
Karena terburu-buru ingin segera menceritakan sosok yang ia lihat ,Ari pun langsung masuk saja ke kamar kakak nya yang tak terkunci tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Begitu Ari masuk ,betapa terkejut nya Ari saat melihat kakak nya yang hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggang ,rupanya Gibran baru selesai mandi.
"kakak...... aaaaakkkkkhhhh...."
Ari pun segera berbalik badan dan menutup matanya rapat-rapat ,meskipun sudah ditutup juga oleh kedua tangan nya.
"ya ampun....mata suci ku yang masih perawan ternodai " batin Ari lirih
Tak hanya Ari yang terkejut ,Gibran pun sama
"ya ampun ....Ari..." seru Gibran terkejut
Gibran lalu mengambil asal pakaian nya di lemari lalu membawa nya ke kamar mandi.
Mendengar pintu kamar mandi tertutup Ari merasa lega ,namun ia tak ingin berbalik sebelum kakak nya benar-benar berpakaian utuh.
Tak lama kemudian Gibran pun keluar dari kamar mandi nya.
"ada apa kamu masuk kamar kakak ? pake gak ketuk pintu dulu lagi ,gak sopan tahu " tanya Gibran yang masih kesal karena kelakuan adik nya tersebut
"kakak udah pakai baju nya belum?" tanya Ari tanpa menjawab pertanyaan kakak nya
"sudah " sahut Gibran sedikit ketus
"Alhamdulillah....hehehe....maaf kak,aku gak tahu kalau kakak lagi gak pake baju ,lagian sih kenapa pintu nya gak di kunci?" ucap Ari malah menyalahkan kakak nya
"kamu juga salah , ngapain masuk kamar orang sembarangan ,lain kali ketuk lah pintu lebih dulu" ujar Gibran
"iya...maaf , aku janji gak ngulangin lagi" ucap Ari
"tapi.... ngomong-ngomong kok kakak bisa punya perut kotak-kotak begitu ,kakak apain itu perut ?" tanya Ari yang seperti nya malah melupakan niat awal nya masuk ke kamar Gibran
"ya kan kakak sering olahraga " sahut Gibran
"oooohh..." Ari nampak manggut-manggut
"kamu mau apa masuk kamar kakak,mau bicara sesuatu?" tanya Gibran yang sudah mengetahui niat adik nya itu
"eh iya ,hampir saja kan lupa ,jadi gini kak ...." Ari pun kembali menceritakan perihal menghilang nya papa nya Yoga dan juga sosok yang ia lihat yang sangat mirip dengan Yoga.
Mendengar penuturan adik nya , Gibran pun terdiam ,ia kembali mengingat akan sosok pria paruh baya yang ia pernah lihat di rumah Yoga saat mengantarkan Yoga pulang.
"badan nya lebih gemuk dari Yoga kan?" tanya Gibran
"kok kakak tahu ,aku kan belum mengatakan nya" tanya Ari
"kakak juga pernah melihat nya di depan rumah Yoga saat mengantarkan Yoga " jawab Gibran
Tak di nyana-nyana rupanya sosok itu pun tiba-tiba muncul
"ya sudah sekarang kamu kembali saja ke kamar mu ,dan ingat jangan katakan apa pun dulu pada Yoga tentang hal ini" ucap Gibran
"iya kak aku mengerti" sahut Ari
Setelah Ari pergi meninggalkan kamar Gibran ,Gibran menatap sosok hantu pria yang mirip dengan Yoga.
"apa paman papa nya Yoga ?" tanya Gibran
sosok itu mengangguk
"astaghfirullah....." lirih Gibran
Gibran pun langsung melihat kejadian dimana papa nya Yoga meninggal
Di sebuah kota di kawasan Jawa Tengah pria bernama Dirgantara telah selesai melakukan suatu pekerjaan ,ia yang merupakan seorang arsitek pun diminta untuk meninjau ulang lokasi pembuatan sebuah gedung .
__ADS_1
Ia bersama dua rekannya berniat pergi ke sebuah kafe untuk mengisi perut setelah seharian bekerja di lapangan.
Setelah mengisi perut mereka ,ketiga nya lalu menaiki mobil milik salah satu rekan nya Dirgantara .
