
Jika para ibu sedang mengantar Gibran dan Aranta ,sama hal nya dengan yang di lakukan Rifki dan Seno.
Kedua pria yang sebentar lagi berbesanan tersebut tengah mencari gedung hotel yang sesuai untuk resepsi pernikahan anak-anak mereka ,untuk akad Gibran meminta di gelar di masjid ,dan untuk yang satu itu para orang tua setuju.
Di salah satu hotel mereka berdua tak sengaja bertemu dengan Haris yang akan menghadiri suatu acara di hotel tersebut
"loh...kalian berdua ,sedang apa di sini,mau menghadiri acara launching juga?" tanya Haris
"tidak , kami hanya sedang melihat-lihat bagian ballroom saja ,rencana nya mau buat resepsi nanti " sahut Seno
"resepsi siapa ?" tanya Haris
"anak kita berdua lah ,Gibran dan Aranta " sahut Rifki
"what ... mereka mau nikah ? kapan,kok aku gak ada yang ngasih tahu sih ,tega bener kalian ,emang nya kalian udah gak nganggep aku sebagai sahabat kalian apa, yang lain juga sudah tahu belum?" tanya Haris nampak terkejut
"belum ada yang kita kasih tahu ,rencana nya kita mau cari dulu gedung ,dan segala macem nya ,jika udah clear baru kita kasih tahu kalian " sahut Rifki lagi
"waduh kalau Riswan tahu , bisa-bisa dia pengen nikah juga" gumam Haris pelan
"apa...Riswan pengen nikah?"tanya Seno yang masih mendengar gumaman Haris
Rifki pun menoleh
"hm...ya gitu ...pas datang dari KKN waktu itu anak itu terus merengek minta tunangan,karena katanya Gibran juga udah tunangan ,sekarang kalau dia tahu Gibran mau nikah ,dia pasti pengen nikah juga " sahut Haris
"ya sudah nikahin saja anak mu itu ,kalau perlu barengan sama Gibran sekalian ,ya kan Ki?" tanya Seno
"enak saja ,anak orang mau di kasih makan apa,kalian kan tahu sendiri Riswan belum kerja ,gak kaya Gibran yang kalau ada waktu luang suka pergi ke kantor ,kalau Riswan bisa seharian dia tiduran " ucap Haris
"ya siapa tahu kalau udah nikah mah ,Riswan jadi lebih bertanggung jawab ,giat kerja ,minimal bantu kamu gitu " sahut Seno lagi
"iya kalau dia sadar kalau enggak ,masa aku yang ngidupin mereka ,rumah tangga macam apa makan di tanggung orang tua" seru Haris bersedekap
"hm....terserah pada mu saja lah ,kalau aku jadi kamu ya ,aku bakal nikahkan saja mereka ,sebab kita kan gak tahu apa-apa saja yang mereka lakukan di belakang kita ,emang nya kamu mau anak kita melakukan dosa ,di depan kita mereka pasti akan menjaga sikap ,tapi di belakang ....kan kita gak tahu,jangan sampai apa yang kamu alami kejadian juga sama anak kamu " ucap Seno memperingati
Hal itu pula yang mendorong nya untuk segera menikahkan putri semata wayang nya ,meski ia tahu dan percaya pada anak dan calon menantu nya tersebut ,namun sebagai orang tua ia tetap merasa was-was.
Mendengar kata-kata Seno Haris pun terdiam.
"iya juga ya ...eh tapi kan aku khilaf nya sama Della bukan sama Nuri " batin nya
Merasa Haris kembali mengingat masa lalu nya bersama Nuri istri nya ,Rifki pun segera berucap.
" kalau gitu kita langsung saja temui manager hotel ini ,manager nya sudah menghubungi aku nih " ucap Rifki pada Seno
"oh iya ,ya sudah kita berdua pergi menemui manager hotel ini dulu " sahut Seno
"ok ,eh nanti kita makan siang barengan saja gimana..., kebetulan nanti ada Rudi dan yang lain juga ,sekalian kita kumpul ,reuni gitu" ucap Haris
"baiklah ,kau atur saja jadwal nya , insyaallah kita akan datang " ujar Rifki
"ok "
Keduanya pun berpisah ,Rifki dan Seno pergi menemui manager hotel sementara Haris pergi menghadiri acara launching sebuah produk dari salah satu perusaahan.
