
Selesai melaksakan shalat dhuhur aku tak langsung beranjak , aku masih kefikiran dengan apa yang Aranta katakan tadi di mobil
"aku curiga kalau kak Wisnu itu salah satu anggota sekte yang Oma pimpin, dari pertama aku melihat dan kenal dengan kak Wisnu masa plester nya tak pernah di lepas ,aku gak yakin kalau itu hanya bekas luka bakar " tutur nya
tentu saja aku ,papa juga Riswan pun terkejut
"ah jangan ngaco kamu , darimana kamu tahu kalau Wisnu bagian dari kelompok itu?" tanya Riswan
"ya kan ini juga baru kecurigaan ku saja , meskipun belum terbukti tapi aku minta sama kalian berdua agar berhati-hati padanya,kalian kan cukup dekat dengan nya" ucap nya lagi
"iya Aranta benar ,meskipun dia teman kalian ,kalian tetap harus hati-hati dan waspada ,karena kita tak pernah tahu kan apa yang akan terjadi selanjutnya ,dan papa minta kalian jangan pernah menceritakan tentang Aranta pada siapapun termasuk teman kalian itu " ucap papa
"aduh" keluh Riswan pelan ,membuat aku maupun Aranta menengok
"kenapa?" tanya ku
"enggak....gak apa-apa" sahut nya menggeleng ,namun perubahan raut wajah nya membuat ku bertanya-tanya dalam hati,ada apa dengan nya ,apa ada yang dia sembunyikan dari ku
Aku menghela nafas saat mengingat percakapan kami tadi
"masa iya Wisnu salah satu anggota kelompok sekte sesat itu,tapi bisa jadi juga sih ,kenapa punggung tangan nya selalu ditutupi plaster " gumam ku
"ehehehehe........abis shalat bukan nya berdoa malah bengong ,nanti kesambet loooh.... ehehehehe......"
"iya kesambet pan nenek setan nya " ucap ku seraya bangkit dan merapikan alas shalat ku
"nek, menurut nenek apa mungkin Wisnu juga salah satu dari bagian kelompok sekte yang mengincar Aranta ?" tanya ku lalu duduk di pinggiran kasur ku
"ehehehehe....kenapa memang nya ehehehehe....?" tanya nya lalu berpindah ke samping ku
aku menghela nafas lalu merebahkan tubuh ku meletakan kepala ku di pangkuan nek Wewe
"Aranta bilang ia mencurigai Wisnu sebab punggung tangan nya selalu ditutupi plaster " jawab ku
"ehehehehe....... biar nanti nenek selidiki ehehehehe......." ucap nek Wewe seraya mengusap kepala ku
Aku yang merasa lelah pun berubah rileks saat mendapat usapan di kepalaku, hingga aku pun terlelap begitu saja di pangkuan nya .
**
Aku mengerjapkan mata ku saat merasakan tubuhku diguncang .
"bangun woy....malah tidur pantesan gak keluar-keluar dari kamar ,ayo buruan tuh si Wisnu daritadi udah nelponin terus " ucap Riswan
"astaghfirullaah....maaf aku ketiduran " aku mengusap wajah dan segera bangun lalu beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka
Setelah itu aku merapikan buku yang hendak ku bawa dan segera keluar bersama Riswan
Saat menuruni tangga aku melihat Ari bersama Aranta tengah membuat pra karya dari botol plastik.
"wiuhh....keren ....kok bisa sih bunga nya mirip banget sama yang asli" seru Riswan berdecak kagum melihat salah satu hasil prakarya nya, sepertinya ia sudah melupakan sikap dingin nya
"bagus kan ,ini kak Ara lho yang buat ,aku dari tadi gak bisa-bisa" ucap Ari
"emang bikin prakarya gini buat apa ,masa tugas sekolah mu dek" tanya ku ,karena tak mungkin bagi murid SD kelas empat sudah di beri tugas seperti ini ,jujur aku juga merasa takjub melihat hasil nya
"enggak kok kak ,kita iseng aja ya kan kak" ucap Ari melihat pada Aranta
"ehm...iya ini sengaja aja bikin ,melihat banyak banget botol plastik di belakang daripada di buang mencemari lingkungan lebih baik di olah jadi bahan yang berguna ,lumayan kan buat hiasan di ruang tamu,jadi biar hemat gak perlu beli" tutur Aranta
"Hem...gimana kalau kita jualin hasil karya kamu ,kita panjang di sosmed ,nanti hasil nya bisa buat keperluan mu , kan gak mungkin kan kamu bergantung terus sama orang tua mu" usulku ,karena yang Aranta katakan setiap sebulan sekali orang tua nya akan mengirim uang ke rekening pribadi nya untuk biaya sekolah dan sehari-hari .
