
Semenjak Ari mengatakan jika hampir terjadi penculikan di sekolah nya ,mama dan papa memberi penjagaan ketat pada Ari , papa langsung menyewa bodyguard dua sekaligus ,dan mereka akan stand by di sekitar sekolahan untuk memantau Ari dan akan terus mengikuti Ari sampai kembali ke rumah .
Namun meskipun begitu papa tetap memberi kenyamanan pada Ari dengan tak membuat para bodyguard itu terlalu dekat dengan Ari .
Tante Lasmi juga diminta oleh mama untuk selalu mengikuti dan melindungi Ari,apalagi sekarang Ari tak lagi merasa takut dengan sosok kuntilanak itu.
**
Suara denting jarum jam terdengar nyaring di kesunyian malam ,aku yang baru saja selesai melakukan shalat tahajud pun dibuat tertegun ,karena telinga ku tiba-tiba mendengar suara jeritan ,samar namun terkadang terdengar jelas,saat aku lebih menajam kan pendengaran justru suara jeritan itu sirna ,tak lagi terdengar.
Aku pun memilih untuk kembali tidur karena rasa kantuk kembali mendera ,namun tiba-tiba kembali terdengar suara-suara aneh di telinga ku , tak ingin terlalu menghiraukan aku pun berdzikir dalam hati dengan mata tertutup ,hingga aku pun terlelap .
**
Saat cahaya silau mengenai mata ku aku terperanjat ,dan segera bangun dari tidur ku
"astaghfirullah.....aku kesiangan" pekik ku namun kemudian aku tertegun saat mendengar suara adzan berkumandang dari ponsel ku di ikuti suara dari speaker masjid di luar sana .
Aku pun melirik samping ku ,rupanya Riswan yang sudah menjahili ku dengan menyoroti mataku menggunakan senter , aku fikir aku kesiangan, dasar Riswan
"hahahaha......ayo bangun nanti kesiangan shalat subuh ,mama ,papa udah nunggu katanya kita shalat berjamaah" ucap Riswan setelah selesai tertawa
"rese lu " dengus ku ,tak lupa aku membaca doa bangun tidur dalam hati
"ehehehehe....." nek Wewe pun nampak cekikikan melihat ku
**
Ketika fajar sudah mulai menyingsing aku dan Riswan berolahraga kecil di samping kolam renang , meskipun dengan sedikit paksaan akhirnya Riswan mau juga.
"ayo semangat dong kata nya mau punya roti sobek ,kalau loyo kaya gitu mana dapet sobekan roti nya " seru ku kala melihat Riswan hanya bergerak ala kadar nya .
"sudah cukup ,sana kalian mandi sebentar lagi sekolah kan ,mama tunggu di meja makan " ucap mama berdiri di ambang pintu
"yess..... terima kasih ma....." Riswan bersorak lalu berlari ke arah mama dan mengecup pipi mama lalu kembali berlari menaiki tangga
"dasar" gumam ku menggelengkan kepala
"aku mandi dulu ya ma" ucap ku seraya melakukan yang Riswan lakukan tadi ,yaitu mengecup pipi mama sebelum penjaga hati mama datang dan melihat yang nanti nya aku kena omel
"jangan bilang-bilang papa " ucap ku seraya berlalu meninggalkan mama yang menggeleng kan kepala melihat ku
Saat aku baru memasuki kamar dahi ku mengerenyit saat melihat benda berwarna pink di bawah tempat tidur
"itu apa ,perasaan aku gak punya benda apapun berwarna pink " gumam ku
penasaran aku pun mendekati nya lalu meraih nya .
"ikat rambut? punya siapa ?" sekilas aku melihat ikat rambut ini bertengger di kepala seseorang yang mengikat rambut panjang nya ,saat gadis itu menoleh
"Aranta ? kenapa ikat rambut nya ada di sini,kapan dia masuk kamar ku ,untuk apa?" batin ku bertanya-tanya
hingga aku pun teringat jika kemarin Ari berada di kamar ku ,ah .... pasti ini kerjaan nya ,dasar ...sok sok an mau jadi mak comblang rupanya
Aku pun meletakan ikat rambut itu di atas meja belajar ku , lalu beralih ke kamar mandi.
