
Tak terasa hari demi hari mereka lewati begitu cepat ,meski selalu di warnai berbagai macam drama ,selalu ada saja tingkah dan perilaku para mahasiswa itu yang membuat gemas para penghuni tak kasat mata ,hal itu pun kerap kali dijadikan ajang perlombaan buat para hantu untuk bisa menakuti mereka ,namun saat menghadapi Gibran para hantu itu malah apes dan sial ,seperti saat ini misal nya ,saat Gibran terbangun tengah malam karena sudah terbiasa terbangun di waktu malam untuk melakukan shalat malam ,para hantu sudah bersiap di posisi mereka masing-masing .
Saat Gibran berjalan keluar kamar salah satu hantu pocong melompat di belakang nya, saat Gibran menoleh pocong itu pun menghilang,tapi saat Gibran kembali berjalan pocong itu kembali muncul dan mengikuti Gibran.
Bukan Gibran namanya jika ia akan takut , dengan menyungging kan senyum nya Gibran meraih penyapu yang berada di dekat pintu ke kamar mandi. Dengan sengaja Gibran mengarahkan gagang sapu nya ke arah pocong itu lalu mengayunkan nya
pletak'
"aduh ....kenapa bisa gak tembus " pekik pocong itu seraya mengangguk-anggukan kepala nya yang terasa sakit
"makanya jangan iseng ,kamu pocong baru ya ?" tanya Gibran
"iya , kamu kok bisa lihat aku ,kamu juga gak takut ?" tanya pocong itu
"pantas saja ,sudahlah jangan ganggu ,aku mau wudhu ,mau shalat, emangnya mau aku kasih doa atau ayat kursi ?"
"eh ...enggak deh ,makasih aku pergi saja " pocong itu pun langsung melompat menembus dinding
"huh....dasar pocong " gumam Gibran seraya kembali menyimpan sapu itu pada tempat nya
akan tetapi Gibran tak sadar jika apa yang ia lakukan tadi itu ada yang melihat nya
"wah ....gak beres tuh si Adnan ,dia bicara sama siapa ?" gumam Coky yang kebetulan juga terbangun
Antara takut dan penasaran ,ingin rasanya ia kembali ke kamar namun rasa penasaran nya yang lebih besar membuat nya bisa mengalahkan rasa takut tersebut .
Dengan sabar Coky menunggu Gibran ,dan betapa bingung nya ia setelah Gibran keluar dari kamar mandi ,ia melihat Gibran yang kembali berbicara sendiri ,padahal sebenarnya Gibran tengah menceramahi kuntilanak yang tadi sempat mengintip nya di kamar mandi ,ada Wewe juga bersama Gibran.
"nah loh dia bicara sendirian lagi" batin nya
"ehehehehe........teman mu mengintip cu..... ehehehehe" ucap Wewe yang mengetahui nya ,sontak saja Gibran menoleh ke arah Coky berada ,Coky pun terkesiap
"kamu ngapain ?" tanya Gibran
"eh...i...ini...aku...gue....mau ke sana eh dapur "sahut nya berbicara tak jelas
"ke dapur ,bukan nya dapur sebelah sana ,ke kamar mandi kali" ucap Gibran
"eh....i....iya ...ya ...duh bego....kenapa gue salah ngomong" lirih nya
Gibran pun akhirnya berlalu begitu saja meninggalkan Coky ,namun kemudian Coky memanggil Gibran dan mengejar nya
"Adnan ...tunggu" seru nya
"apa?" tanya Gibran
"tadi sebenarnya loe bicara pada siapa ?" tanya nya
"menurut mu?" tanya Gibran balik
"ya....gak tahu ,aneh aja loe bicara sendirian , jangan-jangan loe bicara dengan hantu?" tebak nya
"mau jawab iya takut nya gak percaya jadi aku kasih lihat saja ya " ucap Gibran lagi membuat kening Coky mengkerut
"maksud loe apa?" tanya nya namun tanpa menjawab Gibran dengan cepat menjentikkan jemari nya di depan wajah Coky ,dan di detik itu juga Coky dapat melihat sosok Wewe dan kuntilanak tadi yang kena ceramah Gibran.