"ya ....emang dari tadi sudah ada tujuan ke sana sih " sahut nya
"ya udah kalau gitu kamu buat yang banyak,nanti aku saka Riswan akan bantu cari botol plastik bekas nya , kita juga akan bantu memasarkan nya ,iya kan Wan?" tanya ku
__ADS_1
"ya .... ide bagus " sahut nya singkat
"ngomong-ngomong kalian mau kemana ?" tanya nya
"ke basecamp, Wisnu katanya mau ngerjain tugas bareng ,kamu ikut juga ?" tanya ku
"hmm.....kaya nya enggak deh,soal nya tugas sekolah ku udah selesai dikerjakan tadi " jawab nya
"oh ya udah ,yuk kita berangkat,gak enak dia udah nunggu kita dari tadi" ucap Riswan
"loh...kalian mau kemana ?" tanya mama yang baru datang dengan membawa jus buah dan cemilan di toples
"baru aku aku mau cari mama ,kita mau ke basecamp ma, kita mau kerja kan tugas sekolah" jawab ku jujur
"oh ya sudah ,kalian hati-hati, We...kamu jagain mereka " ucap mama melirik nek Wewe yang sedang duduk memperhatikan Aranta dan Ari
"ehehehehe......tenang saja mereka aman bersama ku ehehehehe....." sahut nek Wewe
"Tante lucu ya, nitipin anak nya sama setan" celetuk Aranta
"kakak baru tahu ya , bahkan kak Gibran dari kecil sampai sekarang tidur nya suka di kelonin setan " celetuk Ari pula
"HAH...." Aranta nampak terkejut mendengar nya
"ma, kita berangkat " ucap ku seraya meraih tangan mama lalu mencium punggung tangan nya ,Riswan pun sama
"aku juga berangkat ma,tapi nanti pulang nya aku langsung ke rumah ,gak nginap " ucap Riswan
"hm...iya , kalian hati-hati " ucap mama
Kami pun segera beranjak namun Aranta memanggil ku hingga aku berhenti dan menengoknya
"Adnan...."
"hati-hati" ucap nya ,aku melipat bibir ku dalam dan menaikan alis ku ,seraya mengangguk kecil
"kak Ara lebay ,kakak kan hanya mau mengerjakan tugas sekolah bersama teman nya ,bukan mau berperang " celetuk Ari
"hm...iya ya " Aranta nampak kikuk dan menggaruk kepalanya ,tak ingin berlama-lama aku pun segera mengucap salam
"assalammualaikum" ucap ku
"waalaikum salam " sahut mama juga Aranta
Sesampai nya di basecamp ,aku mengerutkan kening saat melihat ada satu mobil carry berwarna hijau lumut terparkir di halaman ,dan satu buah motor ninja hitam yang sering di gunakan Wisnu ke sekolah .
"seperti nya ada orang lain Bran, gimana ...kita tetep masuk?" tanya Riswan ragu
"iya ,kita masuk aja ,ini Wisnu udah kirim pesan ,katanya dia nunggu kita di ruang tengah" ucap ku
"ya udah ayok"
Kami berdua pun segera memasuki rumah tersebut
"assalamualaikum....." ucap ku dan Riswan
Tak ada sahutan ,aku pun bersama Riswan segera melangkah menuju ruang tengah dimana Wisnu sudah menunggu kita berdua .
