
Tak ada yang tak terkejut saat Aranta mengatakan tak mengenali mereka,kecuali Gibran ,Gibran sudah di beritahu sebelum nya oleh Lasmi ,Nagin ,dan Buto.
"kak...kakak jangan becanda deh kak,masa kakak gak kenal kita?" tanya Ari dengan raut wajah sedih
"Aranta , sayang...kita ini keluarga Gibran ,dan sebentar lagi kamu juga akan menjadi bagian dari kami ,kamu calon istrinya Gibran " tutur Dewi
"Gibran....?"kening Aranta berkerut
"iya Aranta " timpal Nuri
"tidak ,kalian bohong...kalian pasti menculik ku kan ,ini dimana ,cepat keluarkan aku dari tempat ini ,aku ingin bertemu dengan nya " teriak Aranta
"dia siapa?" tanya Gibran yang sedari tadi diam ,dia diam bukan berarti cuek tapi ia sedang memikirkan bagaimana caranya agar Aranta terbebas dari mantra sihir itu
"dia..... di...dia....." Aranta tak dapat menyebutkan nama nya ,karena sungguh alam bawah sadar nya ia tak mengenali sosok pria yang ingin ia temui itu ,tapi suara bisikan yang terus membisikan sesuatu di telinga nya membuat Aranta ingin menemui pria asing tersebut
"cepat pergi....dan temui dia .... dia yang mencintai mu...." bisikan itu terus terngiang-ngiang hingga Aranta pun menutup telinga nya karena merasa terganggu
"jangan dengar kan dia , percayalah kita bukan lah orang jahat ,aku yang menyayangi dan mencintai mu Aranta" ucap Gibran
"huuuuhhuuu.....keluarkan aku dari tempat ini ... kalian jangan mendekat" Aranta tiba-tiba menangis histeris dan menjauh ,hal itu cukup membuat yang lain shock ,terutama Ari
"ma....kenapa kak Ara bisa lupa pada kita , apa kita sudah berbuat jahat pada nya hingga kak Ara lupa ?" tanya Ari dengan mata berkaca-kaca
"kak Ara ....dia terkena ilmu sihir yang bisa mencuci otak nya hingga ia lupa pada kita " sahut Nuri lirih
"apa kak Ara bisa sembuh?"tanya Ari lagi
"insyaallah.... kita bantu kak Gibran dengan doa ya " ucap Nuri ,putri nya pun mengangguk
Dengan segala kerendahan hatinya Gibran menengadahkan kedua tangan nya ,meminta pertolongan dan ampunan pada Allah SWT.
Gibran pun juga melantunkan beberapa ayat-ayat suci Al-Qur'an ,diantaranya surah Al-Ikhlas, Al Baqarah ayat 102 ,Yunus ayat 81-82 ,juga Thaha ayat 69,beserta ayat-ayat lain nya yang mampu menghancurkan sihir dan ilmu hitam lain nya.
Aranta mulai histeris dan menutup telinga nya saat lantunan ayat itu menggema di ruangan itu.
"aaakkkhhh.....tidak ...hentikan itu ....hentikan..." teriak nya
Aranta bahkan menjatuhkan diri nya hingga berguling-guling di lantai kotor berdebu itu
Ari merasa tak tega melihat calon kakak ipar nya seperti itu pun hendak menghampiri Aranta namun di cegah oleh Nuri
"tidak nak, jangan ...Aranta bisa saja menyakiti mu ,biarkan seperti itu nanti juga tenang sendiri " tutur Nuri
dengan terpaksa Ari pun menurut
Nuri pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Gibran ,keduanya bersama-sama membacakan ayat suci Al Qur'an ,hingga akhirnya Aranta mulai sedikit tenang meski masih terdengar rintihan kesakitan dari bibir tipis nya.
Santi ,kucing betina yang berada tak jauh dari Ari pun melompat pada Aranta ,mereka terkejut saat kucing itu menggigit jari Aranta hingga mengeluarkan darah segar .
Rifki hendak menghempaskan kucing tersebut namun Wowo melarang nya
"jangan....biarkan kucing itu melakukan apa yang ingin dia lakukan ,itu akan membantu mengeluarkan sisa ilmu sihir yang masih tertanam pada Aranta "
__ADS_1
"maksud mu kucing itu...." belum sempat Nuri melanjutkan kata-katanya Dewi menyela
"astaga apa yang dilakukan kucing itu ,kucing itu melukai Aranta " seru Dewi panik
"tidak ma...justru kucing itu membantu kita mengeluarkan ilmu sihir pada Aranta " tutur Nuri
"mana mungkin?" tanya nya tak percaya
Tak banyak darah yang keluar ,luka nya pun hanya sedikit ,setelah itu Aranta pun kembali tak sadarkan diri ,nampak asap putih tipis mengepul dari darah yang sudah menetes di lantai ,Santi ,kucing betina itu nampak memamerkan taring nya yang tajam pada asap putih tersebut ,hingga akhirnya asap putih itu hilang tak berbekas bersama mengering nya darah di lantai.
