
Di sebuah rumah besar bergaya modern seorang pria tengah terkapar tak berdaya dengan berlumuran darah yang berasal dari mulut nya.
Seorang perempuan paruh baya nampak histeris saat melihat anak nya seperti itu
"astaga ....Arkan apa yang terjadi padamu ?" seru nya panik ,ia bahkan berteriak meminta tolong ,akan tetapi karena rata-rata penghuni kompleks tempat ia tinggal merupakan orang-orang sibuk yang pergi pagi pulang sudah larut menjadikan komplek tersebut sangat lah sepi bahkan di malam hari pun seakan tak ada tanda-tanda orang tinggal di kompleks tersebut.
Perempuan paruh baya itu pun segera menelpon ambulan agar datang menjemput anak nya
"kamu tahan lah,sebentar lagi ambulan datang" lirih nya
Arkan tak bisa banyak berkata-kata sebab tenaga nya sudah terkuras habis ,apalagi sosok gaib yang selama ini bersemayam di tubuh nya sudah berhasil terlepas kini Arkan kembali pada sosok Arkan yang dulu,lemah dan pesakitan.
Arkan yang terlahir dengan fisik tak sama dengan anak-anak lain pada umum nya , tubuhnya selalu rentan terkena sakit ,dalam satu Minggu hanya dua hari ia sehat selebihnya ia akan terbaring di tempat tidur.
Kedua orang tua nya pun merasa tak tega melihat anak nya yang sering sakit-sakitan tersebut,mereka selalu melakukan apapun demi kesehatan putra semata wayang nya,bahkan sampai keluar negeri sekalipun ,berbagai dokter dan tabib mereka datangi untuk kesembuhan putra mereka ,namun nihil Arkan kecil selalu saja seperti itu ,hingga pada akhirnya mereka bertemu kawan lama yang menyarankan agar Arkan dibawa ke orang pintar ,awal nya mereka menolak ,namun akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Arkan kecil menemui seorang dukun.
Namun sayang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan harus mempertaruhkan nyawa seseorang yang berhubungan darah dengan Arkan kecil , ibu nya menolak akan tepati ayah nya bersedia ,ia bersedia mempertaruhkan nyawa nya agar anak satu-satunya itu bisa hidup sehat dengan jiwa dan raga yang juga kuat.
Meski berat hati dengan keputusan suami nya ,ia tak bisa apa-apa karena tekad suami nya sudah bulat.
Dan hari itu pun tiba ,ayah nya Arkan pun meninggal secara misterius ,tak ada yang tahu apa penyebab kematian nya ,bahkan saat di otopsi pun tim dokter forensik tak dapat menemukan kejanggalan apapun pada jasad nya.
Malam setelah kematian ayah Arkan ,sosok berbalut kobaran api dengan kepala tengkorak datang ia menatap Arkan yang terbaring lemah di tempat tidur nya dan langsung merasuki Arkan kecil dengan wujud bola api.
Dan semenjak itulah Arkan lemah berubah jadi Arkan yang kuat bahkan keluarga nya pun tak pernah kesusahan meski tidak ada sosok ayah yang menjadi tulang punggung keluarga nya.
Ambulan pun datang dan Arkan pun segera dilarikan ke rumah sakit ,di perjalanan ibu nya itu tak henti-hentinya menangis , karena baru kali ini ia melihat anak nya seperti itu ,selemah-lemah nya Arkan dulu tak sampai seperti saat ini.
Tak berselang lama ambulan pun sampai di rumah sakit dan Arkan langsung di bawa ke ruangan IGD sementara ibunya berlari menuju tempat pendaftaran pasien sekaligus membayar administrasi agar Arkan segera diberi tindakan oleh dokter.
Sementara itu di ruangan tempat Aranta di rawat , Nuri merasa bersyukur karena Aranta telah siuman ,kini Aranta tengah di periksa oleh dokter
"bagaimana dok?" tanya Nuri ,sedangkan Gibran berada di samping ranjang Aranta
"Anda tidak usah khawatir ,karena tidak ada yang perlu di khawatirkan ,kondisi nya cukup baik dan mungkin besok juga sudah bisa pulang " sahut dokter itu seraya tersenyum genit
Sebenarnya Nuri merasa tak nyaman dengan dokter tersebut sebab dari gelagat nya dokter itu sudah terlihat mata keranjang ,apalagi saat tak ada Rifki bersamanya,dokter itu bahkan sering melirik ke arah Nuri saat tengah memeriksa Aranta
"kalau begitu saya permisi ,jika ada sesuatu yang anda butuhkan panggil saya saja" dokter itu menjulurkan tangan nya namun Nuri enggan untuk menyambut nya ,maka nya Nuri hanya mengatupkan tangan di depan d*da nya
"iya terima kasih dok , insyaallah di sini masih ada anak saya ,juga ada suster yang bisa membantu ,jadi tak perlu merepotkan dokter,dokter kan sibuk harus memeriksa pasien ,jadi tak enak kalau saya merepotkan dokter " tolak Nuri halus
"ah tidak apa-apa kok ,saya tak merasa direpot kan malah saya senang bisa membantu anda "sahut dokter itu lagi
Rupanya tak hanya Nuri saja yang merasa risih dengan dokter itu ,Gibran pun sama ,kalau saja dia bukan dokter mungkin Gibran sudah menghempas nya ke luar namun ia masih menghormati nya karena bagaimana pun ia adalah dokter di rumah sakit ini ,orang tua pula .
