
Ari yang baru saja selesai mengerjakan shalat pun keluar kamar nya hendak ke dapur ,namun saat hendak memasuki dapur ,ia mendengar suara kakak dan mama nya di ruang depan ,ia pun melangkah menghampiri ,namun tiba-tiba Ari diam mematung saat tak sengaja melihat bayangan Lasmi yang terpantul dari lemari kaca dan mendengar semua penuturan kuntilanak itu,sontak saja Ari berseru
"Tante gak boleh pergi...."
"Ari...." ucap Nuri menoleh pada putri nya
"ma...suruh Tante Lasmi untuk tak pergi ma ,nanti kalau Tante Lasmi pergi siapa yang jagain aku,siapa yang belain aku kalau aku di bully ,jangan biarkan Tante Lasmi pergi ma..." pinta Ari dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata nya
"siapa yang membully kamu nak?" tanya Nuri yang memang tak mengetahui nya sama sekali ,sementara Gibran sudah mengetahui nya hanya saja ia selalu percaya jika adik kesayangan nya itu bisa menjaga diri.
"tidak ada ....ma...aku mohon ma...larang Tante Lasmi untuk pergi " ucap Ari sedikit gugup ,namun ia langsung mengalihkan dengan meminta mama nya melarang Lasmi untuk pergi
"tidak bisa Ari....semua yang terjadi sudah takdir ,dimana ada pertemuan maka di situ ada perpisahan,meskipun Tante sudah tak bisa menemani dan menjaga mu, kamu masih punya Allah yang akan selalu menjaga mu" ucap Lasmi yang sebenarnya ia pun berat meninggalkan Ari
"tapi Tante ..." tangis Ari pun pecah saat itu juga. Nuri segera memeluk anak nya itu untuk mengurai sedikit rasa sedih nya , meski tak dipungkiri ia pun sama berat nya jika harus kehilangan sosok kuntilanak yang selama ini selalu ada bersama mereka.
Namun Nuri sadar,jika ia menolak bahkan mencegah kepergian Lasmi ,itu sama saja dengan ia tak mempercayai takdir.
"mama tahu,kamu berat kehilangan nya ,mama juga sama nak,tapi kita bisa apa selain ikhlas,kita doakan saja semoga Tante Lasmi bisa tenang di dunia nya yang baru" tutur Nuri seraya mengusap punggung Ari
"huuuu....aku gak mau Tante Lasmi pergi ma..." lirih nya
"iya sayang ,mama mengerti" Nuri pun turut menitikan air mata melihat betapa berat nya putri nya itu kehilangan sosok makhluk astral berparas cantik itu
"sudahlah kalian jangan sedih-sedih seperti itu,kan belum saat nya juga aku pergi,jadi aku masih punya waktu untuk menemani kalian " cetus Lasmi
"ya ampun....sebaiknya aku pergi saja lah ,gak ngerti juga aku ,kenapa dengan mereka?" batin Dewi langsung pergi meninggalkan anak dan cucu nya ke dalam.
**
Waktu berjalan begitu cepat ,kini malam sudah tiba,Rifki yang hendak menepati janji nya untuk mengajak Ari kencan pun mengerutkan kening ,saat melihat putri kesayangan nya bermuram durja.
"Ari kenapa sayang?" tanya Rifki pada Nuri
"heeeeehhh.....ini semua gara-gara Lasmi " lirih Nuri
"hah....Lasmi ,kenapa dengan Lasmi ?" tanya Rifki
"Lasmi bilang ,waktu nya berada di dunia kita tinggal sedikit lagi " jawab Nuri
"maksud nya gimana sayang ?" tanya Rifki lagi
"tulang-belulang nya tak sengaja ditemukan,cepat atau lambat identitas pemilik tulang-belulang itu pun terungkap , maka Lasmi pun akan pergi " sahut Nuri lemas
"bagus dong,dengan begitu, kuntilanak itu bisa kembali dengan tenang ke alam nya,kita hanya bisa mendoakan yang terbaik saja buat nya " tutur Rifki yang masih bisa berkata bijak ,meski ia pun sama berat nya
"iya mas benar ,tapi bagaimana dengan Ari ,dia.... saat ini sudah sedih banget seperti itu,apalagi beneran kalau Lasmi pergi" cetus Nuri lagi
"seiring berjalan nya waktu pasti Ari akan terbiasa tanpa Lasmi"
"iya mudah-mudahan saja ya mas" sahut Nuri
"baiklah kalau gitu ,aku mau nepatin janji aku sama Ari dulu ,siapa tahu dengan begitu Ari tak lagi sedih" ucap Rifki mengusap kepala Nuri
"hm.... jadi kalian kencan nya ?" tanya Nuri memasang wajah cemberut
"kenapa?....cemburu?" goda Rifki
"iya aku cemburu ,mas sekarang sudah gak pernah ngajak aku jalan ,mas sibuk terus sih" ucap Nuri mulai merajuk
Bagaimana tidak,setiap hari Rifki selalu saja pulang malam,siang pun sudah jarang pulang untuk makan siang ,namun sebagai istri yang baik Nuri pun tentu tak mempermasalahkan nya ,ia mengerti dengan kesibukan suami nya ,karena itu pun untuk nya juga kedua anak nya, justru jika Rifki tak bisa pulang untuk makan siang , ia yang pergi ke kantor untuk mengantarkan makan siang suami nya.