__ADS_1
Sontak saja Coky berteriak hingga membangunkan seluruh penghuni rumah
"aaaakkkhhhh....."
"hai....." kuntilanak itu melambaikan tangan nya sambil tersenyum menampilkan dereran gusi nya yang merah
"ku...ku.....ku...."
Coky nampak shock saat melihat kuntilanak itu sampai-sampai ia kesusahan berbicara ,Gibran yang menyadari semua teman-teman nya terbangun dan hendak mendekat ke arah mereka Gibran pun kembali menutup mata batin Coky dengan menjentikkan kembali jari nya.
"ada apa sih malam-malam begini teriak-teriak ?" tanya Luna
"iya ih ,bikin rusuh saja " timpal Maya
"Coky....loe kenapa ?" tanya Davin
"kaya orang sawan loe " timpal Dika
"gu...gue....gue....set...setan.....ku...ku..."
Brukkk
Belum sempat Coky menjelaskan apa yang terjadi ,Coky sudah lebih dulu pingsan
"lah kenapa pula tuh bocah " ucap Rico
"bantu bawa dia masuk ke kamar ,atau ke ruang tengah saja letakan di kursi panjang " ucap Gibran
tanpa menyahut para laki-laki menggotong tubuh Coky yang pingsan
"keberatan dosa kali nih anak " sahut Davin menimpali
"masa seberat itu sih ?" tanya Lisa sembari menguap
"kalau loe gak percaya coba saja " ucap Rico
"idih ogah ,terima kasih " sahut Lisa lagi
Aranta yang juga ada di sana pun hanya bisa terdiam karena tercengang,sebab bukan hanya tubuh Coky yang mereka angkut ,tapi juga kuntilanak yang dengar erat memeluk Coky .
"udah biarin aja ,kamu mau sekalian shalat malam gak , mumpung kebangun jam segini ,aku juga mau shalat sekalian kita shalat nya jamaah " tawar Gibran
"mm...boleh deh ,tunggu sebentar ya aku ambil wudhu dulu" sahut Aranta lalu bergegas ke kamar mandi
Sementara menunggu , Gibran pun menyiapkan alat shalat seperti sejadah di ruangan tengah ,meskipun banyak teman-teman nya yang lain ia tak merasa risih atau apa ,karena menurut nya lebih baik di ruang tengah daripada dikamar ,meski mereka hanya melakukan shalat tak melakukan hal lain tetap saja tak baik karena mereka bukan mahram nya.
"lu mau ngapain?" tanya Barra
"shalat ,kamu mau ikutan ,aku tunggu deh" ucap Gibran
"gak lah " Barra pun kembali memasuki kamar diikuti Gio ,melihat sikap mereka berdua Gibran hanya bisa menghela nafas panjang
"kita ikutan boleh gak?" tanya Bella
"tentu ,lebih banyak lebih bagus ,ya udah sana kalian pada wudhu dulu,aku mau siapain sejadah nya lagi" ucap Gibran
__ADS_1
beruntung di rumah itu ada beberapa sejadah yang bisa digunakan ,sehingga tak perlu susah mencari.
Tak beberapa lama Aranta sudah siap dengan mukena yang sudah ia kenakan juga sejadah nya.
"Masha Allah.....sudah ?" tanya Gibran ,entah mengapa semenjak ia berstatus tunangan dengan Aranta ,ia selalu merasa terpesona akan kecantikan nya hingga kerap kali ia memuji kecantikan nya walau dalam hati.
