
RISWAN POV
Hari ini aku pergi ke sekolah sendiri tanpa datang dulu ke rumah Gibran ,aku masih kesal dengan nya,kenapa dia seolah tutup telinga padahal sudah jelas-jelas Wisnu itu bagian dari kelompok sekte yang mengincar Aranta ,tapi dia malah terus saja membela nya .
Aku menyesal karena sudah menceritakan tentang Aranta waktu itu ,kalau saja aku tahu maka saat dia bertanya tentang Aranta yang sering berangkat dan pulang bersama, aku tak mungkin akan menceritakan nya .
Terkadang aku merasa kesal saat melihat Aranta selalu menatap berbeda pada Gibran ,bukan kesal ke Aranta nya tapi sikap Gibran pada Aranta yang aku tak suka , apa dia tak bisa melihat jika Aranta menyukai nya ,padahal sudah pernah aku katakan jika Aranta menyukai nya .
Tak masalah bagiku jika Aranta menyukai nya ,karena bagi ku kebahagiaan dan keselamatan nya yang paling penting ,karena cinta itu tak mesti harus memiliki kan ,lagi pula kita juga masih remaja yang juga masih labil , belum saat nya memikirkan masalah asmara terlalu dalam dan rumit ,masih panjang langkah ku ke depan , karena jodoh juga tak akan kemana, kalau pun tak jodoh ya berarti bukan jodoh nya ,hahaha.....
Saat aku hendak masuk ke dalam kelas aku melihat Aranta dan Gibran yang berjalan beriringan namun dengan jarak juga tentunya,entah lah Gibran memang selalu menjaga jarak sama makhluk yang bernama perempuan, terlihat sesekali Aranta melirik Gibran namun yang dilirik nampak biasa saja , seharus nya aku senang dong melihat sikap Gibran ,itu artinya dia tak tertarik pada Aranta ,tapi kenapa aku malah berfikir ingin Gibran sedikit perhatian pada Aranta.
Saat melihat Gibran hendak melihat ke arahku aku buru-buru masuk ,namun ternyata Wisnu datang menyapa Gibran ,dan Aranta tentu jalan lebih dulu menuju kelas.
"hai Riswan .... kamu udah sampai rupanya" sapa Aranta seraya menuju bangku nya namun kemudian ia menghampiri ku
"apa kalian berantem?" tanya nya
"siapa ?" tanya ku
"kamu dan Adnan ?" tanya nya lagi
aku menghela nafas lalu berucap
"kita harus mencari bukti untuk menunjukkan pada Gibran jika Wisnu berbahaya ,karena dia masih tak percaya " ucap ku pelan
"memangnya kamu sudah yakin jika Wisnu itu..."
belum sempat Aranta melanjutkan ucapan nya Gibran masuk bersama Wisnu
"kenapa dia harus masuk juga sih " gumam ku dalam hati ,kulirik Aranta yang nampak terdiam dengan wajah tegang
"hai bro....tumben kalian tak berangkat bareng ?" tanya Wisnu menyapa ku
"huh...jangan sok ramah deh ,basi " ucap ku sinis
"kamu kenapa sih ,sejak kemarin sikap mu tak bersahabat banget ,apa ada salah ku yang membuat mu tak nyaman?" tanya nya
Aku mendengus kesal seraya melirik punggung tangan kiri nya
"oh ,pasti karena ini"ucap nya seraya membuka perlahan plaster di punggung tangan nya
Aku berdebar akibat rasa penasaran yang bergejolak dalam d*da saat menanti apa yang ada di balik plaster coklat itu,kenapa dia seolah mempermainkan rasa penasaran ku dengan sengaja membuka pelan-pelan plaster nya .
Aku menghela nafas saat plaster itu benar-benar terlepas dari kulit nya .
