The INDIGO

The INDIGO
Di kebun binatang


__ADS_3

Karena terkejut aku pun tak sengaja mendorong sosok hantu itu hingga hantu itu terjatuh


"aduh...kok aku di dorong " seru hantu itu seraya mengusap-ngusap b*kong nya


"maaf ,gak sengaja ...eh mana wajah nya kok rata semua ?" tanya ku pada sosok hantu muka rata tersebut



"huuhuuu.....tolong aku....kembalikan wajah ku ... huuuhhuuu..." tangis hantu itu terdengar pilu


"loh emangnya aku tahu dimana wajah kamu,kok malah minta balikin sama aku?" tanya ku


"oh salah lagi ya,huaaa.... gara-gara wajahku gak ada aku jadi gak bisa lihat , huuuhhuuu..." tangis hantu itu pecah sambil berjongkok ,aku pun turut berjongkok di depan nya


"tapi itu kenapa bisa bicara ,mulut juga gak ada ?" tanya ku


"huuaaaa.....aku juga gak tahu...."


"ckckck.....capek deh " gumam ku


"mbak ....maaf ya ...ini sudah malam sebaiknya mbak pergi aku mau tidur nih " ucap ku meminta hantu muka rata itu pergi


"kamu tak takut padaku?" tanya nya menghentikan tangisnya


"kalau aku takut mana mungkin aku ajak ngobrol " sahut ku


"ah iya juga ya...terus ini gimana dengan wajah ku ,harus cari kemana wajah ku ini huaaaaa....." lagi hantu itu menangis


"hadeuuuh...." aku pun menepuk kening ku


Sekelebatan bayangan dimana sosok hantu ini saat meninggal terlihat jelas di penglihatan ku


Miris juga tragis ,aku tak dapat membayangkan bagaimana sakit nya saat wajah kita tergores apalagi sampai mengakibatkan mata ,hidung ,dan mulut menjadi hancur ,dan itu yang terlihat dari penglihatan ku ,mbak ini bernama Sumi,ia bekerja di pabrik entah pabrik pengolahan apa ,yang jelas mbak Sumi meninggal karena keteledoran nya sendiri ,ia terpeleset hingga terjatuh namun naas saat jatuh bagian kepala yang tak lain wajah nya mendarat lebih dulu dan mengenai sebuah mesin ,saat itu juga mesin yang dalam keadaan menyala pun segera membabat habis wajah mbak Sumi ,darah segar mengalir bahkan sampai mencipratkan darah nya kemana-mana ,semua karyawan pabrik lain berteriak histeris melihat kejadian itu ,tak hanya wajah nya saja yang terluka sangat parah ,kaki dan tangan nya pun mengalami keretakan hingga mbak Sumi pun meninggal seketika .


"innalilahi wa innailaihi rojiun" lirih ku


"kenapa ? siapa yang meninggal?" tanya hantu muka rata bernama mbak Sumi ini


"kamu yang meninggal " sahut ku


"kenapa mbak masih gentayangan ,bukan kah mbak meninggal nya karena kecelakaan ?" tanya ku


"iya kah karena kecelakaan ? kenapa aku lupa ?" gumam nya


"mbak meninggal karena terpeleset dan wajah mbak mengenai mesin ,jadi ya...seperti ini tampilan mbak sekarang " sahut ku


"hm.....ah ...iya aku ingat ,jadi karena itu aku jadi seperti ini" gumam nya lagi


"terus mbak kenapa masih gentayangan?" tanya ku lagi


"mungkin karena aku masih merasa berat meninggalkan ibu ku yang hidup sendiri , apalagi teman aku juga belum membayar utang nya pada ku ,padahal uang itu gaji aku dua bulan dan itu buat biaya sehari-hari aku dan ibu ku ,tapi ia memaksa meminjam karena butuh buat bayar tunggakan motor nya yang hendak diambil paksa leasing ,tapi sampai saat ini pun masih belum di bayarkan ,padahal harapan ku dia memberikan uang itu pada ibu meski aku sudah tak ada lagi di dunia ini" lirih nya


"jadi begitu ,emang mbak Sumi ini tinggal nya dimana ?" tanya ku


"kamu tahu nama ku?" tanya nya lagi


"jangan kan nama ,bagaimana mbak meninggal saja aku tahu" sahut ku


"kok bisa tahu?" tanya nya lagi


"memang harus aku jelaskan bagaimana aku bisa tahu?"


