The INDIGO

The INDIGO
Kedatangan keluarga Wulan


__ADS_3

Setelah aku mengetahui fakta lain tentang Bu Wulan, aku pun berpamitan ,aku tak langsung pulang ke rumah melainkan ke kantor papa .


Tiba di kantor ,hantu Merry tiba-tiba muncul dan hendak memeluk ku namun dengan cepat aku menghindar ,al hasil Merry malah memeluk pak satpam .


"kenapa jadi merinding begini " keluh pak satpam


"pak saya permisi ke dalam dulu" ucap ku pada pak satpam nya


"iya tuan muda ,silahkan "


"sudah berapa kali aku katakan jangan panggil aku dengan kata itu ,panggil Adnan saja ,ya sudah saya permisi, assalamualaikum"


"waalaikum salam"


Aku benar-benar merasa tak nyaman dengan sebutan para karyawan di sini , aku juga sering memberitahu mereka untuk memanggilku nama saja tanpa embel-embel kata tuan muda ,tapi tetap saja mereka memanggilku begitu .


"iih....yey malah menghindar kan eyke jadi salah peluk mana bau asem lagi ,iiihh...bete " Merry mencak-mencak di samping ku


"lain kali jangan seperti itu lagi , kamu fikir aku itu cowok apaan mau di peluk hantu bencong kaya kamu ,dipeluk hantu cantik aja aku gak mau " ucap ku membatin


"iiihh..... dasar nyebelin gak anak nya gak bapak nya susah banget di peluk " ucap nya memberengut


Aku pun berjalan terus menuju ruangan papa tanpa menghiraukan ocehan Merry ,banyak dari para staf yang menyapa ku ,namun aku hanya menanggapi nya dengan senyum seadanya saja .


hingga tiba di ruangan papa ,aku masuk setelah lebih dulu mengetuk pintu nya


"assalamualaikum"


"waalaikum salam " aku segera meraih tangan papa dan menyalimi nya


di ruangan itu ternyata papa tak sendiri,ada dua orang staf yang salah satunya membawa berkas ,kedua nya menundukan kepala seraya tersenyum,aku pun membalas senyuman mereka sekedar nya


"papa lanjutkan saja aku tunggu di sini" ucap ku yang tak ingin mengganggu pekerjaan papa


"ya sudah sebentar ya " papa pun kembali pada kedua staf nya


Tak lama kemudian kedua staf itu pun keluar ,papa langsung berjalan menghampiri ku


"ada apa ,sepertinya ada yang mau kamu katakan" tanya papa yang bisa langsung menebak jika ada sesuatu yang aku ingin bicarakan


"itu...apa?" tanya papa menujuk amplop putih berlogo nama sebuah rumah sakit


"oh ini ...hasil tes DNA"


"hah ,secepat itu ?" seru papa tak percaya


"iya ,aku minta bantuan paman Ryan jadi gak butuh waktu lama , aku juga udah menguras uang tabungan ku lho pa untuk biaya tes DNA nya ,tapi aku bersyukur karena melihat hasil nya yang negatif ,papa bukan ayah biologis Rendi " ucap ku seraya memberikan amplop itu


"ya tentu saja negatif lah ,emang kamu fikir papa itu laki-laki macam apa , papa gak mungkin mengkhianati mama kamu ,buat papa mama mu itu anugerah terindah yang Tuhan ciptakan untuk papa ,jadi mana mungkin papa sia-sia kan " sahut papa lalu membuka amplop nya


"ya sudah kalau gitu kita pulang sekarang ,papa sudah tak sabar ingin membuat wanita itu pergi dari keluarga kita " ucap papa


"tapi gimana dengan pekerjaan papa ?" tanya ku


"biarkan para asisten papa saja yang kerjakan " sahut papa


"kalau mereka berkhianat bagaimana ,bukan mau suudzon pa... kita kan gak tahu dalam nya hati orang,sedikit berhati-hati tak apa kan " tutur ku sebelum papa salah faham dengan ucapan ku


"tenang saja ,ada Merry yang akan mengawasi mereka ,jika mereka macam-macam Merry pasti bertindak " ucap papa seraya membereskan barang-barang di meja nya.

__ADS_1


"iya...kalian tenang saja selama ada eyke ,kantor ini akan aman dari para pengacau "


"tapi kemarin kamu kecolongan " seru ku


"hehehe...itu sih di luar kendali eyke ciiiiinnn,sekarang eyke bakal lebih jeli lagi ,janji deh " ucap nya


"ya ...ya ...ya ...ya sudah kita pulang dulu " papa pun mengajak ku segera keluar dari ruangan nya


Seperti biasa para staf dan karyawan menundukan kepala saat kami berjalan melewati mereka .


