The INDIGO

The INDIGO
Merindukan


__ADS_3

Sementara Bu Nur Aini mengisi perut nya di kantin rumah sakit,Riswan masih setia menemani Ari yang menjenguk Yoga,ia bahkan tak meninggalkan Ari.


"hai Yoga, ini aku datang lagi....kamu kapan bangun nya sih,lihat aku ,aku.....tak bisa jalan ...."suara Ari tercekat


"huuuuh......." Ari mengembuskan nafas untuk meringankan sedikit sesak di d*da nya


Riswan pun merasa terkejut mendengar nya,namun ia tak ingin bertanya dulu,melihat Ari tengah berbicara pada teman nya ,ia tak mau mengganggu nya,lebih baik ia bertanya nanti saja 'fikir nya


"aku datang bersama kakak ku yang lain,kau pasti belum mengenal nya ,nama nya ka Riswan,tapi aku sering memanggil nya kak Ris-ris,menurut ku nama itu bagus ,tapi dia kaya malu gitu"Ari terkekeh pelan


Riswan hanya memperhatikan Ari,dalam hati ia bertanya


"apa dia teman dekat nya Ari yang sering di katakan mama di telpon ?" batin nya


"ayolah Yoga buka mata mu " lirih Ari


"kak...apa kakak gak pegel berdiri terus ,duduk atau tiduran kek di sana " tanya Ari menujuk sofa


"ah iya kamu benar dek , haiiissshhhh.....padahal aku sangat lelah ,ya sudah kamu ajak ngobrol saja teman mu ,aku mau tiduran,kalau sudah selesai bangunin ya,takut nya ketiduran" ucap Riswan melangkah ke arah sofa dan merebahkan tubuh nya.


"hmm......" sahut Ari lalu kembali menatap Yoga


"Yoga....kau tahu kan kakak ku sebentar lagi akan menikah,aku harap kamu sudah membuka mata mu sebelum pernikahan kakak ku di gelar" lirih Ari menatap pilu pada sosok yang terbaring di ranjang pesakitan dengan oksigen yang terpasang serta selang dan kabel di tubuh nya


"cepatlah bangun,....aku merindukan mu " bisik nya pelan


Saat bersamaan di ruangan Ari,nampak Gibran dan yang lain datang ,namun ia tak menemukan Ari di ruangan nya,ia pun sudah dapat menebak kemana adik nya itu pergi.


"loh ini ....Ari nya kemana,katanya ada Riswan yang jaga" tanya Bu Maryam


"mungkin keruangan teman nya ,sebentar aku lihat dulu,nenek dan yang lain tunggu saja di sini,gak jauh kok ruangan nya " ucap Gibran lalu melangkah keluar


"waaahh.....ruangan nya sudah seperti kamar hotel ya ,besar .... ada tv ,kulkas, dispenser,terus itu apa?" tanya Desi merasa takjub


"ih kak Desi udik ,itu tuh nama nya alat pemanggang roti " celetuk Febry


"ih...ngeselin banget ngatain aku udik " kesal nya dalam hati


"kenapa di ruangan ini ada pemanggang roti ?" tanya Desi lagi


"nama nya juga kamar inap VIP ,apa yang gak mungkin ada pasti ada, ini baru VIP belum lagi kalau VVIP pasti lebih uwoow lagi dalem nya " tutur Febry lagi


"udah lah jangan terlalu norak begitu,ingat ini di kota,jangan perlihatkan sisi katrok mu,malu jika dilihat orang " ucap Ifel


"lah ,kamu kok malah ikutan Dede ngatain aku sih bang ,aku gak terima ya di bilang norak dan katrok " seru Desi sebal


"hehehe ...maaf keceplosan " sahut Ifel


"huuuh....dasar ...suami macan apa ,bukan nya belain istri malah ikutan ngeledek " dengus Desi salam hati


Sementara pak Maman ,dan Bu Maryam hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuan ketiga nya ,sudah tak heran lagi menurut mereka.Sedangkan Dewi bersama Ariq tengah berdiri di depan jendela , Ariq nampak antusias melihat pemandangan di luar nya.


"nek...kenapa semua mobil nya terlihat kecil ?" tanya nya


"karena kita yang berada di lantai sepuluh nak, gedung ini sangat tinggi,jadi jika kita melihat sesuatu dari ketinggian apa pun di bawah nya pasti akan terlihat kecil ,itu sama dengan ketika kita melihat pesawat terbang melintas di atas pasti terlihat kecil bukan ,itu karena pesawat terbang nya sangat jauuuuuhhhh......lebih tinggi dari tempat kita berada" ucap Dewi


"ooohhh...." Ariq nampak mengangguk


"memang nya kamu mengerti yang nenek katakan ?" tanya Febry


"tidak " jawab nya polos


"hahaha....sudah kuduga " Febry pun tergelak


"tak apa-apa,sekarang mungkin kamu belum mengerti ,tapi suatu saat kamu pasti akan mengerti ,kamu kan anak pintar " puji Dewi


Pak Maman dan Bu Maryam pun merasa senang melihat kedekatan antara cucu dan besan nya tersebut ,apalagi perlakuan Dewi terhadap cucu nya tak jauh berbeda dengan cara nya memperlakukan Ari dan Gibran.


