The INDIGO

The INDIGO
Malam pertunangan


__ADS_3

Lima hari sudah Aranta berada di rumah nya ,acara pertunangan yang harusnya di gelar sehari setelah kepulangan nya harus tertunda karena suatu alasan ,dan itu membuat hati Aranta sedikit lega ,akan tetapi hari ini ia benar-benar harus menyiapkan hati nya sebab dari apa yang ia dengar dari kedua orang tua nya ,malam ini pertunangan itu akan di laksanakan di sebuah gedung hotel yang telah sebelum nya di persiapkan oleh pihak laki-laki.


Resah , gundah gulana ,itulah yang gadis cantik yang kini berdiam diri di kamar nya ,ingin menangis namun air mata nya seakan kering tak ingin keluar ,ia sudah pasrah dengan takdir nya sendiri .


"kenapa kamu melamun sayang ?" tanya Thalia yang mana ia adalah mama dari Aranta


"kenapa sampai saat ini baik mama ataupun papa tak pernah memberi tahu ku siapa calon tunangan ku itu ma, aku ingin tahu siapa dia " ucap Aranta , Thalia dan Seno sama-sama menyembunyikan identitas calon menantu mereka ,sebab mereka ingin memberi kejutan untuk putri semata wayang mereka , hal itu juga sama terjadi pada keluarga pihak calon suami putri mereka .


"nanti juga kamu tahu nak ,sekarang cepat siap-siap ,mandi yang bersih biar wangi ,nanti sore kita langsung menuju hotel ,keluarga calon tunangan kamu baru saja sampai ,mereka juga sudah menuju hotel itu ,jangan sedih-sedih ,masa mau tunangan sedih sih ,nanti cantik nya hilang ,dan calon tunangan kamu gak mau sama kamu "


"biarin ,orang aku gak kenal juga ,kalau perlu aku akan bikin malu sekalian biar mereka merasa ilfeel pada ku" ucap Aranta asal


"huss ....jangan begitu dong ,itu sama saja bikin malu mama dan papa , pokok nya kamu tenang saja mama yakin setelah kamu tahu dan melihat siapa pria itu pasti kamu gak akan menolak ,kalau mama rasa kamu pasti akan melompat saking senang nya " tutur Thalia


"idih...itu gak akan mungkin terjadi ,emang nya aku kenal pria itu sebelum nya ?" tanya ku


"ya....kamu mengenal nya,mama kasih kamu satu clue deh ,dia teman sekolah mu ,udah ah ,mama keluar ya ,kamu cepat mandi ,jam segini kok belum mandi sih ,malu sama matahari yang sudah lempeng tuh " setelah itu Thalia pun segera keluar dari kamar Aranta ,meninggalakan Aranta dengan segudang tanya di hati


"teman satu sekolah ....siapa?" batin Aranta


"astaga .... jangan-jangan....tidak ...aku gak mau jika dia adalah Riky " Aranta tercekat saat fikiran nya tertuju pada Riky ,salah satu teman sekelas nya yang memang menyukai Aranta dan selalu mencoba mendekati nya


"apa yang Riky kasih pada mama dan papa sampai-sampai mereka mau aku bertunangan dengan nya " gumam Aranta tak habis fikir


"ok kalau benar dia orang nya ,maka aku akan langsung menolak nya,ya ampun ....apa jadi nya jika aku mau sama dia ,udah gigi nya tonggos,dia juga nyebelin ,sok play boy,jorok pula , astaghfirullaah halazim.....maafkan aku Ya Allah jika sudah melakukan tindakan pem bully an pada makhluk ciptaan mu ,tapi jika dibandingkan dengan Adnan ya memang beda jauh , astaghfirullaah....Ampuni aku Ya Allah" Aranta terus saja beristighfar


Aranta yang tengah kalut hingga membuat fikiran nya tak dapat berfikir jernih pun cenderung berkata apa adanya ,namun begitu ia sadar akan ucapan nya ia pun segera beristighfar.


Sebelum Aranta menuju kamar mandi ia lebih dulu meraih ponsel nya,namun kemudian ia melempar ponsel nya ke tempat tidur lalu segera masuk ke kamar mandi .


"enggak ,aku gak boleh seperti ini terus ,ayo Aranta move on lah ,lupakan mereka " setelah itu Aranta pun akhirnya masuk ke kamar mandi


Setelah lebih dari setengah jam akhirnya Aranta keluar juga dari dalam kamar mandi ,entah apa yang ia lakukan di dalam sehingga selama itu berada di kamar mandi .


Tepat setelah Aranta berpakaian kumandang adzan dhuhur menggema , Aranta yang sudah berwudhu pun segera melaksanakan kewajiban nya ,dalam sujud gadis itu berserah diri atas hidup nya .


