The INDIGO

The INDIGO
Sedikit galau (Riswan )


__ADS_3

Nenek Wewe melotot pada Riswan yang lagi-lagi menyebut nya nenek gayung .


"ehehehehe......satu kali lagi kamu bilang nenek ini nenek gayung ,ta' cium kau ehehehehe....."


"hiiiiy..... amit-amit...." Riswan bergidik ngeri


"hm...itu mah bukan ngancem tapi cari kesempatan " gumam ku


"ehehehehe...... sekali-kali mah tak apa cu.... ehehehehe....." nek Wewe menyentuh pundak Riswan


"huaaaaa......." lagi-lagi Riswan menjerit ,tubuh nya gemetar


"sudah lah nek ,kasihan Riswan,sampai ketakutan begitu" ucap ku


"ehehehehe....abis lucu ehehehehe....."


"boneka mampang kali ah lucu " gumam ku lagi


"Bran....please ....suruh hantu itu pergi " ucap Riswan


"kamu tenang aja nek Wewe ini udah jinak kok , gak bakal ngapa-ngapain kamu " ucap ku menahan tawa


"ehehehehe....enak aja emang nenek ini apa pake udah jinak segala ehehehehe.... uhhuk... uhhukk...."


"nah kan batuk ,makanya nek berulang kali aku bilang bicara itu gak usah pake ketawa " ucap ku seraya meraih ponsel ku yang berbunyi di nakas


"ehehehehe.......kamu tuh ehehehehe...." nek Wewe mencubit pipi ku gemas


"apa sih nek " aku menepis tangan nya


belum sempat aku memeriksa ponsel ku,tiba-tiba pintu di ketuk


"masuk aja gak di kunci pintu nya " teriak Riswan dengan masih menutup mata nya dengan kedua tangannya


ceklek' pintu terbuka ,nek Wewe pun pergi berbarengan dengan terbuka nya pintu


"kalian belum tidur ? udah jam berapa ini ,nanti kalian kesiangan loh sekolah nya " tanya nenek nya Riswan dengan membawa dua gelas susu di nampan, sudah kebiasaan Riswan jika sebelum tidur harus meminum susu ,aku yang tak biasa pun terpaksa meminum susu untuk menghargai nenek nya Riswan ,meski aku tak seperti Riswan dekat pada nenek ku , aku cenderung merasa sungkan .


"syukurlah hantu itu udah pergi" gumam Riswan


"belum nek, sebentar lagi kami tidur kok " sahut Riswan kemudian


"ya sudah kalau gitu kalian minum dulu susu nya lalu setelah itu kalian tidur ya " ucap nenek nya Riswan


"baik nek" sahut Riswan lagi


"nenek juga mau tidur , kalian berhati-hati lah " nenek nya Riswan pun keluar dari kamar ,tapi aku langsung tercenung saat mendengar kata berhati-hati ,entah kenapa ucapan nya seperti mengandung sebuah makna


Aku pun yang terbiasa berwudhu sebelum tidur hendak beranjak ke kamar mandi namun tiba-tiba nenek nya Riswan kembali lagi dengan membawa dua gelas susu


"loh nek kenapa balik lagi,terus ini juga kan udah " ucap Riswan menujukan dua gelas susu yang masih utuh membuat nenek nya mengkerutkan kening


"kapan? nenek baru kali ini kok masuk kamar kamu ,kurang kerjaan banget nenek mesti bolak-balik bawain kalian susu" ucap nenek nya lagi


"tapi tadi nenek ke sini kok ,nih bukti nya " Riswan kembali menujuk dua gelas susu di atas meja samping tempat tidur


"hah.....masa sih nenek udah masuk dan bawain susu" gumam nenek nya Riswan termenung


"nenek serius baru kali ini masuk kamar aku ?" tanya Riswan


"iya ,kalau tak percaya tanya sama papa mu,orang yang bikin susu nya papa mu kok " sahut nenek nya lagi


"waduh ,kalau nenek baru masuk lah terus yang tadi ke sini terus ngasih susu siapa dong?" tanya Riswan


"ah kamu ini jangan nakutin nenek lah ,ya sudah diminum susu nya " nenek nya Riswan pun tergesa-gesa meninggalkan kamar


"Bran,jangan bilang kalau yang pertama masuk ke sini itu ......."


"justru yang baru masuk barusan hantu nya,yang asli yang pertama" sahut ku

__ADS_1


"hah ...seriusan , tapi....."