"assalamualaikum" ucap ku lagi
"waalaikum salam , akhirnya kalian datang juga " ucap nya
"ayok sini aku udah bingung banget ini jawaban nya apa an ,kali aja kamu tahu kan ?" tanya nya
"lah ,kenapa tanya pada nya , jelas-jelas kita belum sampai ke tahap itu pelajaran nya ?"tanya Riswan
__ADS_1
"ya gak apa-apa,kita kan bisa saling bantu ,ya kan " ucap ku menoleh pada Wisnu
"ya bener ,eh tapi ngomong-ngomong mana Aranta ,apa dia gak ikut?" tanya nya
"enggak ,dia katanya udah selesai mengerjakan tugas nya " sahut ku
"hm....sayang banget" gumam nya pelan
"kenapa memang nya ?" tanya Riswan
"hm..apa?" tanya Wisnu
"kenapa kalau Aranta tak ikut?" tanya Riswan lagi
"ya ...gak apa-apa sih" jawab nya
Aku melihat tidak ada yang aneh dengan gelagat nya , astaghfirullaahal'aziim.... gara-gara mendengar ucapan Aranta aku jadi su udzon kan
Untuk sementara aku menepis rasa curiga yang tiba-tiba muncul di hati , sebab aku sendiri tak merasa ada yang aneh dengan nya ,aku pun sesekali melirik ke arah punggung tangan kiri nya yang masih terdapat plester ,seawet itu kah luka nya ' fikir ku
"ya udah sih ayok kita kerjakan biar gak kesorean juga " ucap Riswan seraya membuka tas nya
Aku pun melakukan hal yang sama , kita bertiga kemudian mengerjakan tugas sekolah masing-masing ,namun jika ada yang tak dimengerti kita saling bertukar pikiran dan informasi .
Saat aku tengah fokus dengan soal-soal di buku paket ku, tiba-tiba aku merasakan ada yang tengah memperhatikan ku ,namun aku mencoba untuk bersikap biasa , sebab aku pun masih merasa harus berhati-hati, karena jujur fikiran ku tentang Wisnu itu Fifty-Fifty ,setengah percaya dan tidak dengan kecurigaan Aranta.
"gaesss.... aku ke kamar mandi bentar ya " ucap Wisnu tiba-tiba
"iya udah sana ,nanti malah bocor di sini lagi" ucap Riswan
Wisnu pun segera beranjak dan meninggalkan kita berdua di ruangan ini .
"Bran....menurut kamu apa yang di katakan Aranta itu benar apa enggak sih ?" bisik Riswan
"entahlah ,aku juga masih belum tahu, tapi tetap kita harus berhati-hati ingat jangan makan atau minum sesuatu ,sebab dari tadi perasaan ku tiba-tiba tidak enak , seperti ada yang tengah memperhatikan kita " bisik ku
"haduh ....gimana ini ,apa kita langsung pulang aja kali ya ,kita bikin alasan apa kek " ucap Riswan gelisah
"ok kita tunggu Wisnu keluar dulu"
Cukup lama kami menunggu Wisnu keluar ,seandainya nek Wewe bisa masuk ke rumah ini aku pasti sudah meminta nya untuk mengikuti Wisnu ,sedang apa dia sebenarnya saat ini ,masa ke kamar mandi lama banget .
Entah ada mantra atau doa apa yang membuat nek Wewe tak bisa masuk,dari awal kedatang kita ke rumah ini nek Wewe memang tak bisa masuk ,seakan ada sesuatu yang memagari nya.
Akhirnya setelah menunggu cukup lama Wisnu keluar juga , dengan dua botol minuman kaleng di tangan nya ,aku mengernyit darimana ia mendapatkan minuman itu, bukan kah dapur arah nya sebelah sini' gumam ku dalam hati
"akhirnya kamu keluar juga ,kita mau balik nih, aku lupa ada janji sama mama sebentar lagi " ucap Riswan
"loh kan belum selesai ini" ucap Wisnu seakan tak ingin kita cepat pulang
"maaf Wisnu, tapi Riswan benar ,dia ada janji dengan mama nya " ucap ku pula
"kamu juga mau pulang sekarang?" tanya nya pada ku
"iya ,maaf ya , lagian tinggal beberapa soal lagi kan,nanti biar lewat pesan aja kalau ada yang tak dimengerti" ucap ku lagi
"ya udah deh tapi ini minum lah dulu ,dari tadi kalian gak minum apa-apa " Wisnu memberikan dua kaleng minuman itu pada ku dan Riswan
"ok thanks ya , nanti aku minum di mobil deh ,sekarang kita berdua pamit ya assalamualaikum" ucapku
"waalaikum salam" sahut nya
Namun saat kami tiba di luar mobil carry tadi sudah tak ada di tempat nya , kapan mobil itu perginya ,kenapa tak terdengar suara mesin mobil nya ke dalam 'gumam ku dalam hati
***
__ADS_1