Selesai shalat Aranta pun keluar dari kamar menuju ruang makan ,sebab kedua orang tua nya sudah menunggu .


"akhirnya kamu keluar juga ,sudah selesai semedi nya?" tanya Seno


"papa ih ,siapa juga yang semedi " sahut Aranta ,sebisa mungkin ia bersikap biasa meski hatinya benar-benar dongkol abis pada kedua orang tua nya itu ,bagaimana tak dongkol Aranta terus dipaksa menyetujui pertunangan nya tanpa memberi tahu siapa laki-laki yang akan bertunangan dengan nya


"hahaha....ya ampun .... ayo sini kamu mau makan apa ,papa ambilkan kalau perlu papa suapin " Seno mencoba menghibur putri nya meski yang dihibur menekuk wajah nya


Seno pun dengan telaten mengambilkan nasi beserta lauk nya yang di sukai Aranta, Seno lantas menyuapi Aranta ,Aranta pun menerima saja suapan dari papa nya itu ,sedangkan Thalia hanya bisa tersenyum melihat pemandangan di depan nya.


Setelah selesai dengan makan siang nya mereka pun lantas bersiap-siap , Seno akan meninjau persiapan gedung hotel tempat pertunangan itu dilangsungkan , sementara Thalia mengajak Aranta untuk pergi ke salon guna mempercantik putri nya yang terlihat murung ,meski wajah Aranta sudah cantik alami tanpa make-up , Thalia ingin Aranta terlihat semakin mempesona nanti malam .


"ma....memang harus ya aku ke salon ,dandan biasa aja sudah cukup kayanya deh " ucap Aranta yang sebenarnya malas pergi ke salon

__ADS_1


"ya harus lah ,mama ingin calon tunangan kamu terpesona melihat mu ,bahkan semua tamu yang hadir nanti harus melihat betapa cantiknya putri mama ini" ucap Thalia seraya mencubit pelan pipi Aranta


"mama gak usah berlebihan deh "


"berlebihan gimana,biasa aja tuh ,ya udah ayo cepat ,kasihan papa mu sudah menunggu di luar " ucap Thalia lagi


"heeeeh.....ya udah deh iya iya ...." dengan setengah hati Aranta pun mengikuti mama nya


"kenapa lagi hem.....kamu tuh papa perhatikan wajah nya murung terus ,ada apa ,coba cerita " ucap Seno berlagak tak tahu apa yang tengah dirasakan Aranta ,saat ini mereka sudah berada di jalan


"gak apa-apa kok pa" sahut Aranta ,aku hanya lelah saja


lelah dalam artian sebenarnya ,ia sudah lelah dengan hati dan perasaan nya , sebenarnya Seno maupun Thalia mengerti dengan apa yang dirasakan putri mereka ,hanya saja tak ada yang bisa mereka lakukan saat ini selain mencoba menguatkan dan menghibur nya.


"kamu percaya kan pada Allah?" tanya Thalia tiba-tiba hingga membuat Aranta yang sedari tadi menengok ke luar j


kaca melihat pada Thalia yang berada di kursi depan


"maksud mama?" tanya Aranta


"semua akan indah pada waktu nya ,seperti judul lagu yang dinyanyikan Dewi persik" celetuk Seno mendahului Thalia


"pa...." tegur Thalia


"hehe....maaf becanda " ucap Seno nyengir kuda sambil memegang kemudi


"orang lagi serius juga " decak Thalia


"maafkan mama dan papa jika terkesan memaksa mu ,tapi ini juga demi kebaikan mu ,mama dan papa merasa tak tega melihat mu seperti ini terus ,kamu harus dan berhak bahagia nak , kami yakin pilihan kami akan membuat mu bahagia " ucap Thalia


"iya ma....aku juga mengerti ,mama dan papa ingin yang terbaik untuk ku ,aku percaya pada pilihan mama ,tapi .....jika seandainya aku ingin menolak nya boleh kan?" tanya Aranta ragu


Sontak saja baik Thalia maupun Seno keduanya saling lirik ,hingga akhirnya Seno berucap


"yakin kamu mau menolak gak akan nyesel ?" tanya nya


"kamu boleh menolak ,tapi kamu lihatlah dulu calon nya ,setelah itu terserahlah,mama dan papa pasrah saja jika acara nya batal total,toh kita tak mengeluarkan uang sepeserpun untuk persiapan gedung dan yang lain nya " tutur Thalia ,semakin galau lah Aranta ,sebab ia tak mau jika nanti keluarga nya di cap tak tahu diri dan lain sebagai nya , sudah tak keluar biaya setelah semua nya siap main batal kan saja.