"udah jangan di fikirkan nanti pusing,gak ada buat pegangan entar nyungsep kamu " aku pun lantas berlalu ke kamar mandi


"ah Bran malah becanda ,serius ini ..."


Kenapa aku sampai bisa menyimpulkan siapa nenek Riswan yang asli ,itu karena aku melihat dari jari manis nya beliau ,aku tahu betul nenek Riswan selalu mengenakan cincin pernikahan nya ,tak pernah melepas meski kini suami nya telah tiada , namun pada nenek Riswan yang kedua aku justru tak melihat cincin itu di jari nya ,dan aku yakin mungkin nenek nya Riswan juga mengetahui jika di rumah ini selalu ada sosok yang menyerupai anggota keluarga ,maka dari itu beliau mengucapkan kata hati-hati,aku pun bisa merasakan hawa aneh pada sosok nenek yang kedua .


Setelah aku selesai berwudhu ,aku pun naik ke tempat tidur ,terlihat Riswan sangat gelisah sesekali ia menarik nafas , apa dia masih memikirkan sosok nenek nya


"gak baik malam-malam bukan nya tidur malah bengong ,entar kesambet " tegur ku


"heeeeehhh.....aku mau tanya sesuatu " ucap nya


"katakan saja ,apa yang mau kamu tanyakan,asal jangan tanya nomer togel aku gak akan ngasih " celetuk ku


"eh siapa juga yang mau nanya nomer togel ,emang kamu bisa memprediksikan kan nomer togel yang bakal keluar ?" tanya nya


"ya enggak lah ,orang aku cuman bercanda kok" sahut ku seraya merebahkan tubuh ku


Ku batasi tempat tidur dengan guling ,karena Riswan kalau tidur tangan dan kaki nya tak pernah diam.


"diantara kamu dan Aranta apa ada sesuatu?" tanya nya ,aku mengerutkan kening saat ia membawa nama Aranta


"kenapa kamu tanya begitu?" tanya ku,ku fikir ia tengah memikirkan nenek nya ternyata malah Aranta


"sebenar nya aku menyukai nya , tapi melihat kalian dekat aku jadi insecure"


"kenapa begitu, lagian aku dan Aranta tak terlalu dekat juga " ucap ku


"dan kalau kamu suka ya kenapa gak coba kamu ungkapin aja ?" tanya ku


"karena aku tahu dia suka sama kamu"


"hah.... hahahaha....jangan becanda kamu " ucap ku tergelak meski sebenarnya aku tak ingin tertawa


"siapa yang becanda, orang dia nya sendiri yang mengatakan suka sama kamu sejak pertama dia nabrak kamu" ucap Riswan berubah dingin


"jangan hanya karena perempuan hubungan persahabatan dan persaudaraan kita jadi retak" ucap ku pelan


"hm...ya selamat tidur " ucap nya lemah dan langsung membaringkan tubuhnya


"jangan lupa baca doa sebelum tidur" ingat ku


"ya" sahut nya lagi


hening ... mungkin Riswan sudah tidur atau masih diam dengan fikiran nya sendiri.


**


Pagi nya aku yang sudah berseragam putih abu-abu tengah mengikat tali sepatu , pagi-pagi sekali orang suruhan papa sudah datang membawakan seragam dengan buku-buku pelajaran ku .


Sedangkan Riswan ,dia sudah keluar dari kamar ini sejak aku masih berpakaian , entahlah pagi ini sikap nya sedikit berbeda ,mungkin dia masih baper masalah pembahasan semalam.


Aku tak ingin ambil pusing ,lantas aku pun bergegas keluar dan menghampiri Riswan dan yang lain di meja makan.


"selamat pagi paman ,nenek, maaf sedikit terlambat" ucap mu tak enak hati


"iya tak apa,ayo sini duduk , nenek senang karena kita bisa sarapan bersama, jarang-jarang loh kita kumpul dalam satu meja makan " ucap nenek nya Riswan


"iya nek " sahut ku sungkan


Ting tong


Baru saja aku selesai berdoa suara bel pintu berbunyi.


"maaf Bu ada nona Selina " ucap bibi (pembantu)


"oh iya suruh langsung masuk aja " ucap nenek Riswan ,bibi pun segera berlalu

__ADS_1


terlihat perubahan raut wajah dari paman Haris ,nampak nya beliau tak menyukai perempuan bernama Selina itu,entah lah aku pun belum tahu seperti apa perempuan bernama Selina itu .


