The INDIGO

The INDIGO
Suara ledakan


__ADS_3

Tangis anak itu tak juga berhenti ,ibu nya pun sampai kewalahan ,karena anak itu juga menolak untuk di bawa pulang ,ia mengatakan jika takut untuk pulang .


"aku gak mau pulang ma....di sana ada yang nungguin aku ....aku gak mau di bawa ma... huuuhhuuu....."


"Ade....kamu jangan begini dong sayang .... kita pulang yuk ,lihat papa udah ninggalin kita ,yuk sayang kita pulang,di rumah juga gak ada apa-apa ,kita pulang ya dek...malu tuh diliatin banyak orang " bujuk ibu nya


"gak mau pulang ke rumah huuuhhuuu....aku mau pulang ke rumah nenek ,di rumah nenek dia gak berani masuk ,aku mau ke rumah nenek ma... huuuhhuuu...." anak laki-laki itu meminta pulang ke rumah nenek nya


"dia siapa dek, di rumah kan gak ada siapa-siapa,adek jangan bikin Mama takut juga dong " ucap ibu nya lagi


"tapi dia memang ada ma...adek lihat sendiri dia suka merhatiin adek ,dia juga suka masuk kamar mama kalau papa gak ada ,adek takut ma... huuuuhhuu...."


mendengar ucapan anak nya ibu itu malah tercenung ,mungkin ia mengingat-ingat siapa yang masuk ke kamar nya


"tapi gak ada siapa pun yang masuk kamar kok de,...kamu jangan ngaco ah ,lebih baik kita pulang " ibu nya mencoba kembali menggendong anak nya ,namun anak nya itu tetap menolak dan mencoba menjatuhkan diri ketika ibu nya berhasil menggendongnya.


Mama yang merasa kasihan melihat drama itu dari tadi pun akhirnya turun tangan ,mama meraih anak itu yang hampir terjatuh lalu membawa nya duduk ,mama turut membantu menenangkan dan membujuk anak itu .


"kenapa kamu nangis hem?" tanya mama


"huuuhhuuu....aku gak pulang Tante "


"kenapa gak maupun pulang ?" tanya mama


"di rumah ada orang jelek ada tanduk nya mata nya juga merah lidah nya panjang ,aku takut pulang huuuhhuuu....."


"ya Allah dek ...." ibu nya nampak tak bisa berkata-kata lagi ,sesekali terlihat menghela nafas panjang mungkin untuk menenangkan diri


"Kamu yakin apa yang kamu lihat nak?" tanya mama ,dan anak itu hanya mengangguk dengan tangisan yang tak berhenti


"kalau begitu gimana kalau Tante bantu ngusir orang jelek itu,asal kamu berhenti menangis , apa gak capek daritadi nangis terus " ucap mama lagi


"Tante beneran bisa mengusir nya ?" tanya anak itu tersedu


"insyaallah...."


"maaf mbak , anak saya mungkin hanya berhalusinasi karena sering melihat gambar-gambar seperti hantu di ponsel nya,dan mungkin kebawa sampai dunia nyata " ucap ibu nya kembali bersuara


"mohon maaf sebelum nya ,apa mbak nya percaya dengan adanya makhluk ghaib? tanya mama


"kenapa bertanya seperti itu ?"tanya ibu itu


"sebab saya dapat merasakan jika apa yang di katakan anak mbak ada benar nya " ucap mama lagi


"maksud mbak nya apa ya?" tanya nya bingung


Aku pun mendekat karena dari tadi papa selalu melihat arloji nya ,sebab adzan dhuhur sudah berkumandang sedari tadi ,papa juga diburu waktu untuk segera berangkat ke kantor ,sedangkan ini baru setengah jalan .


"maaf ,ma kita shalat dulu " ucap ku


"oh iya sayang ,mbak kita shalat dulu yuk,ada yang ingin saya katakan pada mbak nanti " ucap mama


"shalat?" ucap ibu itu mengulang


"iya shalat,mbak nya muslim kan ?" tanya mama


"iya sih ,tapi sudah lama sekali saya tak shalat ,apa Allah akan menerima shalat ku?" tanya ibu itu

__ADS_1


"insyaallah,jika mbak bersungguh-sungguh niat beribadah pasti diterima oleh Allah,karena Allah itu Maha Pemaaf dan Pengasih lagi Maha Penyayang asalkan mbak kedepan nya menjadi lebih taat kepada Allah " tutur mama


"baiklah tapi...."


