The INDIGO

The INDIGO
Keinginan Gibran


__ADS_3

Karena terus mengeluarkan isi perut nya membuat tubuh Bu Fuji lemas bahkan hampir pingsan , akhirnya Haris membawa istrinya itu ke klinik ,ia tak ingin terjadi sesuatu pada istrinya itu.


"pah... sebaiknya setelah dari klinik papa langsung pulang saja ,aku nanti nyusul " ucap Riswan setelah menyalimi Haris


"iya ,papa duluan ya kamu hati-hati ,kalian juga hati-hati " ucap Haris lalu memasuki mobil nya


Ke empat remaja menuju dewasa itu pun memperhatikan mobil jenis sedan yang melaju meninggalkan mereka .


"semoga Bu Fuji tidak kenapa-kenapa ya " ucap Merlin


"iya amin..." sahut Riswan


"ya udah yuk kita masuk bis lagi,yang lain udah pada masuk tuh " ajak Gibran


"terus itu gimana bakso kita belum dimakan ?" tanya Merlin


"gampang sih tinggal tuang aja ke plastik nya nanti kita makan langsung dari plastik nya saja ,enak loh makan dengan cara seperti itu" ucap Aranta


"hah...memang bisa?"tanya Merlin lagi


"ya bisa lah ,sebentar aku bilang dulu sama Abang penjual nya " Aranta pun segera menuju Abang tukang bakso untuk membantu menuangkan bakso mereka ke plastik ukuran setengah kilo


"itu si Aranta serius gak sih ngajakin kita makan bakso langsung dari plastik nya ?" tanya Merlin


"ya serius sih kaya nya" sahut Riswan


"kok aku jadi kaya dejavu yah,seperti pernah melihat seseorang memakan sesuatu dengan cara seperti itu" batin Gibran


"ehehehehe.....apa kamu lupa dengan masa kanak-kanak mu cu.... ehehehehe....?" tanya Wewe


"maksud nenek ?" tanya Gibran membatin


"ehehehehe....suatu saat pasti kamu akan mengingat nya ,nenek tidak akan ngasih tahu sebab tak seru jika kamu tak berusaha berfikir ehehehehe....." ucap Wewe ,Gibran pun hanya menghela nafas nya


"ya udah yuk" Aranta membawa satu kresek hitam yang berisi empat bungkus bakso


Akhirnya mereka berempat pun kembali menaiki bis.


Saat bis sudah mulai kembali melaju Aranta mulai memakan bakso nya dari plastik nya langsung,Merlin yang ragu pun mengikuti apa yang Aranta lakukan


Sementara di belakang nya Gibran dan Riswan pun juga melakukan hal yang sama


"kamu sedang makan apa ,kok gitu makan nya ,mau aku pinjamkan piring?" tanya seorang anak laki-laki saat melihat seorang anak perempuan seusia nya tengah memakan sesuatu dari plastik


"gak usah ,makan dengan cara seperti ini juga sama enak nya kok praktis ,lagipula sudah mau habis " jawab si anak perempuan itu sambil mengunyah makanan nya


"kalau bicara itu jangan sambil ngunyah makanan dong,mama aku bilang itu gak baik " tutur anak laki-laki itu memperingati


"iya maaf " sahut anak kecil itu seraya tersenyum memamerkan deretan gigi nya yang putih dan rapih


tiba-tiba kenangan masa kecil Gibran terlintas di ingatan nya


"anak perempuan itu...." batin Gibran saat ingatan itu terlintas


"kenapa kenangan itu kembali melintas begitu saja ,dan kenapa aku seolah mengenal anak perempuan itu " batin Gibran lagi


"Bran....Bran....Gibran......" sentak Riswan seraya menepuk pundak Gibran sampai Gibran pun terkejut dan menoleh


"kamu apa an sih ,biasa aja kali" ucap Gibran


"kamu tuh yang kenapa , dipanggilin dari tadi kok ya diem saja ,kamu melamunkan apa ,itu makanan mu sampai dianggurin begitu ?" tanya Riswan


"enggak ,gak apa-apa " sahut Gibran lalu kembali memakan bakso nya yang di plastik itu


"ih Adnan kamu kok jorok banget sih makan kaya gitu " seru Maya tiba-tiba

__ADS_1


"iya kalian berempat kok makan nya gitu ?" tanya Luna menimpali


"memangnya kenapa makan dengan cara seperti ini enak kok ,praktis ...apalagi dimakan nya pas di dalam bis seperti saat ini ,kalau dalam bis makan pakai mangkuk apa gak tumpah tuh nanti mangkuk nya ,jadi ya seperti ini paling praktis " sahut Aranta membuat Gibran menatap lurus pada Aranta yang duduk di depan nya


"ya tapi kan gak enak aja ngelihat nya ,berasa aneh gitu" ucap Maya


"biar gak berasa aneh ya jangan di lihat lah ,gitu aja repot " sahut Merlin


"kalian mau?" tanya Aranta


"tidak terima kasih " sahut Luna dan Maya bersama an,kedua nya pun kembali melihat ke depan tanpa menghiraukan Aranta dan yang lain nya


Sekitar 4 jam perjalanan akhirnya rombongan mahasiswa itu pun sampai juga di universitas mereka ,satu persatu mereka turun dengan membawa ransel mereka masing-masing.


