
Proses belajar mengajar kembali di mulai ,meski ke gaduhan tentang tukang yang terluka masih terdengar .
Para siswa pun sudah di himbau untuk tidak panik dan tegang ,akan tetapi tetap saja ketegangan bisa terlihat dari raut wajah masing-masing, tak di pungkiri Bu Fuji sendiri ,beliau terlihat gagal fokus dalam mengajar ,nampak nya beliau masih shock melihat darah dan potongan tangan tukang itu yang tergeletak tak jauh dari korban .
Hingga akhirnya Bu Fuji mendapat pemberitahuan jika proses belajar mengajar untuk sementara di berhentikan dulu ,untuk proses penyelidikan pihak kepolisian .
Semua siswa pun segera memenuhi koridor dan berjalan bersama-sama untuk segera pulang ,namun berbeda dengan ku ,aku yang penasaran akan sosok kakek tadi pun memutuskan untuk mencari nya ke kebun belakang .
"hey...mau kemana ,jalan pulang tuh ke sana ,bukan nya ke sini" Riswan menarik tangan ku
"aku ada urusan dulu ,kamu pulang lah duluan ,nanti supir jemput " ucap ku seraya berlalu meninggalkan nya
Setelah sampai di kebun belakang ,aku melihat beberapa pekerja sudah membereskan kekacauan sudah ada dua orang polisi juga si sana .
"maaf dek, mau apa berada di sini ,orang yang tak berkepentingan di larang masuk area ini ,apalagi pelajar seperti mu" tegur salah satu anggota polisi
"eh ...ini pak ,tadi aku kehilangan gantungan kunci ,sudah di cari-cari ke setiap tempat gak ada ,takut nya jatuh di sini pas lihat kejadian tadi ,jadi gak apa-apa kan pak saya cari sebentar " ucap ku terpaksa memberi alasan palsu
"hanya gantungan kunci kan bisa beli lagi" ucap nya
"iya sih ,tapi itu gantungan kunci nya pemberian orang pak ,gak enak kan kalau harus hilang ,apalagi gantungan kunci itu buatan tangan nya ,jadi susah di cari ke toko mana pun" alasan ku lagi
"ya sudah boleh ,tapi kalau tidak ketemu harap segera pulang ya" akhirnya polisi itu memberi ku izin
"baik pak " sahut ku
Aku pun segera berlagak sedang mencari sesuatu ,walau sebenarnya aku memang sedang mencari sosok kakek berjanggut panjang .
"kek....kakek dimana ....muncul dong aku mau kenalan " batin ku
"kek...." panggil ku lagi
Namun sosok itu tak pernah menujukan diri nya
"gimana dek sudah ketemu ?" tanya polisi itu kembali menghampiri ku
"belum pak, duh ini gimana ya " ucap ku
"begini saja ,kamu pulang saja ke rumah ,nanti saya akan bantu mencarikan benda itu ,jika memang benda itu terjatuh di sekitar tempat ini ,pasti akan bisa ketemu" polisi itu nampak membujuk ku
"baiklah pak ,maaf jadi ngerepotin bapak " ucap ku jadi merasa tak enak ,bagaimana kalau polisi itu benar-benar membantu mencari benda yang sama sekali tak ku punya
''haduh kacau " batin ku
"tidak apa-apa ,sudah jadi kewajiban kami para polisi untuk membantu " ucap nya lagi
"tapi pak sepertinya gantungan kunci saya tak jatuh di sini , mungkin saya lupa menyimpan nya " ucap ku lagi
"kamu ini gimana sih ,tadi bilang nya jatuh sekarang bilang nya lupa " sahut pak polisi itu lagi
"maaf pak ,kalau begitu saya permisi, assalamualaikum" ucap ku tak ingin memperpanjang rasa bersalahku karena telah berbohong
"Allah ...maafkan aku " batin ku
"waalaikum salam..." sahut nya
Aku pun segera menuju ke halte dekat sekolah untuk menunggu jemputan ,karena tadi aku sudah menghubungi mang Ujang untuk segera menjemput ku .
Saat aku tengah menunggu sekelebatan bayangan melintas di belakang ku ,sontak aku pun menengok ,namun tak ada siapa-siapa.
"nek ,nenek lihat sesuatu di dekat ku ?" batin ku bertanya pada nek Wewe
"ehehehehe.....kakek itu tengah memperhatikan mu cu....tapi rupanya ia takut pada nenek jadi tak mau mendekat ehehehehe ...." jawab nek Wewe
"lah kok bisa " batin ku
"enak saja siapa yang takut pada mu dasar nenek peyot" hardik kakek yang dari tadi ku cari sosok nya kini berada tepat di samping ku
"ehehehehe......tak sadar diri ,sendiri nya pun juga sudah peyot ehehehehe....." ucap nek Wewe tersenyum mengejek
"kau...."
"udah sih sesama jenis juga kenapa malah ribut " seru ku dalam hati ,karena keadaan di sekitar ku masih ramai .
