
Sampai di parkiran rumah sakit Gibran tak langsung masuk ke dalam mobil,pandangan nya ia arahkan pada sebuah pohon palem merah yang tumbuh tegak dan tinggi menjulang.
Rupanya dukun yang dulu menanam kepala manusia itu memberikan mantra khusus agar tak ada siapa pun yang mencium keberadaan kepala itu,termasuk para paranormal sekalipun.
Bahkan Gibran pun tak bisa merasakan aura negatif pada pohon palem tersebut. Gibran baru mengetahui hal itu setelah ia masuk ke dimensi lain.
"ada apa?" tanya Nuri
"tidak apa-apa mah,yuk" Gibran pun membantu membuka kan pintu untuk Nuri ,Nuri duduk di depan bersama Gibran yang mengemudikan mobil ,sementara Aranta dan ke dua orang tua nya di kursi penumpang tengah .
"bismillah.....'' Gibran pun mulai melajukan mobil nya
Sementara itu Ari yang masih berada di dalam kelas tengah mengerjakan tugas kimia nya yang belum sempat ia selesaikan , keadaan kelas sudah kosong sebab di jam istirahat semua siswa sudah keluar ada yang ke kantin,toilet ,ada yang hanya duduk-duduk di taman belakang sekolah sambil bercengkrama.
"huuuh...tinggal sedikit lagi , semangat Ari ... " gumam Ari menyemangati dirinya sendiri
Saat Ari tengah sibuk mengerjakan soal-soal seseorang datang dengan membawa makanan dan minuman ,ia duduk di samping Ari ,dan segera membuka makanan itu lalu menyodorkan nya pada Ari ,Ari yang memang merasa lapar pun tak menolak nya ,Ari pun langsung melahap makanan itu.
"hm...enak ,makasih " ucap Ari seraya menoleh pada seorang pria yang tersenyum ke arah nya
"pantas saja kamu tak terlihat di kantin ,rupanya sedang mengerjakan tugas " ucap pria itu
"hm....iya nih aku lupa ,padahal tugas nya sudah dari seminggu yang lalu" sahut Ari dengan tak mengalihkan perhatian nya dari semua soal-soal di kertas
Dari arah pintu ,Yoga melihat nya dengan perasaan hancur ,ia yang niat nya mengajak Ari ke perpustakaan pun mengurungkan niat nya ,ia pun pergi ke perpustakaan sendiri.
Perpustakaan yang sudah tak pernah di datangi murid ,sebab sekarang sudah ada ponsel yang bisa memberikan informasi lebih detil dan lengkap ,dan sepertinya seiring berjalan nya waktu perpustakaan di sekolah akan ditiadakan ,terbukti saat ini saja anak sekolah sudah tak ada lagi yang mau masuk atau datang sekedar membaca buku ,bahkan saking tak pernah didatangi ruangan perpustakaan itu sampai berdebu,petugas perpustakaan pun sudah jarang masuk karena sepi nya pengunjung.
"sebenarnya kamu dan di gendut itu ada hubungan apa sih ,kalian kok deket banget?" tanya nya
"kenapa memang nya ?"tanya Ari
"aku gak suka aja lihat kamu berdua an terus dengan nya ,apalagi sepertinya si gendut itu suka deh sama kamu ,aku minta kamu jangan terlalu deket deh dengan nya ,aku bener-bener gak suka "
mendengar ucapan nya itu Ari yang tengah menulis jawaban pun sontak berhenti dan menoleh pada pria yang ternyata merupakan pacar nya
"terus kalau aku gak deket-deket sama Yoga aku deket nya sama siapa ,aku juga gak punya teman wanita ,mereka semua menjauhi ku ,hanya Yoga yang mau berteman dengan ku " sahut Ari
"ya tapi kan aku gak suka ,si gendut juga sepertinya naksir kamu " ujar si pria
"kalau kamu gak suka lebih baik kita putus ,dan ini uang untuk menggantikan makanan mu yang sudah aku makan sesuap" Ari lalu menaruh uang lima puluh ribu di atas meja ,lalu pergi dengan membawa buku-buku nya
"loh kok ,Ari ...tunggu " teriak pria itu hendak mengejar Ari ,namun sesuatu seolah mendorong nya ke depan hingga pria tersebut terjatuh menubruk meja
brukk
"aduh....kok perasaan ada yang dorong deh ,tapi gak ada siapa-siapa" gumam nya
"perasaan gw aja kali ya " pria itu pun bangkit dan pergi ke luar menyusul Ari
"hihihihi.....awas saja kalau berani macam-macam pada Ari ,aku yang akan turun tangan memberi mu pelajaran " Lasmi menatap tajam pada pria yang baru saja diputusin Ari
Sementara itu Ari pergi ke taman belakang sekolah untuk melanjutkan mengerjakan tugas nya yang tinggal beberapa soal pertanyaan lagi