Akan tetapi saat kami baru saja keluar dari kantor kami di kejutkan dengan suara berdebam keras , seperti suara ledakan ,terdengar juga suara orang-orang berteriak bersahutan .


"astaghfirullaah....ada apa ini?" lirih ku


"entahlah ,ayo kita lihat " ajak papa mengikuti orang-orang yang berlarian


Ternyata sebuah ruko berlantai dua yang terletak beberapa ratus meter dari kantor papa mengalami kebakaran .


"astaghfirullaah halazim.....ini kenapa bisa jadi seperti ini?" lirih papa ,kita berdua menyaksikan betapa dahsyatnya api itu melalap ruko tersebut ,asap tebal pun sudah membumbung tinggi.


terlihat beberapa orang mencoba mematikan api dengan alat alakadar nya sementara menunggu mobil damkar datang ,tak lama kemudian mobil damkar pun datang dan segera


mematikan api tersebut .


Saat tengah memperhatikan bangunan ruko yang nampak sudah di selimuti api aku melihat dua sosok yang terlihat menatap sendu ke arah ruko yang terbakar ,dari luka yang terlihat seperti nya kedua nya itu merupakan korban dalam kebakaran itu


"astaghfirullaah.... innalilahi wa innailaihi rojiun" gumam ku


"ada apa nak?" tanya papa


"papa lihat saja di sebelah sana , seperti nya mereka korban yang meninggal dalam kebakaran ini " lirih ku menunduk


"innalilahi wa innailaihi rojiun..." lirih papa pula


"sebaiknya kita pulang saja, jika terlalu lama di sini khawatir kita menghalangi kerja para petugas pemadam kebakaran" ucap papa


"baiklah "


Akhirnya kami berdua pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah ,namun siapa sangka aku dan papa malah melihat mama yang juga berada di sekitar lokasi ,mobil mama terjebak macet begitu pula dengan mobil yang papa kendarai ,mobil kita pun berada sejajar hingga pada saat kami menoleh kami bisa langsung mengenali mobil mama.Namun mama sama sekali tak melihat ke arah kami .Aku melirik pada kak Wowo yang berada di atas mobil mama ,hantu itu menoleh dan melambaikan tangan pada ku ,aku mengacungkan jempol begitupun kak Wowo yang juga membalas mengacungkan jempol nya .


Papa meraih ponsel di saku kemeja nya kemudian menghubungi seseorang ,aku fikir papa akan menghubungi mama tapi rupanya bukan


"assalamualaikum......bagaimana apa semua nya beres ......bagus .... iya sudah ....terima kasih atas bantuan kalian ,istri ku pasti akan sangat senang melihat nya ,iya baiklah assalamualaikum...."


"siapa pa?" tanya ku kepo


"paman Eko " sahut papa singkat


Aku mengerutkan kening ,untuk apa papa menghubungi paman Eko dan mengucapkan terima kasih segala ,namun detik berikut nya aku tersadar dan teringat sesuatu hingga aku pun tersenyum ,ah papa memang suami terbaik buat mama ,semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga kami ,amiiin....


Akhirnya setelah beberapa menit kemudian mobil pun bisa kembali melaju setelah berhasil melewati area kebakaran , sebenarnya yang membuat macet itu bukan karena musibah nya ,namun karena banyak nya orang-orang yang datang dan melihat langsung kejadian nya hingga membuat jalanan macet bahkan para petugas pemadam kebakaran pun sedikit kesusahan ,sampai para polisi pun turun tangan mengamankan lokasi .


Tak lama mobil yang kami tumpangi pun memasuki area perumahan beriringan dengan mobil mama.


"loh kalian , assalamualaikum mas " mama segera menghampiri papa dan mencium punggung tangan nya ,papa pun mengecup kening mama ,setelah itu aku yang mencium punggung tangan mama .


"kalian kok bisa barengan gini?" tanya mama


"iya ma,tadi sepulang mengantar Ari aku pergi ke kantor " jawab ku

__ADS_1


"ya sudah yuk masuk " ajak mama


Tepat saat kami sudah berada di ambang pintu ,sebuah mobil carry hitam berhenti ,terlihat seorang laki-laki bertubuh tambun turun di ikuti seorang wanita yang juga bertubuh tambun .


