
(ini loh nenek Wewe pengasuh nya Gibran)
"kalian tak apa-apa?" tanya nya
"siapa mereka?" tanya Riswan
"mereka siapa ?" tanya Wisnu balik ,ya yang datang bersama polisi itu adalah Wisnu
"yang tadi nyerang kami? itu teman-teman mu kan anggota kelompok sekte itu?" tanya nya lagi
"Wan ,kamu itu apa-an sih jangan main tuduh sembarangan ,suudzon itu nama nya dosa tahu "ucap ku memperingati
"lagian sekte apa sih,jangan ngaco ?" seru ku lagi
"loh ngaco apa nya , udah jelas-jelas tadi mobil itu terparkir di depan rumah nya " ucap Riswan lagi
"mobil apa ?" tanya Wisnu lagi
"sudah-sudah ada apa dengan mu sih kenapa aneh begini?" tanya ku menatap sebal Riswan
"ada apa dengan cintaaaa......." seru nya sewot
"lah bocah ngapa ya?" gumam ku saat melihat Riswan berjalan menuju motor nya
"maaf dengan tingkah Riswan ya Nu, anak itu mungkin masih terkejut dengan apa yang baru terjadi " ucap ku tak enak pada Wisnu
"iya tak apa-apa,aku ngerti kok" sahut nya
"ngomong-ngomong kamu tahu darimana aku dan Riswan dalam masalah?" tanya ku menatap Wisnu
"hm...itu...tadi pulpen kamu tertinggal jadi aku ngejar kalian tapi malah lihat kalian di keroyok jadi aku balik lagi manggil polisi" jawab nya
Aku mengerutkan kening mendengar penjelasan nya , alasan macam apa itu,kalau hanya pulpen kan bisa dikembalikan besok di sekolah,kenapa mesti ngejar segala,dan lagi memanggil polisi kan bisa lewat ponsel kenapa malah balik lagi, sebenarnya aku tak ingin berspekulasi buruk tentang nya ,karena bagaimana pun aku sudah merasa nyaman dengan pertemanan kami ,tapi jika apa yang Aranta katakan benar maka aku harus benar-benar berhati-hati pada nya ,karena bisa jadi dia memanfaatkan ku atau Riswan untuk mendapatkan Aranta .
"Gibran....ayok pulang " teriak Riswan
"Wisnu,sorry banget ya aku harus segera pulang ,dan makasih untung ada kamu yang udah bantu bawa polisi tadi ,maaf juga atas sikap Riswan ,dia ABG labil " ucap ku berbasa-basi
"iya tak masalah ,udah sana pulang ,eh iya nih pulpen mu" ucap nya lagi
"assalamualaikum" aku pergi menaiki motor yang sudah Riswan nyalakan mesin motor nya
"waalaikum salam...."
di jalan tak ada percakapan antara aku juga Riswan ,kami berdua diam dengan pemikiran kami sendiri .
Hingga kami sampai di depan rumah pun Riswan masih diam.
"Bran,maaf karena aku sudah melakukan kesalahan " lirih nya
"maksudnya,.... kesalahan apa?" tanya ku
ditanya seperti itu bukan nya menjawab ,ia malah menengok sekitar seakan tak ingin ada orang yang mendengar
"kita bicarakan di kamar ku saja " ucap ku kemudian
"baiklah, tapi janji kamu jangan marah" ucap nya lagi
"iya,...belum juga ngomong masa udah marah duluan " ucap ku lagi
"ya deh,tapi janji ya jangan marah" ucap nya lagi
"iya" aku menekan ucapan ku
__ADS_1
Kami pun lantas memasuki rumah setelah sebelum nya mengucapkan salam dan di jawab oleh nenek .
