The INDIGO

The INDIGO
Kabar mengejutkan


__ADS_3

Seorang pria tengah memperhatikan di depan pintu gerbang rumah milik Rifki,di atas tembok pagar ada bang Popo yang tengah menatap tajam pria tersebut.


Aranta yang melihat nya langsung bertanya pada Nuri juga Thalia.


"Tante...mama ...itu siapa?" tanya nya


"mana?" tanya Nuri , Thalia pun turut melihat ke arah yang ditunjuk Aranta


"iya ya...siapa orang itu,dan sedang apa dia ?" gumam Thalia


"apa kau mengenalnya" tanya Thalia pada Nuri


"tidak.....,sangat mencurigakan" jawab nya lalu bergumam


"bang Popo....tolong awasi orang itu" seru Nuri dalam hati nya


"iya ,dari tadi aku sedang mengawasi nya kok" sahut bang Popo


"bagus lah " gumam Nuri tak sadar


"apa....gimana?" tanya Thalia yang mendengar nya


"eh...tidak kok ,bukan apa-apa" sahut Nuri cepat


"kok perasaan aku gak enak tentang orang itu, jangan-jangan dia orang jahat " lirih Aranta


"kamu tenang saja ,siapa pun yang berniat buruk terhadap keluarga kita,mereka tidak akan bisa melakukan apapun pada kita" tutur Nuri menenangkan


"kok gitu?" Thalia mengerutkan kening


"kan kita punya Allah yang akan menjaga kita" jawab Nuri tersenyum


"oh iya juga ya " sahut Thalia


Setelah itu mereka keluar dari kamar Ari,sementara Thalia membantu membawakan gaun pengantin nya.


Sementara di luar sana ,orang yang sedari tadi berdiri memperhatikan rumah itu,terlihat menghubungi seseorang,lalu pergi begitu saja ketika ada satpam yang sedang berkeliling komplek hendak menuju ke arah nya.


"orang jahat memang selalu saja ada akal nya " gumam Wowo yang tiba-tiba muncul di samping bang Popo,hingga bang Popo terkejut lalu terjatuh.


Buukk'


"suara apa itu ya,seperti suara benda atau apa gitu yang jatuh" gumam satpam sambil celingukan


"kok gak ada apa-apa,perasaan tadi kaya nya deket banget deh suara nya"


"apa mungkin hanya perasaan ku saja ya....ah bodo lah ,mending aku keliling lagi ,siapa tahu ada warga yang sedang butuh bantuan "


Satpam itu pun akhirnya memutuskan untuk kembali berkeliling tanpa ingin memikirkan benda apa tadi yang jatuh.


Selepas kepergian satpam


"jatuh cong " ucap Wowo terkekeh


"ah kamu Wo,ngagetin saja " dengus bang Popo yang masih terduduk


"hahahaha.....sorry.....gak sengaja"


"gak sengaja gak sengaja ....bantuin napa aku gak bisa bangun ini" seru bang Popo yang kesusahan untuk berdiri


"ya elah ,tinggal bangun saja apa susah nya sih" decak Wowo


"ya susah lah ,kalau gampang daritadi aku sudah bangun " ketus bang Popo


"jadi pocong jangan judes-judes nanti kumis nya terbang " ledek Wowo


"mau bantuin kagak?" sewot bang Popo


"hahaha....ok ok aku bantuin sini" Wowo pun membantu bang Popo untuk bangun


"kamu bilang tadi orang jahat,siapa orang yang tadi di sini?"tanya bang Popo


"iya ,dia suruhan pria yang tadi pagi kita jahilin" sahut Wowo


"wah gak boleh di biarin ini,kita harus kumpulkan para makhluk astral penghuni komplek ini buat mengamankan acara nikahan nya Gibran nanti " ucap bang Popo merasa resah


"iya kamu benar ,ya sudah kita kumpulkan para demit itu sekarang ,kita kumpul di kuburan buat rapat "seru Wowo dan kedua hantu itu pun segera berpencar untuk memanggil rekan-rekan hantu nya


Kini Gibran dan yang lain nya tengah sibuk mengingat dan mencatat nama-nama yang akan mereka undang di acara resepsi nanti,sebab kartu undangan sudah sampai di rumah mereka.


