
Kita ke POV Aranta ya.....
ARANTA POV
Mataku mengerjap pelan saat telinga ku menangkap suara seseorang berbincang ,namun karena merasa silau aku pun menahan diri untuk membuka mata ,hanya telinga ku yang menangkap suara obrolan itu .
"ma....yang ini sakit ....sebelah sini juga...lengan ku juga sakit ma...pegel ....semalam kan abis gendong Aranta ,berat juga dia ternyata ...." ucap seorang laki-laki yang ku yakini itu adalah Adnan
"ya ampun nak,ini kok memar-memar semua ,sini biar mama olesin juga obat nya biar hilang memar nya " ucap Tante Nuri ,ya suara itu suara Tante Nuri
"kamu ini ikut-ikutan papa saja ,baru saja sakit segitu udah ngeluh " sambung om Rifki
"biarin ,memang nya papa saja yang bisa manja, mumpung tak ada Ari kan " ucap Adnan lagi
"sudah lah pa, biarkan saja ,kasihan kan anak kita ,ini kenapa bisa sampai memar-memar begini sih ..." ucap Tante Nuri lagi
"memar seperti itu mah biasa nama nya juga cowok,jangan terlalu di manjain terus lah,udah gede ini " sahut om Rifki
"papa syirik aja" sahut Adnan
"memang nya apa yang terjadi sih ,apa mereka memukuli kamu?" tanya Tante Nuri
"iya ma....sakit ...."suara Adnan merengek
"ya ampun kasihan sekali kamu nak , benar-benar keterlaluan mereka , awas saja kalau mama ketemu sama mereka,itu juga tuh temen kamu ,mama gak nyangka ternyata dia musuh dalam selimut , kalau mama lihat mereka mama akan hajar mereka ,berani nya mukulin anak mama , mama juga gak pernah mukul kamu jangan kan mukul nyubit aja mama tak pernah " ucap Tante Nuri
"memang nya mama berani?" tantang Adnan
"siapa takut,semalam juga mama diam menunggu di mobil bukan karena mama takut ,tapi papa mu pasti tak akan mengizinkan mama ikut " jawab Tante Nuri
"disana bahaya ma, aku tak mau mama kenapa-kenapa" ucap Adnan
"iya ,papa juga gak mau mama mu kenapa-kenapa ,makanya papa ngelarang mama ikut " sambung om Rifki
"padahal mama tuh udah gatel banget tau gak ,udah lama gak nonjok orang " sahut Tante Nuri
"memang nya mama pernah nonjok orang?" tanya Adnan
"jangan remehkan mama nak, gini-gini mama mu ini wonder woman " puji om Rifki
"wonder woman" batin ku
"maksudnya?" tanya Adnan
"dulu mama itu ...,sedikit bar-bar dan agak nyeleneh , mama pernah berantem sama teman laki-laki mama ,dan berantem nya gak seperti berantem adu mulut tapi berantem yang beneran berantem ,adu jotos gitu "Tante Nuri terdengar terkikik sendiri
"beneran ?...mama....seperti itu?" tanya Adnan lagi
"iya,...kalau tak percaya tanya sama kakek dan nenek " jawab Tante Nuri
Sebenar nya aku ingin mendengarkan lagi percakapan mereka ,namun rasa haus di kerongkongan ku membuat ku harus membuka mata ku ,memang sedikit berat dan silau ,namun aku tetap berusaha membiasakan mataku dengan silau nya cahaya lampu yang mengenai mata ku .
pelan tapi pasti , samar-samar aku melihat langit-langit berwarna putih dengan lampu yang menyala terang ,ku miringkan kepala ku ke arah dimana suara percakapan itu terdengar .
Ya ampun ....manis sekali ....
__ADS_1
aku melihat Adnan yang tengah bermanja-manja pada Tante Nuri sedangkan om Rifki nampak cemberut
Melihat nya bersikap manja seperti itu membuat ku sedikit tak percaya ,seorang Adnan yang terkenal dingin dan cuek di sekolah bisa manja juga pada mama nya ,dan itu terlihat sangat manis .
"uuhhh....." aku melenguh
"Aranta .... Alhamdulillah....kamu sudah bangun " Tante Nuri menghampiri ku
"kamu mau minum ?" tanya Tante Nuri ,aku mengangguk lemah
"ini ...minumlah pelan-pelan " aku meminum air dengan sedotan yang di berikan Tante Nuri
"makasih Tante ...." ucap ku lemah
"aku panggil dokter " Adnan beranjak
"tak perlu ,tinggal pencet saja tombol ini ,kenapa mesti repot-repot pergi keluar " ucap Tante Nuri
"eh iya juga ya" gumam Adnan menggaruk kepalanya
Kemudian aku menengok ke blankar lain ,dan hatiku terasa sakit saat melihat mama ,dan papa juga terbaring lemah dengan selang infus dan oksigen di tubuh mereka .