Gadis itu tak memikirkan sama sekali pria yang paru saja ia putuskan ,Ari malah terlihat santai sambil terus menulis jawaban demi jawaban di lembar tugas nya
__ADS_1
"akhirnya selesai...selamet....selamet...gak jadi kena hukum pak Warto deh hehehe...." gumam Ari seraya membereskan buku dan alat tulis nya
"huuh....pegel juga ,eh tapi ngomong-ngomong daritadi aku tak melihat Yoga,dia kemana ya ,tumben dia gak nyamperin aku ke kelas " ucap nya pelan
Ari pun menyender pada pohon belimbing wuluh yang ditanam di sana ,buah nya pun sangat lebat ,Ari lalu memungut satu buah yang terjatuh
"hm...kalau manis sudah aku makan kamu ,sayang kamu rasa nya asem udah asem kecut lagi " Ari pun melempar belimbing wuluh nya sembarangan
Tatapan Ari beralih pada ratusan semut yang tengah mengerubungi permen
Saking asik nya Ari memperhatikan semut-semut itu gadis itu sampai tak sadar jika seseorang sudah duduk di samping nya
"lagi liatin apa?"
Mendengar ada yang bertanya Ari pun sontak menoleh
"eh Yoga ,kamu darimana saja kok baru nongol?" tanya Ari
"dari perpus" sahut Yoga singkat
"oh..." sahut Ari lagi lalu kembali memperhatikan kerumunan semut
"latin apa sih ?" tanya Yoga lagi
"ini loh ...lihat deh semut-semut ini lucu banget ,aku kagum pada semut-semut itu ,mereka nampak bergotong royong mencari makanan "sahut Ari
"semut kamu bilang lucu kalau gigit sakit loh " ucap Yoga
"ya kalau kita gak ganggu ya mana mungkin semut nya gigit kan ,seperti pada lagu dangdut yang bunyi nya gini semut pun bisa menggigit apabila di sakiti..." Ari pun malah bernyanyi meskipun suaranya terdengar pas-pasan
"eh....maaf malah keterusan " Ari pun meringis malu
"idih ....kamu mah ngeledek ,suara aku pas-pasan begini dibilang bagus,bilang aja jelek " ucap Ari
"hahaha....tuh kamu tahu ,aku hanya tak ingin membuat mu berkecil hati " ucap Yoga tergelak
"eh ... sebentar-sebentar itu...apa di rambut mu ?" tanya Ari memperhatikan rambut Yoga
Yoga pun meraba kepala nya dan meraih sesuatu di rambut nya
"kok kenyal-kenyal" gumam nya
Yoga pun menarik sesuatu yang ia rasa kenyal itu
"astaga....." Yoga langsung menghempaskan seekor ulat ke rumput , terlihat sekali jika ia takut pada ulat itu
"ya ampun sampai dibanting gitu ,kasihan tahu ih kamu mah ,tega ya..." Ari pun langsung meraih ulat tersebut dan meletakan nya di telapak tangan nya
"astaga Ari ...apa yang kamu lakukan ,buang itu nanti kamu gatel lagi...bahaya ..." seru Yoga panik
"ih apa sih kamu lebay banget ,ulat ini gak punya bulu ,jadi gak bakal bikin gatel ,lagian kalau berbulu pun gak mungkin buat aku gatel ,aku kebal tahu " sahut Ari
"ya tapi kan geli " seru Yoga lagi
"hm.....aku tahu kamu takut ya ...." dengan jahil nya Ari mengarahkan tangan yang terdapat ulat itu pada Yoga ,sontak saja yoga berteriak
__ADS_1
"aaakkkhh....." Yoga pun manjauh ,sementara Ari malah tertawa melihat Yoga yang ketakutan
"hahaha.....aku gak nyangka kamu takut ulat " ucap Ari
"Ari udah ,ampun ...aku bukan takut tapi geli " pekik Yoga saat Ari kembali mendekatkan ulat itu pada nya
"hahaha....ok ok...aku buang " Ari pun melepaskan ulat itu pada pohon bunga kertas di dekat nya
"dah kamu bebas ,maafin teman aku ya dia gak sengaja lempar kamu " ucap Ari pada ulat itu
"ya ampun kamu ajak bicara itu ulat?"tanya Yoga tak habis fikir
"kenapa ,ulat juga makhluk ciptaan Allah ,punya nyawa ,ruh dan perasaan ,mungkin ulat itu tak mengerti dengan apa yang kita ucap kan tapi saat merasakan perlakuan kita ulat itu pasti mengerti dan suatu saat kebaikan kita yang sudah kita lakukan pada ulat itu akan mendatangkan kebaikan juga bagi kita" tutur Ari
"ya ampun .... ternyata diluar dugaan ku,Ari tak hanya cantik di wajah tapi hati nya pun demikian ,semoga perasaan ku tak pernah salah meski tak akan terbalas " batin Yoga lirih ,ia merasa kagum pada sosok gadis di depan nya ,sebab bukan hanya pada orang sekitar nya saja ia berbuat baik tapi pada hewan sejenis ulat saja gadis itu berlaku baik.