Setelah ini mereka akan di sibukkan dengan pembuatan skripsi mereka.


Seorang gadis cantik berlari menghampiri Gibran dan langsung memeluk nya ,semua pasang mata melihat hal itu pun bertanya-tanya siapa kah dan ada hubungan apa gadis itu dengan Gibran ,karena setahu mereka Gibran sudah bertunangan dengan Aranta ,tapi kini malah ada seorang gadis yang tiba-tiba memeluk nya .


Tak hanya pada Gibran dan gadis itu saja yang jadi perhatian namun pada Aranta juga ,mereka ingin melihat bagaimana reaksi Aranta saat tiba-tiba saja tunangan nya dipeluk gadis lain ,namun mereka nampak bingung karena melihat dari ekspresi wajah Aranta yang tak menunjukan rasa cemburu ,malah sebalik nya Aranta tersenyum melihat keduanya.


"cewek itu siapa sih kok datang-datang main peluk aja ,itu juga si Adnan kok bisa-bisanya dia diam saja ,kan dia paling anti tuh ,jangan kan di peluk di sentuh tangan nya saja dia suka marah " gumam Lisa


"iya ,padahal sama Aranta saja yang jelas-jelas tunangan nya gak pernah tuh gw lihat mereka pegangan tangan " sahut Luna menimpali


"dia aja yang di peluk ,aku enggak?" tanya Riswan


"gak mau ,kak Ris-ris kan sudah ada kak Merlin ,peluk saja kak Merlin " sahut gadis itu


"lah Gibran juga sama sudah punya Aranta ,kok kamu meluk dia ?" tanya Riswan lagi


"oh iya ,kak Ara.......aaaa....kangen......" gadis itu lalu berpindah memeluk Aranta


"iya kak Ara juga kangen ,kamu apa kabar dek,maaf ya kakak gak pernah kasih kabar " ucap Aranta seraya mengusap-ngusap punggung Ari ,ya ...gadis cantik itu adalah Ari adik kesayangan nya Gibran


"kabar aku baik kak ,iya kok kak Ara gak pernah kasih kabar sih kan aku nya sedih, kak Gibran juga jadi galau terus setelah kak Ara gak pernah ngasih kabar lagi " sahut Ari melepas pelukan nya


"benarkah itu ?" tanya Aranta menatap Gibran


"euh....hem....i...itu...." Gibran nampak gelagapan mendapat pertanyaan dan tatapan menelisik dari Aranta


"gak usah di jawab ,aku mengerti " ucap Aranta kemudian


"mama dan papa sudah menceritakan pertunangan kalian , aku nyesel karena tak ikut ke sana dan tak menyaksikan pertunangan kalian " ucap Ari lirih


"tapi gak apa-apa deh yang penting kalian sudah bersama ,kan nanti aku bisa menyaksikan kalian menikah " ucap Ari lagi seraya tersenyum,mendengar kata menikah entah kenapa baik itu Gibran maupun Aranta keduanya sama-sama kikuk dengan debaran di d*da masing-masing


"hey...hey...sudah kalian lanjut kan saja nanti kangen-kangenan nya ,kita pulang yuk ,capek nih " seru Merlin tiba-tiba


Akhirnya mereka pun pulang dengan memasuki mobil yang Ari bawa ,mobil yang di bawanya merupakan mobil Mitsubishi Xpander yang berkapasitas 7 penumpang.


Setelah kepergian Gibran dan yang lain , teman-teman nya yang tadi memperhatikan pun masih memperhatikan mobil yang membawa Gibran hingga hilang di tikungan jalan.


Melihat keakraban dan mendengar obrolan mereka ,membuat orang-orang yang tadi memperhatikan pun jadi mengerti jika gadis tadi merupakan adik dari Gibran.