"Aranta ...."dengan cepat Gibran memangku kepala Aranta lalu ia membopong tubuh nya
Setelah itu Aranta di larikan ke rumah sakit ,sebab detak jantung nya semakin melemah.
"kamu harus bertahan untuk ku Aranta " lirih Gibran yang tak pernah melepaskan genggaman tangan nya ,namun genggaman tangan nya terpaksa di lepas sebab Gibran tak di perbolehkan masuk ruangan IGD.
"kamu yang tenang nak , Aranta pasti baik-baik saja " ucap Rifki seraya merangkul pundak anak nya
"iya pa..." sahut Gibran pelan
Tak lama pun dokter keluar
"bagaimana kondisi nya dokter ?" tanya Nuri cepat
"Alhamdulillah pasien tidak apa-apa,hanya saja mungkin karena shock ,ibu dan bapak tak usah khawatir pasien sudah di pindahkan ke ruang rawat .... suster tolong antar keluarga pasien untuk menuju kamar inap " ucap dokter tersebut
"baik dokter,mari pak ,bu...." sahut sister tersebut ramah
Ruang IGD tersebut memiliki pintu lain yang terhubung pada lorong yang akan membawa pasien ke ruangan rawat juga ruangan lain nya .
"mah...gimana kak Aranta masih belum bangun juga?" tanya Ari di sebrang telepon ,Nuri yang tengah menunggui Aranta di rumah sakit pun menjawab
"belum sayang ,kamu doa in saja ,biar Aranta bisa cepat sadar " sahut Nuri
"ya sudah kalau gitu aku tutup dulu telpon nya , sudah masuk jam pelajaran assalamualaikum...." ucap Ari yang tengah berada di sekolah
"waalaikum salam " sahut Nuri ,ia menghela nafas nya
"Gibran cepat lah bawa Aranta kembali" lirih Nuri membatin menatap pada Gibran yang tengah duduk bersila menghadap kiblat dengan tasbih di tangan nya ,mulut nya tak berhenti berdoa dan berzikir
Kedua orang tua Aranta ,Seno dan Thalia pun masih dalam perjalanan ,setelah semalam di beri kabar jika Aranta masuk rumah sakit,sementara Rifki ia juga harus ke kantor sebab pekerjaan nya tak mungkin ia tinggalkan.
Seberkas cahaya putih ke perakan berpendar menyelimuti tubuh Gibran ,Nuri pun menatap haru dan takjub pada anak nya tersebut ,ia tak menyangka jika anak nya bisa lebih dari dirinya dalam hal seperti itu.
Di alam bawah sadar Aranta
"percayalah Aranta ,dia bukan lah aku ,akulah Gibran yang asli, Adnan mu ,ayo kita pulang ?" ajak Gibran
"tidak ... dia yang bohong,aku yang asli ,ikut lah dengan ku ,bersama ku kamu akan selalu bahagia ,jangan dengarkan dia " seru seorang pria yang wajah da suaranya mirip Gibran
Aranta terdiam ,ia bingung untuk percaya pada siapa , dua-duanya mirip ,bahkan suara pun tak bisa dia bedakan.