"aku ....tinggal di kota Semarang dan menjadi buruh pabrik di salah satu pabrik terbesar di Semarang " jawab nya


"kok bisa sampai Jakarta?" tanya ku heran

__ADS_1


"ya ...mana aku tahu...aku kan gak bisa lihat dengan jelas hanya samar itu pun kadang-kadang,ternyata aku nyasar sampai Jakarta ya " ucap nya seraya menggaruk kepalanya yang kemudian berjatuhan puluhan belatung yang menggeliat-geliat lalu meloncat kesana kemari ,sampai membuat ku bergidik geli


"hiiiy....jorok banget sih ,baru dua bulan jadi hantu udah banyak penghuni nya aja tuh kepala " seru ku seraya menjauh


"iya aku baru mati dua bulan yang lalu" lirih nya


"terus sekarang rencana mbak Sumi apa?" tanya ku


"antar aku pulang ke Semarang ,aku mau nagih utang pada teman ku ,kasihan ibuku kalau tak punya pegangan uang sama sekali " pinta nya memohon


"hadeuuh....datang dengan suka rela pulang nya minta di antar ,gimana sih" seloroh ku


"hm....hmm....hmm...."


"lah tuh hantu malah bersenandung ,au amat lah ,Tante urusin tuh hantu,aku mau tidur ,kalau perlu Tante antarkan dia ke tempat asalnya ,aku sibuk " ucap ku seraya beranjak masuk ke kamar ku


"lah si Gibran ini gimana sih malah aku yang ketempuhan " keluh Tante Lasmi tapi aku tak menghiraukan nya


Aku pun segera mengunci pintu balkon dan segera menuju ke kamar mandi untuk bersihkan diri dan berwudhu tentu nya.


Setelah itu aku pun memposisikan diri di tempat tidur ,dan berdoa untuk tidur ,akan tetapi saat aku hendak membaca surah pendek dan doa sebelum tidur ponsel ku tiba-tiba menyala ,terpaksa aku meraih nya.


Aku mengerutkan kening saat melihat nomor nya asing ,tanpa membuang waktu aku pun mengangkat nya .


"hallo... assalamualaikum....." hening tak ada sahutan ,aku pun melihat kembali pada layar ponsel


"masih tersambung kok " batin ku


"assalammualaikum.....hallo....mas ,mbak, Bu,pak, atau siapa pun ini ,maaf jika tak ada sesuatu yang akan di bicarakan saya akan tutup ponsel nya " ucap ku ,namun masih tak ada sahutan juga


"ya sudah ,maaf ya , assalamualaikum " aku pun mematikan sambungan telepon nya begitu saja


"ada ada saja ,siapa sih malam-malam begini iseng banget" gumam ku lalu meletakan ponsel di nakas ,aku teringat akan tugas kuliah ku yang belum selesai ,akhirnya aku melupakan tempat tidur dan menyelesaikan tugas kuliah ku.


**


Mama dan papa sudah bersiap untuk pergi ke panti ,sedangkan Ari merengek ingin pergi ke kebun binatang katanya ia ingin melihat bayi harimau yang baru lahir yang ia lihat di berita di tv tadi pagi.


"ayo lah ma...pa....aku mau lihat bayi harimau itu..."


"nak ,bayi harimau nya kan masih bayi mana boleh di lihat pengunjung nak" ucap papa


"tapi pa,tadi di berita nya bayi harimau nya sudah bisa di lihat kok ,pa....ma...please....antar aku ke sana" rengek nya terus


"ya udah sama kakak aja ya dek,kakak hari ini gak ada kegiatan kok ,tugas kuliah kakak juga sudah selesai" ucap ku di pertengahan tangga ,Ari mendongak


"beneran kak?" tanya nya berbinar


"iya , cepetan siap-siap kakak tunggu " ujar ku lagi


"ok kak ,sebentar ya ,kakak memang the best " Ari pun langsung berlari menaiki tangga melewati ku dan segera memasuki kamar nya


"kamu ini ,selalu saja manjain adik kamu " ucap papa


"ya kalau bukan aku yang manjain selain mama dan papa siapa lagi ,kan aku kakak nya ,masa orang lain ,awas saja kalau Ari manja sama orang lain" sahut ku


"iya kamu benar ,mama dan papa berangkat ya ,jaga adik kamu baik-baik " ucap mama


"iya ma,mama papa hati-hati" ucap ku seraya menyalimi mama dan papa


"kalian sudah mau berangkat?" tanya nenek yang baru saja keluar dari kamar nya ,kamar nenek berada di bawah dekat ruang tengah sebab kasihan nenek kalau harus naik turun tangga ,takut kecapean dan jatuh .


