The INDIGO

The INDIGO
Penglihatan Riswan


__ADS_3

Dokter itu terkesiap


"apa maksudnya?" tanya nya


"maaf, aku tak bermaksud apa-apa" sahut ku lalu beranjak mendekati Riswan yang sudah menutup dirinya dengan selimut .


"kenapa kakak tidak mengatakan jika dokter itu yang salah " tanya anak kecil yang sudah berdiri di samping ku


"maaf tapi masalah nya bukan hanya di dokter itu saja dek,tapi pihak rumah sakit juga turut andil menutupi kesalahan dokter itu karena takut nama rumah sakit ini tercemar" ucap ku lirih dalam hati


"maaf sebaiknya anda semua keluar dari ruangan ini ,sebab pasien butuh ketenangan" ucap dokter itu kemudian


"maaf dokter , tapi saya sudah memutuskan untuk membawa sodara saya pulang ,bagaimana ma,pa...mama papa om dan Tante setuju kan kalau Riswan sebaik nya di bawa pulang saja ?" tanya ku ,ku kode mama dan papa dengan anggukan kecil.


Terlihat mereka berempat nampak bingung untuk mengambil sikap,hingga aku pun kembali berucap


"nanti aku jelaskan ,sekarang yang terpenting Riswan pulang dulu " ucap ku lagi


"iya....aku ...mau pulang saja ....." sahut Riswan di balik selimut


"tapi kondisi mu belum stabil ,masih ada beberapa tes kesehatan lagi yang harus kamu jalani " tolak dokter


"tes apa ?" tanya mama


"tes kejiwaan ,karena melihat dari sikap dan ciri-ciri nya pasien menunjukkan gejala depresi atau stress" jawab dokter bernama Iqbal itu , dilihat dari nama yang tertera di jas putih nya .


"dokter fikir anak saya gila " paman Haris terlihat geram


"bukan gila pak ,tapi ada kemungkinan kejiwaan nya terganggu ,makanya saya akan memanggil psikiater untuk memeriksa nya " jawab dokter Iqbal


"itu sama saja " geram paman Haris lagi


"terserah anda mau mengatakan apa ,tapi yang jelas pasien harus diperiksa lagi lebih lanjut " ucap dokter itu kekeuh


"aku gak gila berapa kali aku katakan , kenapa dokter tak percaya " Riswan kesal hingga ia membuka selimut yang menutupi nya ,namun kembali menutup dirinya dengan selimut saat ia melirik ke samping ku


Ya aku yakin Riswan melihat penampakan anak kecil ini,dan tidak gila seperti yang diucapkan dokter


"orang gila tak akan menyebut dirinya gila " celetuk dokter itu hingga aku termasuk mama, papa ,apalagi orangtua kandung Riswan meradang dan naik pitam


"dokter jangan sembarangan bicara ,saya bisa tuntut dokter karena ucapan dokter barusan , detik ini juga saya akan membawa anak saya keluar dari rumah sakit ini , Rifki ayo kita urus kepulangan Riswan " ajak paman Haris tanpa memperdulikan dokter yang masih berdiri di tempat nya


"silahkan jika anda ingin menuntut saya hanya karena anda tak terima dengan ucapan saya ,tapi polisi juga pasti tidak akan menggubris laporan anda " ucap dokter itu masih terlihat tenang


Sementara mereka beradu mulut aku kembali melihat gambaran saat dokter itu menyimpan tempurung kepala milik Doni di tempat penyimpanan khusus di ruangan nya .


Segera setelah itu aku merogoh ponsel di saku celana ku .


"jika anda memaksa maka kami pihak rumah sakit tak ingin bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada pasien ,dan jangan salahkan pihak rumah sakit jika terjadi sesuatu nanti " kecam dokter itu


"termasuk ketika seorang anak kecil meninggal saat dijadikan bahan malpraktek dokter magang yang sama sekali tak berpengalaman ,pihak rumah sakit tak ingin bertanggung jawab dan menutupi kesalahan dokter magang karena tak ingin citra buruk rumah sakit ini tercium publik " ucap ku yang sedari tadi diam menahan diri


"apa maksud mu?" tanya dokter itu kembali terkesiap


"aku tahu semuanya , jadi dokter tak usah lagi menutupi , bersiap-siap lah karena sebentar lagi polisi akan datang menjemput dokter juga pihak-pihak terkait dalam kasus ini" ucap ku


"jangan main-main kamu ya !" seru dokter itu menujuk ku

__ADS_1


"ada apa ini nak....?" tanya mama


"pak dokter ini melakukan kesalahan saat mengoperasi ku ,bahkan kepala aku saja belum di betulkan ,Tante lihat sendiri kan " ucap hantu Doni menunjukan kepala bagian belakang nya