"hey....sudah pagi sana keluar jangan pada mesum di kamar mandi ,aku mau mandi nih " seru ku pada kedua hantu yang menumpang pacaran di kamar mandi ku
"pindah sana cari tempat lain " ucap ku lagi
"yaaaah.....ganggu saja " dengus hantu yang di bungkus alias pocong yang tengah di pangku oleh sosok kuntilanak
__ADS_1
"lagian kalian ini ada-ada saja masa pacaran di kamar mandi ku sih ,udah sana pada pergi " usir ku lagi ,heran aku suka banget hantu dari luaran numpang pacaran di kamar mandi ku , benar-benar rumah ini terbuka untuk hantu.
Mereka akhirnya pergi setelah ku ancam akan membacakan ayat kursi ,aku pun segera melakukan ritual mandi ku dengan cepat namun bersih tentu nya ,tak lupa aku berwudhu,berwudhu bukan hanya hendak melakukan ibadah saja , tapi sebelum keluar rumah pun wajib bagi ku.
Setelah itu aku segera berpakaian dan meraih tas sekolah ku yang sudah ku siapkan buku yang harus ku bawa dari semalam ,tak lupa aku meraih ikat rambut berwarna pink milik Aranta di meja belajar ku .
Aku berjalan menuju meja makan dimana mama dan yang lain sudah menunggu .
"kamu ninggalin kakak dek" ucap ku mengacak rambut Ari gemas
"hehehe.....maaf kak " ucap nya nyengir
"nih lain kali kalau pinjem barang orang itu simpan baik-baik ,jangan di simpan di sembarang tempat" ucap ku seraya meletakan ikat rambut itu di depan Ari
"loh ....kok bisa sama kamu?" tanya Aranta
"maaf kak, aku yang....."
"udah gak apa-apa " ucap Aranta memotong ucapan Ari
"nak ...lain kali gak boleh gitu ya,mama tahu niat mu baik tapi kamu masih kecil jangan dulu berfikir yang macem-macem " ucap mama yang seakan tahu maksud dari Ari melakukan nya
"iya ma ....maaf " ucap Ari menunduk
"ya sudah yuk kita makan " ucap mama lagi
Kami pun segera menyantap makanan kami tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Hingga kami pun selesai dan papa buka suara
"oh iya Aranta , apa om boleh tahu berapa no ponsel papa mu ?" tanya papa menatap Aranta
Ada keraguan dan ketakutan dalam diri nya yang kulihat dari mata nya
"maksud om ,kembali dari kubur?"Aranta malah fokus pada ucapan papa yang mengatakan masa lalu nya
"om Rifki pernah mati suri Aranta ....dan Tante bersyukur karena om Rifki bisa kembali pada kami " ucap mama menjawab pertanyaan Aranta
"oh...gitu ..." sahut Aranta yang terkejut mendengar penuturan mama
"jadi boleh kan om minta no ponsel papa mu ?" tanya papa lagi
"kamu tenang aja papa aku bukan orang jahat " ucap ku
"eh ....bukan begitu ....ya udah ini om nomor nya " Aranta pun memberikan ponsel nya,dengan cepat papa menyalin no itu
Setelah itu pun kami segera berangkat ke sekolah ,seperti yang sudah-sudah kami berangkat menggunakan mobil , kali ini Aranta duduk di bangku depan.
Setelah sampai sekolah kami langsung menuju kelas kami .
"hey lihat cewek itu lagi-lagi berangkat bareng mereka , sebenarnya apa hubungan cewek itu dengan mereka ?" bisik-bisik para siswi yang terdengar oleh ku ,dan mungkin baik Aranta maupun Riswan juga mendengar nya,terlihat saat keduanya melirik mereka.