"oh jadi benar kan dugaan ku " ucap seseorang ,Ari dan Yoga pun sampai menengok
"Zeky " ucap Ari
"ternyata benar kamu hanya mempermainkan cowok saja , sebenarnya apa mau mu sih ,kalau kamu merasa nyaman dengan nya kenapa kamu mau menerima ku ,dan seenak nya saja mutusin aku ,sekarang kamu malah enak-enakan kan berdua an dengan si gendut itu,padahal apa bagus nya ini orang ,badan udah segede gentong gini aja belagu " ucap nya membuat kesal Ari maupun Yoga
"ap...." belum juga Ari buka suara Yoga sudah lebih dulu mendahului
"apa maksud nya, aku dan Ari hanya berteman ,kalau kalian ada masalah jangan bawa-bawa nama ku ,karena aku sama sekali tak ada sangkut paut nya dengan masalah kalian" ucap Yoga
"justru karena loe kita putus " seru pria bernama Zeky
"apa...kalian putus?" tanya Yoga seolah tak kaget mendengar nya
"ya ...dan itu gara-gara loe " tunjuk Zeky
"ih ngapain nunjuk-nunjuk gak sopan tahu gak ,kita putus karena aku gak suka kamu terlalu mengatur " ucap Ari tak terima saat Yoga ditunjuk-tunjuk oleh Zeky
"aku ngatur juga karena aku gak suka ,aku cemburu lihat kamu Deket sama si gendut ini ,wajar gak sih cewek deket sama temen cowok nya ,kecuali jika ada apa-apa diantara kalian " ucap Zeky lagi
"aduh gini deh ya ,alasan aku nerima kamu jadi pacar aku karena aku kasihan sama kamu ,aku hanya ngasih kesempatan mu saja buat ngerasain jadi pacar aku ,kalau kamu gak nyaman ya udah kita putus saja, aku mah bebas mau gimana-gimana juga ,lagian nih ya kita kan hanya pacaran, jadi terserah aku lah mau dekat dengan siapa saja selama aku masih bisa jaga diri dan sikap " tutur Ari
"ya kan kamu seharusnya hormatin aku juga sebagai pacar kamu ,jangan lah kamu sedekat itu dengan si gendut " seru Zeky tak terima
"Hormatin kamu ...ya ampun kamu fikir aku tak tahu apa ,dengan apa yang kamu dan teman-temanmu rencanakan " ucap Ari
"apa maksud mu?"
"aku tahu niat mu nembak aku ,kamu mau bikin aku benar-benar jatuh cinta pada mu lalu kamu putusin aku ,biar aku ngerasain bagaimana rasa nya diputusin ,tapi terlambat sebelum aku diputuskan aku sudah lebih dulu mutusin kamu " sahut Ari seraya tersenyum smirk
"aku juga tahu tadi malam kamu habis kencan dengan Yuka anak sepuluh C ,kalian pergi nonton,makan malam romantis di kafe ,pulang nya beli boneka beruang besar " tambah Ari
"sial ....darimana dia tahu" batin Zeky
**
Malam pun tiba
Ari dan Aranta tengah berbincang di ruang tengah ,bersama kedua orang tua mereka, sementara itu Gibran tengah menyiapkan kolam renang untuk perlombaan renang antar hantu,team sukses nya yang terdiri dari Wewe ,Wowo ,Popo ,dan Lasmi pun sudah mengundang beberapa hantu lain untuk menjadi peserta juga penonton.
__ADS_1
Peserta yang terdiri dari Harun sebagai bintang utama nya juga ada tiga hantu lain nya sebagai peserta lomba ,ke empat hantu peserta lomba pun sudah bersiap di posisi masing-masing ,hingga suara peluit dari Gibran pun terdengar sebagai aba-aba ,lalu ke empat nya pun terjun ke kolam dan beradu kecepatan di dalam air,suara gemercik air di kolam renang membuat Seno dan Thalia saling lirik
**