Saat di perjalanan mobil tiba-tiba berhenti di sebuah jalanan sepi dekat jembatan , Dirga merasa bingung kenapa mobil malah berhenti di sana,ia pun bertanya.
"kenapa berhenti di sini,kalian hendak merokok kah?" tanya nya. Ia yang sudah lama berhenti merokok pun selalu merasa terganggu dengan asap rokok ,hingga ia selalu meminta siapa pun jika hendak merokok harus menjauh dari nya,atau ia yang menghindar ,biasanya jika mereka dalam keadaan berkendara ingin merokok ,maka mereka akan menepi dulu hanya untuk sekedar menghisap nikotin dari pembakaran rokok tersebut.
Akan tetapi kali ini berbeda ,kedua rekan nya tersebut bukan nya menjawab malah saling bertukar pandang ,hingga salah satu mengangguk.
"ada apa ?" tanya Dirga yang tak mempunyai firasat atau fikiran buruk terhadap kedua rekan nya tersebut pun bersikap biasa saja
Namun tiba-tiba
Zeeeettttt.....
Sebuah alat kejut mendarat di leher Dirga ,hingga Dirga pun terkapar di bangku belakang .
"mati gak" tanya Dani
"seperti nya tidak ,masih terasa denyut nadi nya" sahut Burhan setelah mengecek denyut nadi di pergelangan tangan nya
"lalu kita apa kan dia setelah ini?" tanya Dani lagi
"kita ambil barang berharga nya termasuk KTP dan identitas lain nya ,buat seolah-olah dia menjadi korban begal atau perampokan jika nanti mayat nya ditemukan " jawab Burhan
Mereka pun menggasak barang berharga yang menempel di tubuh Dirga , seperti jam tangan rolex mahal nya ,cincin batu safir ,juga uang ,kartu kredit dan perhiasan kalung yang sengaja Dirga beli untuk hadiah pernikahan nya sepulang nya ia ke rumah nya nanti.
Saat hendak menghanyutkan tubuh Dirga yang besarnya tiga kali lipat dari kedua rekan nya itu ,Dirga tiba-tiba tersadar.
"apa yang kalian lakukan ,jangan lakukan ,tolong jangan ,apa salah ku ?" tanya Dirga dengan pelan dan sedikit terbata
"apa salah mu?" tanya Dani balik
"salah mu banyak ,dan karena kamu kita berdua merasa di rugikan " timpal Burhan
"proyek ini harus nya menjadi proyek ku ,tapi karena kamu yang ngotot desain mu dilihat akhirnya desain punya ku tak dilirik sama sekali, tak hanya itu , berkali-kali pula kau mengambil yang seharusnya menjadi bagian ku ,bahkan dengan culas nya kau menggelapkan uang yang harus nya menjadi milik kita berdua " seru Burhan
"satu lagi , seharusnya yang ada di posisi mu saat ini adalah aku bukan kamu" hardik Dani
"itu ...tidak benar...aku ...tidak menggelapkan uang itu...aku..."
"aahkk.....diam... mana mungkin kamu ngaku,kita berdua sudah cukup sabar selama ini menghadapi mu ,kita tak ingin lagi melihat dan berurusan dengan mu ,sudah lama kita ingin melenyapkan mu ,sekarang pergilah dengan tenang mantan rekan kerja ku , HAHAHAHA...." Burhan dan Dani pun dengan tega nya mendorong tubuh Dirga yang gemuk itu ke dalam aliran sungai yang sedang meluap ,bahkan yang paling kejam nya lagi tubuh Dirga diikat pada sebuah pemberat batu yang ukuran nya cukup besar ,hingga pada saat Dirga tercebur ke air maka tubuh Dirga akan tenggelam terbawa batu besar tersebut.
Tak ada harapan lagi untuk Dirga bisa naik ke permukaan ,kondisi nya yang lemah serta kuat nya ikatan di tubuh nya ,membuat nya pasrah dengan keadaan ,apalagi pasokan oksigen yang masuk pun mulai menipis hingga akhirnya Dirga pun meregang nyawa seiring tubuhnya yang tenggelam di dasar sungai.