"sudah ,ini...banyak banget sejadah nya ,memang siapa saja yang mau shalat?" tanya Aranta
"tuh mereka sudah pada siap kaya nya " tanpa menjawab pertanyaan Aranta Gibran langsung menunjuk pada beberapa teman nya yang juga sudah siap
Para laki-laki yaitu Riswan ,Rico ,dan Davin , berada di jajaran depan sementara Gibran yang mengimami ,dan para perempuan yang terdiri dari Merlin ,Aranta ,Bella ,dan Maya di jajaran ke dua ,sisa nya mereka beralasan sedang datang bulan ,entah benar atau tidak baik Aranta maupun Gibran tak ingin berburuk sangka,namun kemudian Wewe memberi tahu jika mereka bukan nya datang bulan melainkan malas malah ada salah satunya yang ternyata tak tahu cara nya shalat .
Mereka pun shalat malam bersama membiarkan Coky yang tergelatak di kursi panjang.
"assalamualaikum warahmatullah..... assalamualaikum warahmatullah....."
shalat pun selesai namun Coky belum terbangun
"biarkan saja Coky di sini malam ini ,biar aku yang menemani nya ,kalian masuk saja ke kamar kalian " ucap Gibran seraya mendudukan diri di kursi satu nya
"ya udah deh ,gw juga udah ngantuk banget ini,si Coky juga palingan bablas tidur dia ,lu beneran gak apa-apa di sini?" tanya Rico
"hm ,gak apa-apa " sahut Gibran lagi
"kalau gitu aku juga ke kamar ya " ucap Aranta
"iya " sahut Gibran dengan memberikan senyum nya yang cukup membuat hati siapa pun meleleh melihat nya ,termasuk para gadis yang sedari tadi diam-diam mencuri pandang pada nya .
Akhirnya Aranta dan yang lain pun kembali ke kamar nya ,hanya menyisakan Gibran dan Coky saja ,eh ada Wewe juga
"ehehehehe.....hayo loh kamu ketempuhan anak orang dibikin pingsan ehehehehe...." ucap Wewe
"yah nek ,aku kan gak tahu kejadian nya bakal begini " keluh Gibran
"ehehehehe....iya nenek tahu ....lagipula bener kata temen kamu tadi ,dia langsung tidur ,tuh denger sampai ngorok begitu ,mana ada orang pingsan ngorok ehehehehe....." tutur Wewe
"iya nenek benar ,kalau gitu aku juga mau tidur ,udah ngantuk juga " ucap Gibran seraya merebahkan tubuh nya di kursi yang tak begitu panjang ,tak seperti kursi yang di tiduri Coky ,kedua kaki nya sampai menggantung karena tak muat dengan tinggi tubuh Gibran .
Saat Gibran sudah terlelap pintu kamar terbuka , nampak lah Aranta yang membawa selimut lalu menyelimuti Gibran
"selamat malam " bisik Aranta seraya mengusap kening Gibran lalu pergi kembali ke kamar nya ,Gibran yang sudah terlelap tak tahu akan apa yang Aranta lakukan barusan.
Ketika pagi menjelang
Keadaan pagi yang biasanya hening dan hanya terdengar suara sapu lidi saat menggores tanah dan kicauan burung pun mendadak gaduh, Gibran dan yang lain yang hendak kembali beraktivitas pun menjadi kepo dan penasaran,mereka keluar dari rumah itu dan menanyakan pada warga yang melintas akan apa yang terjadi
"maaf pak itu warga pada kenapa ya ?" tanya Gibran
"itu nak, ada anak hilang " sahut bapak yang melintas
" anak hilang ....."
***
Hai hai 👋👋👋 maaf ya kemarin aku gak up ,biasa lah aku lagi gak mood ,biasa lagi halmud alias hamil muda lagi mabok-mabok nya aku tuh , gegara aku nya yang mual-mual terus otak jadi gak singkron buat mikir ,ini juga aku paksain ,maaf jika alurnya malah bikin membosan kan , insyaallah kedepan nya jika mood ku udah balik aku pasti akan bikin cerita nya jadi makin seru lagi 🙏semoga gak pernah bosan dengan cerita ku ini ya....
__ADS_1
I love you full deh buat kalian yang masih dan selalu setia menunggu 😘