"kenapa Gibran lama sekali ?" tanya Desi


"tunggu lah sebentar lagi "ucap Ifel


Tak lama kemudian Gibran datang bersama Riswan yang mendorong Ari di kursi roda

__ADS_1


"nenek,kakek" lirih Ari


Pak Maman dan Bu Maryam pun lantas memeluk Ari bergantian.


"Ya Allah sayang...kenapa bisa sampai seperti ini sih nak...." lirih Bu Maryam saat melihat kondisi Ari


"aku tidak apa-apa kok nek,kata dokter aku pasti bisa berjalan lagi asalkan sering terapi dan berobat" ucap Ari tegar


"ayo kakak bantu naik tempat tidur " kata Gibran,Ari mengangguk


"nek,kek" sapa Riswan yang belum bersalaman dengan mereka


lantas Riswan mencium punggung tangan kedua nenek dan kakek nya itu.


"bagaimana kabar mu dan keluarga mu nak?" tanya Bu Maryam


"Alhamdulillah nek ,mereka baik ,dan Alhamdulillah nya lagi sebentar lagi aku mau punya adik" ucap Riswan bangga


"wah... Alhamdulillah....selamat ya kalau begitu,maaf saat pernikahan papa mu kami tak sempat datang " ucap Bu Maryam tak enak


"iya nek ,tak apa-apa , acaranya juga kan biasa saja sederhana,yang penting sah saja itu kata mama ibu" ucap Riswan


"syukur lah kalau begitu" lirih pak Maman membatin


"kamu seusia segini mau punya adik,...apa tak malu ,yang ada nanti kalau kamu yang gendong orang akan berfikir itu anak mu " celetuk Desi


"hehe... Alhamdulillah sih tidak Tante,malah aku sengaja kalau Dede bayi sudah lahir mau ikut mengurusi nya,dan sebenarnya lucu juga kalau sampai di kira anak aku" sahut Riswan cengengesan


"kak Desi ini julid amat sih " batin Febry ,ia tak habis fikir kenapa bisa kakak ipar nya itu selalu bersikap seolah sudah dekat dengan siapapun yang baru ia kenal,apalagi dengan Riswan yang menurut nya mereka tak begitu akrab.


Namun kemudian Febry mengalihkan pandangan nya saat melihat sosok wanita ber daster putih lusuh yang nampak menggendong bayi nya ,Gibran yang melihat perubahan dari om nya itu pun sontak melihat pada sosok wanita itu,dan rupanya Riswan pun melakukan hal yang sama.


"Tante ....sedang apa berdiri di sana, sebaik nya Tante tidur kan bayi Tante ,kasihan kalau terus-terusan di gendong" batin Gibran


"hm...kau tak takut pada ku rupanya " ucap hantu wanita itu seraya mendekat


"jangan dekat-dekat Tante bau " ucap Gibran seraya menggeser


"kau meledek ku " tatapan hantu wanita itu berubah tajam ,bibir nya pun nampak menyeringai lebar


Plak'


zeeeetttt....


"aaakkkhhh.....kenapa kau bisa menyakitiku" pekik hantu wanita itu mundur beberapa langkah


"ada nyamuk nak? " tanya pak Maman


"iya kek ,nyamuk nya besar " sahut Gibran mengiyakan


Riswan yang melihat itu pun hanya bisa menahan tawa nya.


"hahaha....Gibran ....Gibran .... bisa-bisa nya kamu menyamakan hantu itu dengan nyamuk" batin Riswan terkikik


"ya ampun ,anak itu kenapa gak ada takut-takut nya " batin Febry lirih


"kak ,kan kasihan nyamuk nya ,kenapa kakak bunuh,nanti bagaimana kalau ternyata nyamuk itu tulang punggung keluarga nya,nanti keluarga nya makan apa ?" lirih Ari


"ya ampun dek,itu nyamuk,mana ada yang jadi tulang punggung keluarga ,nih ya nyamuk itu bahaya , nanti kalau kita kena gigit dan demam gimana?" decak Riswan tak habis fikir


"jangan bilang kalau kamu juga tak pernah membunuh nyamuk ?" selidik Bu Maryam


"kan kasihan nek " jawab Ari


"ah ya ampun....anak ini" lirih pak Maman memijat pelipisnya


"lalu bagaimana kalau dikamar kamu juga ada nyamuk nya ?" tanya Desi


"yaa....aku hanya mengantisipasi dengan memasang obat nyamuk elektrik saja,yang bisa mengusir nyamuk bukan membunuh nya " sahut Ari lagi


"oh astaga " gumam mereka semua hampir sama


"ah iya Ari ,ini nenek bawakan buah apel hijau kesukaan mu ,nenek kupasin dan potongin ya ,nanti kamu makan" ucap Bu Maryam