"mama....papa...." air mata ku luruh saat ini juga
"jangan menangis,mereka baik-baik saja ,tinggal menunggu sadar nya saja " ucap Tante Nuri lagi
"maafkan aku ya Tante ...om... Adnan ...aku selalu merepotkan kalian " ucap ku lirih
"tidak apa-apa,kami ikhlas kok membantu mu dan kami sama sekali tak merasa di repot kan " ucap Tante Nuri seraya tersenyum manis
"ma...pa....lihat tangan paman Seno dan istrinya bergerak " seru Adnan ,aku pun menoleh beruntung dokter masih berada di ruangan ku hingga dokter pun dengan cepat memeriksa mama dan papa
"Alhamdulillah.... kedua pasien sudah mulai membaik , sebentar lagi akan ada perawat yang akan membawa kan makanan , nanti di habis kan ya ,setelah itu obat nya juga akan di siap kan perawat " tutur dokter laki-laki yang ber name tag Indra
"baik dokter " sahut ku masih lemas
Setelah itu dokter dan perawat tadi pun keluar
"Aranta.....putri kecil ku" lirih mama mengulurkan tangan nya ,aku pun segera meraih nya
"iya ma....ini Aranta ....maafkan Aranta ya ma.... gara-gara Aranta...mama dan papa jadi ngalamin hal seperti ini" isak ku sambil memegang tangan mama
"tidak sayang .... ini bukan salah mu ,mama yang seharus nya meminta maaf karena mama tidak bisa menjaga dan melindungi mu " suara mama hampir tak terdengar karena masih lemas
"kalian.....yang sudah menjaga Aranta kami ,kamu pasti Adnan kan ?" tanya mama menatap keluarga Adnan terutama pada Adnan
"iya Tante " jawab Adnan
"terima kasih karena kamu sudah mau menjaga dan menolong Aranta kami, entah bagaimana jadinya jika Aranta tak mengenal kalian " ucap mama lagi
" sudah ....tidak apa-apa mbak , kita senang kok bisa membantu kalian , lagipula aku sudah menyayangi Aranta seperti anak ku sendiri ,jadi aku dan keluarga pasti akan menjaga dan melindungi nya "tutur Tante Nuri ,terlihat sekali ketulusan di wajah nya .
"Tuhan....alangkah beruntungnya aku bisa mengenal keluarga ini,apalagi Tante Nuri ,bukan hanya cantik tapi hatinya sangat baik dan keibuan ,cara ia menolong seseorang memang tak pandang bulu " batin ku
"Rifki ....terima kasih " ucap papa pula
__ADS_1
"it's ok bro....kaya sama siapa saja , santai saja , lagian juga kamu pas udah merryed malah langsung ngilang ,tau nya masalah ini penyebab nya , kenapa kamu tak memberi tahu ku dari dulu, tau gitu kita akan cari solusi nya sama-sama ,gak kucing-kucing ngan terus ,kasihan Aranta kan jika harus hidup terpisah dari orang tua nya sampai harus berpindah-pindah tempat pula ,apa kalian tak khawatir anak kalian itu perempuan ,bagaimana kalau Aranta ketemu orang yang lebih jahat selama masa persembunyian nya " ucap om Rifki malah mengomeli papa
"uhuk...uhuk... aku juga khawatir lah ,tapi mau gimana lagi ,keadaan yang membuat ku harus bertindak seperti itu" ucap papa
"tapi sekarang kalian sudah bisa tinggal bersama lagi , sudah tak akan ada lagi orang-orang yang akan mengancam keselamatan putri kalian " ucap om Rifki lagi
"maksud nya ?" tanya mama dan papa ,aku pun ingin tahu dan memasang telinga untuk mendengarkan penjelasan om Rifki
"tapi sebelum nya kami mau mengucap kan turut berduka cita ,karena Oma nya Aranta kemarin malam sudah meninggal dunia ,sebab beliau melakukan tindakan bunuh diri ,dan saat ini keluarga kalian yang lain yang mengurus pemakaman nya "ucap Tante Nuri menjelaskan
"mungkin memang sepertinya harus begitu , aku sendiri sebagai anak nya merasa takut bertemu ibu, entah aku harus senang atau sedih mendengar berita kematian nya , yang jelas perasaan ku saat ini merasa lega " ucap mama dan jujur aku juga merasa kan hal yang sama seperti mama ,bingung antara senang atau sedih .
