
Jantungku berpacu dengan cepat saat mendengar suara teriakan nenek di dapur ,aku pun bergegas berlari ke dapur untuk melihat nya,betapa terkejut nya aku saat melihat sosok nek Marni tengah menghunuskan pisau ke arah nenek yang sudah ketakutan duduk di pojok ruangan.
"astaghfirullaah....itu siapa kenapa mirip banget dengan ku?" seru nek Marni di sebelah ku
"mundur nek ,makhluk itu berbahaya " ucap ku memperingati
"Gibran....tolong nenek " lirih nenek dengan suara bergetar
"bismillahirrahmanirrahim..... Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum........"aku membacakan ayat kursi sampai selesai , hingga surah Al Baqarah juga surah lain nya yang ditakuti jin dan setan.
Nampak sosok yang menyerupai nek Marni itu perlahan memperlihatkan wujud asli nya , urat-urat di wajah dan lengan nya berwarna merah hingga terlihat menonjol ,kuku tangan nya terlihat memanjang , bola mata sangat merah ,lidah nya terjulur hingga ke depan d*da ,dua buah benjolan di kepalanya perlahan semakin memanjang berubah menjadi tanduk yang sangat runcing ,suara gemeretuk tulang terdengar ngilu di saat perubahan wujud nya , gigi nya pun berubah runcing dan panjang.
"gggrrrhhhhh......kembalikan mangsa ku " ucap nya dengan suara yang menggema ,saking menggema nya benda-benda pun ikut bergetar
"yang mana?" tanya ku tanpa rasa takut sedikit pun
"kau berani menantang ku .... apa kau tak tak tahu tengah berurusan dengan siapa , berani-beraninya kau bermain-main dengan ku " teriak nya
"aku tak ingin tahu siapa kamu ,yang aku tahu saat ini adalah kamu ini makhluk jelek dan menjijikan , lihat saja wujud mu seperti itu " ucap ku seraya tersenyum mengejek
"gggrrrhhhhh.....berani nya kau bermain-main dengan ku '' iblis itu kembali menggeram
"aku tidak mau bermain-main dengan mu ,kurang kerjaan sekali " ucap ku pelan
"kau benar-benar menantang ku .... gggrrrhhhhh..... kau tak takut padaku ......?"
"takut ku hanya pada Allah SWT ,Sang Pencipta Alam ,sedangkan kau hanya makhluk hina yang di keluarkan dari surga ,pantas kah aku takut pada mu ,makhluk hina yang jelas-jelas sudah di tendang dari tempat yang paling mulia itu?" seru ku lantang
"kurang ajar ggrrhhhh........" makhluk itu menggeram marah dan mengeluarkan cahaya merah dari telapak tangan nya ke arah ku ,ku sambut serangan nya itu dengan lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an, dalam hati pun aku bertakbir ,menyerukan nama Allah.
"laahaula walaaquwwata Illa billahil aliyil adzim ....ALLAHU AKBAR ........" aku menghentakan kaki ku di lantai ,membuat makhluk itu terpental dan mengerang keras
"aaaarrrrggghhh............"
"astaghfirullah halazim Gibran ....mama...." seru mama yang juga menghampiri kami di dapur
"MA..... AWASSSSS......." pekik ku saat melihat iblis itu hendak menyerang mama
Namun diluar dugaan ku ,mama bisa menghindari serangan nya bahkan dengan mudah mama bisa menusukkan sesuatu pada kepala iblis itu ,membuat iblis itu kembali mengerang .
"aaaakkkhhhh.....kurang ajar kalian berdua ....lihat saja aku akan kembali membalas kalian .... aaakkkkhhh......" iblis itu kembali berteriak saat aku dan mama melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, perlahan tubuh merah nya meleleh ke lantai dimulai dari kedua kaki nya hingga sebagian tubuh nya , namun di detik terakhir iblis itu berucap
"keturunan ku akan membalaskan dendam ku .... dan aku akan menitis pada nya , hahahaha....tunggulah .... tunggulah saat itu tiba ....hahaha.... aaaaakkkkkhhhh......." iblis itu pun lenyap dari pandangan
"alhamdulilahirobbil 'alamin....." lirih ku dan mama kemudian mama meraih sesuatu yang tadi menancap di kepala iblis itu ,dari bentuk nya seperti keris namun ukuran nya sangat kecil
"nenek "
"mama "
aku dan mama segera membantu nenek berdiri ,beliau nampak masih ketakutan ,wajah nya pucat , tubuh nya pun gemetar .