Yang diundang pun tak banyak ,hanya teman kuliah mereka juga beberapa teman SMA saja,sisa nya teman dan rekan bisnis Rifki juga Seno ,untuk acara ijab kabul mereka tak ingin mengundang banyak orang ,hanya keluarga inti dan kerabat dekat saja.


"cuman segini?" tanya Nuri pada Aranta ,saat melihat deretan nama teman-teman Aranta yang tak sampai sepuluh orang


"iya Tante , aku hanya mengundang teman dekat ku saja" sahut Aranta


"oh ya sudah lah ,tak apa " ucap Nuri mengerti


"oh iya ,bagaimana kalau nanti kita juga mengundang anak panti?" saran Aranta


"ide yang sangat bagus,terima kasih ya,bahkan Tante malah melupakan mereka,saking sibuk nya mendaftar nama-nama yang akan kita undang "ucap Nuri


"baiklah.... sekarang serahkan saja semua ini pada papa ,biar papa yang selesaikan sisa nya " ujar Rifki setelah mereka selesai menuliskan nama-nama yang akan mereka undang.


Hari pun beranjak dan kini mulai petang,Ari pun baru pulang setelah diantar oleh Yoga.

__ADS_1


"makasih untuk hari ini ,kamu mau mampir dulu?" tanya Ari yang hendak turun dari mobil


"lain kali saja ya,sampaikan saja salam ku pada keluarga mu,maaf gak bisa mampir,udah sore juga " sahut Yoga menolak dengan halus


"oh iya deh , kalau gitu aku masuk, kamu hati-hati di jalan " ucap Ari seraya tersenyum


"pasti " sahut Yoga


Bruugh'


Ari menutup pintu mobil nya ,lalu melambaikan tangan saat mobil Yoga mulai menjauh.


"ciee....yang habis ngedate " seru Gibran dari ambang pintu


"iih...kakak apa sih ,siapa juga yang habis ngedate, assalamualaikum...." ucap Ari seraya mencium punggung tangan Gibran


"waalaikum salam...."


"hahaha....tapi kenapa muka nya merah kaya gitu" goda Gibran kemudian


"ah mata kakak kelilipan mungkin,jadi lihat wajah aku seperti merah " jawab Ari


"seperti nya bukan mata kakak mu saja yang kelilipan ,karena kakak juga lihat wajah mu merah " celetuk Aranta tiba-tiba dari punggung Gibran


"kak Ara " seru Ari lalu memeluk nya


"kok Aranta saja yang di peluk kakak enggak?" tanya Gibran


"kak,kak Gibran mau dipeluk katanya ,aku masuk ke dalam dulu ya ,daahhh....." ucap Ari lalu berlari ke dalam


Aranta pun sontak menatap Gibran yang tersenyum sambil merentangkan kedua tangan nya,namun Aranta malah mundur beberapa langkah.


"bukan muhrim" ucap Aranta pelan


"sebentar lagi muhrim kok ,aku bisa bebas nyentuh kamu di bagian mana pun " ucap Gibran seraya mendekat


blusss.....


Aranta dapat merasakan panas di wajah nya , sementara Gibran tersenyum melihat perubahan wajah Aranta memerah semerah tomat.


"ekhem....." Lasmi berdehem membuat langkah Gibran terhenti lalu menengok ke arah kuntilanak itu


"ah Tante ganggu saja " sahut Gibran


"sudah jangan godain Aranta ,kasihan dia ,godain saja Tante " ucap kuntilanak itu lagi


"hidih ,ogah ya " sahut Gibran lalu menoleh kembali pada Aranta


"tuh kan Tante mah,Aranta nya pergi " ucap Gibran merasa sebal pada kuntilanak itu


"untung saja ada Tante Lasmi ,jadinya aku bisa menghindar ,bisa bahaya buat jantung ku kalau aku lama-lama deket Adnan" gumam Aranta terkekeh pelan