"iya ma, kami berangkat ya, assalamualaikum" mama dan papa pun berangkat


"kak Wowo jagain mereka ?" batin ku kak Wowo pun menyahut

__ADS_1


"tenang saja ,mereka aman bersama ku "


"oh iya nek aku dan Ari juga hendak pergi ,nenek ikut ya,masa nenek sendirian di rumah " ajak ku


"nenek di rumah saja lah , ada nek Marni juga kok yang menemani ,memangnya kalian mau pergi kemana?" tanya nenek


"biasa lah nek ,Ari pengen nengok teman-teman nya di kebun binatang " jawab mu


"ah kamu ini kok ya kebangetan banget masa nyamain adik kamu dengan penghuni kebun binatang" seru nenek menepuk pundak ku


"hehehe.....ya enggak gitu juga nek maksudnya ..." belum selesai aku berbicara Ari datang dengan pekikan yang cukup menyakiti telinga


"kakaaaaaakkk....aku sudah siiiaaaaapppp.....ayo berangkat...."


"Ya Allah dek, biasa saja kali sampai kaget kakak tuh " seru ku sambil menutup kedua telinga ku , begitupun dengan nenek


"tau ih kamu tuh " keluh nenek


"hehehe.....maaf kak ,maaf nek abis aku semangat banget " sahut Ari cengengesan


"ya udah deh ayo berangkat,nek kita berangkat ya ,yakin nenek gak ikut?" tanya ku lagi


"iya ,nenek mau di rumah aja ,sana berangkat " ucap nenek


"ya sudah kalau begitu ,kami berangkat nek , assalamualaikum" ucap ku dan Ari yang bergantian mencium punggung tangan beliau


"waalaikum salam "


Saat aku hendak memasuki mobil aku lebih dulu berpesan pada bang Popo dan Tante Lasmi untuk menjaga nenek ,entah kenapa perasaan ku mendadak tak enak


"kamu tenang saja kami berdua akan menjaga nenek mu juga rumah ini , bersenang-senang lah ,oh iya hantu muka rata yang malam udah Tante antar ke habitat nya ,mungkin saat ini dia sedang berusaha menagih utang nya " tutur Tante Lasmi


"ok ,terima kasih ,kami berangkat dulu,ingat untuk menjaga nenek ,kabari aku jika terjadi sesuatu pada nenek " batin ku lagi


"siiiippp...." sahut kedua hantu itu


"kak ayo ,malah diem" seru Ari yang sudah duduk di tempat nya


"iya iya ,sabar dong dek" sahut ku lalu segera memasuki mobil dan segera menyalakan mesin mobil nya lalu kemudian pergi meninggalkan rumah


Setengah jam kemudian kami pun sampai di sebuah kebun binatang lalu memarkirkan mobil di parkiran luas ,ada juru parkir yang membantu ku memarkirkan mobil ku .


"ayo kak" Ari tak sabar untuk segera melihat hewan yang ia maksud


"iya...iya sebentar " aku pun segera beranjak setelah menitipkan mobil ku pada sang juru parkir


" ayo kak sebelah sana " Ari terus saja menarik lengan ku


"memangnya kamu tahu dimana letak para hewan buas itu berada ?" tanya ku


"tentu kak,aku kan pernah datang ke sini bersama papa dulu " sahut Ari


Dengan menghela nafas aku pun mengikuti kemana Ari menarik ku ,akan tetapi karena Ari terlalu bersemangat keadaan kebun binatang juga cukup ramai , akhirnya aku tak sengaja menabrak seorang wanita berkerudung


brukkk


"astaghfirullaah....."


Aku pun reflek berjongkok,maksud ku ingin menolong nya namun tiba-tiba aku terpaku saat melihat mata nya ,wajah nya tertutup cadar namun mata itu...


"astaghfirullaah....maaf " lirih ku lalu menundukan kepala ku


"hm...tak apa-apa" sahut wanita itu lalu bangun sendiri ,dan berbalik badan hendak pergi


namun tiba-tiba Ari berseru membuat wanita berhijab itu menghentikan langkah

__ADS_1


"kak Ara......"


***


__ADS_2