"astaghfirullaahal'aziim....." lirih mama yang langsung melihat pada papa yang juga melihat mama


"apa kamu serius ?" tanya paman Haris menatap ku


"jangan dengarkan anak ini , dia hanya mengada-ada ,mana mungkin ada kegiatan malpraktek di rumah sakit ini hingga membuat korban meninggal " sangkal dokter itu masih dengan nada santai


"pokok nya aku mau pulang disini banyak setan nya ,aku takut " ucap Riswan tiba-tiba


"tuh kalian lihat sendiri apa yang diucapkan anak bapak , mana ada hantu ,matahari juga masih belum tenggelam apalagi di tahun serba modern seperti ini mana mungkin ada hantu " ucap dokter itu lagi


"aku gak gila dokter ,dokter aja yang gak bisa lihat ,mama dan papa juga bisa lihat termasuk kamu kan Bran?" tanya Riswan menatap ku juga mama dan papa


"kamu bisa melihat nya nak?" tanya mama meraih tangan Riswan ,Riswan mengangguk cepat tanpa mau menengok pada hantu anak kecil yang kini tengah berdiri di samping papa


"dia jelas tidak gila dok, bahkan saya , isteri beserta anak saya pun bisa melihat apa yang anak kami katakan " ucap papa


"apa....hahaha.....kalian ini sungguh lucu ,masa kalian percaya dengan kata-kata nya ,bahkan kalian juga mempercayai ucapan ngaco nya " dokter itu tergelak


"mereka benar dok ,saya meski tak bisa melihat tapi saya tahu mereka dapat melihat apa yang tak bisa kita lihat " ucap paman Haris membuat dokter itu kembali terpingkal


"ehehehehe...... meski di kasih lihat dia cu... ehehehehe....." ucap nek Wewe tiba-tiba muncul dengan kak Wowo


"huaaaa......ada hantu nenek gayung....." Riswan menjerit melihat nek Wewe


"hahahaha........nenek gayung " kak Wowo tertawa hingga perut buncit yang di tutupi bulu lebat nya bergerak-gerak


"ehehehehe.....sembarangan kamu ngatai saya nenek gayung , ehehehehe......tapi kau bisa melihat ku ehehehehe.....?" nek Wewe yang sempat kesal pada Riswan karena di bilang nenek gayung pun menatap heran pada Riswan kemudian menoleh pada ku ,aku mengangguk


"astaga .... kamu juga harus diperiksa ,di sini tak ada nenek-nenek kenapa kamu berbicara sendiri dengan menyebut nenek" ucap dokter itu padaku


benar kata nek Wewe dokter ini mesti di kasih lihat ,biar dia percaya ' fikir ku ,aku pun melangkah mendekat pada dokter itu yang tak pernah melepaskan pandangan nya dari ku


"maaf dokter " ucap ku lalu menjentikkan jari tangan ku di depan wajah nya dengan membaca bismillah


"bismillah.......


tak


"hey ... apa yang kamu lakukan ?" tanya dokter itu mundur satu langkah ,namun tiba-tiba ia terkejut setelah pandangan nya terarah pada nek Wewe dan kak Wowo apalagi hantu anak kecil itu juga mendekat dan berdiri tepat di depan nya


"ka...ka....kamu....kamu sudah mati " ucap dokter itu tergagap


"pak dokter ...kembalikan tempurung kepala ku " ucap hantu Doni seraya menengadahkan tangan nya


"tidak mungkin ,ini pasti kamu bisa hipnotis kan ,kamu mensugesti saya agar melihat apa yang tak nyata " tanya dokter itu masih belum percaya


"saya bukan tukang hipnotis ,apa yang pak dokter lihat memang seperti itu ,arwah anak ini gentayangan karena dokter lupa dengan tempurung kepala anak ini" ucap ku


"tidak ....tidak mungkin , ini pasti tak benar ,hantu itu tak ada ,itu hanya tahalul kepercayaan kuno yang tak masuk akal " gumam nya


"terserah dokter mau percaya apa tidak ,tapi yang jelas apa yang sodara saya lihat memang seperti apa yang dokter lihat saat ini ,ia ketakutan karena tiba-tiba bisa melihat mereka ,karena sebelumnya ia tak bisa melihat mereka" ucap ku lagi


Belum hilang rasa terkejut nya tiba-tiba pintu terbuka beberapa orang polisi masuk ke ruangan

__ADS_1


"selamat sore , apa anda yang bernama dokter Iqbal?" sapa salah seorang polisi langsung bertanya