"huuuuuffftt....." Aranta menghela nafas nya


sedangkan Seno geleng-geleng kepala melihat Aranta yang nampak dilema setelah mendengar ucapan istrinya


Tak ada percakapan lagi diantara mereka ,ketiga nya larut dalam fikiran masing-masing hingga tak terasa mereka pun akhirnya sudah sampai di salah satu salon kecantikan.


Setelah Thalia dan Aranta masuk ke dalam salon tersebut , Seno pun akhirnya pergi menuju hotel.


**


Dua jam kemudian Aranta sudah selesai di permak ,Aranta yang sudah cantik pun menjadi semakin cantik setelah di beri polesan bedak dan kawan-kawan nya ,meski tipis namun terlihat natural .

__ADS_1


"wauuw....anak mama cantik banget ,duh ... terharu deh " Thalia menatap takjub putri satu-satunya itu


"ya sudah yuk kita berangkat ,jemputan nya sudah menunggu "


"loh papa gak jemput?" tanya Aranta sebab bukan Seno yang jemput melainkan orang lain


"papa mu lagi sibuk ,ayo cepet " mau tak mau Aranta pun ikut masuk kedalam mobil itu ,namun bau anyir tiba-tiba menyeruak di indra penciuman nya ,Aranta menoleh ke belakang dan betapa terkejut nya ia melihat sosok yang berlumuran darah tengah menundukan kepala nya.


"astaghfirullah...."lirih nya


"ada apa?" tanya Thalia


"ah ...enggak apa-apa kok ma" sahut Aranta ,ia menahan mual dengan menghirup dalam-dalam aroma parfum di pergelangan tangan nya


Beberapa saat kemudian mereka pun akhirnya sampai di hotel ,dengan menghela nafas Aranta berjalan bersama Thalia ke kamar yang sudah di pesankan.


**


Malam pun menyambut, Aranta sudah cantik dengan gaun panjang berwarna putih ber payet biru dipadukan dengan kerudung warna biru muda menambah kesan manis dan teduh pada paras cantik nya .


Dengan langkah pelan ia berjalan menuju ballroom hotel didampingi Thalia ,sungguh rasanya ia ingin kabur dari acara ini ,tapi Aranta tak mungkin melarikan diri,ia tak mau mempermalukan kedua orang tua nya


tak....tak....tak...


Suara sepatu Aranta terdengar nyaring hingga semua orang yang hadir memperhatikan ke asal dimana suara itu terdengar,mereka menantikan kehadiran seorang wanita yang akan melangsungkan pertunangan malam ini.


Namun suara langkah kaki itu tiba-tiba terhenti membuat semua orang bingung ,rupanya Aranta sengaja menghentikan langkah nya sebab ia tahu di sana sudah banyak orang yang menunggu nya ,ia merasa nervous sebab ia takut jika Riky lah pria yang dimaksud.


"ayo....semua nya sudah menunggu"


"ma...benarkan jika aku bisa menolak nya " tanya Aranta lagi


"iya ,sekarang kamu ikut saja dulu ,lihat dan perhatikan wajah calon tunangan mu,setelah itu ,keputusan ada di tangan mu" sahut Thalia


''tapi....kenapa harus memutuskan sekarang ,kenapa tidak kemarin-kemarin saja ,aku lihat foto nya terus aku langsung bisa memutuskan ,kalau sekarang kan acaranya juga sudah siap begini" keluh Aranta


"sudah jangan banyak protes ,ayo jalan lagi " Thalia sengaja tak ingin menjawab pertanyaan Aranta sebab ia bingung untuk menjelaskan nya


"baiklah ,ayo...." Aranta pun kembali melangkah kaki nya ,hingga akhirnya Aranta memasuki ruangan ballroom ,nampak semua mata tertuju pada nya ,melihat betapa cantik nya Aranta semua orang menatap kagum .


Hal itu justru membuat pria yang sedari tadi berdiri bersama keluarga nya sebagai tamu pun merasa terkejut ,begitu pula dengan Aranta yang langsung bisa melihat ke arah pria itu .


"hah.....bagaimana mungkin ,dia....mereka ....ada di sini" batin Aranta


"jadi dia yang akan melangsungkan pertunangan nya " batin pria yang di tatap Aranta


"khem....wah rupanya penantian kita tak sia-sia ya ,rupanya calon menantu keluarga bapak Rifki sangat cantik ,baiklah untuk mempersingkat waktu acara pertunangan nya segera kita lakukan saja " suara pembawa acara atau MC mengejutkan Aranta maupun pria yang sedari tadi diam di tempat nya


"hah....a...apa tadi katanya ,keluarga bapak Rifki...." seru Aranta lalu melihat pada kedua orang tua nya yang tersenyum penuh makna

__ADS_1


Begitupun dengan Gibran yang sudah terbengong-bengong mendengar penuturan sang MC ,ya ....pria itu adalah Gibran


***


__ADS_2