The INDIGO

The INDIGO
Tak ingin kehilangan


__ADS_3

Aranta benar-benar merasa malu melihat nya ,sebab baginya itu adalah hal yang tak pantas di lihat bagi seorang gadis seperti nya .


Bagaimana tidak, di spion nya itu tersangkut sebuah pakaian dalam milik hantu tersebut.


Entah bagaimana cara nya milik hantu itu sampai tersangkut di sana,yang jelas hal itu membuat Gibran tertawa terpingkal-pingkal.


"kok bisa ya hantu pake ****** ***** begitu,mana nyangkut lagi" lirih Nuri yang juga menahan tawa,meski sudah sering melihat bahkan menyentuh benda seperti itu tetap saja Nuri juga merasa malu melihat nya,jika milik orang lain.


"kalau mau ketawa ya ketawa saja gak ada yang ngelarang kok " ucap Wowo tiba-tiba


"ih apa sih wo, nyamber saja kaya bensin" seru Nuri


"Adnan ,buang ih ,geli tahu lihat nya " lirih Aranta menunduk


"baiklah "


"kak Wowo ,bisa kan kak Wowo ambilin dan kasih lagi ke hantu itu ,kasihan tuh burung nya takut masuk angin,nanti kaya ikan kembung " seru Gibran pada Wowo


"hahahaha....kenapa gak kamu saja ?" tanya Wowo


"aku lagi nyetir,gimana cara nya coba ,lagian kan sudah jauh juga ,kan kak Wowo bisa ngilang buat nyamperin hantu tadi " sahut Gibran


"hm....giliran yang seperti ini saja aku yang kena " gumam Wowo yang berada di atap mobil


"ya ampun.....aku baru tahu ternyata Adnan ucapan nya gak bisa di filter ,kan aku malu denger nya" batin Aranta lirih ,gadis itu benar-benar merasa keki mendengar ucapan Gibran yang mengatakan tentang burung yang masuk angin,itu merupakan hal baru bagi nya.


"Gibran.... kalau bicara tuh di jaga ,kasihan anak orang malu tuh" bisik Nuri yang menyadari jika Aranta tak nyaman mendengar ucapan Gibran tadi


"astaghfirullah....maaf ma...aku lupa" sahut Gibran


"kamu tuh "gumam Nuri gemas seraya menggeleng kan kepala


Wowo pun meraih ****** ***** milik hantu itu yang menyangkut di spion lalu menghilang menuju hantu tadi.


"ya ampun ada-ada saja " gumam Gibran seraya melirik pada Aranta dari spion kecil yang menggantung di atas nya


Sedangkan Aranta yang terus di lirik oleh Gibran pun memalingkan wajah ke arah samping nya,ia masih malu melihat ****** ***** itu ditambah ucapan Gibran yang terus terngiang-ngiang di telinga nya.


Aranta memejamkan mata lalu menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


fuuuuuhhhhh......


"ok Aranta ,... bersikap biasa lah ,anggap saja tak pernah ada apa-apa " batin nya


Dalam perjalanan Gibran merasa jika perut nya minta di isi,ia pun membelok kan mobil nya ke sebuah rumah makan Padang tanpa bertanya dulu pada yang lain.


"kok belok ke sini?" tanya Nuri


"kita makan dulu,aku sudah lapar " sahut Gibran


"lagi....? kan baru saja kita makan bareng anak-anak di panti ,kamu masih lapar?" tanya Aranta


"iya....gimana ya....aku paling gak bisa nahan lapar ,kapan pun itu kalau nemu ada yang jualan makanan ya beli dan makan,kecuali kalau sedang puasa " sahut Gibran seraya terus memamerkan gigi putih nya yang nampak rapih


"ya sudah ayok kita masuk ,gak apa-apa lah Aranta kita icip-icip saja nanti ,Tante juga sebenarnya masih kenyang ini " ucap Nuri yang sudah tak aneh dengan anak nya itu


"Gibran memang begitu orang nya nak,entah lah n*fsu makan nya selalu berlebih bentar-bentar makan , bentar-bentar ngemil , mudah-mudahan nanti setelah kalian menikah kamu gak kaget ya kalau Gibran seperti itu " ucap Nuri


Hal yang unik lagi dari Gibran yang belum othor ceritakan yaitu kebiasaan nya yang suka makan dan ngemil,namun Gibran selalu mencoba untuk tak menyentuh makanan di waktu malam hari ,akan tetapi semenjak ia makan mie instan buatan Aranta saat tengah malam itu ,Gibran tak bisa lagi menahan hasrat nya untuk tak menyentuh mie instan ketika malam,dan entah kenapa makan mie instan malam hari menjadi candu baginya.