"lihat ...ini hanya bekas luka bakar bukan tanda atau simbol atau apa yang kamu maksud " ucap nya
"mana mungkin .... apa aku sudah salah mengira ,lalu orang-orang yang menyerang ku dan Gibran kemarin itu siapa ,apa hubungan mereka?" fikiran ku mulai berkecamuk ,aku melirik Aranta yang juga terdiam setelah melihat nya
"ya sudah kalau gitu aku balik ke kelas ku saja , sebentar lagi bel bunyi,nanti ketemu di kantin ok" ucap Wisnu seakan tak ada masalah
"ok " sahut Gibran mengacung kan jempol
Nampak beberapa sosok menatap tajam ke arah Wisnu lalu menghilang setelah Wisnu keluar dari kelas .
__ADS_1
"jadi...apa kesimpulan nya menurut kalian?" tanya Gibran menatap ku dam Aranta
"entah lah,apa iya aku salah " lirih Aranta
"gak ...aku masih yakin kalau Wisnu memang salah satu dari mereka , mungkin dia sengaja menutupi tato itu agar terlihat seperti bekas luka bakar, sekarang kan otak manusia encer-encer bisa saja dia menggunakan bahan apa gitu " ucap ku
"masuk akal sih" sahut Aranta
"so....kalian tetap yakin dengan apa yang kalian yakini,jangan sampai terkecoh" ucap Gibran menyunggingkan bibir membuat ku mengkerutkan kening
Saat ingin bertanya apa maksud nya tiba-tiba bel berbunyi tanda jam pelajaran segera di mulai .
**
Saat jam istirahat tiba Aranta membawaku ke taman belakang sekolah ,bukan tanpa alasan ,dia ingin membicarakan perihal Wisnu.
"jadi gimana menurut mu?" tanya ku
"aku sepemikiran dengan mu, aku tidak yakin jika itu bekas luka bakar " ucap Aranta
"ya ,tapi entah apa yang ada di fikiran Gibran ,dia sepertinya masih tak percaya dengan kita " ucap ku
"tapi ....tadi apa maksud nya ...jangan terkecoh " gumam ku
"apa mungkin Adnan juga sudah tahu tapi dia pura-pura ,maksud ku mungkin dia sedang bersandiwara seolah dia percaya dengan Wisnu" ucap Aranta pelan
"benarkah,apa mungkin begitu?" gumam ku
"tak tahu juga sih " lirih Aranta kemudian
tiba-tiba suara cekikikan membuat ku terperanjat
"Allahu Akbar...." lirih ku
"mbak berisik deh " ucap Aranta seraya mendorong kuntilanak yang berada di samping nya hingga kuntilanak itu pun jatuh terguling menuruni tangga
"astaga, kenapa kelakuan nya hampir sama dengan Gibran" batin ku
"kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya Aranta pada ku
"ah...tidak kok , aku hanya melihat pada hantu itu ,tuh kaya nya dia marah sama kamu" ucap ku menunduk
"oh....udah sih biarin aja , hm... ngomong-ngomong ada hikmah nya juga ya kamu kemarin kepentok ,kan jadi seru tuh kita bertiga bisa melihat hantu" ucap Aranta
"ah ngaco hikmah apa nya ,yang ada musibah tahu ,emang nya kamu gak takut harus melihat mereka di setiap tempat ?" tanya ku yang masih enggan mengangkat kepala karena hantu itu masih ada dan menatap kami dengan mata melotot.
"enggak tuh ,kan aku sudah bisa melihat dari kecil jadi udah biasa aja" jawab nya santai
"au ah mending aku pergi ke kelas aja ,takut tuh mbak nya kaya nya marah " aku pun beranjak namun kemudian Aranta juga turut beranjak ,tapi sebelum kita pergi Aranta berucap
"mbak Kunti yang cantik jelita tiada tara,maafin aku ya karena telah sengaja mendorong mbak Kunti tadi ,jujur aku benar-benar sengaja" ucap Aranta seraya tersenyum manis
heeeehhh...
aku menghela nafas benar-benar sefrekuensi dengan Gibran
__ADS_1
"ikhikhikhikhi........kamu lucu juga , ikhikhikhikhi.....makasih pujian nya,kamu manusia kedua yang bisa melihat ku dan bilang aku cantik , ikhikhikhikhi....." hantu kuntilanak itu pun melayang-layang lalu pergi ke arah kebun pisang yang terdapat tumpukan batu bata dan pasir ,katanya di sana akan dibangun entah bangunan apa .