"iya ,benar ,ada apa ya pak ?" tanya dokter Iqbal sedikit gugup


"anda harus ikut bersama kami ke kantor polisi guna dimintai keterangan tentang meninggalnya anak laki-laki bernama Doni, kami juga sudah menemukan barang bukti yang memberatkan anda sebagai tersangka kasus malpraktek " ucap polisi bernama Bram tegas


"apa....saya tidak melakukan itu pak ,saya tak tahu apa-apa" kilah nya


"mari bicarakan di kantor polisi " ucap polisi itu seraya memborgol kedua tangan dokter Iqbal


"awas ya ,saya akan buat perhitungan " ancam nya menatap ku tajam


"jika terjadi sesuatu pada anak ku maka kau lah orang pertama yang aku cari " seru papa


"pak Rifki " sapa polisi bernama Bram itu pada papa yang dibalas anggukan


"segera bawa dokter itu ,sudah menyebabkan anak orang meninggal sekarang malah mengancam putera ku , kau lihat saja siapa pun yang berurusan dengan ku maka tak akan ada ketenangan sedikit pun dalam hidup nya , camkan itu " papa menatap tajam dokter Iqbal yang sudah di borgol


"anda tenang saja pak , orang ini akan mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya" sahut polisi Bram yang rupanya adalah kenalan papa


Kesuksesan papa tentu menjadi kan papa orang no satu di dunia bisnis, saingannya pun banyak ,bahkan ada yang pernah berusaha menjatuhkan papa,namun ternyata papa bukan orang yang mudah di kalahkan ,aku pun merasa bangga pada nya ,maka tak heran jika papa cukup terkenal ,namun meskipun begitu kami sekeluarga tak pernah merasa lebih, jika mau kami pun pindah ke rumah yang tentunya lebih besar dan mewah , namun karena permintaan mama yang mengatakan jika rumah itu punya banyak kenangan saat papa masih kecil ,mama tak ingin papa maupun nenek kehilangan kenangan itu ,apalagi sosok kakek yang aku sendiri tak tahu mama tak ingin mereka kehilangan memori indah bersama kakek ( papa nya papa ) , di setiap sudut pasti kenangannya .


"saya mengucapkan terima kasih berkat laporan putera anda kami jadi bisa membuktikan kasus malpraktek yang sudah kami curigai dari sejak lama " ucap pak polisi Bram


"iya pak sama-sama " sahut ku


Setelah para polisi pergi kami pun segera beranjak , Riswan yang sedari tadi merengek minta pulang pun bisa bernafas dengan lega karena keinginan nya terwujud.


Dengan menggunakan kursi roda karena kondisi Riswan masih lemas ,kami berjalan beriringan dengan paman Haris yang mendorong kursi roda nya ,di setiap lorong telinga kami penuh dengan pembahasan penangkapan beberapa dokter termasuk pemilik rumah sakit ,berita tentang kasus malpraktek pun langsung menyebar dan menjadi heboh ,bahkan kini keadaan rumah sakit pun di pantau pihak polisi ,ada juga para pencari berita yang tengah menyiarkan acara langsung pasca penangkapan para dokter dan pemilik rumah sakit ini . Secepat itu kah berita nya menyebar .


**


Malam ini aku memutuskannya untuk menginap di rumah paman Haris sebab Riswan masih ketakutan dengan beberapa penampakannya di rumah nya .


Baru tahu dia jika di rumah nya pun ada hantu nya .


"Bran....duh ini kenapa aku jadi bisa lihat juga sih ,gak nyaman banget tahu ,masa tiap tempat aku lihat hantu sih , duh gimana cara ngilangin penglihatan ku ya" ucap nya yang tak pernah melepas guling yang ia peluk


"udah sih santai saja nanti juga terbiasa, lagian seru tahu ,bisa lihat berbagai macam bentuk makhluk halus " ucap ku santai


"seru gundul mu , yang ada takut aku " keluh nya


"udah lah nikmatin saja ,ah iya aku kenalin kamu sama nek Wewe ya"


"nek Wewe ? siapa ?" tanya nya menatap ku


"pengasuh ku " sahut ku pelan


"oh....pengasuh ,eh ....apa ...pengasuh ...bukan nya mama tak menyewa pengasuh selain nek Marni ?" tanya Riswan lagi


"yang ini bukan sembarang pengasuh,tapi ....nah ini dia baru aja mau di panggil " ucap ku saat melihat nek Wewe baru muncul di samping Riswan


"ehehehehe.........."


Riswan menoleh lalu


"aaaaakkkkkhhhh......nenek gayung......"

__ADS_1


***


__ADS_2