The INDIGO

The INDIGO
Kesadaran Ari


__ADS_3

"Ari......."


"Ari......"


"Ari......"


Seseorang terdengar memanggil nama nya , Ari yang tengah kebingungan pun menoleh ke arah suara yang memanggil nya.


"Tante Lasmi ..." gumam nya


"Tante Lasmi....." teriak Ari lalu berlari dan memeluk nya


"hai cantik ,kamu sedang apa di sini?" tanya Lasmi mengusap rambut panjang nya


"Tante sendiri sedang apa di sini,aku gak tahu kenapa aku bisa sampai di sini,tempat ini begitu asing bagiku,tapi kenapa Tante bisa tahu kalau aku di sini ,Tante pasti mau jemput aku kan?" tanya Ari tanpa melepas pelukan nya


"tidak,Tante datang justru untuk pamit,kamu jadilah gadis baik , berbakti dan patuh terhadap orang tua mu,jangan pernah bersedih ,tersenyum lah apa pun yang terjadi " ucap Lasmi


"tidak, Tante gak boleh pergi " jerit Ari semakin mengeratkan pelukan nya


"tidak sayang , Tante harus pergi ,terlalu lama Tante berada di dunia ini ,sekarang sudah waktu nya untuk kembali" sahut Lasmi


"tapi Tante ....eh...kenapa aku bisa melihat Tante tanpa perantara juga bisa menyentuh Tante ?" tanya Ari lalu menarik diri


"itu karena saat ini ruh mu sedang berada di dunia lain" sahut Lasmi


"maksud Tante aku sudah meninggal?" tanya Ari terkejut


"tidak sayang ,kamu masih hidup,hanya saja ruh mu tersesat hingga ke alam ini,kamu lihat wanita itu" tunjuk Lasmi pada sosok wanita muda dan cantik dengan mengenakan gaun putih yang menjuntai panjang ke tanah menutupi kaki nya .


"itu siapa ?" tanya Ari


"dia lah yang akan membawamu kembali ke raga mu,ke dunia mu " jawab Lasmi


"sekarang Tante pergi ya,maaf Tante tidak bisa berlama-lama ,berjanji lah untuk selalu tersenyum apa pun yang terjadi"


"Tante...." lirih Ari dengan sudah berurai air mata


"jangan menangis ,sampai jumpa di lain waktu,Tante akan selalu datang ke dalam mimpi mu,untuk selalu mendengar keluh kesah mu" setelah mengucap kan itu,Lasmi pun menghilang begitu saja , membuat Ari menangis dengan tersedu


"selamat jalan Tante Lasmi " lirih Ari


"sudah jangan menangis lagi ,kau ingat kan kata-kata nya,untuk selalu tersenyum apa pun yang terjadi" ucap seorang wanita yang tadi di tunjuk Lasmi


"ka..kamu ...kamu siapa ?" tanya Ari


"aku Nyi Mas Ganda Sari,jelmaan seekor kucing yang kau beri nama Santi" ucap nya memperkenalkan diri


"Sa...Santi ...mana mungkin ?" tanya Ari tak percaya


"kau pasti tak akan percaya ,namun itulah fakta nya ,ada suatu alasan kenapa aku bisa terkurung pada tubuh seekor kucing,dan aku tak perlu membahas nya ,yang aku ingin kata kan hanya lah terima kasih ,terima kasih karena kamu sudah mau menolong dan merawat ku,berkat mu kini aku bisa kembali dan keluar dari tubuh kucing itu,tapi mungkin aku sudah tak bisa lagi menemani mu,tidak apa-apa kan?" tutur nya lalu bertanya


"maksud nya ?"


"aku yang dalam wujud seperti saat ini sudah tak bisa lagi masuk ke dalam tubuh kucing itu,yang artinya kucing yang kau beri nama Santi itu akan mati,begitulah peraturan nya,kucing itu tak akan mati jika tidak ada seseorang yang berhati tulus yang mau merawat nya,karena lewat orang berhati mulia itu lah aku bisa memberikan nyawa ku agar aku bisa kembali ke alam ku" ucap nya membuat Ari mengerut kan kening nya


"kamu masih belum mengerti?" tanya nya


"nanti pasti kamu akan mengerti,sekarang sebagai rasa terima kasih ku aku akan memberikan mu sesuatu" ujar Nyi Mas Ganda Sari seraya membuka telapak tangan nya, lalu keluar lah setitik cahaya putih menyilaukan,benda itu perlahan melayang lalu masuk ke dalam tubuh Ari


"a..apa ini?" tanya Ari


"aku sudah menukar nyawa ku yang ada di kucing itu dengan mu,tapi setelah kau kembali jangan heran jika suatu saat nanti kau dapat menaklukan semua binatang termasuk yang buas sekali pun ,semua binatang akan tunduk pada mu ,jadi kembali lah ,ayo aku antar kamu pulang ,tapi setelah ini aku yang berwujud Santi akan mati "tutur nya lagi


Ari tak dapat berkata-kata, sebab ia sedang mencerna kata demi kata yang diucapkan Nyi Mas Ganda Sari kepada nya.


