
Malam semakin larut ,aku menghampiri Ari yang terduduk sendiri di pinggir kolam ikan dengan mencelupkan kaki nya , ikan-ikan kecil bernama garra rufa atau ikan terapi nampak mengerubungi kaki mungil nya .
"gak geli dek,kakak aja gak tahan kalau terlalu lama " ucap ku seraya duduk dan ikut mencelupkan kaki ku , ikan-ikan itu pun segera mengerubungi kaki ku rasa geli bercampur sakit seperti halnya jika kesemutan langsung aku rasakan ,dan tak sampai satu menit aku sudah mengangkat kaki ku , maklum lah aku ini paling tak tahan dengan geli
"kak kenapa kak Ara harus pindah sih , kenapa gak tinggal sama kita saja ,biarkan paman Seno dan bibi Thalia saja yang pindah " lirih nya
"ya gak bisa gitu juga dek,kak Ara juga pasti ingin berkumpul bersama keluarga nya ,kan selama ini mereka harus hidup terpisah , kasihan kan kak Ara jika harus tinggal terus dengan kita" ucap ku
"kasihan?" Ari menengok pada ku
"iya....sekarang gini ,kamu bayangkan bagaimana perasaan kamu kalau kita terpisah dari mama papa , kalau kamu masih mending ada kakak sedangkan kak Ara .... sendirian, lalu tinggal bersama kita ,melihat kebersamaan kita dengan mama papa ,kamu bisa bayangkan bagaimana perasaan nya?" tanya ku
"kakak benar , tiap malam saat aku terbangun aku selalu lihat kak Ara nangis ,tadinya aku gak tahu tapi pas ditanya katanya kangen mama ,papa nya " lirih nya lagi
"jadi gak apa-apa ya kak Ara pindah ,kan masih bisa telponan juga video call ,meski jauh kan masih bisa saling berkomunikasi" ucap ku seraya mengusap kepala nya
"kak Gibran benar dek , meski kakak harus pergi jauh ,kakak janji akan terus menghubungi mu " ucap Aranta tiba-tiba bergabung dengan kami ,ia duduk di samping Ari.
"janji ya kak "ucap Ari seraya mengacungkan jari kelingking nya
"janji" balas Aranta mengaitkan kelingking nya juga
"sekarang senyum dong jangan cemberut terus seperti itu ,sini kakak bisikin sesuatu " Ari pun mendekatkan kepalanya pada Aranta ,nampak Ari mengangguk dan tersenyum lalu melirik ku
"ok ,sip kakak tenang saja " ucap Aranta manggut-manggut
"kalian bisik-bisik apa sih , gak baik loh bisik-bisik di saat ada orang lain di sini,gibahin kakak ya" tanya ku
"yee....kakak Ge Er " seru Ari seketika
"lalu ngomongin apa sih?" tanya ku lagi
"mau tau aja, ini rahasia wanita , laki-laki gak boleh tahu " ucap Ari lalu menggerak-gerakan kaki nya
"ya sudah " ucap ku seraya beranjak
"eh ,kakak mau kemana?"tanya nya menarik tangan ku
"ke dalam ,habis nya kalian berdua main nya rahasia-rahasia an " jawab ku
"hehe....maaf deh tapi ini beneran rahasia ,ya kan kak Ara " tanya Ari menoleh pada Aranta
"iya ,Ari benar , kamu gak usah tahu "sahut Aranta
"ya sudah karena kakak besok pisah ,aku kasih kalian waktu buat ngobrol deh , dadah ... muach...muach...." Ari mengecup pipi ku dan Aranta bergantian lalu setelah itu pergi berlari ke dalam
mendadak saja suasana jadi canggung ,tak sehangat seperti saat ada Ari di tengah-tengah kami .