"woy ....biasa aja kali lihat nya " seru Aranta seraya mengibaskan rambut panjang nya ,hingga wangi harum dari rambut nya tercium oleh ku
"huuu....dasar sok kecakepan " salah satu dari mereka menyoraki Aranta
"siapa yang sok kecakepan , aku biasa aja tuh ,kalian aja yang nyinyir " ucap Aranta lagi
"sudahlah gak usah di tanggapi " ucap ku seraya menarik ujung baju lengan nya
"hey.... kamu fikir aku cucian kotor apa " ucap nya
"aku gak mau wudhu ku batal ,jadi ya dengan cara seperti ini lebih efektif,lagian ya kamu tuh jangan terlalu di ladeni omongan mereka , udah biarin aja mereka berkomentar apa tentang kita " ucap ku sedikit kesal melihat sikap nya yang terkadang bar-bar
__ADS_1
"tentang kita.....emangnya ada apa tentang kita?" tanya Aranta yang rupanya salah faham dengan ucapan ku
"duh salah ngomong aku" batin ku
"cieee.....ada apa nih ,apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Riswan menyambar percakapan kami
"apa sih " seru ku
"gini ...maksud ku,kamu jangan ladeni mereka , biarkan saja mereka mau ngomong apa tentang mu , kalau kamu ladeni apa beda nya kamu dengan mereka " jelas ku
"oh.... aku fikir apa gitu tentang kita " cengir nya
"abis nya mereka ngeselin banget ,apa maksud nya coba bilang aku sok kecakepan apalagi cara mereka melihat ku tuh udah kaya melihat musuh , kan kesel aku tuh" ucap nya
"heeeehhh......ya sudahlah " aku pun segera beranjak meninggalkan nya
"yehh.......dasar aneh " gerutu nya
Saat aku hendak memasuki ruang kelas tiba-tiba kak Troy dan kawan-kawan nya mencegat ku
"woooy......mau kemana loe?"
"mau masuk kak , permisi" ucap ku dingin namun masih berusaha untuk bersikap sopan ,biar bagaimanapun dia dan teman-temannya itu kakak kelas ku
"eeeiittt.......tunggu dulu" cegah nya menghalangi langkah ku
"maaf ,ada apa ya kak ?" tanya ku
"jawab dulu pertanyaan gue ,ada hubungan apa antara loe dan Aranta,loe gak tahu kalau dia itu udah gue incer buat jadi cewek gue " seru kak Ardi
"kita tak ada hubungan apa-apa kok ,lagipula aku hanya ingin fokus sekolah , Aranta apa kamu mau jadi pacar nya?" ucap ku dan langsung bertanya pada Aranta yang sudah menyusul ku bersama Riswan
"gak mau " jawab Aranta menggeleng
"wah....rese juga loe ya,kita beri perhitungan dia ...." ujar kak Ardi yang langsung mengkode teman-teman yang lain nya ,namun sebelum mereka melakukan sesuatu pada ku ,nek Wewe beserta puluhan penunggu gedung sekolah ini datang menghalau
Angin kencang tiba-tiba muncul memporak poranda kan sekitar yang terkena sapuan angin nya ,pot bunga gantung bergoyang dan bahkan ada beberapa yang jatuh , tempat sampah sampai terhempas membentur tubuh kak Ardi dan yang lain nya ,juga benda-benda lain yang tersapu oleh angin menghantam mereka .
Anak-anak lain pun banyak yang berteriak histeris,termasuk kak Troy dan teman-teman nya .
"astaga ....ada apa ini ....kenapa tiba-tiba ada angin kencang " pekik Riswan panik
"Adnan ....apa ini ulah mereka ?" tanya Aranta
"seperti nya iya " jawab ku pelan ,ternyata benar jika Aranta pun dapat melihat yang tak kasat mata.
"cukup nek " pinta ku dalam hati
nek Wewe pun memberi arahan pada hantu-hantu itu agar menghentikan aksi mereka ,angin ribut itu pun langsung menghilang nampak suasana menjadi kacau balau akibat angin buatan para demit itu ,aku pun hanya menghembuskan nafas seraya menggeleng pelan .
"kalian nanti bantu petugas kebersihan sekolah , kalian harus bertanggung jawab" ucap ku membatin ,di sekolah memang ada petugas kebersihan namun tak semuanya kebersihan di tangani petugas ,karena para siswa siswi pun dituntut untuk bisa menjaga lingkungan dengan diadakan nya jadwal piket harian ,itu dapat membantu meringankan beban petugas kebersihan.
"baik...." sahut mereka serempak
"kamu berinteraksi melalui batin?" tanya Aranta lagi , aku hanya melirik sekilas
"keren....ajari aku dong" ucap nya kemudian
"minta ajari saja sama mama" ucap ku seraya berlalu ke kelas ,sedangkan kak Troy dan yang lain nya mereka sudah pergi setelah angin itu berhenti.
***
__ADS_1