
Aranta dan Gibran cukup terkejut dengan apa yang mereka lihat,begitu banyak penampakan hantu bermacam jenis, dari yang jenis kuntilanak ,pocong ,hantu nenek-nenek , anak-anak bahkan sejenis genderuwo dan kelong Wewe pun ada ,tak hanya itu yang lebih mengejutkan nya lagi yaitu antara kuburan dan rumah penduduk yang saling berdampingan ,bahkan ada beberapa kuburan letak nya tepat di depan pintu masuk rumah warga .
"amazing.....kok bisa ya rumah di sini tetanggaan sama kuburan " gumam Gibran takjub
"amazing apanya ,aneh tahu " seru Aranta
"aneh menurut mu ,tidak buat ku ,ini.....menakjubkan .....nek ada temen nya tuh ,nenek mau kenalan gak ?" tanya Gibran
"ehehehehe....... nanti saja lah cu..... ehehehehe.....kalau kalian sudah tiba di rumah tempat kalian menginap ehehehehe....." sahut Wewe
"itu ....sepertinya masih baru ya...." tunjuk Aranta pada salah satu kuburan di pinggir jalan yang masih nampak merah dengan taburan bunga warna-warni yang sudah mengering
"kamu benar itu kuburan baru " sahut Gibran ,matanya tak lepas dari para hantu-hantu yang memperhatikan nya ,Gibran pun akhirnya melambaikan tangan nya pada para hantu itu
"astaga Adnan " lirih Aranta saat melihat aksi konyol nya Gibran
Saat kedua nya masih memperhatikan para hantu itu , tiba-tiba seseorang datang menyapa mereka
"selamat sore ....maaf kalian ini mahasiswa dari Jakarta ya?" tanya seorang bapak-bapak paruh baya
"iya betul pak ,bapak sendiri maaf siapa ya?" tanya Gibran
"perkenalakan nama saya Muis ,saya di perintahkan untuk menjemput dua mahasiswa yang datang terlambat ,mari ikuti saya ,yang lain sudah menunggu " ucap pria bernama Muis itu
"oh ...baiklah ,jadi benar tempat ini lokasi nya?" tanya Aranta
"betul non " sahut Muis
sebenarnya Aranta merasa ragu ,ia pun melirik pada Gibran ,ia yang mengerti arti lirikan itu pun juga meminta petunjuk pada Wewe
"ehehehehe....ikuti saja dia ,dia benar kok ehehehehe....." sahut nya
"ya sudah ,makasih ya pak,kita jadi ngerepotin nih " ucap Gibran
"lah gak apa-apa ,ini sudah menjadi tugas saya ,oh iya selama kalian di sini kalian tak usah khawatir ,meski pemukiman ini berdampingan dengan pemakaman ,kawasan ini aman kok ,tak ada penampakan yang mengganggu warga ,warga juga nyaman-nyaman saja ,lihat lah bahkan banyak anak-anak berlarian diantara pemakaman " tutur pria bernama Muis ,ia mengatakan itu karena ia tak ingin para tamu nya merasa ketakutan .
"gak ada penampakan apa nya nah itu mereka apa ?" gumam Aranta
"iya pak, sebenarnya pun kita hidup di dunia kan memang selalu berdampingan dengan mereka' namun baru kali ini aku melihat warga benar-benar hidup berdampingan dengan mereka " ucap Gibran
"maksud nya mereka ?" tanya Muis
"ah tak apa-apa kok pak,maaf aku hanya asal bicara " sahut Gibran merasa tak enak hati
"aduh ...aku keceplosan " batin nya
Sepanjang jalan baik Aranta maupun Gibran kedua nya merasa heran sendiri ,kok ada ya rumah di tengah-tengah pemakaman,atau pemakaman di tengah-tengah pemukiman .
Hampir di setiap titik kuburan-kuburan itu berada ,bahkan ada sebuah kedai makan yang menjadikan kuburan menjadi tempat duduk pembeli ,sungguh tak masuk akal ,namun begitulah ada nya .
Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan besar ,di sisi kiri kanan terdapat banyak kuburan ,bahkan di bawah jendela sekalipun,di depan rumah itu tertuliskan tulisan yang menandakan jika rumah itu jadi basecamp para KKN .
"ini rumah nya ,silahkan masuk " ucap Muis mempersilahkan kedua nya masuk
Begitu pak Muis mengucap salam ,langsung terdengar sahutan dari dalam
"assalammualaikum...."
"waalaikum salam......"