"Demi Allah dan Rasulullah ,percayalah Aranta , akulah yang asli,aku dan dia mungkin mirip dan sangat mirip tapi aku yakin kamu pasti dapat membedakan mana yang asli dan mana yang palsu ,sebab semirip-mirip nya seseorang bahkan yang kembar sekalipun pasti akan ada bedanya ,gunakan hati mu untuk menentukan yang mana asli dan bukan ,sebut nama Allah maka Allah akan menujukan pada mu" ucap Gibran ,Aranta pun menoleh pada Gibran
__ADS_1
"tidak .... jangan dengarkan dia " teriak pria satu nya
"ayo lah kita pergi dari sini ,ikut dengan ku" teriak nya lagi
"diam....biarkan aku memilih " sentak Aranta
Gadis itu menundukan kepala sambil memejamkan mata nya ,dalam hati ia mengucapkan kalimat takbir
"Ya Allah....Engkau Maha Besar ,Maha Tahu, Maha Segalanya,tunjukan lah padaku siapa Adnan yang asli ,Adnan yang aku cintai ,tunjukan lah mana Adnan ku , ALLAHU AKBAR.... ALLAHUAKBAR ..... ALLAHUAKBAR....." Aranta mengucapkan kalimat takbir itu dengan lantang ,lalu ia membuka mata nya melihat pada Gibran asli yang tersenyum menyebut ,sementara pria yang mirip Gibran kini berubah menjadi sosok pria yang tak lain dan tak bukan adalah Arkan ,namun saat ini Arkan yang ia lihat di kontrakan nya waktu itu berbeda dengan Arkan yang sekarang ,tampilan nya sungguh membuat bulu kuduk berdiri ,bagaimana tidak ,tubuh nya di selimuti bara api dengan mata yang hampir sama merah nya dengan api ,serta lidah nya yang tiba-tiba menjulur memanjang hendak meraih Aranta ,namun Aranta yang sadar akan hal itu pun menghindar dan berlari ke arah Gibran ,Gibran pun menarik Aranta ke belakang tubuh nya
"Adnan...makhluk apa itu?" tanya Aranta degan suara bergetar
"jangan takut ada aku di sini , ayo bantu aku agar dia tak bisa lagi mengganggu kita terutama kamu " ucai Gibran
"bagaimana caranya ?"tanya Aranta
"kita berdoa bersama-sama meminta perlindungan pada Allah SWT" sahut Gibran lalu memfokuskan diri pada sosok Arkan yang kini sudah berjarak satu meter dari nya
"kurang ajar ,kenapa kamu selalu mengganggu usahaku ,serahkan gadis itu padaku ,masih banyak gadis-gadis lain di luaran sana yang bisa kamu jadikan istri " ucap Arkan
"huh....apa gak salah kamu bicara , seharusnya aku yang mengucapkan itu ,masih banyak gadis-gadis lain kenapa kamu malah menginginkan Aranta" balas Gibran
"kep*rat.....kalau aku tak bisa mendapatkan nya maka siapa pun termasuk kamu juga tak akan mendapatkan nya ,kalian berdua sebaiknya kuhabisi saja " teriak Arkan murka
Saat Arkan hendak menyerang Gibran cahaya putih keperakan yang berasal dari cincin tembaga yang di kenakan Gibran pun lebih dulu menyambar tubuh Arkan,hinga tubuh nya terdorong beberapa langkah ke belakang.
Tak hanya itu ,lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang Gibran dan Aranta bacakan membuat tubuh nya yang terbalut kobaran api terasa terbakar
"aaakkkkhhh.....apa yang kamu lakukan pada ku ,....aku tak pernah kalah ,siapa kau sebenarnya"teriak Arkan
"siapa pun aku,aku minta jangan pernah lagi menganggu ku juga Aranta termasuk keluarga kami , karena jika itu sampai kamu lakukan aku tak akan menjamin apa yang akan terjadi pada mu " ucap Gibran
"hahahaha....kamu fikir aku akan takut dengan ancaman mu itu ,cuuiihhh.....jangan harap " Arkan meludah ke samping
"baiklah sepertinya iblis seperti mu memang tak bisa di beri kesempatan" ucap Gibran
Gibran pun kembali membacakan ayat-ayat Al-Qur'an tanpa henti , dan itu sukses membuat Arkan kewalahan bahkan ia semakin lemas .
"Ya Allah aku serahkan pada Mu ,hanya Kau lah yang sepantas-pantas nya menghukum iblis itu " lirih Gibran
Tak lama setelah Gibran berucap seperti itu ,sebuah lubang hitam tiba-tiba terbuka
"ayo kita pulang " ajak Gibran pada Aranta
"iya ..." sahut Aranta mengangguk
"pegang lah dengan erat " Gibran menjulurkan tangan nya ,tanpa ragu Aranta pun menyambut nya lalu menggenggam erat tangan Gibran
Keduanya lalu melangkah menuju lubang hitam itu
"tidak kalian tidak boleh pergi.... aaakkkhhh...." teriak Arkan saat sebuah cahaya tiba-tiba menyambar tubuh nya ,sosok banaspati yang selama ini bersemayam di tubuh Arkan pun keluar beserta kilatan cahaya putih yang tadi menyambar nya
"ti....tidak..." lirih nya ,tatapan nya mendadak sayu melihat kepergian Aranta dan Gibran yang hilang di telan lubang hitam itu
__ADS_1
***