirih Bella di samping Maya


Baru saja bis melaju beberapa kilometer dari area perbatasan desa tiba-tiba supir menghentikan laju bis nya,bahkan akibat injakan pedal rem nya yang mendadak sampai membuat para penumpang nya terdorong ke depan hingga membentur sandaran kursi di depan mereka.


"aduh...." pekik yang lain


"astaghfirullaah halazim....ada apa pak?" tanya Gibran ,ia yang terkejut pun sampai ikut terdorong ke depan.


"terjadi kecelakaan di depan ,pengemudi motor nabrak mobil box, beruntung bisa injak rem segera kalau tidak bisa kena tabrakan juga kita " seru pak supir


"Ya Allah.... " Gibran pun mencoba melihat ke arah depan


nampak pengendara motor itu pun sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka di bagian kepala ,sedangkan motor nya masuk sebagian ke bawah mobil box yang sudah berhenti


"astaghfirullaah halazim...." lirih Gibran


Rupanya setelah pengemudi motor itu menabrak mobil box nya ,kepala nya yang tak mengenakan helm membentur bagian belakang mobil box hingga terjatuh berguling ke jalanan ,sedangkan sepeda motor nya masuk dan ikut terseret beberapa meter oleh mobil box itu ,hingga kemudian mobil box itu berhenti.


"aduh ...." lirih Aranta yang memegangi kening nya yang nampak merah


"kamu tak apa-apa ?" tanya Gibran yang langsung menghampiri Aranta yang duduk di depan nya bersama Merlin


"gak apa-apa kok " sahut Aranta


"gak apa-apa bagaimana ,orang itu kening kamu merah gitu " seru Gibran yang dapat melihat kening Aranta yang kemerahan ,warna merah itu pun begitu kontras dengan warna kulit Aranta yang putih mulus


"iya aku gak apa-apa kok ,hanya begini doang ,itu kecelakaan nya parah banget ya ?" tanya Aranta


"parah .... seperti nya pengendara motor nya meninggal " sahut Gibran yang langsung dapat melihat arwah korban yang tengah menatap lirih jasad nya yang sedang di tutupi warga sekitar dengan menggunakan kertas koran dan daun pisang


"innalilahi wa innailaihi rojiun...." lirih Aranta


"sudah jangan di lihat nanti arwah nya malah melihat kita ,nanti ribet urusan nya kalau tuh korban minta tolong "ucap Gibran pelan


"loh bukan nya kamu suka senang menyapa mereka?" tanya Aranta bingung


"ya hantu yang gimana dulu yang aku sapa" sahut Gibran lagi


setelah memastikan keadaan Aranta baik-baik saja,Gibran pun kembali duduk di tempatnya, sedang kan Riswan bersama Merlin dan yang lain masih kepo dan penasaran dengan kecelakaan itu.


"oh my God ,itu mati ya orang nya" seru Ana menunjuk pada jasad yang sudah di tutupi kertas koran dan daun pisang,darah segar nya pun terus mengalir membasahi jalanan beraspal


"lu kata kucing mati,itu orang woy,hargai dikit lah bilang meninggal kek " seru Coky


"yah elah sama aja mau mati apa meninggal juga kata-kata itu tetap sama artinya " sahut Ana


"ya kan beda kata mati buat hewan kata meninggal buat manusia ,lu pernah di ajari kagak sih sama guru SD lu dulu" timpal Adit


"yee... suka-suka gue lah mulut-mulut gue yang ngomong kenapa kalian yang ribet " sahut Ana lagi


"sudahlah gak ada guna nya ngomong sama dia ,yuk balik lagi ke tempat duduk kita ,polisi sudah turun tangan , sebentar lagi pasti jalan nih bis" ucap Davin


Mereka pun kini kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.