"loh kamu kok sendiri ,mana Gibran nya sayang?" tanya Nuri


"lagi ngobrol sama Tante Lasmi Tante" jawab nya


"Tante Lasmi yang hantu itu?"tanya Dewi


"i...iya nek" jawab Aranta


"waduh ,calon mantu ku kok demen banget ngobrol sama hantu,apa gak ada manusia lagi yang bisa diajak nya ngobrol " ucap Seno membatin


"mereka berdua memang sefrekuensi, emang dasar jodoh kali ya" batin Thalia


"mah... pah...sudah sore kita pulang yuk ,aku mau mandi " ajak Aranta


"iya ya ,duh gak berasa ya tahu-tahu udah sore saja ,ya udah kita berdua eh bertiga pamit ya " ucap Seno yang baru menyadari jika hari mulai petang


**


Keesokan harinya


Pagi-pagi sekali semua nya sudah di sibukan dengan persiapan foto prewedding Gibran dan Aranta yang akan dilakukan si halaman belakang.


"pak...Bu...makanan sudah siap "ucap salah satu art


Biasanya Nuri yang selalu memasak di pagi hari, sementara para art hanya melakukan tugas lain seperti bersih-bersih ,nyuci ,dan yang lain nya ,tapi kali ini karena Nuri pun sibuk menata halaman belakang nya ,ia pun absen memasak pagi ini dan mempercayakan nya pada art.


"oh iya mbak ,makasih ya , sebentar lagi kami ke sana" sahut Nuri


"baik Bu" ujar art bernama Ningsih lalu undur diri


"mas,ayo kita sarapan dulu,kalian juga sebaiknya sarapan dulu, ini bisa dilanjutkan nanti setelah sarapan" ucap Nuri pada suami dan kedua calon besan nya


"ok , aku juga sudah lapar sebenarnya,hehehe" sahut Seno cengengesan


Mereka pun menunda pekerjaan mereka,lalu menuju ke ruang makan,ternyata di ruang makan sudah ada Gibran,Ari ,dan Aranta,serta Dewi.


"maaf ya kalian jadi nungguin kita " ucap Nuri merasa tak enak


"iya ,tak apa-apa kok ,ya sudah ayok kita makan " ucap Dewi


Mereka pun makan dalam diam,hanya suara denting sendok dan garpu yang terdengar ,sementara Gibran seperti biasa makan menggunakan tangannya langsung.


Selesai sarapan ,para orang tua kembali ke aktivitas mereka,sementara Gibran dan Aranta mereka pergi ke kampus sebab ada sesuatu yang perlu di urus,Ari pun sudah berangkat sekolah,setelah tadi Yoga datang menjemput nya.

__ADS_1


Di tempat lain


Riswan yang sudah bertekad untuk bekerja pun merasa bersemangat saat mengikuti papa nya pergi ke kantor,karena Riswan jarang sekali datang ke kantor menjadikan para staf dan karyawan pun bertanya-tanya siapa pria yang berjalan bersama atasan mereka.


Tak lupa Riswan juga memberi tahu kan nya pada Merlin ,dan Merlin pun mendukung apa yang Riswan kerjakan saat ini.


"pagi semua nya " seru Haris


"pagi pak " sahut para staf kompak


Haris pun mengajak Riswan masuk tanpa mengenalkan anak nya itu pada para staf ,sebab ia fikir mereka sudah tahu siapa Riswan.


"eh siapa yang bersama pak Haris ?"


"entahlah ,tapi wajah mereka hampir mirip ,adik nya kali"


"ah ngaco kamu ,pak Haris kan gak punya adik"


"lah terus siapa nya ,anak nya?"


"nah ...mungkin iya itu anak nya ,lumayan cakep juga ya "


"iya ,sayang nya dia berondong ,aku gak suka berondong"


"sama"


Begitu lah bisik-bisik para staf saat Riswan dan Haris memasuki gedung kantor, meskipun tak sebesar kantor milik Rifki,namun kantor itu sangat rapih dan enak dipandang mata,karyawan nya pun banyak,dan mereka betah bekerja di sana ,sebab Haris selaku atasan tak menganggap mereka semua bawahan,Haris memperlakukan karyawan nya seperti teman nya.