"tapi walau bagaimana pun beliau tetaplah ibu kandung mbak , mau seperti apa pun beliau ,mbak sebagai anak wajib mendoakan nya " ucap Tante Nuri lagi
"iya ,aku mengerti , meski aku takut dan benci pada ibu ,tapi doa ku tak pernah putus untuk nya " ucap mama lagi
"syukurlah kalau begitu "
Makanan dan obat pun akhirnya datang ,aku ,mama dan papa ,kita bertiga memakan makanan yang di bawakan perawat,lalu meminum obat .
Hari-hari berikut nya kondisi ku mulai stabil ,luka jahitan di perut ku pun mulai mengering ,begitu pun dengan mama dan papa , akhirnya setelah tiga hari kami di rawat di rumah sakit kami bisa pulang ,namun baik aku maupun mama papa ,kita bertiga bingung hendak pulang kemana ,karena rumah pun tak ada ,rumah papa yang di tinggali oleh sanak keluarga yang lain pun ternyata sudah berganti nama kepemilikan nya .
"sudah lah tak usah khawatir untuk tempat tinggal ,kalian bisa tinggal dulu di rumah kami " ucap om Rifki seraya merapikan barang-barang nya
"tapi..."
"udah jangan tapi tapian ,kalau kamu tak ingin tidur di jalanan ,nurut aja " potong om Rifki
"kau fikir aku semiskin itu sampai bisa tidur di jalanan, ya kali kita nge gembel, sebenarnya aku tuh masih punya tabungan juga kali ,cukup lah buat beli rumah mah ,hanya saja kan belum nemu rumah nya " ucap papa
"nah justru itu ....sementara kamu belum punya tempat tinggal kamu tinggal dulu bersama kami ,gimana ,kurang baik apa aku coba " ucap om Rifki lagi
"iya...iya....kamu dan keluarga kamu baik banget sampai-sampai mau saja di repotin terus menerus oleh ku " sahut papa
"hahaha......kita kan kenal bukan setahun dua tahun , direpotkan seperti ini gak ada apa-apa nya sudah lah ayok ikut saja dengan ku , anak ku pasti senang banget Aranta kembali ke rumah" tutur om Rifki membuat mama papa melihat pada ku
"apa kalian .....kamu dan Adnan ...."
"papa jangan salah faham,aku sama Adnan gak ada hubungan apa-apa , kami cuman temen" ucap ku cepat
"lalu kenapa dia bilang anak nya pasti senang kamu balik ke rumah nya ?" tanya papa menunjuk om Rifki
"putri ku Ari yang akan senang,kau tahu selama ini putri ku sangat dekat dan bergantung pada kakak nya Adnan ,tapi semenjak adanya Aranta dia mengabaikan kakak nya itu " tutur om Rifki
"baik lah....tapi ini sementara ya , aku tak enak jika terus ngerepotin " ucap papa
"lama juga boleh asal ada uang sewa nya saja " om Rifki berkelakar
kami pun pergi meninggalkan kamar rumah sakit itu ,teringat Ari .....aku jadi sangat merindukan nya ,apalagi kakak nya ,hihihi.... haduh wajah ku terasa panas ......
Sedang apa ya kira-kira mereka saat ini , Adnan dan Tante Nuri memang sudah kembali ke Jakarta kemarin , tak melihat nya satu hari waktu terasa lamban ,aku memang menyukai nya ,meskipun aku tahu jika aku bukan tipe nya apalagi kita beda keyakinan ,tapi itu tak membuat ku sedih , berada dekat dengan nya dan bisa melihat nya saja aku sudah bahagia.
Melihat bagaimana ia khawatir pada ku saja bahagia nya minta ampun, biarlah aku nikmati rasa ini,tanpa harus terbalaskan pun tak mengapa meski hati ku merasa sakit jika melihat nya dekat dengan wanita lain ,meskipun tak dekat-dekat amat sih ,tapi aku salut pada nya,dia berbeda dari cowok yang lain ,dia selalu tahu batasan saat bicara dengan lawan jenis ,dan itu yang paling ku suka darinya ,tak masalah bagiku jika Adnan tak menyukai ku,karena aku pun sadar begitu banyak kekurangan diri ku .
ARANTA POV END
__ADS_1
***