Dalam diam Ari mengikuti langkah wanita cantik yang berjalan di depan nya.


Hingga sampai lah Ari pada sebuah dinding transparan,ia dapat melihat semua keluarga nya tengah menunggu diri nya sambil tersenyum.


Ari pun segera berlari menuju keluarga nya,saat ia menoleh pada sosok wanita yang bernama Nyi Mas Ganda Sari,perlahan mata nya tiba-tiba gelap,telinga nya menangkap suara seseorang yang familiar di telinga nya ,namun mata nya seakan sulit untuk ia buka.

__ADS_1


"dek...cepat bangun, katanya kamu mau melihat kakak menikah dengan kakak cantik mu ,sebentar lagi kami menikah,kamu harus melihat pernikahan kami,kakak janji setelah menikah nanti kakak tidak akan pindah rumah,kakak akan selalu ada bersama mu dan juga mama,papa,dan nenek, kita akan berkumpul dalam satu rumah,bangun ya ,kakak sayang sama kamu " lirih Gibran lalu mengecup kepala Ari ,Aranta yang berada di samping nya hanya bisa mengusap bahu Gibran


"kakak....." batin Ari


"aku tak bisa membuka mata ku ,kenapa ..." batin Ari lagi


"kakak....tolong aku ...."jerit Ari dalam hatinya


Aranta terkesiap saat melihat jemari Ari bergerak


"subhanallah.... Adnan....lihat jari tangan nya bergerak " seru Aranta menujuk


"Gibran pun segera memencet tombol darurat di dekat nya lalu bangkit setelah dokter datang


Gibran dan Aranta segera diminta untuk keluar agar dokter bisa lebih leluasa memeriksa Ari.


Saat keduanya keluar,Nuri dan Thalia yang baru sampai setelah melihat kondisi Yoga pun terkejut saat melihat mereka di luar.


"sayang ....kenapa kalian di luar,ada apa dengan Ari ?" tanya Nuri panik


"Alhamdulillah ma...tadi kami melihat jari tangan Ari bergerak ,dan dokter sedang memeriksa nya " jelas Gibran


"Subhanallah... Alhamdulillah....Ya Allah...." lirih Nuri mengucap syukur


"lalu bagaimana dengan keadaan Yoga ma?" tanya Gibran


"masih seperti kemarin, belum ada perubahan " sahut Nuri lirih ,ya sudah satu hari Ari dan Yoga di rumah sakit.


helaan nafas terdengar dari Gibran.


Ckleek'


pintu terbuka,Nuri langsung memberondong dokter dengan pertanyaan


"bagaimana putri ku dok,dia baik-baik saja kan ,apa dia sudah sadar,apa kami boleh melihat nya ?" tanya Nuri


"sabar Bu....sabar .... Alhamdulillah....kondisi putri ibu sudah membaik,baru saja ia siuman ,dan ibu juga keluarga sudah bisa menjenguk nya " sahut dokter itu dengan sabar ,sebab ia sudah biasa dengan situasi seperti saat ini


Di dalam masih ada seorang suster yang sedang membantu mengganti kantung cairan infus.


"mama...." ucap Ari


"sayang ,putri mama , Alhamdulillah nak kamu sudah sadar,mama takut terjadi apa-apa pada mu " Nuri segera memeluk dan menciumi Ari


Ari hanya tersenyum kemudian ia beralih pada Gibran


"kakak....."


"iya dek,ini kakak" sahut Gibran seraya mendekat lalu memeluk nya


"papa dan nenek mana?"tanya Ari


"nenek di rumah,ada nenek dan kakek juga dari kampung mereka baru sampai,rencana nya mereka akan datang ke sini nanti sore,sebab kamu yang masih belum sadar belum bisa di jenguk banyak orang,tapi setelah mendengar kamu siuman ,pasti sebentar lagi mereka ke sini" tutur Gibran


"benarkah ada nenek dan kakek ?" tanya Ari antusias


"iya " sahut Gibran lagi


"kak...Tante Lasmi sudah pergi ya?" tanya Ari berubah sendu


"iya " lirih Gibran


"semoga Tante Lasmi tenang di sana ya kak" ucap Ari lagi


"Amiin...." sahut Gibran,Nuri ,dan Aranta bersamaan ,sedangkan Thalia hanya diam,ia sudah tahu tentang siapa Lasmi yang sering mereka bahas,ia pun tak pernah bertanya lagi.