"jadi gadis cantik tadi adik nya Adnan,pantas saja Aranta diam saja ,eh tapi mereka kelihatan sudah akrab banget ya " ucap Luna


"iya suka banget lihat kakak dan adik nampak akrab begitu ,kelihatan banget kalau Adnan itu sangat menyayangi adik nya " sahut Maya


"ye....maksud gw yang akrab itu adik nya dan Aranta " seru Luna seraya menoyor Maya


"tapi by the way adik nya cantik bener ya ,pas banget kakak nya juga cakep bener ,gimana orang tua nya ya ,pasti mereka juga tampan dan cantik " gumam Lisa yang tiba-tiba ikut nimbrung di belakang mereka


"sejak kapan lu di sini?" tanya Maya


"dari tadi kali ,kalian nya saja yang gak ngeh " sahut nya

__ADS_1


"ya sudah sih ,kita juga pulang yuk "


mereka pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing


**


"kamu yakin pulang ke sini ?" tanya Gibran saat sudah berada di depan kontrakan Aranta


"iya " sahut Aranta mantap


"ya udah kalau gitu kamu hati-hati ,kalau ada apa-apa hubungi aku ,yuk aku antar kamu sampai dalam " ucap Gibran lalu beranjak hendak mengantar Aranta masuk ,namun tiba-tiba


"cie......udah perhatian saja nih ...." goda Ari


"anak kecil belum ngerti apa-apa sebaik nya diam " ucap Gibran


"enak saja aku buka anak kecil lagi " seru Ari sambil beranjak


"mau kemana?" tanya Gibran


"aku juga mau ikut nganter ka Ara ke dalam lah " sahut Ari cepat


"ya udah ayuk kalian ikut " ajak Aranta


"kalian mau ikutan juga ?" tanya Gibran pada Riswan dan Merlin


"kita di sini saja deh ,asli kita lelah banget ini " jawab Riswan


"oh ya sudah ,nek Wewe jagain mereka ya ,jangan sampai mereka melakukan hal yang aneh-aneh saat di tinggal berdua di sini" ucap Gibran pada Wewe


"ehehehehe....siap cu.... ehehehehe ....." sahut Wewe


"Wewe ....siapa ?" tanya Merlin


"kamu mau lihat?" tanya Gibran


"eeh....enggak deh aku yakin itu hantu ....gak mau lihat aku " tolak Merlin cepat


Gibran,dan Ari pun mengantar Aranta hingga ke depan pintu kontrakan Aranta ,nampak ibu pemilik kontrakan datang menghampiri


"assalamualaikum Bu" ucap Aranta


"waalaikum salam.... akhirnya kamu kembali juga ,hampir saja kontrakan nya ibu kasih ke orang lain "


"lah jangan dong Bu ,kan aku juga izin nya buat mengikuti program KKN Bu , Alhamdulillah kegiatan nya sudah selesai ,makanya aku pulang ke sini" ucap Aranta ,Aranta memang sudah menghubungi pemilik kontrakan itu jika ia akan langsung mengikuti program KKN sebelum keberangkatan nya ke desa unik.


"hehehe...enggak lah ibu becanda kok ,ini siapa ?" tanya ibu itu


"assalamualaikum Bu ....halo Bu kenalkan aku Ari dan ini kakak aku namanya kak Gibran ,kak Gibran ini tunangan nya kak Ara " ucap Ari


"wah....tunangan nya ya ,pantas saja ganteng banget ,tadinya ibu mau kenalkan kamu sama anak ibu loh,namanya Arkan ,dia sedang kuliah S2 di Singapura ,tapi berhubung kamu sudah punya tunangan sih gak jadi ,hehehe" tutur ibu itu lagi


mendengar hal itu tentu saja Gibran tak terima ,ia langsung berniat hendak membawa Aranta ke rumah nya saja.


"maaf ,memang nya sudah berapa uang yang Aranta bayar untuk kedepan nya ?" tanya Gibran


"hm...sebenar nya masih ada dua bulan lagi memang nya kenapa?" tanya ibu kontrakan


"gak apa-apa,saya hanya merasa khawatir saja ,takut Aranta kenapa-kenapa ,kebetulan keluarga saya punya rumah kosong di belakang rumah ,mungkin saya akan membawa Aranta pulang saja ,dan uang yang sudah masuk itu untuk ibu saja" ucap Gibran membuat Aranta langsung menatap nya bingung


"kok gitu?" tanya Aranta


"kak Gibran bener tuh kak ,kan nanti kalau aku mau ketemu kakak gak mesti jauh juga ,kakak mau ya ... please....." ucap Ari yang langsung mendukung keinginan Gibran


Aranta pun terdiam sejenak memikirkan keputusan yang akan ia ambil ,ikut Gibran atau tetap di kontrakan nya

__ADS_1


"bagaimana Aranta ,apa kamu mau ikut tunangan kamu?"


***


__ADS_2