
Semua orang di kelas itu merasa terkejut begitupun dengan Ari,suasana pun menjadi hening,mereka menatap pada salah satu teman nya yang berdiri dengan bertolak pinggang ,ia bahkan menjatuhkan kursi nya.
"loe gak punya malu banget ya , bisa-bisa nya loe bersikap biasa-biasa saja seperti itu,kalau gue jadi loe ,gue udah malu dan angkat kaki dari sini" teriak nya pada Ari
"loh memang nya kenapa juga aku harus malu,memang nya apa yang sudah ku lakukan,tentang gosip itu,itu kan cuman buatan mu saja , siapa juga yang hamil" sahut Ari santai ia tahu sebab Lasmi yang membisikan nya tadi di UKS
"maling mana ada yang ngaku,penjara penuh kali" cibir nya lagi
"kamu tuh aneh ,tadi bilang aku hamil ,sekarang kamu bilang aku maling ,terus nanti apa lagi?" tanya Ari masih dengan nada santai nya
"loe...."gadis bernama Tiara itu kesal karena Ari terus saja menyahut kata-kata nya dengan santai,ia beranjak mendekati Ari
Akan tetapi saat tangan nya hendak menjambak rambut Ari, tiba-tiba guru datang
"ada apa ini?" tegur nya
"tidak ada apa-apa pak" jawab nya cepat ,ia pun cepat-cepat kembali ke bangku nya,yang sudah di benarkan oleh teman sebangku nya
"Ari...kamu sudah baikan ?" tanya guru itu melihat pada Ari
"Alhamdulillah sudah pak" sahut Ari seraya mengangguk
"perhatian semua nya ,sekalian bapak mau memberitahukan sesuatu, agar berita tentang Ari tak menyebar luas hingga ke luar sekolah yang nanti nya akan mencemarkan nama baik sekolah ini,bapak ingin memberi tahu jika kabar itu sama sekali tidak benar ,kenapa bapak bilang begitu sebab bapak tahu dan mendengar sendiri penuturan dokter Wina yang memeriksa Ari saat di UKS tadi,jadi jika ada lagi yang mengatakan Ari hamil atau kembali menyebar luaskan berita hoak ini maka pihak sekolah akan memberikan tindakan tegas bagi pelaku nya.Bahkan pihak sekolah pun kini tengah menyelidiki dari mana asal berita hoak itu berasal karena ini merupakan tindakan tidak terpuji,dan jatuh nya fitnah ,karena sadar atau tidak tindakan itu akan berimbas pula pada reputasi sekolah ini" tutur guru itu berbicara panjang lebar
Deg
Tiara tiba-tiba mematung ,jantung nya pun berdetak lebih cepat ,nafas nya seakan tercekat ,pundak nya pun mendadak menjadi berat setelah mendengar kata guru nya itu.
"m*mpus gue ,kalau ketahuan gue yang pertama kali menyebar kan berita itu ,bisa habis gue " batin nya
"huuuuh.....tetap bersikap lah dengan tenang Tiara,mereka tidak akan bisa melacak nya ,ya ...asal loe tenang pasti semua nya akan baik-baik saja " batin nya lagi
"haduh ....gimana ini ,gue juga tadi bilang ke yang lain ,tapi kan gue juga denger dari yang lain sih ,jadi gue aman lah kaya nya " hampir semua orang di kelas itu membatin yang sama
Sementara di belakang Tiara , nampak Lasmi sudah berdiri dengan tatapan tajam dan menyeringai.
"duh ...kok gue tiba-tiba merasa merinding gini ya...apa karena gue nya yang tegang kali ya" lirih Tiara
"baiklah anak-anak kita lanjutkan pelajaran yang kemarin ,buka halaman delapan puluh tujuh ,apa sudah ada yang mengerjakan tabel ini ?" ucap guru lalu bertanya
"sudah pak...."
"belum selesai pak...."
sebagian ada yang menjawab sudah ada juga yang menjawab tidak
"baiklah kalau gitu kerjakan dulu bagi yang belum selesai ,nanti kita bahas setelah kalian selesai " ucap guru itu lagi
"baik pak...." sahut mereka bersamaan
Ari yang sudah selesai mengerjakan pun memutuskan untuk membaca bagian yang lain,karena menurut nya lebih baik membaca ketimbang diam menunggu teman-teman nya selesai mengerjakan.
Sementara Tiara,dari tadi ia terus merasa gelisah sebab Lasmi yang menganggu nya.
fuuuuuhhhhh
"kok rambut gue kaya ada yang meniup ya " batin nya ,Tiara pun menoleh ke sisi kiri nya
"gak mungkin ada yang iseng " lirih nya ,tadinya ia mengira jika ada teman nya yang duduk di belakang nya sengaja menjahili nya ,namun saat ia menengok tak ada tanda-tanda kejahilan dari teman nya itu.