Terdengar helaan nafas dari Rifki
Ia pun mengusap pipi Nuri seraya berkata
"maafkan aku ya sayang ,karena aku sudah tak ada waktu buat mu,aku janji kedepan nya akan lebih memperhatikan mu lagi ,maaf aku sudah lalai " lirih nya
__ADS_1
"ehm...iya mas tak apa-apa,aku hanya bercanda kok ,lagi pula mas sibuk kerja kan untuk ku dan anak-anak,satu yang ku pinta dan harap dari mas" ucap Nuri
"apa itu?" tanya Rifki
"selalu setia kepada ku,karena aku tak tahu apa yang akan aku lakukan jika mas mulai berpaling dari ku ,aku tak sanggup membayangkan nya " sahut Nuri dengan mata berkaca-kaca
"kamu tenang saja sayang ,kamu akan selalu menjadi ratu di hati ku ,tak akan aku biarkan wanita manapun bisa masuk ke dalam sini,sekecil apapun itu " ucap Rifki seraya menyentuh d*da nya
"oh....so sweet nya......" ucap Ari tiba-tiba
Nampak nya sudah sedari tadi Ari memperhatikan kedua orang tua nya,ia pun tersenyum melihat keharmonisan kedua nya.
"Ari....sejak kapan kamu di sana nak?" tanya Nuri
"hehehe.....dari tadi " cengir nya
"aku seneng deh lihat mama dan papa,aku jadi berharap semoga suatu saat aku mendapat kan suami yang seperti papa" ucap Ari
"amin....papa doa kan yang terbaik buat mu,oh iya papa mau tanya sesuatu boleh?" tanya Rifki
"tanya saja sih ,emang apa?" tanya Ari
"sebenarnya kamu dan Yoga itu ada hubungan apa ,papa perhatiin dia care banget sama kamu ?" tanya Rifki
"kita cuman teman pa " sahut Ari
"oh gitu, sebenarnya papa tak pernah melarang mu mau berhubungan dengan siapa pun ,asal kamu tahu batasan ,dan kalau menurut papa Yoga itu juga baik kok ,papa setuju saja kamu sama Yoga " ucap Rifki
"iih...papa apa an sih ,orang kita cuman temenan doang kok" sahut Ari lagi
"laki-laki dan perempuan tidak selamanya bisa berteman nak" ucap Nuri
"maksud mama?" Ari nampak nya tak mengerti dengan ucapan Nuri
"nanti kamu juga akan mengerti ,jadi ....gimana jadi tidak kita kencan ?" tanya Rifki menatap pada Ari
"jadi dong ,kan papa sudah janji,tapi...gimana dengan mama?" tanya Ari
"beneran ?" tanya Ari lagi
"iya ,sudah sana kamu siap-siap"pinta Nuri
"gak jadi deh kalau mama gak ikut" ucap Ari
"ya udah,kalau gitu kamu ikut saja ,biar dia jadi obat nyamuk nya" ucap Rifki merangkul Nuri
Akhirnya setelah perdebatan kecil itu,Ari pergi bersama kedua orang tua nya.Dan itu sungguh membuat nya bahagia saat ini.
Sementara Gibran di rumah bersama nenek nya.
"sepi ya nek gak ada Ari " cetus Gibran
"hm...iya " sahut Dewi
"nenek sudah mau tidur?" tanya Gibran ,saat ini ia tengah berada di kamar nenek nya
"tidak ,nenek kan baru saja minum obat , tunggu lah obat nya turun dulu" ucap Dewi
"kalau begitu aku pijit kaki nya ,nenek pasti lelah " tanpa menunggu jawaban sang nenek Gibran langsung memijit kaki nenek nya
"terima kasih sayang ,kamu memang anak baik,tetaplah seperti ini jika kamu sudah menikah nanti" ucap Dewi
"tentu nek,bagiku nenek sama seperti mama, kalian orang yang paling berharga bagiku,tak mungkin aku mengecewakan kalian" jawab Gibran
Dewi tersenyum mendengar penuturan cucu nya tersebut.
Namun saat mereka tengah berbincang , pintu rumah terdengar di ketuk.
