
Melihat Bu Wulan yang tiba-tiba histeris membuat pak Alfin serta istri nya menjadi panik ,mereka pun mencoba menenangkan Bu Wulan.
"Wulan ....kamu harus tenang Wulan ,ini aku Murniati sepupu kamu ,masih ingat kan ?" seru Bu Murniati menyentuh kedua bahu Bu Wulan
"Nati....ini beneran kamu ?" tanya Bu Wulan
"iya ,ini aku Nati, kamu harus tenang ok "
"huuuhhuuu......bawa aku pergi dari rumah ini...aku takut huuuhhuuu...." Bu Wulan merengek minta dibawa pergi
"iya nanti kita pulang ya kerumah ku ,tapi kita tunggu Rendi datang dulu ya" sahut Bu Murniati lagi
"Rendi...dimana Rendi ...kalian sembunyikan dimana anak ku ,cepat kembali kan anak ku ,Rendi....RENDIIIIII......." Bu Wulan berteriak memanggil-manggil Rendi
"mama....." seru Rendi yang baru masuk bersama nek Marni
"Rendi.....sayang kamu tidak apa-apa kan tidak ada yang terluka apa mereka menyakitimu?" tanya Bu Wulan
"tidak ma ,tadi Rendi abis di belikan eskrim besar sekali ,tapi Rendi makan nya gak habis karena udah kenyang " jawab anak kecil itu
"Bu Nuri ,pak Rifki ,sebaiknya kami harus segera membawa Wulan pulang ,maaf sudah merepotkan kalian , dan ini ada sedikit untuk menggantikan bekas makan dan biaya dia selama berada di rumah ini" ucap pak Alfin seraya menyerahkan sejumlah uang ,namun papa langsung menolak nya
"tak usah ,kita ikhlas kok , gunakan uang ini untuk pengobatan nya saja atau untuk jajan nya Rendi ,gak apa-apa jangan seperti ini" tolak papa
"tapi kita merasa tak enak karena sudah merepotkan " sahut pak Alfin lagi ,sementara Bu Murniati tengah menenangkan Bu Wulan yang nampak ketakutan melihat papa ,sedangkan untuk Rendi sendiri ia malah asik bermain dengan mainan mobil-mobilan kecil di tangan nya
"sudah tak apa-apa,justru kami yang akan merasa tak enak jika menerima uang itu " ucap papa lagi
"ya sudah kalau begitu saya akan pergunakan uang ini untuk keperluan Wulan saja ,sekali lagi terima kasih ,semoga kebahagiaan dan rezeki selalu Allah berikan untuk pak Rifki sekeluarga kalau begitu kami pamit , assalamualaikum"
"Amin .... waalaikum salam...." sahut kami bersama
Setelah kepergian Bu Wulan dan sanak keluarga nya ,terdengar hembusan nafas panjang dari nenek .
"heeeeehhh.....akhirnya perempuan itu pergi juga ,kesel mama tuh sama perempuan itu ,tapi kamu hebat loh Nuri kalau mama jadi kamu udah mama timpuk dia pake sendal ini ,terus mama jedotin kepala nya ke dinding " ucap nenek menggebu
"sama dong kalau begitu ,tadinya aku juga sepemikiran seperti mama,pengen banget rasa nya jambak dan jedotin dia ke tembok ,tapi aku tak mau kalau anak-anak melihat nya ,nanti mereka takut lagi sama aku,mending kalau mereka hanya takut ,gimana kalau mereka ngikutin jejak aku alias meniru nya " ucap mama
"sudahlah nek ,ma,biar gimana pun kasihan juga Bu Wulan , aku juga tadinya sempet marah pada nya ,tapi setelah mengetahui kebenaran tentang Bu Wulan aku malah jadi merasa kasihan ,karena sebenarnya apa yang Bu Wulan lakukan itu di luar kendali nya " tutur ku
"maksud nya diluar kendali ?" tanya nenek dan mama berbarengan
"Bu Wulan mengidap penyakit PTSD dan pernah dirawat di RSJ di Singapura ,dan sepertinya penyakit nya kambuh " ujar ku
"APA???''