__ADS_1


"kasihan juga ya korban yang meninggal ,pasti istri dan anak nya shock banget denger kabar kecelakaan yang merenggut nyawa nya " ucap Luna yang diangguki Maya


"iya lu bener ,ini harus kita jadikan contoh ,agar kemana pun dan dimana pun kita berada untuk selalu berhati-hati jangan sampai keluarga yang menunggu kita di rumah malah mendapat kabar duka dari kita " lirih Bella


"tapi kalau sudah takdir nya begitu kan kita juga gak bisa menghindar " timpal Maya


"iya juga ya " sahut Luna


Hingga akhirnya bis pun mulai kembali melaju, para mahasiswa itu pun kembali duduk dengan perasaan masing-masing,ada yang merasa was-was selama bis melaju ,ada juga yang gelisah sebab masih teringat jelas di ingatan mereka saat melihat tubuh yang sudah tak bernyawa itu sebelum di tutupi dengan kertas koran dan daun pisang,mual ,ngeri ,dan takut ,semuanya campur aduk.


Satu jam perjalanan bis berhenti di sebuah rumah makan ,para mahasiswa itu pun semua pada turun untuk pergi ke toilet dan untuk mengisi perut, termasuk sang supir pun yang juga turun untuk mengecek mesin bis lalu setelah itu ia juga hendak mengisi bahan bakar si supir alias mengisi perut nya.


Gibran ,Aranta ,Riswan ,dan Merlin hendak memasuki rumah makan ,namun langkah mereka terhenti saat melihat penampakan di depan rumah makan itu


"ada apa ,kenapa berhenti?" tanya Merlin yang tak dapat melihat makhluk tak kasat mata


"kita cari tempat makan lain " bisik Aranta


"memangnya kenapa ,kan ramai pengunjung ,pasti enak deh makanan nya " ucap Merlin


"nanti aku ceritain deh ,sekarang kita cari tempat lain saja " ucap Aranta lagi


"ya udah kita ke sana yuk kaya nya siang-siang makan bakso enak juga ,dan sepertinya tempat itu aman " ucap Gibran menujuk sebuah tempat makan angkringan yang bertuliskan bakso urat mantap yang tak jauh dari rumah makan itu


"memangnya kenapa gak di sana saja,disana tempat nya nyaman ,ada meja ada kursi ,tempat nya pasti higienis" ucap Merlin saat mereka tengah berjalan menuju setelah kedai bakso sederhana itu ,bagaimana tak sederhana , tempat makan itu hanya terdapat gerobak yang ditutupi terpal atau tenda kecil dengan penutup samping nya baliho bertuliskan bakso urat mantap ,kursi nya pun hanya kursi kayu panjang tanpa sandaran juga beberapa kursi plastik.


"karena tempat yang terlihat bersih dan higienis justru tidak akan seperti kelihatan nya" sahut Riswan


"loh kok gitu ?" kening Merlin berkerut


merasa gemas Gibran pun menjentikan jari nya di depan wajah Merlin


tak'


"coba sekarang kamu lihat kesana " pinta Gibran agar Merlin melihat ke rumah makan tadi ,sontak saja Merlin pun terkejut dan langsung menutup mata nya


Gibran pun kembali menjentikan jari nya


"sudah buka matamu ,sudah tak terlihat apapun lagi sekarang " Merlin pun menurut dan merasa lega setelah melihat rumah makan itu seperti sedia kala


"memang nya apa yang kamu lihat?" tanya Aranta


"sumpah ya kalau kamu melihat nya pasti kamu juga akan takut dan terkejut sama seperti aku " sahut Merlin


"iya ...memang nya apa yang kamu lihat?" tanya Aranta lagi


"ada makhluk aneh berwarna hijau ,perut nya buncit telinga nya runcing ,lidah nya panjang air liur nya sampai netes ke lantai ,belum lagi aku kok malah melihat rumah makan itu kotor banget banyak tumbuhan liar yang merambat ,juga ada beberapa makhluk kecil serupa dengan makhluk yang berada di depan rumah makan itu tapi ini kecil-kecil ukuran nya dan mereka melompat dari satu meja ke meja lain nya sambil memuntahkan sesuatu dari mulut nya ke makanan yang ada di meja ,hiiiy....jijik " tutur Merlin


"kamu kalau lihat pasti jijik juga " ucap Merlin lagi


"iya tahu kok ,makanya aku ngajakin kamu buat pindah tempat makan " sahut Aranta menahan senyum nya


"hah....jadi ...kamu juga melihat nya ?" tanya nya dan Aranta hanya mengangguk


"kamu tak takut gitu?' tanya Merlin lagi


"enggak lah ,udah biasa juga" sahut Aranta santai


Mereka pun akhirnya memasuki kedai bakso itu,namun Gibran ,Aranta dan Riswan ketiga nya terkesiap saat melihat sosok pocong yang dengan santai nya menyantap semangkuk bakso



Ketiga nya saling tatap namun tidak dengan Merlin.