"mama mana nek?" tanya ku
"mama mu pergi ke kafe katanya ada masalah disana " sahut nenek
"masalah ? masalah apa?" tanya ku dan Riswan hampir berbarengan
"biasa lah masalah pegawai ,eh....itu tangan mu kenapa merah begini kaya memar ,kamu jatuh,apa kebentur sesuatu?" tanya neneknya melihat lengan ku
"oh .... ini gak apa-apa kok nek , aku gak sengaja menyenggol vas bunga sampai jatuh menimpa lengan ku " alasan ku
"astaga ....kamu ini sini nenek obatin entar malah tambah memar lagi " ucap nenek berlebihan
"gak usah berlebihan nek ,aku gak apa-apa kok ,oh iya aku mau mandi dulu nek ,gerah apalagi sebentar lagi masuk waktu shalat ashar" pamit ku
"ya sudah nanti kamu kompres luka nya nya "
"iya nek"
"Ari mana nek?" tanya Riswan
"Ari di belakang tuh sama Aranta " jawab nenek
"oh gitu ya udah kita berdua ke kamar ya nek" ucap Riswan
"iya "
Sesampainya di kamar pun aku berniat menginterogasi Riswan ,dengan apa yang ia maksud dengan melakukan kesalahan.
Namum sebelum pertanyaan keluar dari mulut ku Riswan tiba-tiba berbicara melenceng dari topik yang ingin kami bahas
"Bran,aku baru tahu ternyata di rumah ini banyak hantu nya ,kok serem banget sih,kenapa gak dilakukan ruqiah saja " ucap Riswan tiba-tiba
"entahlah aku juga heran kenapa rumah ini selalu jadi tempat persinggahan para hantu, jelas-jelas rumah ini sudah dilakukan pembersihan atau ruqiah " jawab ku
"terus itu pocong yang di depan kenapa di situ terus sih ,bikin takut aja" tanya Riswan lagi
"nama nya bang Popo ,dia bertugas jadi petugas keamanan rumah ini,dibantu kak Wowo dan Tante Lasmi"
"kak Wowo,Tante Lasmi.... siapa lagi itu hantu juga ?"
"kalian membicarakan kami?" ucap bang Popo sudah berada di belakang Riswan
"Allahu Akbar" Riswan berlonjak kaget dan merapat pada ku
"khikhikhikhi....akhirnya kamu bisa lihat kami " ucap Tante Lasmi
"udah gak usah takut gitu ,nih pocong ini yang nama nya bang Popo, kuntilanak merah ini nama nya Tante Lasmi dan ini kak Wowo,penjaga nya mama" ucap ku memperkenalkan mereka
"hah.....astaga ....."
"lalu hantu-hantu yang lain siapanya keluarga ini?" tanya Riswan yang masih enggan melihat langsung mereka
"mereka hanya wisatawan hantu yang sering melancong ke rumah ini ,dan Tante Lasmi sebagai tour guide nya ,tapi sekarang tugas nya bertambah dengan menjaga Ari " ucap ku
"hah.....aku gak mimpi kan ,kenapa aku baru tahu " seru nya seraya melongo
"baru tahu apa nya ?" tanya ku lagi
"ya baru tahu aja kalau keluarga ini unik ,kamu diasuh Wewe gombel,Ari di jaga kuntilanak,mama dijaga genderuwo,lalu papa juga sama pocong?"
"kalau papa mereka bersama memantau nya " sahut ku
"udah deh biasa aja ekspresi nya sekarang cepat katakan apa yang kamu maksud dengan kesalahan yang kamu lakukan?" tanya ku akhirnya
__ADS_1
"tapi kamu jawab dulu pertanyaan ku ,kenapa tadi kamu seolah-olah mempercayai Wisnu, bukan kah kita harus berhati-hati dengan nya?" tanya nya
"sekarang gini... iya kalau benar kalau tidak kan kita juga yang dosa karena sudah berburuk sangka,aku tak ingin menuduh sebelum ada bukti , lagipula menurut ku Wisnu itu baik kok ,gak ada tingkah atau sikap nya yang mencurigakan" ucap ku ,seraya memainkan pulpen yang tadi di berikan Wisnu
"lalu mobil tadi kenapa bisa terparkir di depan rumah itu,kalau mereka tak saling berhubungan ?"