"tapi apa mbak?" tanya mama lagi


"bagaimana nanti kalau suami saya nyariin karena tak kunjung pulang ?" tanya nya bingung


"suami mbak sendiri apa dia menunggu mbak ? enggak kan ,jadi nanti tinggal bilang aja yang sebenarnya kalau mbak mampir dulu ke masjid buat shalat ,suami mbak pasti ngerti kok " ucap mama lagi


"tapi ...."


"suami ibu melarang ibu shalat dan mengaji?" ucap ku ,sebab aku dapat melihat sekilas jika suami nya sering memarahi nya jika istrinya itu tengah beribadah


"astaghfirullaahal'aziim.....kok bisa ?" tanya mama tak habis fikir


"iya kak.....mama sering kena marah papa kalau mama shalat dan ngaji " adu anak itu yang sudah mulai tenang


"eng...enggak kok ,gak seperti itu " sangkal ibu itu


"ibu tak perlu bohong untuk menutupi aib suami ibu ,aku melihat semua nya ,bahkan apa yang selama ini suami ibu lakukan tanpa sepengetahuan ibu saja aku tahu" ucap ku


"a...apa maksud mu?"


"lebih baik kita segera melaksanakan shalat ,nanti saya jelaskan " ajak mama untuk segera melaksakan shalat


"ya sudah baiklah" jawab ibu itu akhir nya


"oh iya perkenalkan nama saya Nuri ,dan ini anak sulung saya Gibran " ucap mama


"kamu bareng kakak ya , laki-laki tidak boleh shalat bersama perempuan" aku mengajak anak itu untuk bersama ku , awal nya anak itu ragu tapi mama berhasil meyakinkan nya hingga dia mau juga ikut bersama ku ,aku pun segera menghampiri papa .


"sudah ? yuk kita ke masjid yang depan itu " ajak papa ketika kami sudah di dekat papa


Kami pun bergegas untuk menuju masjid yang terletak di sebrang rumah makan ini ,tak banyak pertanyaan dari papa tentang ibu dan anak yang ikut bersama kami . Namun dari lirikan mata ibu itu terlihat sesekali melirik papa ,namun papa bersikap biasa saja dan terkesan mengumbar kemesraan dengan mama ,seolah papa ingin menunjukan kemesraan mereka .


Dengan menggandeng tangan mama, papa berjalan di depan ,aku yang menggendong anak kecil pun juga tak melepaskan tangan ku dari Ari ,sedang kan nenek berjalan berdua bersama ibu itu di depan ku .


**


Selesai shalat mama menceritakan tentang apa yang mama lihat di penglihatan nya ,awal nya ibu itu tak percaya dengan apa yang mama ucap kan ,tapi setelah aku ikut menjelaskan baru ibu itu percaya meskipun masih ada keraguan di mata nya .


"ehehehehe.....sebaiknya jauhkan mereka dari laki-laki itu ,karena bukan hanya anak nya yang dalam bahaya ,tapi perempuan itu juga sebenarnya sudah menjadi target utama iblis itu ,sebab sudah beberapa kali makhluk menjijikan itu berhasil menggagahi nya dengan wujud suami nya sendiri ehehehehe....." ucap nek Wewe memberi saran


mama melirik pada papa ,hingga akhirnya papa berbicara


"iya aku ngerti kok sayang , mereka bisa tinggal untuk sementara di rumah belakang , gak mungkin juga aku meminta nya tinggal di rumah bersama kita " ucap papa


"iya mas ,tak apa yang penting mereka aman dulu" sahut mama


"tunggu ini maksud nya apa ?" tanya ibu itu


"seperti yang saya dan anak saya ucap kan ,suami mbak nya itu muja ,dan ritual yang syarat nya pun sangat berbahaya bagi keselamatan kalian ,nyawa kalian dalam bahaya" ucap mama


"tapi dia suami saya ,tak mungkin dia mencelakakan ku dan anak ku " ucap ibu itu lagi


