The INDIGO

The INDIGO
Aranta yang shock


__ADS_3

Kegiatan penyuluhan kelas ibu hamil pun terpaksa di hentikan sebab ada salah satu ibu hamil yang nampak nya hendak melahirkan.


Tak pernah terbayangkan sebelum nya jika aku akan ada dalam situasi seperti saat ini ,dimana ada seorang ibu yang akan melahirkan,dulu saat mama melahirkan Ari aku tak melihat nya langsung seperti ini sehingga aku tak tahu bagaimana kesakitan nya mama waktu itu ,sebab saat itu aku tengah dibawa paman Haris untuk pergi berjalan-jalan bersama Riswan ,dan aku masih sangat mengingat nya,aku pun tak langsung pergi ke rumah sakit setelah tahu adik bayi lahir sebab anak kecil seusia ku tak diperbolehkan memasuki rumah sakit ,meski aku tak terima aku masih bisa bersabar menunggu mama dan adik kecilku pulang ke rumah , tapi kini aku melihat nya secara langsung ,dan ternyata semenyakitkan itu , aku jadi berfikir apa dulu saat mama melahirkan ku juga merasa kan sakit yang sama ,dan mungkin memang semua wanita akan merasakan nya,pantas saja surga itu di telapak kaki ibu ,ternyata perjuangan seorang ibu itu sangat berat ,mempertaruhkan nyawa nya demi melahirkan buah hati nya ,selama ini aku memang tahu dan meyakini surga kita ada pada ibu ,namun baru kali ini aku dapat benar-benar mengerti makna dari kata-kata itu. Lamunan ku buyar setelah mendengar Bu Karni berteriak


"cepat cari bantuan kita bawa Bu Aminah ke klinik bersalin " teriak Bu Karni


"baik Bu" sahut salah satu anggota kader PKK segera meminta bantuan warga laki-laki untuk menandu Bu Aminah yang hendak melahirkan


"Ya Allah kepala bayi nya sudah terlihat " pekik Bu Karni saat melihat pada bagian bawah Bu Aminah ,lantas Bu Karni di bantu anggota kader yang lain membantu melepas ****** ***** nya ,sontak aku dan teman laki-laki yang lain pun memalingkan muka ,bahkan ada yang sampai bergidik ngeri ,termasuk Riswan yang langsung menutup mata nya rapat-rapat


"apa di sini ada yang dari fakultas kedokteran?" tanya Bu Karni menatap kami ,semua pun sontak menujuk pada Aranta


"saya ....memang dari fakultas kedokteran tapi...." ucapan Aranta terhenti sebab Bu Karni langsung menarik tangan Aranta mendekat pada Bu Aminah yang tengah kesakitan


"ayo cepat tolong bantu ,sepertinya Bu Aminah akan melahirkan sekarang,kalau menunggu bantuan tak akan sempat " tutur Bu Karni


"ta...tapi Bu..."


"sudah lah Aranta bantu saja ,kasihan ibu itu?" ucap Merlin


"i..iya tapi aku...."


"cepat " Bu Karni membawa Aranta pada posisi di depan kaki ibu Aminah yang sudah terbuka lebar ,namun sudah di beri penutup berupa kain jarik oleh para kader PKK.


"astaghfirullaah halazim....." terlihat sekali jika Aranta tengah shock setelah melihat nya


"Bu ...maaf aku tak bisa " nada suara Aranta terdengar lirih dan bergetar


"kenapa tak bisa ,ayo cepat bantu , itung-itung mempraktekkan apa yang kamu pelajari " ucap Bu Karni lagi


"tapi Bu...."


"heeeuuuuugghhh........." belum sempat Aranta melanjutkan kata-katanya ibu Aminah sudah mengejan kuat ,mau tak mau perhatian Aranta pun beralih pada Bu Aminah yang tengah mengejan tersebut


"ayo Aranta ....kamu pasti bisa " ucap ku menyemangati nya , terlihat sekali raut keraguan juga kekhawatiran dari nya


"heeeuuuuugghhh....."


"a...aku harus bagaimana Bu " tanya Aranta melirik pada Bu Karni


"loh kok malah nanya ,ya lakukan sesuai yang kamu pelajari lah " sahut Bu Karni lagi


"tapi....."


"heeeeuuuuggggghhhhh...........heeeuuuuugghhh......."