"nek Wewe kemana lagi" batin ku
"Tante Lasmi " panggil ku seraya melambai kan tangan pada Tante Lasmi yang terlihat duduk di cabang pohon nangka bersama bang Popo
"apa sih ,ganggu saja ,orang lagi pewe juga " gerutu Tante Lasmi seraya melayang dan menghampiri ku
"Tante kan hantu kenapa bilang orang " ucap ku
"hah....iya ya,ya udah Tante ulangi lagi " dengan konyol nya kuntilanak merah itu malah balik lagi ke dahan pohon dan kembali melayang sembari berucap
__ADS_1
"apa sih ,ganggu saja ,hantu lagi pewe juga "
"buahahaha......haduh....sumpah baru kali ini aku nemu hantu kocak macam ini ,duh perut ku sakit " Aranta tertawa melihat kekonyolan Tante Lasmi seraya memegangi perut nya
" hm...ini tuh belum seberapa ,masih banyak lagi tingkah konyol mereka yang bikin tepok jidat " ucap ku
"kamu ngapain sih panggil kita ?" tanya bang Popo
"lah yang panggil bang Popo siapa ,kan aku manggil nya Tante Lasmi " ucap ku
"oh ya udah kalau gitu aku kembali aja ke sana " ucap bang Popo ,namun belum sempat bang Popo meloncat Tante Lasmi sudah lebih dulu menginjak kain kafan nya hingga bang Popo pun terjatuh
brukk
"hahaha" lagi-lagi Aranta tertawa
"haduh ....sakit tau" pekik nya
"khikhikhikhi.....udah gak perlu pergi , disini saja ,aku gak mau jadi nyamuk sendirian" Tante Lasmi menarik ikatan pocong nya hingga bang Popo berdiri meski harus sedikit menunduk
"ada apa kamu meminta Tante ke sini" tanya Tante Lasmi lagi
"Tante Lasmi dan bang Popo duduk di sini ,aku mau bicara dengan Aranta ,gak baik kalau hanya ngobrol berdua di tempat seperti ini gak enak sudah malam ,kalau hanya berdua biasa nya yang ketiga nya setan " ucap ku
"lah memang benar kita setan yang duduk di antara dua manusia " seru Tante Lasmi dan bang Popo bersamaan
"hahahaha.....haduh kalian ini...aku pasti akan merindukan kalian" ucap Aranta menatap lirih kedua hantu itu lalu melirik pada ku
"ya udah sok kalian bicara ,kita pura-pura gak denger aja " Tante Lasmi menutup telinga nya
"oh ...itu ma sih gampang , sebentar" Tante Lasmi mencari sesuatu di rambut nya
"dah ....beres kan " ucap Tante Lasmi setelah menyelipkan dua ekor belatung besar ke telinga bang Popo di balik bungkusan kain kafan
"ih ....geli aku tuh " gumam ku
"sekarang kalian bicara lah " ucap Tante Lasmi
hening.....
kami berdua tiba-tiba terdiam ,aku melirik Tante Lasmi masih menutup telinga nya, sebenarnya aku bingung mau ngomong apa ,mungkin dia juga sama.
Hingga akhirnya nya Aranta berucap
"kalau kamu rindu jangan sungkan buat hubungi aku ,selamat malam " Aranta pun beranjak dari duduk nya namun saat ia sudah beberapa langkah dia berbalik
"terima kasih sudah mau menolong ku dan maaf jika aku sering menyusahkan mu dan juga maaf jika aku sudah lancang me.....em...aku ke dalam duluan ,selamat malam " ucap Aranta lagi lalu ia benar-benar masuk ke dalam .
Aku tertegun sejenak ,apa yang ingin dikatakan nya tadi ,tapi kenapa dia tak jadi melanjutkan kata-katanya' gumam ku seraya memalingkan wajah ku melihat ikan-ikan kecil di kolam
"heeeeehhh......." aku menghela nafas lalu beranjak meninggalkan Tante Lasmi dan bang Popo
"lah kita ditinggal......." ucap Tante Lasmi
"loh kalian belum tidur ?" tanya ku pada Riswan yang tengah bermain play station bersama papa di ruang tengah
"mana bisa tidur kalau masih ada yang ngobrol di luar" ucap Riswan
__ADS_1
"kita gak ngobrol ,tadinya aku ke sana karena nyamperin Ari ,terus Aranta datang dan Ari ke dalam ,dan kita gak ngobrol apa-apa kok " sahut ku
"masa sih , padahal Aranta besok mau terbang ke Aceh loh ,masa gak ngobrol apa-apa ?" tanya papa menggoda ku
"heehh...terserah deh kalau pada gak percaya,aku ke kamar aja udah ngantuk " ucap ku lalu berjalan menuju tangga
Saat aku menaiki anak tangga aku merasa ada yang mengikuti langkah ku di belakang ,aku fikir Riswan,aku pun menengok namun tidak ada siapa-siapa, aku pun kembali melangkahkan kaki ku hingga ke depan pintu kamar ku ,namun lagi-lagi aku merasa ada yang berdiri di belakangku ku,namun kali ini aku tak menengok nya ,aku bersikap biasa seolah tak merasakan apa pun hingga akhirnya aku memasuki kamar ku .
Aku pun beranjak ke kamar mandi untuk mencuci kaki dan melakukan wudhu ,namun saat berdiri di wastafel aku melihat sekelebatan putih melintas juga aroma melati pun menguar di indera penciuman ku .
