
Saat Seno tengah kebingungan beberapa petugas kebersihan datang memasuki ruangan rawat itu dengan membawa beberapa alat kebersihan.
"loh bapak sedang apa di sini?" tanya salah satu petugas kebersihan
"loh justru saya yang mau tanya ,kalian mau apa masuk ruangan ini ,apa gak salah masuk?"tanya Seno
para petugas kebersihan pun saling lirik
"kami mau membersihkan ruangan ini pak,karena pasien yang di rawat di sini sudah pulang beberapa menit yang lalu" tutur salah satu petugas kebersihan
"hah....pulang....kapan....kok saya tidak tahu?" tanya Seno terkejut
Ia pun memperhatikan ruangan itu yang memang sudah tidak ada barang atau benda milik nya maupun Aranta
"jadi...mereka sudah pulang?" tanya Seno lagi
para petugas kebersihan pun mengangguk
"haduh...kok aku malah ditinggal ,ga bener ini" gumam nya seraya menepuk kening nya
"ya sudah kalau begitu silahkan dilanjut acara bersih-bersih nya ,saya permisi mau nyusul anak dan istri saya " ucap Seno lalu beranjak keluar ruangan ,akan tetapi saat Seno hendak membuka pintu ,pintu lebih dulu terbuka
Duk'
"aduh biung.....jidat ku...." rintih Seno mengaduh kesakitan seraya memegangi kening nya yang terasa ngilu dan panas
"astaga....kamu kenapa?" tanya Thalia
"kenapa...kenapa...sakit tahu kena pintu ,kenapa main buka pintu saja kenapa gak ketuk dulu ,duuuh....sakit " keluh Seno ia yang kesal karena sudah ditinggal pun bertambah kesal sebab terantuk pintu yang disebab kan oleh istri nya sendiri
"maaf....gak sengaja....aku tadi buru-buru ,maaf juga tadi aku lupa kamu di kamar mandi , jadi kamu tertinggal" ucap Thalia merasa tak enak
"aku gak marah kok hanya saja sedih ,kenapa gak ada yang memperdulikan ku yang sedang sakit perut ini,bukan nya di perhatiin malah di tinggal " ucap Seno lirih
"ya...maaf .... masih sakit perut nya ?"tanya Thalia
"enggak sakit nya sudah pindah ke sini" sahut Seno memegangi kening nya
"ya ampun ,kasihan ... maafin aku ya ...sini aku tiupin,pasti sakit ya..." Thalia yang merasa bersalah pun tak memperhatikan situasi ,padahal dari tadi ada tiga petugas kebersihan yang memperhatikan mereka seraya menahan tawa
"astaga.... ini mah mirip telur puyuh ,ya ampun pasti kenceng banget ya tadi duh ..." lagi-lagi Thalia merasa bersalah ,ia pun hanya meringis sambil meniupi benjolan sebesar telur puyuh si kening suami nya
Sementara Aranta dan yang lain tengah menunggu mereka di lobby rumah sakit
"ini mama kok lama banget ya,perasaan jarak dari kamar itu gak terlalu jauh deh " ucap Aranta sambil menyandarkan punggung nya pada tembok
"mungkin sedang mencari papa mu ,kita tunggu saja ya ,kamu tidak apa-apa kan ,gak pusing ?" tanya Nuri
"gak kok Tante "sahut Aranta
Saat tengah menunggu tiba-tiba tongkat besi bergerak ke arah mereka ,namun sepertinya hanya mereka bertiga saja yang melihat nya karena orang-orang yang berlalu lalang bersikap seakan tak melihat nya kalau pun melihat pasti ada salah satu atau banyak yang berhenti berjalan bahkan melompati tongkat besi tersebut.