"kau bisa berkomunikasi dengan kami?" tanya nya pada ku
"tentu " sahut ku singkat
"hm........" sosok kakek itu nampak manggut-manggut memperhatikan ku
__ADS_1
"ada apa kek?" tanya ku
"kau...istimewa rupa nya " gumam nya
"maaf kek ada yang ingin aku tanyakan " ucap ku membuat sosok kakek itu menatap ku tajam
"apa yang ingin kamu tanyakan ?" tanya nya
"apa terluka nya tukang tadi ada campur tangan dari kakek?" tanya ku hati-hati
"hm.... hahahaha....." sosok kakek itu malah tertawa terbahak-bahak
"kenapa malah ketawa " batin ku
"hahaha....aku mbah Jambrong ,orang tadi sudah merusak rumah ku ,dia bahkan mengotori nya dengan air kencing nya sediri,dia sudah berlaku tak sopan ,dia pantas mendapatkan hukuman dari ku " jawab nya
"begitu ya...tapi kenapa malah di buat terputus tangan nya kan kasihan kek ,dia juga melakukan itu karena tuntutan pekerjaan nya" tutur ku
"hm.... hahahaha....terserah saya dong mau di buat seperti apa orang itu hahahaha....."
"heeeeehhh....apa kakek gak bisa pindah gitu ?" tanya ku
"pindah kemana ,aku sudah tinggal di sana sudah ribuan tahun yang lalu sebelum tanah di sini di jadikan kuburan lalu berubah jadi bangunan sekolah seperti saat ini ,seenak nya saja main usir-usir sembarangan " jawab nya
"atau gini saja kek, gimana kalau kakek pindah nya ke sebelah pojok lapangan basket sana ,di sana kan ada batu lumayan besar juga ,kan masih di area sini juga " ucap ku memberi usul
"yang sering dibuat duduk orang-orang ? gak mau ,di sana panas ,juga berisik " tolak kakek yang mengatakan dirinya Mbah Jambrong
" yang adem terus sepi ada sih , kalau gak toilet ya perpustakaan ,tapi masalahnya perpustakaan nya kan mau pindah ke lahan yang sekarang sedang di bangun " ucap ku pelan
"toilet bau ,saya gak mau tinggal di sana " tolak nya lagi
"gini saja deh kek ,kakek nanti tinggal di perpustakaan yang baru saja ,sekarang kakek sabar aja nunggu ruangan itu jadi, itung-itung jagain perpustakaan kan ,untuk sementara kakek legowo saja rumah kakek mereka obrak-abrik, tapi jangan buat orang lain terluka lagi " ucap ku
"hm.....ya sudah saya ikutin saran kamu ,kalau begitu saya mau ikut memantau pekerjaan mereka " sosok kakek itu pun langsung menghilang
"ehehehehe....sekarang kamu tak penasaran lagi kan pada nya ehehehehe....." ucap nek Wewe
"iya nek , jadi itu yang nama nya Mbah Jambrong seperti yang di katakan Jejen (hantu toilet)" gumam ku
"ehehehehe.....itu jemputan mu sudah datang ehehehehe...." tunjuk nek Wewe pada sebuah mobil Avanza hitam lalu berhenti tepat di depan ku
"Adnan tunggu...."
Aku pun menoleh
"ya..."
"boleh aku nebeng pulang ,jemputan aku gak bisa datang kata nya ban nya bocor , jadi harus masuk bengkel" sahut nya
"kamu....namanya siapa ya ,lupa ?" tanya ku
"iih kamu masa lupa sih ,kan baru pagi tadi kenalan juga " ucap nya sebal
"maaf ,tapi emang aku lupa " sahut ku apa adanya
"ya udah aku ulangi sekali lagi ya ,kenalin nama ku Kiara " ucap nya seraya menjulurkan tangannya
"oh ok akan aku ingat " sahut ku seraya memasuki mobil ku
"eh tunggu jadi gimana ini ,aku boleh gak nebeng pulang" tanya nya lagi
"kamu tinggal di Kiara condong kan ?" dia mengangguk
"kok tahu " jawab nya
"karena nama mu dan tempat tinggal mu sama ,jadi kita berbeda arah ,maaf ya aku gak bisa kasih tebengan ,dan sepertinya mobil mu baik-baik saja tuh " tunjuk ku pada sebuah mobil sedan yang juga tak jauh dari tempat ku .
"i...itu...itu bukan mobil aku kan mobil aku masuk bengkel" jawab nya terbata
"masa sih ,tapi tadi aku lihat kamu berbicara dengan pengemudi nya , jangan berbohong karena itu dosa , assalamualaikum" ucap ku lalu segera meminta mang Ujang buat segera melajukan mobil nya
"wah ...den Gibran ini lucu juga ya ,kirain mamang mau gombalin eh gak tahu nya mamang salah , tapi bagus juga sih tegas juga sadis " ucap mang Ujang seraya mengemudikan mobil
"karena aku tak suka sama orang yang suka berbohong untuk mencapai sebuah tujuan mang,aku tahu dia berbohong masalah mobil nya " jawab ku seraya menempelkan punggung di sandaran kursi lalu memejamkan mata ku .