"ini ruangan papa?"tanya Riswan


"iya ,kamu sih gak pernah datang jadi ruangan papa saja kamu gak tahu" ucap Haris


"hehehe....maaf pa...aku kan sibuk " ucap Riswan membela diri


"iya sibuk ,sibuk menganyam bulu mata " cetus Haris ,ia menyindir anak nya yang suka tidur-tiduran gak jelas kalau tak ada acara


"ah papa...." keluh Riswan


"ini ,kamu pelajari ini semua,nanti siang kita akan pergi menemui investor, kamu harus bisa membuat nya terkesan ,karena itu bisa memancing daya tarik nya untuk menginvestasikan uang nya di kantor kita" ucap Haris memberikan beberapa berkas pada Riswan


"semuanya ?" Riswan menelan ludah nya


"iya "


"haduh ... kalau gini sih ,aku gak bisa hubungi Merlin,semoga dia ngerti deh " batin Riswan


Sementara itu Gibran dan Aranta yang sudah selesai dengan urusan nya di kampus,mereka langsung bergegas pulang sebab orang tua mereka sudah menghubungi mereka,karena fotografer yang akan mengambil foto prewed mereka sudah sampai ,dan semua nya sudah siap.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai,setelah sampai kedua nya langsung berganti pakaian,Aranta pun Haris di rias dulu agar semakin cantik di kamera nanti.


Tiga puluh menit waktu mereka untuk bersiap ,kini Aranta yang sudah selesai di rias pun segera di bawa Thalia ke halaman belakang yang sudah di sulap bak pemandangan alam yang sering ada di lagu-lagu Bollywood.


Rumput sintetis yang menghampar luas,serta tumbuhan ilalang yang sengaja di letakan di tiap-tiap titik,juga beberapa bunga-bunga dari yang terkecil hingga besar mereka tata dengan cantik.


Aranta terkesima melihat halaman rumah yang sangat cantik menurut nya.


"kamu suka ?" tanya Thalia


"iya ma...ini ...indah banget " sahut Aranta penuh kekaguman


"ini ide calon mama mertua mu ,cantik ya " ucap Thalia


"iya ma..."


"baiklah kalian sudah siap kan ,sekarang kita langsung saja lakukan pemotretan nya " ucap sang fotografer


Rupanya baik Aranta maupun Gibran ,kedua nya sangat mudah untuk diarahkan ketika pengambilan gambar, fotografer nya pun merasa senang sebab model nya Santa mudah di atur dan tak sulit diberi pengaraha.


Beberapa gambar sudah selesai diambil ,sang fotografer tersenyum puas melihat hasil jepretan nya.


Ketika mereka tengah beristirahat dan hendak berganti pakaian ,ponsel Nuri tiba-tiba berbunyi


"ya hallo... assalamualaikum......iya betul ada apa ya pak......APA......ti..tidak mungkin pak,bapak jangan bercanda " seru Nuri panik


"ada apa sayang ?" tanya Rifki ,Nuri tak menjawab ,ia tengah fokus mendengar kan penuturan orang yang menelpon nya


Dengan sudah berlinang air mata, Nuri berharap apa yang ia dengar itu tidak lah benar.


"tidak ....tidak mungkin pak "


Bruukk'


tiba-tiba Nuri pun pingsan membuat khawatir semua orang


"mama....." seru Gibran


"sayang ....sayang ....bangun " Rifki pun meraih ponsel yang sudah terputus saluran telepon nya ,ia pun kembali menghubungi nomor yang tadi menghubungi istri nya


"hallo , sebenar ada apa anda menghubungi istri ku ,kenapa istri ku tiba-tiba pingsan setelah menerima telpon ?" tanya Rifki begitu telepon nya terhubung,orang itu pun kembali menuturkan ,hingga Rifki pun sangat terkejut mendengar nya ,ia bahkan sampai menjatuhkan ponsel nya ,lalu menangis memeluk istri nya.


"pa....ada apa ?" tanya Gibran dengan perasaan was-was ,apalagi dari tadi ia merasa perasaan nya tak enak


"Ari....dan Yoga...mereka masuk rumah sakit ,kedua nya kritis " jawab Rifki dengan menahan nafas karena sesak di d*da nya


"APA......"

__ADS_1


***


__ADS_2