"hm....kak, bagaimana keadaan Yoga?" tanya Ari ,saat mengingat jika ia dan Yoga terluka


"Yoga koma sayang "sahut Nuri lirih


"k..koma...." gumam Ari nampak terkejut

__ADS_1


"iya sayang , benturan yang keras di kepala nya mengakibat kan pendarahan di otak nya" sahut Nuri lagi


"aku ingin melihat nya " ucap Ari menahan tangis


"iya ,tapi nanti ya,nunggu keadaan mu puluh dulu" ucap Nuri


"tidak ma...aku mau lihat Yoga sekarang,aku ......kenapa kaki ku gak bisa digerak kan ma....ma...kenapa ma....mama....." jerit Ari ketika ia tak bisa merasakan pergerakan pada kaki nya


"sabar sayang .... untuk sementara kamu tak bisa berjalan nak ,tapi nanti bisa kok,asal kamu rutin berobat dan terapi,kamu masih bisa jalan sayang " ucap Nuri menahan sesak di d*da nya , ia pun memeluk putri nya.


Gibran pun tak dapat menyembunyikan air mata nya ,dengan menunduk Gibran terus mengusap air mata nya,Aranta dan Thalia pun turut menangis karena merasa tak tega melihat kondisi Ari saat ini.


"ehehehehe......Ari gadis yang kuat ,dia pasti bisa melewati nya" ucap Wewe


"kamu itu ,mereka lagi pada sedih juga malah ketawa,dimana rasa empati mu " tegur Wowo


"ehehehehe.....lah memang cara bicara ku seperti ini " sahut Wewe membela diri


"kalau gitu nenek gak usah bicara ,diam dan perhatikan saja " timpal Gibran,membuat Thalia terkejut


"nenek....nenek siapa?" batin Thalia melihat sekeliling


namun kemudian


"astaga ,bisa g*la aku,dia kan bisa ngobrol sama hantu" gumam Thalia lagi dalam hati nya


"huuuhhuuu.....ma...aku gak mau lumpuh ma ... " rengek Ari


"enggak sayang kamu gak lumpuh,hanya sementara saja ,kamu masih bisa berjalan nak,percaya sama mama,kamu percaya pada Allah kan , Allah pasti akan menyembuhkan kaki mu ,asal kamu semangat dan jangan putus asa " ucap Nuri lagi


"sekarang kamu lebih baik istirahat ya sayang ,atau mau makan ?" tawar Nuri


namun Ari menggeleng


"aku mau lihat Yoga ma...."lirih nya


Nuri pun beralih menatap Gibran


"ya sudah gak apa-apa ma,Ari bisa pake kursi roda ,nanti aku yang bantu bawain kantung infus nya " ucap Gibran yang tak tega melihat Ari


Akhir nya mereka mengantarkan Ari menuju ruangan Yoga di rawat.Bu Nur Aini yang tengah berada di luar ruangan nampak terkejut saat melihat Ari,ia pun senang karena Ari sudah sadar.


"alhamdulilah ....kamu sudah bangun sayang " ucap Bu Nur Aini ,lalu memeluk Ari


"aku mau lihat Yoga Tante " lirih Ari


"baiklah,biar Tante yang antar kamu ke dalam " ucap nya


Gibran juga memberikan kantung cairan infus pada Bu Nur Aini ,mereka pun memasuki ruangan itu.


Bagai di sayat benda tajam, hati Ari terasa pilu melihat kondisi Yoga yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, di tubuh Yoga terdapat banyak selang dan kabel yang terhubung pada sebuah alat medis. Pada layar monitor juga memperlihatkan detak jantung Yoga.


"bisa tinggalkan aku sendiri Tante ,aku mau bicara sama Yoga"pinta Ari


"tentu ,sebentar Tante simpan dulu kantung infus nya " Bu Nur Aini pun menggantungkan kantung infus itu pada sebuah tiang gantungan yang kosong tak terpakai ,lalu meninggal kan Ari sendiri di dalam ruangan.


Setelah Bu Nur Aini keluar ,Ari pun mulai berbicara


"Yoga....ini aku ...." ia tercekat lalu menghembuskan nafas nya


Perlahan Ari meraih tangan Yoga lalu menggenggam nya,ia teringat kata-kata terakhir sebelum Yoga tak sadarkan diri.


"kenapa kamu baru mengatakan nya,aku sangat merasa bersalah karena aku tak tahu perasaan mu ,aku sendiri tak tahu bagaimana perasaan ku pada mu,yang jelas aku senang dan nyaman saat bersama mu,kamu bangun dong...agar kita bisa membahas masalah ini,tentang hubungan kita sebaiknya seperti apa,kalau benar-benar kamu cinta aku ,kamu bangun ya.....aku gak bisa melihat mu seperti ini...." lirih Ari dengan menempelkan punggung tangan Yoga pada pipi nya


Tak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulut Ari ,hanya isakan saja yang terdengar pilu.


Namun tiba-tiba saja Ari terkesiap saat merasakan tubuh Yoga bergerak-gerak kemudian kejang.


Sontak saja Ari berteriak histeris


"Yoga.....tidak....tolooooongg .....dokter..... suster....."

__ADS_1


***


__ADS_2