__ADS_1
tok tok tok
"seperti nya ada tamu nek ,aku lihat dulu ya,nenek istirahat saja " ucap Gibran ,Dewi mengangguk lalu mulai merebahkan tubuhnya,Gibran pun menyelimuti tubuh nenek nya itu,lalu pergi ke luar
"siapa yang datang nek?" tanya Gibran pada Wewe
"ehehehehe.....seperti nya teman kerja papa mu" jawab Wewe
"oh gitu" Gibran pun segera melangkah menuju pintu untuk membuka kan pintu nya
ckleek'
"selamat malam....." sapa tamu nya
"selamat malam....." jawab Gibran
Namun dalam hati Gibran berucap
"assalamu'alaikum...... waalaikum salam..."
Gibran tak mempermasalahkan jika tamu nya tak mengucap salam sebab ia berfikir tak semua orang beragama Islam sama seperti nya,bisa jadi yang datang bertamu merupakan penganut agama lain,begitu fikir nya.
"apa pak Rifki nya ada ?" tanya nya
"maaf kebetulan papa saya sedang keluar ,ada apa ya ,eh maaf ayo silahkan masuk " ajak Gibran
"oh ...baiklah ,terima kasih "
Tamu nya tersebut lalu masuk setelah Gibran mempersilahkan untuk masuk.
"silahkan duduk,mau minum apa?" tanya Gibran
"tak usah repot-repot ,saya tak lama kok,hanya ingin mengutarakan sesuatu pada pak Rifki ,tapi berhubung pak Rifki nya tidak ada maka tak apa-apa mungkin kalau saya ucapkan langsung pada anak nya,karena memang tujuan utama saya datang ke sini yaitu untuk menemui mu" tutur tamu
Kening Gibran berkerut saat mendengar penuturan tamu nya itu
"ah iya sampai lupa kan ,perkenalkan nama saya Mahendra ,saya sudah tahu tentang mu,dan saya banyak mendengar jika kamu itu lumayan hebat juga di dunia bisnis ,persis seperti pak Rifki"ucap pria bernama Mahendra tersebut bertele-tele
"yah elah tinggal bilang saja apa tujuan nya datang ke sini malah bertele-tele seperti itu"celetuk Popo
"jadi maksud anda gimana,karena saya sama sekali tak merasa sehebat itu ,saya masih harus banyak belajar " ucap Gibran
"wah ,selain tampan dan pintar kamu memang sangat merendah ,cocok sekali kalau menjadi mantu saya " cetus Mahendra
Mendengar itu pun Gibran langsung tahu kemana arah pembicaraan nya.
Dengan tersenyum ramah , Gibran berucap
"mohon maaf pak ,jika tujuan anda kemari untuk membicarakan perjodohan saya langsung menolak ,sebab saya sudah punya calon,dan sebentar lagi kami akan menikah" tolak Gibran langsung
Mendengar penolakan dari Gibran ,Mahendra pun tercenung
"benar-benar tak bisa dianggap sepele , baru di pancing dengan kata calon mantu dia bisa langsung tanggap dan mengerti arah pembicaraan ku " batin nya
"tapi kamu belum tahu dan mengenal putri ku ,bagaimana bisa kamu bisa langsung menolak nya,bagaimana kalau kamu lihat dulu putri saya ,saya yakin kamu akan berubah fikiran,putri saya tak hanya pintar dan cantik,dia juga seorang model yang tengah naik daun saat ini ,banyak yang datang untuk mempersunting nya namun saya tolak karena saya yakin kau lah pria yang cocok untuk putri saya" tutur nya lagi
"sekali lagi saya mohon maaf pak ,bagi saya calon istri saya bukan lah barang yang bisa langsung tergantikan jika ada barang yang lebih mengkilap,saya sangat mencintai calon istri saya,jadi saya harap bapak mengerti" ucap Gibran yang mulai tak suka dengan pria paruh baya itu
"hm....iya tidak apa-apa ,tapi jika suatu saat kamu berubah fikiran ,maka hubungi saja saya,papa mu ada kok nomor ponsel saya ,kalau begitu saya pamit" ucap Mahendra lalu beranjak keluar
Gibran menatap nanar pria paruh baya itu yang keluar menjauhi kediaman nya.
"wong ed*n " maki Popo yang sedari tadi sudah gemas pada pria itu
"ehehehehe.....kamu hati-hati Gibran , sepertinya pria jelek itu akan merencanakan sesuatu,nenek merasakan firasat buruk tentang nya " cetus Wewe
"nenek tenang saja ,selama aku bergantung pada Allah SWT,aku yakin ,aku dan keluarga ku akan selalu ada dalam lindungan Nya" sahut Gibran dengan tenang
__ADS_1
"ehehehehe....kau benar cu....."
***