"astaga...lagi...." lirih Aranta ,Gibran yang mendengar pun menengok
"apanya yang lagi?" tanya Gibran
"semalam ada sosok hantu tanpa kepala mengganggu ku ,ia bahkan hendak melempar ku dengan tongkat besi itu " tutur Aranta menujuk benda itu dengan dagu nya
__ADS_1
"hantu tanpa kepala...yang tadi kita lihat?" tanya Nuri
"iya Tante " sahut Aranta
"huh...perlu di kasih pelajaran tuh hantu berani nya gangguin kamu ,kita lihat saja hantu itu pasti akan kebingungan karena kehilangan tongkat besi nya
"apa yang mau kamu lakukan?" tanya Nuri dan Aranta bersamaan
"cie....kompak " seru Gibran
'' ya iya lah sebagai calon menantu dan calon mertua yang baik kita harus kompak ya " sahut Nuri melirik Aranta
Aranta yang tersipu pun hanya meringis senyum
"nek ...nenek umpetin deh itu tongkat besi nya,kasihan kalau nanti ada hantu lain yang terpeleset kan bisa jatuh" batin Gibran
"ehehehehe.....baiklah " Wewe pun menyembunyikan benda tersebut pada sela-sela pepaya gantung nya yang panjang menjuntai hampir menyentuh lantai
Untung nya dulu Nuri sudah membuat kan pakaian khusus dibantu seorang paranormal nyentrik yang bernama Laras ,Nuri sengaja memakai kan pakaian khusus untuk Wewe gombel itu sebab makhluk halus tersebut juga yang mengasuh Gibran ,jadi Nuri tak ingin Gibran terkontaminasi oleh pepaya gantung milik makhluk halus tersebut.
"iiihhh....."Aranta bergidik saat melihat nya
Benar saja tak lama setelah Wewe menyembunyikan benda itu sosok hantu tanpa kepala muncul dengan berjongkok meraba-raba lantai
"hahaha....bingung-bingung deh siapa suruh iseng banget ,udah jadi hantu juga " gumam Gibran
"Gibran....Gibran...." lirih Nuri melihat tingkah anak nya
Sosok hantu tanpa kepala tersebut bergerak semakin mendekat pada Gibran ,Gibran pun berjongkok berpura-pura membetulkan tali sepatunya sebab banyak orang juga di sana
"kamu ngapain semalam ganggu Aranta?" tanya Gibran pelan
"mungkin dia gak bisa bicara ,kepala nya saja gak ada " ucap Aranta pelan
"iya juga ya..." kemudian Gibran pun mencoba melihat masa lalu hantu tersebut
Gelap .... hanya kegelapan yang Gibran lihat di sekitar nya ,namun suara besi berjatuhan membuat Gibran melangkah menuju arah suara
Sebuah lorong rumah sakit yang nampak masih terlihat seperti bangunan lama ,tembok nya pun terlihat mengelupas cat nya di beberapa sudut ruangan
Samar Gibran mendengar suara orang berbicara
"pokok nya kalau mau rumah sakit ini makin maju pesat kita harus menumbalkan seseorang " ucap seseorang wanita yang Gibran sendiri tak mengetahui siapa orang nya
"ya sudah terserah lah ,tapi jika ada sesuatu aku tak mau ikut campur ,jangan pernah libatkan aku apapun yang terjadi ,mengerti "sahut seorang pria
keadaan pun berubah kini Gibran berada di ruangan lain ,seperti ruangan operasi dengan didominasi dinding berwarna putih
Seorang laki-laki bertubuh tegap tengah tergeletak di blankar dengan dua orang yang berdiri tak jauh dari blankar tersebut
"sekarang waktu nya " ucap pria tua yang berdiri memegangi keris
Ada dua orang di sana ,wanita dan laki-laki yang usia nya bisa diperkirakan tujuh puluh tahunan atau lebih ,dengan pakaian serba hitam nya laki-laki itu pun berkomat-kamit membaca mantra
Tanpa ragu si wanita tersebut mengg*r*k leher laki-laki yang sudah berbaring tak berdaya itu
Grroookk..... grroookk....
__ADS_1
suara seperti orang ngorok pun terdengar dari tubuh yang terpenggal itu
Darah segar pun mengalir deras dari bekas luka sayatan di leher nya ,jatuh meluncur ke bawah dengan sebuah ember yang sudah siap menampung darah tersebut
Cipratan darah nya pun sampai mengenai wajah si wanita yang nampak seperti psikopat ,tak ada raut takut atau pun tak tega ,yang ada hanya menujukan kebengisan.