"hai Tante....Haris ,Riswan dan.....


"astaghfirullaah....." lirih ku dalam hati ,lantas aku mengalihkan pandangan ku ke makanan di depan ku ,sungguh aku merasa berdosa setelah tak sengaja melihat bagian tubuh wanita itu yang sangat menonjol depan belakang ,bahkan lekukan tubuh nya pun tercetak jelas


"astaghfirullaahal'aziim....." lirih ku lagi


" nama nya Gibran ,ia anak sahabat nya Haris ,dan sahabat Riswan juga " ucap nenek Riswan


"hai ... perkenalkan Selina ,calon mama nya Riswan " ucap nya mengulurkan tangan padaku ,yang aku balas dengan mengatupkan kedua tangan di depan d*da


"jangan terlalu berharap , aku sudah selesai ,kalian sudah belum ,kalau belum papa tunggu di depan ya , ma, aku berangkat " ucap paman Haris terburu-buru


"Haris ...." panggil nenek Riswan saat paman Haris beranjak


"maaf ma ,aku buru-buru ,Riswan ,Gibran cepat selesaikan sarapan kalian ,takut kesiangan " ucap paman Haris dan langsung pergi menuju luar


"aku juga udah selesai,Bran ayok kasihan papa pasti lama menunggu kita " ucap Riswan beranjak


"aku berangkat nek,maaf Tante aku berangkat sekolah dulu " Riswan pun nampak tak menyukai perempuan yang katanya calon mama sambung nya


Aku pun lantas beranjak , beruntung aku sudah selesai jadi tak mubazir makanan ku


"nek ,Tante ,aku juga sudah selesai , assalamualaikum...." ucap ku lantas menyusul Riswan


"waalaikum salam...." sahut nenek Riswan


Di mobil tak ada percakapan apa pun hingga akhirnya Riswan berbicara


"aku gak suka Tante Selina pa" ucap Riswan tiba-tiba


"papa juga gak suka " balas paman Haris


"kenapa papa gak suka ?" tanya Riswan


"kamu sendiri kenapa gak suka ?" tanya paman Haris membalikan pertanyaan


"penampilan nya tak pantas menurut ku, apalagi aku sempat melihat nya di kafe bersama laki-laki lain ,mereka nampak mesra banget "


"yang bener kamu ,kapan ,kafe mana ?" tanya paman Haris


"kalau gak salah seminggu yang lalu deh , di kafe Barata" sahut Riswan


"ok terima kasih ,papa jadi lebih bersemangat untuk menolak pernikahan nya " ucap paman Haris tersenyum


"kenapa paman tidak kembali saja pada tante Della ,hubungan kalian kan sudah baik-baik saja " ucap ku membuat raut wajah paman Haris berubah


"ada satu alasan yang hanya kami berdua yang tahu ,sudahlah sana kalian sekolah yang benar" ucap paman Haris ketika kami sudah sampai di depan gerbang sekolah


"aku dan Gibran masuk ,papa hati-hati di jalan "


kami pun menyalami beliau lalu keluar dan segera masuk ,setelah mobil paman Haris berlalu


"sorry untuk yang tadi" ucap Riswan tiba-tiba merangkul pundak ku


"untuk apa?" tanya ku heran


"aku tak mau persaudaraan yang sudah kita jalin akan hancur karena kehadiran seorang wanita, jodoh itu misteri , kita tak bisa berandai apalagi terlalu berharap , kita masih sangat muda ,di usia sekarang ini usia dimana kita mencari jati diri bukan dipusingkan dengan masalah wanita " ucap nya


"nah itu kamu tahu , jalani saja apa yang ada ,biarkan semua nya mengalir " balas ku


Alhamdulilah ... kini Riswan sudah kembali seperti semula ,tak bersikap dingin lagi pada ku seperti pagi tadi,kami pun berjalan dengan Riswan yang tak pernah melepaskan rangkulan nya pada pundak ku.


Seperti biasa Riswan berjalan dengan terus melambaikan tangan pada setiap yang menyapa nya , dan aku... seperti biasa hanya cuek dan tersenyum seadanya saja .


Namun tiba-tiba langkah Riswan terhenti ,otomatis aku pun ikut berhenti


"alamak......i...i...itu........"

__ADS_1


***


__ADS_2