"oweeekkkk...... oweeekkkk......"


"Allahu Akbar......" Aranta terkejut hingga melompat ke belakang saat bayi itu lahir, sementara Bu Karni segera meraih bayi nya .


"astaghfirullaah halazim...... huuuhhuuu....."


Aku mendekat dan reflek memeluk Aranta yang tiba-tiba menangis dengan menutup mata nya


Mungkin karena ini pengalaman pertama nya membantu proses kelahiran secara langsung membuat nya sedikit shock ,tubuh nya pun terasa bergetar.

__ADS_1


"kamu yang tenang ,tidak apa-apa ,ada aku di sini" ucap ku seraya mengusap kepala nya yang tertutup hijab.


"katanya dari fakultas kedokteran tapi baru bantu orang lahiran saja malah begitu ,dasar caper , bilang saja mau di peluk " celetuk Ana


mendengar ucapan itu Aranta pun lantas mengusap air mata nya dan segera melepas kan diri dari pelukan ku ,lalu Aranta pun bangkit dan menatap tajam Ana


"siapa yang caper .... aku memang benar-benar merasa shock ,bukan karena pengalaman pertama, tapi karena apa yang selama ini aku pelajari itu tentang masalah kesehatan gigi tak ada sangkut pautnya dengan persalinan " ucap Aranta yang cukup membuat ku dan yang lain terkejut


"HAH.....gigi....."


Sontak semua pun terperanjat mendengar nya ,sungguh aku pun sama ,tak menyangka jika ternyata Aranta berasal dari fakultas kedokteran gigi.


Tak berapa lama muncul lah beberapa warga laki-laki dengan membawa tandu ,dan salah satu nya merupakan suami dari Bu Aminah .


"ya ampun kenapa harus melahirkan sekarang ,rencana nya kan masih Minggu depan " ucap suami nya


"nama nya juga melahirkan pak,kita tidak tahu kapan proses melahirkan akan terjadi , sebab itu hanya perhitungan dokter dan bidan saja" jelas Bu Karni


"ayo cepat angkat Bu Aminah ,dan segera bawa ke klinik" ucap Bu Karni menginterupsi


mereka pun segera meletakan bu Aminah pada tandu itu dan segera di bawa ke klinik bersalin,meski Bu Karni sudah melahirkan namun tetap saja Bu Karni masih memerlukan perawatan intensif ,juga bayi nya pun juga harus segera di bersihkan dan di tangani dengan baik ,bayi nya pun hanya di bungkus atau di bedong menggunakan kain jarik bekas penutup kaki Bu Aminah,sedangkan ari-ari bayi nya di bawa seseorang untuk segera di kuburkan sesuai adat mereka.


Setelah Bu Aminah dan bayi nya pergi ,kini Bu Karni menatap tajam Aranta .


"kenapa kamu tak bilang ....maaf sudah membuat mu shock " ucap Bu Karni


"i...iya Bu ,tak apa ,maaf tapi tadi aku belum sempat mengatakan nya tapi ibu sudah lebih dulu meminta ku membantu persalinan nya " ucap Aranta sambil menunduk


"iya , maafkan saya ya ,saya terlalu panik tadi " ucap Bu Karni kemudian


Sesampai nya di rumah , aku meminta maaf pada Aranta sebab tadi aku tak sengaja main peluk .


"Aranta " aku menarik baju lengan nya saat Aranta hendak memasuki rumah ,sedangkan yang lain sudah masuk semua


"apa" tanya Aranta


"aku mau minta maaf "


"maaf kenapa?"tanya nya


"tadi aku meluk kamu ,sungguh aku benar-benar tak sengaja ,maaf ya ,aku panik banget tadi ngelihat kamu seperti itu "ucap ku


"ehm....tak masalah daripada di peluk cowok lain "


"astaghfirullaah....jangan sampai ada cowok lain yang peluk kamu,kamu juga gak boleh mau " ada rasa aneh yang hinggap di d*da saat Aranta mengucap kan nya


"hehe...ya iya lah ,mana mau aku dipeluk cowok lain , hem.... ngomong-ngomong kau beneran tak sengaja ?" tanya Aranta balik


"iya ,aku panik banget tadi " sahut ku


"padahal sengaja juga boleh " celetuk nya


"astaghfirullaah....ya jangan lah tadi saja tak sengaja aku sudah dosa apalagi di sengaja " ucap ku kemudian


"hehehe.....becanda kok ,gitu aja dianggap serius " sahut nya lagi

__ADS_1


"ya udah yuk masuk " ajak Aranta lagi


**


Siang-siang di desa ini memang cukup panas dan gerah ,apalagi di rumah ini tak ber AC.