"mungkin hanya angin " tak ingin mengambil pusing Tiara pun kembali fokus pada buku nya
Namun baru saja gadis itu menghadap buku nya tiba-tiba ia kebingungan dan mencari-cari pulpen nya
"kok gak ada bukan nya tadi di sini,jatuh kali " Tiara menunduk ke kolong bangku sebab ia mengira pulpen nya jatuh ,namun ia tak menemukan benda itu.
"kok gak ada ,apa ada yang pinjem gak bilang" batin nya lagi
Saat tengah kebingungan tiba-tiba ia merasakan kepalannya seakan di pukul dari belakang .
pluk
__ADS_1
"loe mukul kepala gue!" tuduh nya pada teman di belakang nya
Ari yang tengah membaca pun menengok,juga yang lain pun ikut menengok pada Tiara
"mabok loe ,dari tadi gue diem juga" sahut teman nya tak merasa
"Tiara ...ada apa?" tegur guru nya
"ini pak , Joko nimpuk kepala saya" adu Tiara
"benar itu Joko?" tanya guru nya
"enggak pak ,dari tadi saya diam saja kok ,gak percaya tanya Jaka" jawab nya seraya menengok pada teman sebangku nya sekaligus kembaran nya
"iya pak ,dari tadi Joko gak ngelakuin apa-apa kok " bela nya
"terus kalau bukan loe siapa yang nimpuk kepala gue " seru Tiara
"ya mana kita tahu" sahut Joko dan Jaka bersamaan
"sudah-sudah malah ribut ,cepat selesai kan setelah itu kita bahas yang lain nya"seru guru nya melerai
Mereka pun kembali mengerjakan tugas yang belum selesai itu,akan tetapi keusilan Lasmi tak cukup hanya di situ ,kali ini Lasmi menarik dan memindahkan buku di depan Tiara ,sontak saja Tiara pun terperanjat dan berdiri dari kursi nya.
"ada apa lagi Tiara ?" tanya guru nya
"i....itu ...pak ...masa tadi buku saya ngegeser sendiri " jawab nya
"kamu jangan aneh-aneh deh ,lebih baik kamu cuci muka sana, biar gak ngantuk " perintah guru nya
"tapi pak..."
"sudah sana ke toilet dulu jam pelajaran saya masih lama" ucap guru nya lagi
"iya ,baik lah pak aku cuci muka dulu " sahut Tiara
Tiara pun menuruti kata-kata guru nya untuk cuci muka,ia berjalan menuju toilet.
"gak ada kok " batin nya lagi
Terang saja gak ada, kuntilanak merah itu kini mengikuti Tiara ke toilet.
Di toilet
"s*al banget sih gue hari ini, sebenarnya gue itu halu atau apa sih ,pertama rambut gue ada yang niup ,lalu pulpen gue yang tiba-tiba hilang ,terus kepala gue ada yang nimpuk" gerutu nya di depan cermin
Tiara pun lalu mulai membasahi telapak tangan nya dan menampung air lalu membasuh kan nya pada wajah nya.
Berkali-kali Tiara memercikan air ke wajah nya hingga ia pun memejamkan mata nya.
Lasmi dengan seringai nya menatap tajam Tiara
"orang seperti mu harus di beri pelajaran " lirih Lasmi
Awal nya tak ada yang aneh ,namun tiba-tiba Tiara mencium aroma bau anyir ,ia pun menyudahi aksi cuci muka nya dan betapa terkejut nya ia saat melihat penampakan diri nya yang berlumuran darah di wajah nya.
"aaaakkkhhhh......" Tiara juga melihat dan memperhatikan kedua telapak tangan nya yang juga berlumuran darah
Tiara berteriak histeris,lalu berlari ke arah pintu ,namun tiba-tiba pintu tertutup dengan sendiri nya dan terkunci.
"buka....tolong....siapa saja di luar....tolooong....." teriak Tiara sembari memukul dan menarik handle pintu
Tiara terdiam saat ia merasakan ada seseorang di belakang nya.Dengan nafas tertahan Tiara perlahan menoleh.
"aaaaaaakkkkhhh....."
brukkk
"hihihihi.........emang enak ,siapa suruh julid sama Ari , baru di takutin kaya gini saja sudah pingsan " Lasmi tergelak karena berhasil menakut-nakuti Tiara.