Hingga kepala itu pun terputus dari badan nya ,lalu kepala tersebut dibungkus kain putih yang merupakan kain kafan lalu dibawa pergi oleh si laki-laki tua itu.
"aki...tunggu ...ini tubuh nya kemana kan?" tanya si wanita
"terserah ,kita hanya memerlukan kepala dan darah nya saja , tapi kalau bisa sembunyikan tubuh nya ,jangan sampai ada yang tahu " ujar laki-laki yang dipanggil aki tersebut
"lalu itu kepala nya mau dikemanakan?" tanya nya lagi
"akan ku tanam di bagian depan bangunan rumah sakit ini ,dan akan aku beri tanda pohon palem merah ,ingat jangan ada yang mengusik apalagi menebang pohon itu ,jika sampai itu terjadi semua kesuksesan rumah sakit ini akan hancur " ucap laki-lakinya tua itu
"dan satu lagi ,jangan ganggu ritual ku ,selama proses ritual berlangsung ,kamu aman kan tubuh nya " setelah mengatakan hal itu si laki-laki pun pergi meninggalkan si wanita yang tengah kebingungan mencari tempat untuk menyembunyikan jenazah tanpa kepala itu
Gibran pun melihat si wanita tersebut membawa tubuh tak bernyawa itu dengan mendorong blankar ke sebuah ruang yang masih dalam proses renovasi.
"ruangan ini...." tubuh Gibran terpaku seakan ada sesuatu yang menahan nya
Karena Gibran tak bisa masuk ,Gibran pun menggunakan mata batin nya untuk bisa melihat
Tubuh tanpa kepala itu rupanya di tanam atau di kubur di lantai namun karena terburu-buru wanita itu tak sengaja menjatuhkan sebuah tongkat besi , tak ingin mengambil nya ,wanita itu lalu menumpahkan cairan semen setelah itu di timbun tanah untuk menyembunyikan semen tersebut.
"huuuh... akhirnya....aku yakin tak akan ada siapa pun yang akan curiga karena besok lantai nya akan di cor lalu di pasang keramik " gumam wanita tersebut
Gibran pun terbangun ,dan mendapati dirinya sudah dikelilingi banyak orang termasuk Nuri ,Aranta , Seno dan Thalia
"bagaimana?" tanya Nuri ,mama nya tahu apa yang Gibran alami barusan
"kita bicarakan nanti di rumah " sahut Gibran ,ia tak ingin gegabah dalam mengambil sikap ,makanya ia enggan membahas apa yang ia alami dan lihat baru saja
"nek ,kembalikan tongkat besi nya" ucap Gibran membatin
"ehehehehe....baiklah ....." Wewe pun memberikan tongkat besi itu pada sosok tanpa kepala yang masih mencari benda tersebut
"ehehehehe.... kamu bersabarlah cepat atau lambat kepala mu akan ketemu ,jangan mengganggu orang lagi ok ehehehehe...." ucap Wewe pada sosok hantu tanpa kepala itu
Setelah itu sosok hantu tersebut menghilang ,entah hantu itu mengerti atau tidak apa yang diucapkan Wewe.
Semua orang yang tadi penasaran pun akhirnya membubarkan diri setelah melihat Gibran sudah sadar.
"Ya sudah yuk kita pulang ,kamu gak apa-apa kan ,gak lemes" tanya Nuri
"gak kok ma...tenang saja aku sudah biasa kok " jawab Gibran
"memang nya tadi kamu kenapa,kamu bikin aku khawatir tau gak" tanya Aranta
"aku gak kenapa-kenapa kok ,hanya saja aku habis jalan-jalan" jawab Gibran membuat Aranta kebingungan
"jalan-jalan apa nya kamu tuh tadi pingsan tau" seru Aranta ,namun Gibran malah tersenyum
***
__ADS_1
Yuk mampir dan dukung juga cerita ku yang baru, jangan lupa tandai favorit ya ,like,dan komentar nya ditunggu,kalau berkenan vote ,bunga ,atau kopi juga kasih bintang juga , tidak juga tak apa-apa ,cukup like saja othor kaleng-kaleng sudah seneng kok.
😘😘😘🙏