Di sekolahan
Ari yang baru ini tanpa ada Yoga yang menemani mengisi perut di kantin nampak sendirian, tiba-tiba Zeky datang menghampiri dan duduk di kursi depan Ari.
Sekilas tentang Zeky , guna-guna di tubuh nya sudah hilang karena Ari sudah memaafkan nya , meskipun Ari sebenarnya tak mengetahui perihal guna-guna tersebut.
"makan apa?" tanya Zeky basa basi
"mie ayam "sahut Ari singkat
"pulang sekolah kita pulang bareng yah" ajak Zeky
__ADS_1
"maaf aku gak bisa papa aku mau jemput" tolak Ari
Sebenarnya Ari cukup merasa risih dengan Zeky , sikap nya yang tiba-tiba manis membuat nya lebih berhati-hati,bukan mau su udzon hanya saja sebagai manusia ia hanya ingin berjaga-jaga,mengingat sikap Zeky yang sebelum nya berbeda pada nya.
Teeeeeettttt......
Bel masuk pun kembali berbunyi , tepat saat itu makanan yang Ari makan sudah habis ,Ari lalu meminum jus jeruk lalu beranjak ke kelas ,sebelum nya ia sudah membayar makanan nya sesaat setelah makanan nya siap.
"aku duluan " ucap Ari lalu segera meninggalkan kantin ,juga Zeky yang sedari tadi hanya diam memperhatikan Ari
"woyy....bengong aja ,entar kesambet loh ,tuh bel udah bunyi dari tadi " seru penjual di kantin
"hah ...sudah sepi rupanya " Zeky terkesiap lalu beranjak hendak meninggalkan kantin ,akan tetapi baru saja beberapa langkah ,Lasmi dengan iseng nya menggeser kursi ke arah Zeky.
Bruukk
"aduh....kenapa kursi ini tiba-tiba bergerak sendiri " gumam nya bingung
Di geser kan nya kursi itu ke tempat nya ,namun lagi-lagi kursi itu bergerak ke arah nya.
"waduh , lama-lama horor juga nih kantin,mending gw pergi saja lah, hiiiyy...." Zeky bergidik ngeri lalu berlari menuju kelas nya
"lah bocah ngapa ya... dari tadi bengong ,terus mainin kursi eh sekarang lari kaya ketakutan begitu , dasar anak jaman sekarang aneh-aneh saja kelakuan nya" gumam penjual kantin menggelengkan kepala
Sementara itu Gibran dan Aranta yang sudah sampai rumah pun segera masuk ke kamar masing-masing ,kedua nya hendak melanjutkan pembuatan skripsi yang belum selesai.
Baik Aranta maupun Gibran kedua nya sangat serius dalam mengerjakan tugas nya tersebut, hingga waktu terus berjalan ,dan kini matahari pun sudah tenggelam berganti dengan rembulan dan gemerlap nya bintang di langit.
Keduanya sama-sama menyudahi pekerjaan nya saat pintu kamar mereka di ketuk.
Gibran menuju ruang makan bersama Ari yang tadi mengetuk pintunya.Namun tiba-tiba kucing Ari yang bernama Santi terus mengeong pada Ari ,Ari pun segera menggendong kucing nya tersebut.
Akan tetapi kucing nya itu malah melompat dan berlari ke luar rumah.
"Santi.....kamu mau kemana?" teriak Ari
Ari lantas mengejar kucing nya tersebut bersama Gibran.
"itu mah,kucing nya Ari pergi ke luar " sahut Gibran
Nuri pun turut pergi ke luar karena merasa khawatir pada kedua anak nya tersebut sebab hari sudah gelap.
Saat sudah sampai di luar ,Nuri ,Ari ,dan juga Gibran terdiam melihat seseorang datang dengan membawa seikat bunga mawar merah ,di bawah nya nampak Santi memasang sikap waspada dengan menunjukan gigi taring nya yang tiba-tiba terlihat panjang dan runcing, bulu-bulu nya pun nampak berdiri dengan tubuh yang terangkat.
"siapa yang datang?" tanya Nuri
"entah lah ma....tapi seperti nya......" Gibran menatap ragu pada orang yang datang dengan wajah yang terhalang buket bunga mawar tersebut .
"seperti nya apa kak?" tanya Ari
"seperti nya kakak tahu siapa orang itu ,tapi kakak takut salah ,kita lihat saja siapa dia kalau sudah dekat " sahut Gibran lagi
Selangkah demi selangkah langkah kaki orang itu melangkah,kini dia sudah berada tepat di depan Ari .