"yuk kita ke kelas , mbak Kunti nya gak jadi ngamuk tuh " ucap nya seraya melangkah lebih dulu dengan sedikit melompat-lompat,hingga rambut nya yang di ikat itu pun bergerak kesana-kemari.
Banyak pasang mata para siswa dan siswi menatap aneh pada kami terutama Aranta ,namun aku berusaha untuk diam karena mereka tak bisa melihat apa yang kami lihat .
Sesampai nya di kelas aku melihat Gibran yang selesai memakan makanan bekal nya , tumben mama Uli tak membawakan nya juga untuk ku 'batin ku
"kalian darimana saja ,ini dari mama ,maaf lupa ngasih kamu buru-buru keluar sih tadi " ucap Gibran seraya meletakan kotak bekal di meja
"oh....iya makasih" ucap ku dingin
"masih merajuk ?" tanya nya
"merajuk?....kenapa ?" tanya Aranta duduk di bangku depan dengan berbalik ke arah kami
"kita bicarakan di rumah " ucap nya lagi
"ih...bikin penasaran deh ,apa sih ?" tanya Aranta namun tiba-tiba ponsel nya berbunyi seperti nya sebuah pesan ,dan setelah Aranta mengecek pesan itu terjadi perubahan pada raut wajah nya
"kenapa ?" tanya ku dan Gibran bersamaan
"papa ngasih tahu kalau aku harus secepat nya pergi dari rumah kamu karena mereka sudah mengetahui jika aku berada di rumah mu" ucap Aranta pada Gibran
"maaf kan aku , kalau saja aku tak menceritakan perihal tentang mu ke Wisnu pasti saat ini kamu masih aman " lirih ku
"maksud nya ?" tanya nya mengerutkan kening
"dia pernah bertanya apa hubungan mu dengan kami hingga sering berangkat dan pulang bareng kami , dan bodoh nya aku malah menceritakan semua nya juga tentang pelarian kamu selama bertahun-tahun , seandainya aku tahu kalau dia ...."
"sudahlah tak perlu di sesali ,aku juga sudah menduga kok cepat atau lambat mereka akan bisa menemukan ku ,dengan atau tanpa kamu cerita pada Wisnu" ucap Aranta seakan pasrah dengan keadaan
"kamu tenang saja kita semua akan membantu mu ,iya kan Bran?" tanya ku menoleh pada Gibran
"tentu,apalagi papa mu sudah menitipkan langsung kamu pada kami,jadi keselamatan mu menjadi tanggung jawab kami , dan kami akan menjaga dan melindungi mu sampai akhir" ucap Gibran pula
"jadi jangan pernah berfikir untuk pergi dari rumah ,karena di luar belum tentu kamu juga akan aman ,mama dan papa juga tidak akan tinggal diam " tambah Gibran
"terima kasih...kalian sudah sangat baik mau menolong ku ,maaf jika selama ini aku merepotkan kalian " lirih nya dengan tatapan sendu
"kalian ngomongin apa sih ,kaya nya serius banget ?" tiba-tiba Merlin duduk di bangku samping Aranta
"ada deh ,kepo saja " ucap Aranta
"huh....kamu itu sebenarnya kenapa sih ,kok kaya yang sinis dan ketus terus sama aku , apa aku ada salah ?" tanya nya
"gak ada ,maaf mungkin hanya perasaan mu saja kali" ucap Aranta
"tapi beneran gak ada apa-apa?" tanya nya lagi
"enggak " sahut Aranta singkat
hm.... sepertiga aku tahu apa alasan Aranta bersikap seperti itu pada Merlin .
RISWAN POV END
__ADS_1
***