"PTSD ???"
seru mama ,papa ,nenek dan nenek Marni hampir bersamaan ,aku pun mengangguk
"PTSD itu kalau gak salah gangguan mental ya berarti gila dong ,waduh kita dikerjain orang gila berarti " celetuk Riswan
"hus...kamu tuh ngomong tuh jangan bener-bener amat " balas ku
"hey kalian berdua , istighfar" seru mama
"astaghfirullaah halazim....maaf ma " sahut ku sedangkan Riswan hanya cengengesan
"astaghfirullaah ....pantas saja ,tapi itu beneran kan bukan kamu ayah dari Rendi?" tanya nenek
"Ya Allah ma ,ya tentu saja bukan lah , ini kalau kalian tak percaya " papa menyerahkan amplop putih berisi kan hasil tes DNA
"Alhamdulillah.....maafkan mama yang sempat berfikir macam-macam terhadap mu , hampir saja mama kutuk kamu jadi gagang sapu ,untung saja kamu bukanlah papa nya Rendi " ucap nenek seraya bersujud syukur
"ma....tega bener ngutuk aku jadi gagang sapu , gak ada yang lebih kerenan sedikit napa " protes papa
"hanya itu yang ada di fikiran mama ,tapi sudah lah karena sudah terbukti bukan kamu papa nya Rendi ,sekarang mama jadi tenang " ucap nenek lagi
Akhirnya kami bisa bernafas dengan lega karena masalah ini sudah selesai ,kami pun segera menuju meja makan karena sebentar lagi waktu makan siang tiba ,tak lama kemudian Ari pun pulang setelah di jemput mang Ujang .
"assalamualaikum....mama...papa....nenek.... aku pulang...."
"waalaikum salam, ,gimana sekolah nya sayang ? tanya mama pada Ari
"sekolah ku baik ma ,tadi aku kan di kasih pertanyaan dan bisa jawab eh aku dapet hadiah ,ini hadiah nya " Ari menujukan sebuah permen lolipop besar
__ADS_1
"wah besar sekali lolipop nya ,kalau di makan pasti habis gigi kamu " ucap mama lagi
"yahhh ...terus ini harus diapain dong ma,aku gak mau gigiku rusak ,nanti ke dokter gigi lagi ,gak mau ah ,nih buat mama aja " ucap Ari yang memang sangat takut dengan dokter gigi pun memberikan lolipop itu pada mama
"ya sudah ayo cepat ganti baju mu setelah itu kita makan siang bersama " ucap mama
"ok mama " Ari pun segera menuju kamar nya,tak lama kemudian Ari pun segera datang menghampiri kami .
**
Waktu dan menit berjalan begitu cepat .Matahari sudah mulai turun ke peraduan , papa yang sehabis makan siang kembali ke kantor pun kini baru saja pulang .
"assalamualaikum..." ucap papa saat memasuki rumah
"waalaikum salam ...." sahut kami ,mama pun segera menyambut papa
"sayang malam ini kita makan di luar yuk ,aku mau nunjukin sesuatu " ucap papa
"apa itu?" tanya mama
"ada deh , ayo bantu aku mandi " dengan genit papa mengajak mama
"mas....ada anak-anak" keluh mama
"gak apa-apa kok ma kami gak denger apapun kok ,ya kan dek " ucapku melirik Ari
"iya " sahut Ari cuek ,sebab ia sedang fokus menonton video yang dikirim kan Aranta lewat pesan WA ,aku pun sesekali juga melirik video nya ,sebab di video itu terlihat Aranta yang tengah mengaji ,sebab Ari selalu merengek pada nya katanya Ari rindu suara mengaji Aranta .
"lumayan juga ternyata " gumam ku dalam hati
"kalian juga masuk kamar gih , siap-siap sebentar lagi adzan Maghrib " ucap mama
"baik ma, yuk dek " ajak ku seraya menggandeng tangan Ari
"aku gak diajak nih " seru Riswan yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya
"gak " ucap ku seraya berlalu bersama Ari yang menertawakan Riswan
"huuu....dasar " Riswan
Setelah selesai shalat Maghrib aku mendengar suara gemericik air dari kamar mandi ,aku pun menoleh pada Ari yang tengah melipat mukena nya .
"dek kakak numpang kamar mandi kamu ya" ucap ku
"iya kak"
Aku pun segera beranjak menuju kamar mandi
ckleek'
"hantu mana yang iseng mainin keran air " gumam ku seraya menutup keran yang air nya masih mengalir
"ihihihihi....." terdengar suara tawa anak kecil di balik tirai yang menghalangi bagian bathtub
sreeetttt'
aku membuka tirai itu
nampak dua hantu bocah tengah bermain dengan boneka karet
"hey kalian berdua ,gak pulang ,entar mama kalian nyariin loh udah Maghrib ini" seru ku
"kami lagi main kak " sahut salah satu nya
"besok main lagi ,tuh mama kalian sudah jemput " tunjuk ku pada sosok kuntilanak yang baru datang
"ayo pulang " ajak kuntilanak itu
"kak kita pulang dulu ,dadaaaah....."
akhirnya ketiga hantu itu pun pergi meninggalkan suara cekikikan
"sudah seperti tempat penitipan hantu anak nih rumah , duh ...."lirih ku
**
__ADS_1
Seperti yang papa katakan tadi sore ,malam ini kami semua pergi makan malam di luar ,tepat nya di sebuah restoran .