"mbak ngapain? mau nakutin aku ya, gak mempan mbak , aku malah punya yang lebih seram dari mbak" ucap ku saat ujung mataku melihat sosok wanita berkebaya pengantin berdiri di pojok kamar mandi
"mbak ,udah deh gak usah main petak umpet ,aku gak mau nyari mbak nya ,udah malem , kata nenek pamali main petak umpet malam-malam,udah deh keluar aja ,atau aku bacain ayat kursi biar mbak nya gak bisa masuk ke rumah ini lagi" ancam ku
"kamu memang tak takut pada ku ?" tanya nya muncul juga di samping ku
"gak ,ngapain mesti takut " sahut ku
"awas mbak aku mau wudhu" pinta ku agar hantu itu memberi jalan
"bissmilah....." aku pun segera melakukan wudhu dan hantu itu pun sedikit menjauh dariku
"aneh ya,padahal waktu aku masih hidup aku juga sering wudhu ,tapi sekarang pas jadi hantu malah kaya nya aneh aja deket orang yang punya wudhu ,gak nyaman gitu" lirih nya
"sebenar nya mbak itu mau minta tolong apa ?" tanya ku
"aku mau ....
"kita keluar aja ,kita bicara di kamar ku saja, gak baik terlalu lama di kamar mandi ,sama hantu lagi " ucap ku seraya berjalan keluar dari kamar mandi
"sekarang mau nya apa ,dan jelaskan apa maksudnya menujuk kak Ardi tadi?" tanya ku setelah duduk di tempat tidur ku
"nama ku Rika,jadi aku tuh .... sebenarnya punya hubungan dengan Rizal Abang nya Ardi ,kita sudah berpacaran hampir dua tahun lama nya , kita juga sudah berencana akan menikah di tahun ini ,tapi ... orang tua ku,malah akan menikahkan ku dengan Anton anak juragan kontrakan sekaligus rentenir ,dan di malam saat bang Rizal berencana melamar ku , orang tua ku malah memberikan ku obat tidur ,besok nya bang Rizal malah menjauhi ku dan bilang putus ,ternyata ibu dan bapak mengatakan jika semalam aku sedang pergi keluar dengan Anton ,dan parah nya lagi mereka mengatakan jika aku sering menginap di rumah nya dan akan segera menikah dengan Anton. Aku sudah menjelaskan tapi bang Rizal tak mau percaya ,hingga seminggu kemudian aku benar-benar dinikahkan ,tapi di malam pernikahan ku ,aku malah mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari Anton ,ternyata sikap baik nya selama ini palsu ,dia seorang pemabuk dan juga kasar ,beberapa saat setelah ijab qobul Anton malah sibuk bersama teman-teman nya sedangkan aku menyalami tamu yang hadir ,setelah selesai dengan acara nya Anton benar-benar sudah mabuk ,aku yang tak suka dengan bau alkohol pun menegur nya ,tapi aku malah disiksa" tutur nya dengan terisak
"lalu apa orang tua nya juga tak menegur ?" tanya ku
dia menggeleng
"mereka malah membela anak nya , mereka mengatakan jika minum yang seperti itu merupakan jamu ,mereka beramai-ramai memarahi ku "
"astaghfirullaah....."
"lalu mbak bunuh diri ?" tanya ku
"enggak ,tapi aku tak sengaja kebentur ujung meja saat tubuh ku terdorong oleh ibu mertua ku ,setelah itu aku gak tahu apa-apa lagi ,pas sadar aku udah jadi seperti ini " lirih nya
huuufthhhh.....sebuah bayangan terlintas di penglihatan ku
"ya,aku tahu mbak kenapa ,mertua mbak ternyata yang jadi otak pembunuhan mu ,mereka mengusulkan agar Anton itu menyayat pergelangan tangan mbak ,agar terlihat jika mbak itu bunuh diri , mereka terlalu panik saat melihat mbak pingsan makanya mereka tak bisa berfikir dengan jernih ,padahal kalau mereka tak melakukan itu pada mbak ,mungkin saat ini mbak masih hidup ,tapi mungkin memang takdir nya mbak memang begitu ya.....mau gimana" ucap ku
"ehehehehe.... malam-malam ada tamu ehehehehe...." nek Wewe tiba-tiba muncul membuat mbak Rika terperanjat
"setaaaaannnnnn........." mbak Rika pun segera menghilang dari pandangan
"lah....dasar hantu amatir masa setan teriak setan........"
***
__ADS_1