"Alhamdulillah ma...iblis itu sudah kalah ,mama tak usah takut lagi " ucap mama memeluk nenek
"lebih baik nenek istirahat ya , biar aku buatkan minuman hangat buat nenek " ucap ku
"biar nenek saja " ucap nek Marni yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok
nenek menengok
"enggak....gak mau ....nenek gak mau melihat nya ,....Nuri ...tolong jauhkan mama dari nya ...mama takut ..." ucap nenek bersembunyi di belakang tubuh mama
"gak apa-apa ma...itu mbok Marni yang asli " bujuk mama
"b..benarkah ,tapi ....mama tetep gak mau " ucap nenek lagi
"ya sudah ga apa-apa ,mama sama Nuri saja ya" ucap mama lagi ,nenek pun mengangguk dan membawa nenek ke kamar nya
__ADS_1
"maafin nenek ya ,nek " lirih ku
"iya ,nak ,tak apa ,nenek mengerti ,mungkin nenek mu masih trauma ,dia butuh waktu untuk memulihkan kondisi nya "sahut nek Marni
Aku pun segera membuat minuman teh madu jahe hangat buat nenek ,akan tetapi seseorang memeluk ku dari belakang
"kakak....tadi itu apa ?" tanya Ari ,ya Ari lah yang memeluk ku ,aku lalu meraih tangan mungil nya dan berbalik
"kamu memang melihat apa dek ?" tanya ku
"saat aku nugggu kakak aku merasa bosan karena kakak perginya terlalu lama , akhirnya aku pergi nyusulin kakak,tapi aku malah melihat makhluk merah mengerikan ,aku takut tapi tadi aku merasa ada yang menarik ku ,ternyata Tante Lasmi ,karena terlihat di pantulan kaca akuarium " ucap Ari
"tapi kamu gak apa-apa kan ?" tanya ku
"aku gak apa-apa kok ,mama juga nyuruh aku tetap sembunyi tadi " ucap nya lagi
"syukurlah ,sebentar ya kakak mau bikin kan minuman buat nenek dulu " ucap ku kembali berbalik dan menyiapkan minuman nya
"nek , nenek tidak apa-apa?"tanya Ari pada nek Marni
"Alhamdulillah nenek tidak apa-apa" ucap nya
Setelah minuman nya jadi aku dan Ari pun beranjak ke kamar nenek .
tok tok tok
"minuman datang " ucap ku seraya tersenyum
"makasih ya nak " ucap nenek menatap ku
"sama-sama nek ,ayo diminum selagi hangat " ucap ku lagi
"mah ,papa mana ,kok gak kelihatan?" tanya ku
"tadi papa setelah mandi langsung tidur ,kasihan papa mu nak , seperti sangat kelelahan ,sudah biarkan saja ,di sana juga ada Wowo yang menjaga papa mu " jawab mama
"syukurlah jika ada kak Wowo " gumam ku
"mama hanya kefikiran akan ucapan iblis tadi , iblis itu mengatakan akan ada calon anak nya yang akan membalas dendam ,dia juga mengatakan bahwa dia akan menitis pada anak nya ,apa maksud nya ?" tanya nenek
"Nuri juga tak tahu ma..." sahut mama
"apa jangan-jangan Bu Wulan ......" belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku mama segera menyela nya
"kita harus melakukan pembersihan pada nya , Gibran ...tolong kamu hubungi ustadz Yusuf dan kyai Somad untuk meruqiah mbak Wulan " ucap mama
"baik ma" aku pun segera beranjak menuju ke kamar ku untuk mengambil ponsel ku ,setelah itu aku pun segera menghubungi beliau
Ustadz Yusuf mengatakan jika pembersihan bisa di laksanakan besok malam ,sebab malam ini dan besok siang beliau ada jadwal dakwah bersama kyai Somad.
**
Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah tanpa Riswan ,sebab motor nya di sita paman Haris ,kata nya ia terlibat balapan liar hingga tertangkap polisi saat razia di malam hari ,astaga kenapa dengan bocah itu ,baru ditinggal beberapa hari saja sudah membuat ulah .
"yess akhirnya.....aku bisa bertemu dengan bang Rizal" mbak Rika bersorak saat aku baru turun dari mobil
"emang nya bang Rizal sekolah di sini? enggak kan ?" batin ku
"hehehehe.....kan nanti sepulang sekolah kamu mau nganterin aku buat bertemu dengan bang Rizal " sahut nya
"iya iya iya ...tapi aku omongin dulu sama kak Ardi nya ,kan lewat dia aku bisa ketemu sama mantan nya mbak" sahut ku lagi
"nananananaaaa......."