"astaghfirullah..... innalilahi wainailaihi rajiun ..." lirih Gibran setelah ia melihat kejadian tersebut
"aku turut sedih dan berduka atas apa yang sudah menimpa paman ,dan sekarang paman ingin meminta bantuan ku untuk menemukan jasad paman ?" tanya Gibran
"iya,aku juga ingin mereka mempertanggung jawabkan perbuatan mereka ,tolong kau sampai kan permintaan maaf ku pada anak dan istri ku ,katakan pada mereka jika aku sangat menyayangi mereka " ucap sosok yang rupanya bernama Dirgantara atau yang kerap di panggil Dirga yang merupakan papa nya Yoga
"baiklah aku mengerti ,tapi nanti paman sendiri saja yang berbicara pada mereka ,biar nanti aku yang bantu ,tapi sebelum itu sebaik nya kita temukan dulu jasad paman " sahut Gibran
"iya terima kasih " sahut Dirga
tiba-tiba Wewe muncul dan mengejutkan hantu Dirga
"ehehehehe.....beneran mirip teman nya Ari ehehehehe...."
"setan alas ...." pekik hantu Dirga
"ehehehehe.....hey ....aku bukan setan alas ya ...sembarangan " sembur Wewe
"dia pengasuh ku paman ,paman tak usah kaget " ucap Gibran tiba-tiba
"pengasuh ?" tanya Dirga
__ADS_1
"panjang cerita nya paman ,sekarang lebih baik kita bersiap untuk melakukan pencarian jasad paman " sahut Gibran lalu beranjak menuju kamar Ari
Tok tok tok
"Ari....ini kakak ,apa kakak boleh masuk?"tanya Gibran
ckleek'
"masuk saja kak ,gimana kakak sudah tahu sesuatu ?" tanya Ari langsung
"iya rupanya benar dugaan mu ,sosok itu adalah papa nya Yoga" lirih Gibran
"astaghfirullah....kasihan sekali Yoga,terus bagaimana cerita nya papa nya Yoga bisa sampai seperti itu ?" tanya Ari dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"pembunuhan berencana,yang dilakukan kedua rekan nya " lirih Gibran lagi
"Ya Allah....kenapa mereka bisa setega itu" lirih Ari tak habis fikir
Ari pun segera meraih ponsel nya ia hendak menelpon Yoga ,namun di cegah oleh Gibran
"jangan kasih tahu dulu Yoga tentang ini ,kita lakukan dulu pencarian jasad nya lalu setelah itu baru kabari Yoga " tutur Gibran lagi
"baiklah kak ,aku gak jadi hubungi Yoga" sahut Ari mengurungkan niat nya
Akan tetapi sebelum Ari menaruh kembali ponsel nya tiba-tiba ponselnya berdering
"kak , Yoga nelpon... aku harus apa,apa aku tolak saja panggilan nya ?" tanya Ari
"angkat saja tapi ingat jangan katakan apa pun tentang papa nya " ucap Gibran kembali memperingati
"i..iya..." Ari pun mengangkat panggilan nya
"ha... halo... assalammualaikum..." ucap Ari
(.........................)
"oh iya ,baiklah kalau gitu besok aku tunggu kamu deh ,tapi janji ya jangan telat " sahut Ari
(.........................)
"ya udah ,iya ... waalaikum salam..."
panggilan telpon pun berakhir
"dia mau jemput aku besok ,katanya mau berangkat sekolah bareng " ucap Ari
"ya sudah ,kalau gitu kakak mau bilang dulu hal ini pada mama dan papa ,siapa tahu mama dan papa bisa bantu juga " ucap Gibran ,lalu keluar dari kamar adik nya itu
"apa adik mu dan Yoga berpacaran?" tanya Dirga
"tidak ,mereka hanya berteman " jawab Gibran
"oh"
Gibran melihat mama nya berada di lantai bawah yang tengah berbincang santai dengan papa nya ,Gibran pun langsung menghampiri mereka.
"ma...pa..." ucap Gibran
Nuri dan Rifki pun menengok
"loh.......itu.....siapa?" tunjuk Nuri pada hantu Dirga yang berdiri di samping Gibran
"nama nya paman Dirga ,beliau papa nya Yoga " sahut Gibran
"APA .....PAPA NYA YOGA....."
***
__ADS_1