"hey Kunti ,jelas saja dia takut ,tampilan kamu serem kaya gitu ,kulit wajah terkelupas ,mata tinggal putih nya saja, juga darah mu yang terus mengalir dari kepala sampai membasahi daster merah mu yang sudah lusuh itu , dia saja yang manusia takut apalagi aku yang juga sesama setan ,hiiiyy..." seru salah satu hantu penunggu toilet ,Lasmi tidak menyahut namun ia justru malah terdiam seakan merasakan sesuatu
__ADS_1
"jangan-jangan ....mereka menemukan ku" Lasmi pun langsung menghilang
"lah dasar setan main ngilang sembarangan saja " dengus nya yang tak sadar jika ia juga sama-sama setan
Di tempat lain
Gibran,Aranta ,dan Nuri sedang dalam perjalanan pulang.
"jadi...Tante itu pemilik panti asuhan nya?"tanya Aranta yang baru mengetahui
"iya sayang " sahut Nuri yang duduk di kursi depan dengan Gibran di belakang kemudi,sementara Aranta di belakang nya
"berarti dulu saat kamu sering ke panti kamu sama sekali gak tahu siapa pemilik nya?"tanya Gibran
"enggak " sahut Aranta menggeleng
Ckiiiiiitttt
"astaghfirullah....."
Gibran menginjak rem secara mendadak saat tiba-tiba saja seorang anak kecil berlari mengejar bola yang menggelinding ke jalanan.
Dalam keadaan shock anak itu nampak terdiam di depan mobil Gibran ,beruntung Gibran dapat menghentikan mobil nya tepat waktu jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada anak laki-laki itu.
Gibran pun keluar dari dalam mobil di ikuti Aranta dan Nuri.
"dek ...kamu gak apa-apa?" tanya Gibran menyentuh kedua pundak anak laki-laki itu
"astaghfirullah nak....lain kali jangan lari ke jalanan ya ,kalaupun bola nya ke jalan biarkan saja minta orang dewasa untuk ambil kan jangan main lari bisa bahaya" tegur Nuri seraya berjongkok lalu mengusap kepala anak laki-laki itu
"ini kemana orang tua nya?" tanya Aranta seraya celingukan kesana kemari
Tiba-tiba dari sebuah rumah berpagar tinggi ,seorang wanita muda berbaju seragam baby sitter berteriak sambil berlari
"Tio.....Tio...." teriak nya
"ya ampun Tio ,mbak cariin dari tadi kok ada di sini, kamu kenapa berada di jalan sih,duuh kalau nyonya tahu bisa gawat " ucap nya
"lain kali jaga anak nya lebih hati-hati lagi,hampir saja anak ini ketabrak mobil kami" ucap Nuri menegur baby sitter itu
"ya ampun ...maafkan mbak ya Tio,mbak janji gak ninggalin Tio lagi,kita masuk yuk ,maaf ya Bu,mas ,dan mbak nya ,sudah menganggu perjalanan nya ,dan terima kasih " ucap baby sitter itu nampak bersalah
Anak bernama Tio tersebut dibawa pengasuh nya masuk ke dalam rumah nya, Gibran dan yang lain nya pun kembali melanjutkan perjalanan.
"ya ampun hampir saja ya tadi itu" lirih Aranta
"Alhamdulillah Allah masih melindungi anak itu dan kita bertiga ,coba kalau Gibran gak nginjak rem pasti anak itu sudah celaka,kita juga pasti akan kena masalah ,mending kalau cuman hukum yang kita jalani bagaimana kalau nanti kita juga ikut kecelakaan karena menghindari anak itu" tutur Nuri
"nauzubillah....jangan sampai itu terjadi ,semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, dan di jauhkan dari hal-hal yang tak diinginkan,amin " ucap Gibran
"amiinn...." saut Aranta dan Nuri
"astaghfirullah...." tiba-tiba Aranta terkejut
"kaget ya" tanya Gibran
"kamu tuh malah nanya ,ya jelas Aranta kaget lah mama juga kaget ,untung saja mama sedang fokus kalau tidak mama bisa manggil kaum Lasmi " ucap Nuri
Bagaimana tak terkejut,di jalan yang baru saja mereka lewati ada sosok hantu yang tiba-tiba menabrakan diri pada mobil yang telah melaju itu,sementara Gibran malah tertawa melihat hantu itu yang berguling-guling di jalanan beraspal.
"hahahahaha....."
"kamu ih ,kasihan tahu hantu nya ,jatuh malah di ketawain " tegur Aranta menoleh ke arah hantu itu
"aku ketawa bukan karena menertawakan jatuh nya kok" ucap Gibran
"lalu apa dong?" tanya Aranta ,sedangkan Nuri sudah tak aneh dengan kelakuan anak nya itu hanya bisa menggeleng
"tuh lihat saja " Gibran menujuk arah spion di samping depan nya
"ya ampun...." Aranta menunduk karena merasa malu melihat nya
__ADS_1
***