"ah mama....jangan bongkar kartu as ku lah ,kan malu" lirih Gibran


"kok malu,justru biar Aranta nanti tidak shock saat melihat kamu tak bisa jauh dari makanan ,kan bisa siapin mental mulai dari sekarang kan"sahut Nuri


Gibran tak menyahut ,ia hanya mendengus pelan


"ya sudah kita turun "Aranta pun turut ikut ke dalam ,daripada ia harus duduk diam di mobil dan menunggu ,lebih baik dia masuk


"pantas saja selama KKN waktu itu,Adnan suka banget beli makanan , entah itu cemilan atau makanan berat ,malam hari juga orang lagi enak-enak nya tidur dia malah sibuk sendiri di dapur,oh Ya Tuhan....tapi .... tubuh nya kok tetap bagus, perut nya juga gak kelihatan buncit ,harus nya orang yang suka dan doyan makan pasti perut nya buncit " ucap Aranta dalam hati nya.


Ketiga nya pun masuk ke rumah makan Padang tersebut.Lalu Gibran segera memesan makanan ,sementara Nuri dan Aranta hanya menikmati kerupuk pedas yang di sediakan di meja.

__ADS_1


Di tempat lain ,Lasmi tengah memperhatikan beberapa pekerja sedang melakukan penggalian tanah ,sebab akan dilakukan pelebaran jalan di sekitar terowongan **** tersebut,kenapa dilakukan penggalian,itu karena nanti nya akan di pasang saluran air bawah tanah.


Salah seorang pekerja terperanjat setelah menemukan beberapa tulang-belulang yang masih utuh meski tak lengkap,ada tengkorak,tukang rusuk ,dua tulang tangan sampai tulang panggul sisa nya sudah hancur menyatu dengan tanah karena dimakan usia.


Melihat ada penemuan itu pun para pekerja di hentikan untuk beberapa saat ,sebab tim forensik segera diluncurkan ke tempat tersebut untuk mengangkat dan menyelidiki tulang belulang siapa kah itu.


Satu-persatu tulang belulang itu diangkat dengan hati-hati,bahkan tulang yang sudah hancur menyatu dengan tanah pun juga di bawa nya untuk di teliti lebih lanjut.


Setelah di pastikan tak ada lagi sisa nya, tim forensik segera pergi meninggalkan lokasi ,dan para pekerja proyek itu pun kembali bekerja.


"sepertinya waktu ku di dunia ini akan segera berakhir" lirih Lasmi memperhatikan mobil tim forensik yang membawa tulang belulang nya.


"khikhikhikhi.........."Lasmi pun melayang pergi dengan meninggalakan tawa melengking yang cukup membuat orang bergidik ngeri.


"eh....kalian ada dengar suara orang ketawa gak ,kaya suara cewek gitu?" tanya salah satu pekerja pada rekan-rekan nya


"ah kagak ,ngaco lu...suara kentut kendaraan iya ,ngadi-ngadi saja,suara cewek ketawa apa nya,dari tadi juga cuman suara kendaraan yang lalu lalang yang kedengeran " sahut salah satu rekan nya


"tapi beneran kok ,tadi aku denger dengan jelas " ucap nya lagi


"halah.... sudah-sudah tengah siang bolong begini mana ada cewek ketawa ,kalau malem pasti kuntilanak ,sudah lebih baik lanjut kerja lagi biar cepet beres,mana panas gini juga" seru rekan nya yang lain


Akhirnya mereka kembali mengerjakan pekerjaan nya.


Sementara itu Ari dan Yoga pun sedang dalam perjalanan pulang, mereka tak tahu dan tak menyadari jika ada seseorang yang tengah membuntuti mereka ,akan tetapi berkat adanya orang suruhan Rifki yang meminta nya menjaga dan mengawasi Ari pun,orang yang mengikuti Ari itu dapat dibereskan.


"s*al rupanya Ari ada bodyguard nya " umpat Zeky


Ya....Zeky lah yang membuntuti Ari dan Yoga,karena ia sangat penasaran ada hubungan apa antara Ari dan Yoga,sebab ia melihat mereka berdua nampak dekat.


"kamu beneran sudah tidak apa-apa?" tanya Yoga pada Ari


"gak apa-apa,hanya masih sedikit lemas saja ,tapi beneran gak apa-apa kok" sahut Ari menoleh pada Yoga


"malam ini kamu ada acara gak?" tanya Yoga ragu


"sebenarnya ada yang ngajakin aku kencan malam ini,kenapa memang nya?" tanya Ari


Ia yang tadinya hendak mengajak Ari dinner pun mengurungkan niat nya ,hatinya pun mencelos mendengar jawaban Ari


"kamu kok diem?''tanya Ari


"lah memang nya aku harus gimana,jungkir balik sambil bilang wooow begitu" sahut Yoga dingin


"ih kok jawab nya gitu sih" ucap Ari


"memang nya siapa yang ngajakin kamu kencan?''tanya Yoga akhirnya


tak langsung menjawab ,Ari malah tersenyum


"nasib.....yang hanya dianggap teman ya begini....sabar Yoga...." lirih Yoga dalam hati nya


"kamu tebak dong" ucap Ari


dengan menghela nafas Yoga pun akhirnya menebak asal


"Zeky " tebaknya


"ye......enak saja....bukan lah"


"lalu siapa?" tanya Yoga


"hm.....papa...." jawab Ari tersenyum


"heeeeehhh.....astaga Ari....aku kira siapa,kenapa gak bilang dari tadi "ucap Yoga merasa lega


"hahaha.....habis nya ekspresi mu tegang banget gitu,kenapa sih?" tanya Ari


"gak kenapa-kenapa" sahut Yoga mendadak salah tingkah


Mereka pun sampai di depan rumah Ari.