"assalamualaikum...apa benar ini rumah nya Bu Nuri dan pak Rifki?" tanya bapak-bapak itu


"iya betul ,saya Rifki ,dan maaf bapak dan ibu ini siapa dan ada keperluan apa datang ke rumah saya ?" tanya papa


"jadi gini kami dapat telepon dari seseorang bernama mbok Marni ,katanya saudara kami Wulan dan anak nya berada di rumah ini ,kami berdua ingin menjemput mereka " jawab nya ,jadi rupanya mereka keluarga nya Bu Wulan


"oh iya sudah kalau begitu mari masuk dulu ,tak baik berbicara di depan pintu " ucap mama akhir nya


"silahkan duduk ,sebentar saya ambilkan minuman" ucap mama


"tak usah repot-repot ,kami tak akan lama kok " larang ibu-ibu nya


"tak apa ,saya tak merasa di repot kan kok ,sebentar ya saya tinggal dulu " sahut mama lalu pergi ke arah dapur


"ah iya perkenalkan saya Alfin dan ini istri saya Murniati , Wulan itu sebenarnya sepupu dari istri saya ,kerena Wulan tak punya keluarga lain lagi makanya kami berdualah yang menjadi penanggung jawab nya ,selain karena mereka sangat dekat juga tentu nya , tapi maaf sebelum nya ,bagaimana ceritanya sampai Wulan bisa berada bersama kalian ?" tanya bapak yang bernama Alfin itu


papa pun menceritakan awal mula pertemuan kami dengan Bu Wulan hingga semuanya tentang yang Bu Wulan perbuat ,pasutri tersebut terlihat terkejut mendengar nya


"astaghfirullaah.....ternyata Wulan belum sembuh betul ,atau mungkin karena kelakuan suami nya yang membuat nya kembali tertekan hingga ia kembali seperti itu " lirih Bu Murniati.


"kamu yang sabar aku akan melakukan apapun untuk kesembuhan sepupu mu , kalau perlu kita bawa lagi dia ke luar negeri untuk berobat" ujar pak Alfin


"memang nya kenapa dengan Wulan ?" tanya mama seraya meletakan dua gelas minuman di meja


"Wulan pernah mengalami gangguan PTSD atau post traumatic stress disorder ,ia mengalami trauma yang membuat nya seperti saat ini,tapi keadaan nya mulai membaik setelah pertemuan nya dengan laki-laki yang kemudian menjadi suami nya , namun ternyata suami nya itu juga mempunyai tabiat buruk dan kami baru mengetahuinya setelah kematian nya ,mungkin karena penyebab itulah Wulan kambuh ,dan kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang sudah Wulan lakukan ,karena itu diluar kesadaran nya " ucap Bu Marniati


PTSD merupakan kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami atau di saksikan seseorang.


"jadi seperti itu,iya kami memaklumi dan akan memaafkan nya ,maaf juga karena kami telah mengurung nya di kamar " ucap mama merasa tak enak hati


"tidak apa-apa ,justru itu lebih baik ,daripada nanti dia malah pergi kemana-mana,oh iya dimana Rendi ?" tanya pak Alfin


"ada bersama mbok Marni ,sebentar saya hubungi dulu beliau " mama pun segera menghubungi nek Marni ,karena jam segini nek Marni akan kembali ke rumah nya dan akan datang saat makan siang tiba .


Sambil menunggu mbok Marni ,papa dan mama pun membawa pasangan pasutri itu ke depan kamar tempat Bu Wulan berada , masih terdengar suara teriakan nya meskipun tak sekuat tadi pagi ,terlihat Riswan dan nenek pun mendekat


"kalian keluarga nya ?" tanya nenek yang langsung di jawab anggukan kedua nya


"baguslah ,cepat bawa perempuan itu dari sini ,meresahkan sekali , gara-gara ulah nya rumah tangga anak ku hampir berantakan "


"ma...." lirih papa


"ma....sudah " lanjut mama


"tapi Nur..." mama langsung menggeleng pelan ,akhirnya nenek pun diam


"sebentar saya bukakan pintu nya dulu ucap ku lalu membuka pintu kamar nya


tanpa di duga-duga setelah pintu terbuka Bu Wulan malah langsung lari menerobos ku ,hingga akhirnya berlari ke arah papa dan memeluk nya,akan tetapi ada kak Wowo yang berdiri di depan papa menjadi tameng nya yang kemudian malah menabrak kak Wowo .


"aaaakkkhhhh......setaaaann....ternyata kamu itu setan Rifki...aku gak mau lagi berharap padamu ...pergi....pergi kau setan.....jangan ganggu aku..."teriak Bu Wulan menjauh dari papa , nampak nya kak Wowo sengaja menampakan wujud nya di depan Bu Wulan


"astaga ada apa dengan nya kemarin dia memfitnah anak ku sekarang dia mengatai anak ku setan.... benar-benar keterlaluan " gumam nenek


***

__ADS_1


__ADS_2