"ya udah sih kalau emang gerah buka aja tuh jendela-jendela nya " ucap Merlin


"jangan lah ,horor gue lihat kuburan ,orang ya pas lihat luar jendela itu pemandangan indah atau minimal jalanan kek apalagi kalau ada cowok keren lewat kan lumayan tuh buat cuci mata ,tapi ini masa kuburan sih yang ada malah lihat setan lewat lagi ,enggak ah awas saja kalau ada yang berani buka tuh pintu jendela" seru Ana


"halah lu mah emang yang ada di otak nya cuma cowok aja " timpal Luna


"ngapain mikirin cowok lain ,ada gue juga di sini " sambung Gio


"hidih gak nyambung gw sama cowok playboy kaya loe " ucap Ana mencebik


"gue sumpahin loe bakal cinta mati sama gue, dan pas loe udah bucin banget ma gue ,gue gak bakal mau sama loe " ucap Gio


"hidih najis , amit-amit deh jangan sampe ,mending gue sama kakek-kakek deh daripada sama loe " ucap Ana lagi


"amit-amit bisa jadi imut-imut loh " celetuk Lisa


"iya ,karma itu berlaku " timpal Luna


"jadi loe mau bilang kalau dia suka sama gue itu karma?" tanya Gio


"ya iya ,karma buat si Ana karena sudah nolak loe " sahut Coky


"hahaha ....bener tuh " timpal yang lain


Aku hanya diam mendengarkan mereka ,dengan pandangan yang tak pernah lepas dari Aranta yang tengah sibuk dengan laptopnya .


Kemudian aku beralih pada Riswan dan Dika saat Aranta melihat pada ku .Malu banget rasa nya ke gep sedang memperhatikan nya ,aku pun berpura-pura serius bersama Riswan dan Dika yang tengah mengedit foto dan video untuk nanti dibuat video dokumenter tentang kegiatan kami di desa ini.


"besok kegiatan kita apa ?" tanya Dika di sela-sela kesibukan nya


"dari kemarin aku perhatikan tumpukan sampah hampir ada di setiap titik di desa ini ,bagaimana kalau kita gerakan warga untuk bergotong royong membersihkan dan mengolah sampah yang bisa digunakan kembali " ucap ku


"mengolah sampah ,maksud loe kita akan ngubek-ngubek tuh sampah ,emang lu fikir kita apaan ?" seru Gio


"maksud mengolah sampah itu kita memisahkan mana sampah yang harus dibuang dan mana sampah yang masih bisa didaur ulang ,seperti sampah botol plastik,jika di buat sesuatu pasti akan menjadi menarik dan tentunya akan membantu perekonomian warga jika hasil nya bisa di jual ,atau minimal untuk digunakan warga sendiri agar tak melulu harus membeli ,sampah yang harus di buang pun beragam ,ada yang harus di timbun ,seperti botol kaca dan kaleng ,ada yang harus di bakar seperti sampah plastik yang berasal dari bekas makanan ringan ataupun minuman , sebab sampah seperti itu tak dapat hancur meski sudah tertimbun bertahun-tahun.


"kalian bisa melihat nya di ytoub, di sana ada banyak video tutorial nya" ucap ku lagi


"baiklah-baiklah ,jadi besok kita jadi kang sampah gaeess....." ucap Ana


"ya bukan jadi tukang sampah juga Na, kita hanya mengarahkan dan membimbing warga, nanti biar mereka saja yang memilah dan memilih sampah nya ya kan Adnan " ucap Bella yang tak pernah banyak bicara , akhirnya kini dia bicara juga


"ya..... seperti itulah kurang lebih nya " sahut ku


"ehehehehe...... ehehehehe...... ehehehehe....." terdengar ringan suara tertawa nek Wewe


Aranta dan Riswan melihat pada ku seolah mereka menanyakan apa penyebab nek Wewe tertawa hingga seperti itu ,aku pun hanya mengedikan bahu tanda tak tahu.


"nek Wewe....ada apa?" batin ku bertanya

__ADS_1


***


__ADS_2