Setelah beberapa saat kemudian aku pun sampai rumah .
"makasih ya mang ,aku masuk dulu "
__ADS_1
"iya den " sahut mang Ujang
"assalamualaikum....." ucap ku saat memasuki rumah
Rumah nampak sepi karena mungkin nenek dan mama belum kembali dari pemakaman .
Aku pun bergegas menuju kamar dan segera mengganti pakaian ku
"di rumah sendirian sepi juga ,nek Marni mungkin di rumah nya ,apa aku ke kantor papa saja ya ,sudah lama juga aku gak kesana" gumam ku
Aku pun segera beranjak dari tempat ku lalu meminta mang Ujang mengantarkan ku ke kantor .
Sesampainya aku di depan kantor papa ,aku langsung di sambut hangat pak satpam yang berjaga ,namun saat sudah sampai di depan meja resepsionis ,aku malah di cegat
"maaf ,ada keperluan apa ya ?" tanya seorang wanita yang duduk di balik meja resepsionis
"saya mau ketemu sama pa...pak Rifki " ucap ku aku yakin mbak ini merupakan pegawai baru ,karena aku juga baru melihat nya
"apa sudah ada janji ?" tanya nya
"belum ,tapi apa mesti buat janji dulu?" tanya ku
"iya ,karena pak Rifki berpesan untuk tidak mengizinkan sembarang orang untuk menemui beliau " ucap nya
Aku tersenyum sebab apa yang di lakukan mbak resepsionis nya memang sudah menjadi peraturan perusahaan .
"sebaiknya kamu kembali lagi nanti jika sudah buat janji " ucap nya lagi
"tapi mbak...." belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku , aku melihat papa berjalan keluar bersama laki-laki seusia papa , di belakang nya ada dua orang wanita yang pakaian nya sangat minim ,terlihat juga papa sangat tak nyaman .
"gak sopan banget " gerutu ku
"jaga ucapan nya ya ,itu tuh klien penting di sini jangan sampai mereka mendengar nya " tegur mbak resepsionis pada ku
"loh Gibran ...kamu disini ,bukan nya kamu harus nya masih berada di sekolah ?" tanya papa saat melihat ku
"assalamualaikum" ucap ku seraya mencium punggung tangan papa
"waalaikum salam " sahut papa
"iya pa,di sekolah ada insiden jadi para murid di bubar kan , kami juga di liburkan untuk beberapa hari " sahut ku
"maaf pak ini...." tanya mbak resepsionis menujuk pada ku
"ini anak pertama saya " jawab papa
"hah..."
"memang nya insiden apa ?" tanya papa
"ada lah nanti aku ceritain ,papa mau kemana?" tanyaku belum juga papa menjawab ku rekan kerja papa sudah menyahut
"jadi ini anak nya pak Rifki itu ,wah tak kalah tampan dengan bapak nya ya ,gimana kalau kita perbesar perusahaan kita dengan menjodohkan kedua anak kita ,perusahaan kita akan menjadi semakin besar " ucap teman papa
"wah saya sih tergantung anak nya saja ,kan yang menjalaninya juga anak-anak kita sebagai orangtua hanya bisa mengarahkan dan mendoakan yang terbaik ,gimana nak ?" tanya papa
"maaf ,saya belum terpikirkan ke arah sana,lagipula saya masih sekolah " ucap ku secara tak langsung menolak nya
"hahaha....bukan berarti nikah sekarang ,kan bisa nunggu sampai lulus nanti " ucap nya
"maaf pak ,saya tidak bisa " tolak ku langsung
"hm...baiklah mungkin untuk saat ini kamu bisa menolak karena belum melihat putri ku ,tapi nanti setelah melihat kamu pasti akan langsung jatuh hati " ucap nya lagi sangat percaya diri
"insyaallah jodoh sudah ditentukan Allah,kalau begitu saya pamit , assalamualaikum" ucap ku langsung pergi meninggalkan papa dan rekan kerja nya
"maafkan anak saya ,dia memang paling sensitif dengan hal berbau perjodohan " ucap papa yang masih bisa ku dengar
"iya tak masalah ,anak seusia mereka memang masih labil ,ya sudah kalau begitu saya pamit ,terima kasih sudah diantar sampai sini"
Aku diam bukan untuk mendengarkan ucapan mereka ,hanya saja aku sengaja menunggu karena ingin pergi ke ruangan papa bareng.
Aku berdiri di loby sambil menunggu papa ,namun tiba-tiba aku merasa bulu kuduk ku merinding ,hingga akhirnya
"coba saja kamu takuti anak ku ,bukan nya takut dia malah akan menertawakan mu " suara papa membuat aku menengok ke belakang ku ,akan tetapi saat aku menengok mataku terbelalak melihat sosok hantu di depan ku ,sontak aku tertawa
"HAHAHAHA......."
***
__ADS_1