"selamat datang mau pesan berapa porsi ?" tanya Abang pedagang nya


"empat porsi di campur ya bang" ucap Gibran

__ADS_1


"siap ..." sahut Abang nya


"bang cong,geser dikit " ucap Gibran dalam hati nya sambil duduk di samping pocong itu


pocong itu pun bergeser


"kamu bisa lihat saya?" tanya nya


"ya iya lah " sahut Gibran


"Adnan ,tanyain apa dia pocong penglaris di sini?" bisik Aranta


"bukan neng ,saya ini teman nya yang jualan " sahut pocong itu yang dapat mendengar bisikan Aranta


"bang geser lagi " ucap Gibran dalam hati


pocong itu kembali bergeser dan bergeser saat Gibran terus saja menggeser duduk nya hingga akhirnya pocong itu terjun bebas dengan bokong nya yang lebih dulu mencium tanah,kepalanya sampai terantuk roda kecil di bagian belakang gerobak


"aduh" pekik pocong itu


sontak saja Gibran ,Aranta dan Riswan tertawa di buat nya


"hahahaha........"


"kalian kenapa sih ,pada ngetawain apa ?" tanya Merlin seraya menggaruk pelipis nya yang tak terasa gatal


"kalian bisa melihat teman saya?" tanya si Abang tukang bakso tiba-tiba


"teman ....siapa ...yang mana?'' tanya Merlin bingung


"tunggu...jangan bilang kalau di sini ada hantu ?" tanya Merlin yang baru menyadari


Pada saat itu Haris dan Bu Fuji pun menghampiri mereka


"kalian di sini rupa nya ,ini papa bawakan makanan untuk kalian" ucap Haris sambil memberikan beberapa kantung kresek berisikan makanan


"jangan bilang makanan ini dari rumah makan itu" tanya Riswan


"memang iya ,kenapa memang nya ?" tanya Haris


"kita gak mau makan itu pah ,makanya kita ke kedai bakso ini" ucap Riswan menolak makanan nya


"kenapa atuh ,makanan nya enak kok kita juga tadi habis makan di sana " ucap Bu Fuji


"ya ampun mamah ibu dan papa sudah makan di sana ?" tanya Riswan


"iya " sahut ibu Fuji


"kalian baca doa tidak sebelum makan nya ?" tanya Riswan lagi


"eh ...mamah ibu lupa hehehe...." sahut Bu Fuji


"kalau papa ?" tanya Riswan lagi


"papa baca doa ,tapi papa heran deh masa makanan nya terasa hambar dan ada bau amis nya ,tapi mama ibu mu bilang makanan nya enak ,makanya papa gak makan itu makanan sampai habis " tutur Haris


"apa jangan-jangan rumah makan itu ada jin penglaris nya ,apalagi papa juga merasakan hawa aneh di sana " tanya Haris


"kalian orang pertama yang bisa melihat dan merasakan keanehan di sana " ucap Abang penjual bakso tiba-tiba seraya meletakan empat mangkuk bakso yang sudah jadi


"jadi beneran ,Ya Allah Gusti....lalu tadi apa atuh yang aku makan ...." lirih Bu Fuji merasa mual ,ia membayangkan jika yang ia makan adalah cacing dan makhluk menjijikan lain nya


"makanan yang ibu makan memang makanan biasa ,hanya saja dalam makanan itu sudah tercampur air liur atau muntahan dari makhluk penglaris itu "tutur Abang penjual bakso


"hah....Ya Allah....." namun tiba-tiba


"huuuueeeekkk......"

__ADS_1


***


__ADS_2