__ADS_1
Seseorang keluar dari dalam rumah ,ternyata dia Riswan
"nah akhirnya datang juga kamu ,eh...A..Aranta kamu kok bisa ikut ke sini juga ?" tanya nya terkejut saat melihat Aranta yang berdiri di samping Gibran
"hai Riswan.... aku juga tengah melakukan program KKN di sini " ucap Aranta seraya tersenyum
"hah.... kok bisa... dari universitas mana ,di desa ini kan hanya dari universitas ku saja yang mengadakan program KKN?" tanya nya lagi
"Aranta satu universitas juga kok sama kita ,kita nya aja yang gak tahu" sahut Gibran yang sedari tadi diam
"masa sih , fakultas apa ,kok bisa kita gak tahu ,minimal kita bertemu lah kalau tak satu fakultas juga ,tapi kenapa aku tak pernah melihat mu sebelum nya ,memangnya sejak kapan kamu kuliah di kampus kita?" tanya Riswan lagi
"setahun yang lalu" jawab Aranta
"tunggu....jangan katakan jika kamu mahasiswi yang bercadar itu ....itu kamu ...beneran kamu ....?" tanya Riswan
"ehm...iya ,maaf selama ini aku tak pernah menampakan diri pada kalian " saut Aranta kemudian
"ekhem ... ngomong-ngomong mau sampai kapan kita berdiri di sini ,kamu gak bolehin kita masuk apa ?" Gibran yang merasa pegal karena berdiri terus pun akhir nya bersuara
"eh iya ,maaf maaf keburu shock aku nya ,ya udah yuk kalian masuk " ucap Riswan akhir nya
"pak ...terima kasih ya sudah mengantar kami " ucap Gibran
"iya sama-sama,kalau begitu saya juga pamit undur diri ,mari .... assalamualaikum"
"waalaikum salam...." sahut ketiga nya
ketiga nya pun memasuki rumah tersebut ,Gibran langsung di sambut hangat oleh para gadis-gadis yang satu kelompok dengan nya ,namun mereka mengerutkan kening menatap Aranta ,karena mereka merasa asing dengan Aranta , jelas saja selama ini Aranta sering memakai cadar ke kampus nya sehingga saat ini ketika ia membuka cadar nya tak ada satupun yang mengenali nya .
"kamu siapa? kenapa bisa bareng Adnan ,dan kamu ngapain ke sini ?" tanya salah satu mahasiswi bernama Ana .
sementara para laki-laki yang lain cukup memperhatikan walau dalam hati mereka juga memuji kecantikan Aranta
Semua anggota nya berjumlah 15 orang ,7 wanita dan 8 laki-laki , kelompok tersebut berasal dari beberapa fakultas .
"perkenalkan aku Aranta dari fakultas kedokteran , aku juga mengikuti program KKN ini bersama kalian ,kalian tentu tak akan mengenali ku sebab selama ini aku selalu mengenakan cadar " ucap Aranta seraya menjulurkan tangan nya ,namun tak ada satupun dari ke lima mahasiswi itu ,kelima nya menatap sinis .
"wuaaahhh....ternyata sosok bercadar itu kamu ,kenapa kamu sembunyikan kecantikan mu dari kami" seru Gio lagi
Gibran yang sudah merasa kesal dengan Gio pun hanya bisa menahan amarah nya ,ia tak ingin rasa cemburu nya akan memperkeruh suasana ,apalagi di sini Gibran ditunjuk sebagai ketua kelompok ,otomatis ia harus bisa bersikap tegas dan menjadi contoh yang baik buat para anggota nya namun bukan berarti Gibran akan diam saja dengan sikap Gio , ia akan menegur nya jika sikap nya sudah kelewat batas.
Tiba-tiba seorang gadis keluar dari kamar nya dan langsung berseru senang saat melihat Aranta
"Ya Tuhan Aranta ..... ini kamu ....ini beneran kamu ...ya ampun apa kabar....lama tak bertemu ya ...makin cantik saja ....." gadis itu memeluk erat Aranta
"kamu sedang apa di sini?" tanya Merlin setelah melepas pelukan nya ,ya ....gadis itu Merlin
"ikut kegiatan KKN bersama kalian lah ,emang nya ngapain lagi aku berasa di sini" ucap Aranta dengan nada ketus seperti yang sering ia lakukan dulu pada Merlin ,namun kali ini ia hanya bercanda ,dan Merlin pun tahu itu makanya ia tak tersinggung
"ih...masih sama aja kaya dulu ya ....nyebelin ....tapi ngangenin" ucap Merlin seraya mengerlingkan mata nya pada Gibran,karena Merlin cukup tahu bagaimana sikap Gibran setelah kepergian Aranta .
"eh iya tadi kamu bilang kamu ikut kegiatan KKN juga di sini emang nya kamu kuliah di universitas kita?" tanya Merlin
"Riswan kamu yang jelaskan apa yang Aranta katakan tadi ,sekarang biarkan Aranta istirahat dulu, aku juga mau istirahat nih ,capek " ucap Gibran
"kau perhatian sekali....ada apa nih " tanya Riswan menyipit kan mata nya
"gak ada apa-apa ,kenapa kamu lihatin aku kaya gitu ,Merlin.... ajak Aranta tidur satu kamar dengan mu " ucap Gibran lagi ,ia sebenarnya tak nyaman saat melihat kelima teman wanita nya bersikap tak welcome pada Aranta.