"memangnya ada acara apa sih kok kita pake makan malam di sini segala ?" tanya nenek
"gak ada acara apa-apa,aku hanya ingin saja mengajak kalian ,sudah lama juga kan kita gak makan malam di luar bersama seperti ini " sahut papa
"iya juga sih " gumam nenek
"ya sudah yuk kita masuk " ajak papa
Aku pun berjalan dengan menggandeng Ari .Setiap tempat memang selalu ada makhluk halus nya termasuk di restoran ini ,tapi aku mencoba untuk tak menghiraukan nya , sekali-kali cuek pada hantu gak apa-apa kan .
"ayo kalian duduk " papa rupanya sudah memesan tempat buat kami ,dua meja di satukan ,karena mama pasti akan menolak jika dibawa masuk ke ruang VIP
Tak lama seorang pelayan pun datang membawa buku menu ,lalu mencatat makanan yang kami pesan .
setelah beberapa saat menunggu akhirnya makanan pun datang ,setelah membaca doa aku pun segera menikmati makanan ku ,bersama yang lain.
"mas jangan genit gitu ah ,gak enak kalau ada yang lihat " bisik mama yang tak sengaja aku dengar karena aku berada di samping mama
"apa? aku gak ngelakuin apa-apa kok" jawab papa juga berbisik
"mas jangan bohong deh ,tadi mas ngusap-ngusap kaki aku kan?" " bisik mama lagi
"siapa yang bohong sayang ,dari tadi aku diem kok" sahut papa lagi
"kalian kenapa bisik-bisik?" tegur nenek
"eh...enggak kok ma ,aku cuma bilang ini makanan nya enak" sahut mama
"oh " nenek pun melanjutkan lagi makan nya
Aku penasaran siapa yang nyentuh kaki mama kalau papa tak melakukan nya ,aku pun berpura-pura menjatuhkan sendok yang sebenarnya tak aku pakai ,namun siapa sangka mama dan papa pun penasaran dan ikut menjatuhkan sendok masing-masing,tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian pengunjung lain ,dengan sedikit meringis mama dan papa pun menengok ke bawah meja
"astaghfirullaah halazim...." lirih mama dan papa
"hey bocil ngapain kamu diem di kolong ,keluar gak " seru ku menahan suara
"gak mau wleeekk" hantu bocil itu menjulurkan lidah nya pada ku
"wah songong juga hantu bocah ini "
"oh jadi kamu yang sentuh kaki istri ku, awas kamu ya" seru papa geram
"mas udahlah ,biarin gak enak dilihatin banyak orang " ucap mama
"kalian pada ngapain sih?" tanya nenek
"eh enggak apa-apa kok ma" jawab papa kikuk
Akhirnya kami pun melanjutkan kembali makan kami ,hingga setelah selesai papa mengajak kami ke suatu tempat yang papa maksud terutama pada mama .
"sebenarnya kita itu mau kemana sih mas ?" tanya mama yang duduk di depan bersama papa yang menyetir mobil
"iya ih bikin penasaran saja " timpal nenek
" ho'oh " sambung Riswan
"nanti juga kalian tahu " sahut papa singkat
Tak butuh waktu lama papa pun menghentikan mobil nya di depan sebuah bangunan rumah yang lumayan besar , pekarangan nya pun sangat luas dengan rumput hijau yang menjadi alas nya ,sepertinya guling-gulingan di sana akan mengasikan ,duh jiwa kanak-kanak ku muncul lagi kan .
Sebenarnya ini adalah rencana dari ku dan papa , kami ingin mewujudkan keinginan mama yang diam-diam dipendam nya ,untung ada kak Wowo yang bisa membaca fikiran mama ,jadi aku dan papa bisa tahu,kak Wowo and the geng pun sudah mengamankan para hantu penghuni di sini untuk tak mengganggu,sedangkan untuk Riswan ia tak di beri tahu sama sekali ,karena dia terlalu lemes yang sudah-sudah juga kalau kasih kejutan ke mama suka gagal karena Riswan yang ngember .
"ini dimana ,ini rumah siapa kok sepi gelap lagi ?" tanya mama lagi
"yuk kita kesana ?" tanpa menjawab papa segera menuntun mama untuk lebih mendekat hingga setelah benar-benar dekat papa menghentikan langkah nya ,lalu tiba-tiba semua lampu menyala dan keadaan pun jadi terang benderang
"SURPRISE..........."
"Masha Allah......mas....."
***
__ADS_1