"lah malah nyanyi-nyanyi terus ngilang ...dasar setan " lirih ku dalam hati
"oy Bran ....aku kira kamu gak masuk lagi " seru Riswan menghampiri ku
__ADS_1
"ya masuk udah lebih dari tiga hari aku gak masuk "sahut ku
"ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap ku menatap tajam
"hm....perasaan ku gak enak ,pasti masalah balapan " gumam nya
"nah itu tahu ,kenapa kamu sampai bisa terlibat dengan balapan liar begitu ,itu kaya bukan kamu tahu " seru ku sambil menjewer telinga nya
"aduh ...aduh...aduh....ampun ...kau ini kenapa malah aku di jewer sih ,dari semalam kuping ku di jewer sama papa ,sekarang sama kamu , lama-lama copot kuping ku , sepulang sekolah aku juga gak mau ke rumah mu ah ,takut ketemu mama ,entar malah kena jewer lagi " ucap nya seraya mengusap-ngusap kuping nya yang memerah
"memang pantas kamu mendapat jeweran ,siapa suruh bandel " ucap ku
"hehehe.....kan namanya juga coba-coba ,lagian bukan aku kok yang balapan, orang motor nya cuma di pinjam kak Troy , dia tuh yang balapan ,aku cuma nonton ,tapi tetap saja aku kebawa-bawa sampai kantor polisi pula " terang nya
"ya sama saja ,orang kamu nya ada di lokasi,cuman numpang lewat dan mampir sebentar aja bisa kena razia apalagi sengaja nonton ,motor nya juga punya kamu " ucap ku lagi
"iya iya ...maaf ....gak lagi-lagi deh , janji" ucap nya mengacungkan dua jari tengah dan jari telunjuk nya membentuk huruf V
Aku hanya menghela nafas panjang menanggapi nya
"ya udah aku mau ke kelas " ucap ku
Akhirnya aku dan Riswan pun berjalan menuju kelas kami , di sepanjang jalan banyak yang menatap ku aneh ,entah apa maksud dari tatapan mereka .
"Bran ...semua orang sudah tahu " ucap Riswan tiba-tiba
"tahu apa ?" tanya ku
"kalau kamu anak nya papa Rifki pengusaha tersukses tahun ini " ucap Riswan
"apa sih jangan berlebihan " ucap ku
"lagian selama ini aku kan gak pernah nyembunyiin identitas ku " ucap ku lagi
saat aku sudah berada di kelas kak Troy dan kak Ardi menghampiri ,kebetulan sekali 'fikir ku
"Hay Bran " sapa kak Troy ,aku pun hanya menanggapi nya dengan senyum
"wah ternyata kamu itu anak orang berpengaruh ya , sorry gue sempet beranggapan buruk tentang loe " ucap kak Troy
"ah enggak kok kak , biasa saja ,jangan terlalu berlebihan " ucap ku
"oh ya kak Ardi aku bisa minta tolong gak?" tanya ku melirik ka Ardi
"tolong apa?" tanya nya
"bisa pertemukan aku dengan bang Rizal ?" tanya ku
"loe kenal kakak gue ?" tanya nya lagi
"enggak ,cuman ada sesuatu yang mau aku omongin ke dia " ucap ku
"tentang apa ?"
"mbak Rika " sahut ku
"huh....wanita penghianat itu ,gue gak akan bantu loe, gara-gara perempuan itu kakak gue jadi kaya orang gak punya semangat hidup " sentak nya
"ini hanya salah faham , mbak Rika tidak seperti yang kalian fikirkan " ucap ku lagi
"hallah emang apa hubungan kalian ?" tanya nya lagi
"kita memang tak ada hubungan apa-apa ,tapi aku bertemu dengan nya dan meminta menjelaskan kebenaran nya pada kalian agar ia bisa tenang di alam nya " ucap ku
"A...APA....kak Rika sudah meninggal ?" tanya nya yang memang kematian mbak Rika belum banyak yang tahu ,sebab dari yang ku lihat dalam penglihatan ku jasad mbak Rika masih terkubur di dalam rumah suami nya , sedangkan suami dan kedua mertua nya yang zholim itu sudah meninggal karena kecelakaan mobil dua Minggu setelah kematian mbak Rika ,warga tahu kalau mbak Rika kabur bersama bang Rizal ,makanya tidak ada yang mencari nya termasuk kedua orang tua nya sendiri .
"iya ,mbak Rika juga berpesan untuk bisa dikuburkan dengan layak ,tolong bantu mbak Rika kak,nanti aku jelaskan kronologi kematian nya " tutur ku
__ADS_1
"baiklah ,nanti pulang sekolah gue antar loe ketemu kakak gue ,tapi tunggu ...kalau kak Rika sudah meninggal ,lalu bagaimana cara nya dia bisa bertemu ?"
***