"jika hati sudah di selimuti dendam maka mata hati pun tertutup yang akhirnya membuat nya gelap mata ,apapun bisa dilakukan termasuk mengorbankan kalian berdua " sahut ku

__ADS_1


"itu tidak mungkin ,suami saya tidak seperti itu ,dia sangat menyayangi ku dan anak kami ,dia seperti tadi itu karena dia yang merasa lelah karena tuntutan pekerjaan nya,dia juga tak mungkin dendam pada ku apalagi anak kami ,itu mustahil " ucap ibu itu lagi


"bukan dendam pada ibu ,tapi pada keadaan ,dia sudah lelah hidup serba pas-pasan ,apalagi banyak orang yang selalu menyudut kan nya ,di tambah lagi ia juga dipecat dari kerjaan nya sebab fitnah dari seseorang yang iri terhadap nya " jelas ku


"hah,suami saya di pecat ,jangan mengada-ada ya ,suami saya masih bekerja kok "seru ibu itu tak percaya


"ibu yakin ?bahkan saya bisa tahu kalau ibu sering merasa bingung saat suami ibu pergi tapi tiba-tiba suami ibu datang lagi ,dan itu terjadi tak hanya sekali " ucap ku lagi


"apa kamu seorang cenayang ?" tanyanya


"bukan , Alhamdulillah anak kami ini dianugerahi sebuah kelebihan yang tak orang lain miliki , jadi mbak mau ya ikut dengan kami ,kami akan membantu mbak buat menyadarkan suami mbak ,kasihan anak mbak kalau dibiarkan terus ,nyawa nya bisa terancam " tutur mama lagi


Akhirnya setelah mama benar-benar meyakinkan tentang apa yang di lakukan suami nya itu ,ibu itu pun mau juga pergi bersama kami .


Singkat nya kini kami sudah sampai di rumah ,papa langsung meluncur ke kantor namun mama yang merasa khawatir dan takut papa kenapa-napa di jalan ,mama pun meminta papa ke kantor diantar supir ,dan papa pun tidak keberatan.


Sementara mama mengantar kan ibu Wulan dan anak nya ke rumah di belakang ,aku ,Ari dan nenek memilih untuk masuk ke rumah ,sudah ada nenek Marni yang menyambut kami .


"assalammualaikum nek..."


"waalaikum salam , akhirnya kalian pulang juga ,ini mau istirahat dulu apa mau langsung makan ,pasti kalian juga lapar kan ?" tanya nek Marni


"kita mau istirahat saja , tadi udah makan kok di jalan " sahut nenek


"oh iya ,mana mama mu nak ?" tanya nek Marni pada Ari


"ke rumah belakang ,nganterin Tante Wulan " jawab nya


"Tante Wulan ? siapa ?"tanya nya melihat pada ku dan nenek


"nanti lah kita jelaskan ,atau mbok susul aja ke belakang biar tahu sendiri ,dah ah kami isturahat dulu " ucap nenek seraya berlalu


"ya sudah kalau gitu nenek mau lihat ke rumah belakang deh " ucap nek Marni


Aku dan Ari pun melangkah ke arah tangga , tiba-tiba Ari berucap


"kak Ara gak ada rumah sepi ya"


"kak ,nanti malam temenin aku bobo ya " ucap nya lagi


"baiklah ,dengan senang hati dek "sahut ku


"ya sudah sana masuk kamar ,kakak juga mau istirahat " ucap ku


Ari pun mengangguk dan berjalan ke kamar nya ,setelah masuk aku pun masuk ke kamar ku .


Aku merebahkan tubuh ku di tempat tidur,meski di mobil aku hanya duduk tapi rasanya cukup melelahkan sekali , aku pun segera beranjak menuju kamar mandi, membasahi tubuh dengan air dingin mungkin akan membuat tubuh ku segar kembali.


Selesai mandi dan berpakaian aku kembali merebahkan diri di tempat tidur seraya meraih ponsel ,aku hendak melihat sosial media yang seminggu lalu aku tinggalkan alias tak membuka nya .


Saat aku tengah meng scroll beranda medsos ku , tiba-tiba aku di kejutkan dengan suara ledakan dan suara nya terdengar berasal dari atas rumah


DUUAAAR.....


DUUAAAR.....


***

__ADS_1


__ADS_2