__ADS_1
"ok baiklah ,yuk " sahut Merlin kemudian mengajak Aranta masuk kamar,sebelum masuk kamar Aranta lebih dulu melirik pada Gibran seolah tahu apa makna tatapan nya Gibran pun mengangguk
aku masuk dulu ke kamar ya
begitu lah kira-kira arti tatapan mata Aranta
Setelah Aranta masuk kamar Gibran pun meminta pada Riswan untuk membawakan tas ransel nya untuk dibawa ke kamar ,sedangkan Gibran sendiri hendak ke kamar mandi .
Gibran melewati begitu saja para gadis yang sedari tadi memperhatikan nya itu tanpa menghiraukan tatapan mereka .
"dia ganteng banget ya " ucap Ana
"iya ,tapi dingin dan cuek nya minta ampun" sahut Lisa
"iya ,saking cuek dan dingin nya sampai tak ada satu pun yang bisa menarik perhatian nya,kalian ingat Naura gak ,yang dari fakultas ekonomi?" tanya Luna ke empat gadis itu mengangguk
"dia sampai bela-belain dandan se uwah mungkin untuk menarik perhatian nya tapi hasil nya nihil,bahkan ia rela pura-pura jatuh agar Adnan mau menolong nya ,tapi apa yang terjadi coba ,si Adnan malah minta tolong pada yang lain buat bantuin si Naura ,gila gak sih " ucap Luna lagi
"mungkin dia tuh gak normal ,udah lah jangan fikirin dia mulu ,fikirin gue aja yang jelas-jelas ada di depan mata kalian " celetuk Gio si playboy kampus
"yee.....ogah banget kita mikirin buaya buntung macam loe,yuk gaesss kita cabut " para mahasiswi itu pun kembali masuk ke kamar nya masing-masing meninggalkan Gio beserta teman-temannya yang lain .
"ah kampret memang,udah tinggal di sarang setan eh pada di cuekin pula , kampret...kampret ...." gerutu nya
Tak lama setelah itu Gibran pun keluar dari kamar mandi dengan air yang membasahi rambut nya ,nampak nya Gibran langsung membersihkan tubuh nya tak hanya berwudhu saja,setelah itu ia pun masuk ke kamar nya .
Ada empat kamar di rumah itu ,dengan ukuran yang tak begitu luas namun cukup untuk menampung tiga sampai empat orang tiap kamar nya .
Masing-masing kamar di huni oleh empat orang ,Aranta satu kamar dengan Merlin dan dua mahasiswi lain nya ,sedangkan satu kamar nya lagi di huni tiga orang ,begitu pun dengan kamar para laki-laki yang juga di huni empat orang.
Malam menjelang
Aranta yang baru saja tiba tadi sore pun terpaksa turun ke dapur untuk membantu Merlin memasak makan malam ,meskipun sudah lebih dari waktunya jam makan malam ,sebab terjadi perdebatan antara para gadis tentang siapa yang bertugas memasak dan menu makanan yang mereka ingin kan .
Dengan begitu terampil dan cekatan kedua nya memasak bak chef internasional .Saat kedua nya tengah asik memasak sambil berbincang , tiba-tiba muncul sosok pocong yang mengintip di jendela dekat tempat pencuci piring yang sedikit terbuka ,Aranta yang tak sengaja melihat nya pun hanya bersikap biasa ,sebab ia bukan Gibran yang akan langsung konslet jika bertemu hantu .
Sementara itu para mahasiswa yang lain tengah berkumpul di ruang tengah termasuk Riswan dan Gibran. Mereka tengah berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan besok , di saat sela-sela obrolan mereka tiba-tiba Gio berceletuk
"horor nih desa ,masa kita buka jendela yang pertama dilihat malah kuburan sih "
"kenapa ....takut lu?" tanya teman nya Barra
"enak aja ya enggak lah ,masa iya gue takut " sangkal nya ,padahal dalam hati ia berkata lain
" ini sih bukan kegiatan KKN tapi uji nyali " ujar yang lain
"iya tuh bener ,duh gue jadi merinding nih " ucap Ana
"Bran,itu cincin sejak kapan jadi dua ?" tanya Riswan berbisik
"eh tapi ....perasaan aku pernah lihat orang lain pakai cincin modelan nya sama seperti ini ,tapi kapan ya ...." gumam nya lagi
"ya sudah ingat-ingat saja dulu ,nanti kalau sudah ingat aku kasih tahu " ucap Gibran seraya tersenyum
Namun tiba-tiba
Brakk Brakk Brakk.....
"eh apa an tuh...?"
__ADS_1
***