__ADS_1


"gak perlu di kupas nek,rasanya akan berbeda kalau kulit nya gak ikut dimakan,berasa gak makan apel " larang Ari ,yang memang menyukai memakan apel tanpa di kupas


"itu kan jorok " celetuk Desi


"kata siapa jorok dalam kulit apel itu mengandung 8,4 mg vitamin C , 98 IU vitamin A ,terlebih lagi kandungan vitamin C pada buah apel ada pada kulit nya,tak hanya itu pada kulit apel juga terdapat flavonoid dan quercetin lebih banyak dari pada buah nya dan menurut buku yang aku baca dari hasil penelitian kedua senyawa itu diketahui dapat meringan kan beberapa masalah pernafasan seperti flu,pilek ,dan sesak nafas" tutur Ari menjelaskan


"wah ....kau tahu sampai sedetil itu sayang " ucap pak Maman berdecak kagum


"hehehe....hanya menyampaikan apa yang pernah aku baca di buku dan di internet saja kok " sahut Ari seraya menggaruk kepala belakang nya yang tak gatal


"sama saja , meskipun hanya membaca tapi justru ilmu nya yang sangat bermanfaat "timpal Bu Maryam


"tuh denger ,baca yang bermanfaat bukan baca novel kisah CEO saja yang kau baca ,jadinya kebawa kedunia nyata dan uring-uringan sendiri " ceplos Ifel pada istri nya


"kenapa kamu selalu menyudut kan ku sih?" tanya Desi dengan raut muka yang sudah tak bersahabat


"maaf ,bukan maksud ku untuk menyudutkan mu " sesal Ifel yang tidak bisa mengontrol ucapan nya ,ia sudah terbiasa bicara ceplas-ceplos jadi nya sedikit susah juga jika harus menjaga ucapan nya


"halah ... maaf-maaf kamu tuh bisa gak sih sedikit saja jaga mulut kamu biar gak terlalu nyeplos, bikin kesel saja " kesal nya


"maaf ..."


Semua orang yang melihat perdebatan kecil itu pun saling lirik ,hingga kemudian pak Maman berdehem


"ekhem....kalian datang kesini untuk menjenguk Ari atau mau numpang ribut ?" tegur nya


Keduanya menoleh


"maaf ...." lirih keduanya


Bu Maryam nampak menggelengkan kepala


"ya ampun mereka ini ...gak bisa apa ya kalau gak ribut dikit ,entah dimana pun mereka selalu saja begitu,malu sekali rasa nya,kalau bukan anak dan menantu sendiri udah aku cantelin biar jadi gantungan kunci mereka " gumam Bu Maryam yang sudah lelah menghadapi tingkah anak dan menantu nya tersebut


"gak sama kakak nya gak sama istri nya ,suka banget cari ribut " lirih pak Maman menghel nafas


"ya sudah kalau gitu nenek cuci dulu buah nya ya " ucap Bu Maryam mengalihkan perhatian ,ia lantas menuju wastafel untuk mencuci buah apel dan beberapa buah lain nya.


Sosok hantu wanita yang tadi kena pukul Gibran pun menyeringai melihat Bu Maryam yang berdiri di samping nya.


"jangan coba-coba mengusik nenek ku ,atau Tante tahu sendiri akibat nya " ancam Gibran dalam hati


"uuuuhhh....takuuuuuutttt......" ucap hantu itu malah meledek


Namun tiba-tiba hantu wanita itu mejerit kepanasan kala Gibran membacakan ayat suci Alquran dalam hati.


"aaakkkhhh....." jerit hantu itu lalu menghilang begitu saja


"Alhamdulillah....." lirih Riswan dan Febry reflek


"kenapa ?" tanya Ifel melirik bergantian kedua nya


"eh....hehehe...tidak apa-apa....." sahut Riswan


Saat yang lain sibuk berbincang Ari menatap kosong pada jendela,angan nya menerawang saat-saat kebersamaan nya bersama Yoga ,entah kenapa ia merasa merindukan laki-laki tambun itu,suara nya ,canda nya ,dan perhatian nya,ia kembali teringat akan kata-kata Yoga sebelum tak sadarkan diri.


"kenapa aku baru menyadari jika perhatian nya selama ini merupakan bentuk perasaan nya terhadap ku ,kenapa aku tak peka " lirih nya membatin


Gibran melihat wajah adik nya murung pun mendekat lalu mengusap kepala nya.


"semua pasti akan baik-baik saja " ucap Gibran


"Ari ...." panggil Dewi tiba-tiba


"iya nek?" tanya Ari menoleh pada nya


"ada yang ingin nenek sampaikan ,tapi maaf mungkin ini akan membuat mu sedih,tapi kalau nenek tidak memberitahu mu ,kamu pasti akan lebih merasa sedih kalau tahu nya nanti" ucap Dewi membuat Ari merasa penasaran


"memang nya kenapa nek?" tanya Ari


"maaf ,tapi ....Santi ....mati" lirih nya


"Santi mati? " ulang Ari pelan

__ADS_1


"jadi mimpi itu benar " batin nya seraya menghela nafas


***


__ADS_2