"selamat malam " ucap nya seraya menurunkan buket bunga mawar nya yang dari tadi menghalangi wajah nya
"Zeky..." seru Ari mengerutkan kening
"hai semua nya " sapa Zeky
"hai juga ...sebentar ya..." Nuri segera menarik Ari menjauh
"itu siapa?" bisik Nuri
"teman aku ma..." jawab Ari
"yakin teman ,kenapa datang b
__ADS_1
bawa bunga segala?" tanya Nuri lagi
"ya aku juga gak tahu ma....mama tanya saja sama orang nya " sahut Ari
"huuufthhhh....ok ,kita kembali" Nuri kembali mengajak Ari menghadapi Zeky
"maaf ya ,ayo silahkan masuk" ajak Nuri ramah
"terima kasih Tante " Zeky pun masuk bersama Nuri yang mengiringi langkah nya
Sementara Ari masih berdiam di luar bersama Gibran
"jangan katakan kalau kamu balikan sama dia"ucap Gibran
"enggak kak ,siapa juga yang balikan ,orang aku juga bingung darimana dia tahu rumah ku ,mana datang bawa bunga segala lagi" jawab Ari apa ada nya
"ya sudah kita juga sebaik nya masuk ,tak enak masih berada di luar sementara tamu sudah masuk " ajak Gibran
"Santi ayo masuk lagi " ucap Ari pada kucing nya
Santi pun langsung kembali masuk ke dalam rumah ,namun tingkah Santi tetap seperti tadi saat melihat Zeky.
"Santi.... masuk kamar,tunggu aku di kamar " perintah Ari. Kucing itu mengerti dan menurut dengan perkataan Ari .
"wah kucing nya pintar ya,bisa mengerti kata-kata kamu" puji Zeky
Ari hanya meringis senyum
"sebentar ya Tante buat kan minum dulu" ucap Nuri seraya beranjak
"iya Tante" sahut Zeky
"siapa pria ini?" batin Zeky bertanya-tanya melihat Gibran ,rupanya ia tak tahu jika Gibran adalah kakak nya ,Zeky memang tahu jika Ari punya seorang kakak tapi yang ia maksud adalah Riswan ,karena saat itu kebetulan Riswan lah yang menjemput Ari
"nampak nya dia tak tahu siapa kamu ,dia mengira Riswan lah kakak nya Ari " ucap Wowo tiba-tiba
"hm...seperti itu " gumam Gibran
Tiba-tiba terlintas sebuah ide konyol di benak nya ,ia juga bisa melihat jika Ari merasa tak nyaman dengan adanya Zeky.
"sayang tolong ambilin ponsel aku di kamar dong " ucap Gibran tiba-tiba
Tentu saja Ari merasa heran dan bingung
"kakak bicara sama siapa sih?" batin nya ,ia pun sampai mengerut kan kening nya
"Nuari Alara yang baik hati nan cantik tiada tara,bisa gak kamu ambilin ponsel aku di kamar?" ucai Gibran lagi seraya memasnag senyum semanis mungkin
"idih mabok kali " lirih Ari pelan
"ya sudah kita berdua saja yang ambil ,yuk ..." Gibran pun langsung meraih tangan Ari lalu menarik nya
"eeehh....kalian mau kemana?" tanya Zeky
"ke kamar bawa ponsel aku" jawab Gibran tanpa dosa
Zeky menatap penuh benci pada Gibran ,ia hendak mengejar Gibran dan Ari namun kedatangan Nuri yang membawa segelas minuman membuat niat nya terhenti.
"loh ,Ari dan Gibran kemana,masa tamu nya ditinggal sendiri ?" tanya Nuri
"maaf Tante pria tadi itu siapa nya Ari ya ?" tanya Zeky yang tak bisa menahan rasa penasaran nya
"loh kamu belum tahu ya ....Gibran itu...." belum sempat Nuri menyelesaikan kata-katanya Lasmi tiba-tiba menyela
"Gibran sedang mengerjai nya ,dia bersikap seolah kekasih nya Ari ,sungguh anak ini ....aku tak menyukai nya ,kau bisa melihat respon Santi pada laki-laki ini kan tadi ,begitu pula dengan Gibran ,dia paling gak menyukai nya " tutur Lasmi
"tapi kenapa ?" batin Nuri
__ADS_1
"ada lah pokok nya nanti aku jelaskan"
***