"ya mungkin kebetulan saja ,udah deh jangan mengada-ada" ucap ku lagi
"ck....susah ngomong sama kamu , gini ya Bran, menurut ku apa yang Aranta katakan cukup masuk akal ....
"hanya karena plaster di punggung tangan nya ... kan si Wisnu juga udah bilang kalau itu untuk menutupi bekas luka bakar " ucap ku lagi
"memang nya apa yang membuat kamu yakin kalau Wisnu bukan anggota sekte itu?"
"feeling ,udah ah jangan bahas itu terus ,pokok nya jangan lagi mengatakan kalau Wisnu itu anggota kelompok sekte " tegas ku
"Bran,kalau nanti terjadi sesuatu sama Aranta gimana ,dia bisa celaka bahkan bisa mati kalau mereka menangkap nya , apalagi aku sudah mengatakan semua nya tentang Aranta pada Wisnu ,dan itu kesalahan terbesar ku ,aku tak akan memaafkan diriku sendiri seandainya apa yang Aranta katakan itu benar dan nyawa nya benar-benar terancam " Riswan nampak menggebu karena aku terus membela Wisnu
Setelah mengatakan itu Riswan pun segera beranjak dan meninggalkan kamar ku .
"Wan....tunggu ...." aku meletakan pulpen itu dan pergi menyusul Riswan
"hey .... gitu aja marah ,sini aku kasih tahu kamu sesuatu" aku menarik tangannya menuju halaman belakang
"apalagi sih " sentak nya
"dasar kang ngambek " gumam ku
"kalian ngapain sih?" tanya Aranta melihat pada kami
"gak ngapa-ngapain" jawab ku cepat
"kak lihat deh bunga nya udah di susun di vas bunga ,cantik kan?" ucap Ari menujukan bunga tulip berwarna biru yang dibuat nya dari botol plastik sebuah minuman isotonik
"hm...ya cantik " ucap ku
"makasih " Aranta nampak menunduk dengan wajah yang memerah
"bunga nya yang cantik " ucap ku lagi
"eh...i..iya..." Aranta nampak gugup
"aku pulang deh , assalammualaikum...." ucap Riswan tiba-tiba
"waalaikum salam......." sahut ku pelan
aku menghela nafas panjang dengan tatapan nanar melihat kepergian nya
"kalian ada masalah?" tanya Aranta
"sedikit " sahut ku lagi
Aku bingung apa aku ceritakan insiden penyerangan tadi pada Aranta atau tidak,sebab kalau aku ceritakan nanti dia malah makin takut , Riswan pun sudah memberi tahu semua nya tentang Aranta pada Wisnu ,bisa saja kan Wisnu atau anggota kelompok nya yang lain juga sudah mengintai rumah ini.
Wisnu , ia yang ku anggap teman ternyata cukup berbahaya ,ia begitu pintar dengan memasangkan alat penyadap pada pulpen milik ku,aku dapat melihat sekilas bayangan saat Wisnu berbicara pada seseorang
"apa kau yakin alat ini tak akan ketahuan?" tanya nya
"tidak asal dia tak membongkar pulpen ini" sahut pria yang aku tak tau siapa
"baiklah ,terima kasih atas bantuan nya ,aku harap perempuan itu bisa cepat kita dapat kan ,agar ketua bisa secepat nya membangkitkan raja kehidupan dan keinginan kita akan tercapai" ucap Wisnu lagi
"ya ,sekarang cepat berikan ini pada nya, terserah apapun alasan nya" ujar orang tak di kenal itu lagi
Kini aku tahu apa yang harus aku lakukan demi melindungi Aranta, meski harus dengan adanya percekcokan antara aku dan Riswan,karena aku tak mau jika Wisnu tahu kalau aku juga sudah mengetahui kebenarannya, aku ingin ia beranggapan jika aku memihak pada nya ,dan dengan cara seperti itu aku bisa lebih mudah mendapatkan informasi keberadaan kelompok lain nya dan tempat mereka berkumpul.
__ADS_1
***