__ADS_1


"makasih ya....mau mampir dulu?" tawar Ari


"lain kali saja ya "


"ya udah kamu hati-hati "


Yoga pun pergi setelah melihat Ari masuk ke dalam rumah nya


Saat Ari hendak memasuki rumah nya ,ia melihat pantulan bayangan Lasmi di kaca jendela rumah nya ,ia pun mengerutkan kening saat melihat raut wajah yang tak biasa dari kuntilanak itu.


"Tante kenapa?" tanya Ari


"tidak kenapa-kenapa,masuklah sebentar lagi kakak dan mama mu pulang " ucap Lasmi


"baiklah ,aku ke dalam ya" Ari pun memasuki rumahnya,ia tak mau banyak bertanya ,sebab ia merasa takut dengan raut wajah kuntilanak itu yang tak seperti biasa nya


"ada apa dengan Tante Lasmi" batin Ari


"assalamualaikum.....aku pulang...." teriak Ari dan langsung di jawab salam nya oleh sang nenek


"waalaikum salam..... bagaimana sekolah mu hari ini sayang?" tanya Dewi


"biasa saja kok nek ,nenek gimana apa sakit pinggang nenek sudah baikan?" Ari mencoba mengalihkan perhatian dengan menanyakan kondisi nenek nya ,ia tak ingin memberi tau apa yang ia alami di sekolah nya


"masih terasa cenat-cenut sedikit tapi nenek sudah minum obat nya kok " sahut nenek nya


"syukur lah kalau begitu,nenek harus banyak beristirahat ,jangan banyak beraktivitas ok" ucap Ari


"iya tuan putri ,sekarang cepat bersih-bersih lalu shalat, belum shalat dhuhur kan?" tanya nya


"iya nek belum ,kalau gitu aku ke kamar dulu ,muaach..." Ari pun berlalu ke kamar nya setelah mengecup pipi sang nenek


Tak lama setelah Ari masuk ke dalam kamar nya ,Gibran ,Nuri ,dan Aranta pun sampai.


"assalamualaikum...."


"waalaikum salam......"


Namun setelah memasuki rumah ,langkah Gibran terhenti saat melihat Lasmi yang tengah menatap nya sendu.


"Tante kenapa?" tanya Gibran tanpa membatin


Dewi yang sudah tak asing dengan sikap cucu nya pun ,tak merasa bingung. Sedangkan Nuri dan Aranta hanya menyimak.


Sekelebatan bayangan yang tadi Lasmi saksikan pun terlintas di benak nya.


"jadi .... Tante akan pergi?" tanya Gibran


"pergi kemana?" belum juga Lasmi menjawab Nuri sudah lebih duluan bertanya


"mungkin sebentar lagi mereka akan mengetahui pemilik tulang belulang yang mereka temukan ,dan kemungkinan terbesar aku harus pergi meninggalkan kalian dan dunia ini" lirih kuntilanak itu


"apa " Nuri nampak terkejut mendengar nya


Ia bingung harus senang ataupun sedih mendengar kabar itu ,karena walau bagaimana pun sosok Lasmi sudah lumayan lama bersama nya dan sudah seperti saudara meski sosok nya hanya lah kuntilanak.


Tentu saja akan berat baginya untuk merelakan nya pergi ,namun jika takdir sudah berkata lain maka Nuri atau siapa pun tak bisa menolak takdir itu,mau tidak mau ,rela tidak rela mereka harus melepas Lasmi pergi agar kembali tenang di alam yang seharusnya.


"iya ,tapi sebelum aku benar-benar pergi izinkan aku untuk selalu bersama kalian ,aku tak mau di pohon nangka katika malam ,aku ingin tidur di dalam rumah" cetus kuntilanak itu


"memangnya hantu bisa tidur ?" tanya Aranta


"ya bisa lah,hanya saja tidur kami itu tidur ayam ,yang enggak benar-benar tidur" sahut Lasmi


"ehehehehe......kami akan merindukan mu nanti" ucap Wewe tiba-tiba


"kalau boleh memilih aku lebih baik tinggal di dunia ini saja bersama kalian ,tapi seperti nya itu tidak mungkin ,karena mungkin setelah tulang-belulang ku di kebumikan dengan layak ,maka saat itulah aku akan pergi " tutur Lasmi


"Tante tidak boleh pergi......."


***

__ADS_1


__ADS_2