"maaf dokter apa dokter sudah tak ada pekerjaan lagi ,maaf bukan nya saya mau mengusir dokter tapi bisakah dokter keluar dari ruangan ini jika sudah selesai ,calon istri saya harus istirahat " ucap Gibran yang secara tak langsung memang mengusir dokter itu
Mendengar Gibran menyebutkan calon istri Aranta tersipu darah nya pun berdesir
"oh...iya ini juga saya mau keluar ,kalau begitu saya permisi " dokter itu pun keluar dengan perasaan kesal
"s*al berani-beraninya bocah ingusan itu mengusir ku ,awas saja kau ya " gerutu dokter itu saat sudah keluar dari ruangan Aranta
Wewe yang berada di sana pun merasa gemas pada dokter itu ,dan berencana akan mengerjai dokter itu
"ehehehehe.....sedikit pemanasan ehehehehe...."
tak ada angin tak ada hujan tubuh dokter itu tiba-tiba terpelanting ke samping sampai mengenai beberapa suster yang tengah membawa makanan untuk pasien
__ADS_1
Bruukk
"aduh...dokter gimana sih ,jalan hati-hati dok ,yaah...makanan nya jatuh semua kan " kesal para suster
"duh maaf nih maaf gak sengaja " sahut dokter itu membantu merapikan barang-barang yang jatuh
"iya gak apa-apa dok sudah terjadi juga ,nanti biar petugas kebersihan saja yang bersihin sisa nya ,permisi dok kita mau ambil yang baru " sahut suster satu nya
seakan ada yang mendorong nya lagi dokter itu kembali jatuh ,kali ini ia jatuh mengenai tempat sampah ,beruntung tempat sampah itu sudah kosong karena baru saja petugas kebersihan mengangkut sampah nya
bruukk
Hal itu pun kembali membuat daya tarik hingga semua orang yang ada di sana pun kembali memperhatikan dokter itu
"itu dokter kenapa ya ,dari tadi kok jatuh mulu"
"entah lah mungkin dia lelah "
"tapi aneh "
bisik-bisik itu pun dapat terdengar oleh dokter itu hingga ia pun merasa kesal
"apa kalian lihat-lihat bukan nya tolongin juga" seru nya
mereka pun yang berbisik-bisik merasa tak enak hati ,mereka mengucapkan maaf lalu mereka pergi
dokter itu pun kembali ke ruangan nya untuk beristirahat sejenak sebelum jam visit nya kembali di mulai.
**
Gibran meminta izin keluar dulu untuk membeli makanan , sementara di kamar rawat hanya ada Nuri dan Aranta ,saat Gibran berjalan di koridor matanya tak sengaja menangkap gerak gerik sosok mencurigakan ,namun saat di perhatikan sosok itu tiba-tiba saja menghilang.
"lihat saja kalau ketemu tahu rasa kau" gumam nya lagi seraya tersenyum smirk
Gibran pun kembali berjalan menuju keluar ,ia bermaksud membeli makanan berkuah ,
saat sudah berada di luar Gibran berpasangan dengan Ari yang hendak menjenguk Aranta ,namun kening Gibran berkerut saat melihat Ari tak sendirian
"hai kak , assalamualaikum" Ari pun segera meraih tangan Gibran lalu mencium punggung tangan nya
"waalaikum salam ,kamu sama siapa dek?" tanya Gibran to the poin
"oh iya ,kenalkan kak ini teman aku namanya Yoga " ucap Ari
"kak..." sapa Yoga sedikit canggung,Gibran pun hanya tersenyum
"kalian mau ke dalam kan ?" tanya Gibran ,Ari pun mengangguk
"ya sudah sana ,kamu mau kakak pesenin makanan gak ,kakak mau beli makanan nih?" tawar Gibran
"ya mau lah ,tapi dua ya kak" ucap Ari
"hm...iya kakak pergi beli makanan dulu" Gibran pun pergi meski hati nya merasa resah dan was-was saat melihat adik kesayangan nya bersama seorang pria meskipun mereka hanya berteman
"apa mereka benar-benar berteman " batin nya
"iya mereka hanya teman ,meski si Yoga itu suka sama Ari,tapi dia tak mau Ari tahu sebab dia takut Ari menjauhi nya,kamu tak usah khawatir Yoga itu anak baik kok " ucap Lasmi si kuntilanak merah tiba-tiba
"Tante kapan nongol nya kok tau-tau ada suara nya " gumam Gibran dalam hati nya
__ADS_1
"khikhikhikhi.... baru saja " sahut nya
"kamu tak tahu ya kalau Ari sudah mulai pacaran ?" tanya kuntilanak itu mulai lemes
"apa....pacaran?" tanya Gibran terkejut,saking terkejutnya ia sampai lupa jika di sekitarnya ada banyak orang ,mereka pun menoleh pada Gibran ,Gibran yang sadar sudah kelepasan pun hanya bisa meringis senyum lalu kembali melangkah
"Tante serius ?" tanya Gibran membatin
"ya serius lah ,Ari juga sudah di sidang oleh kedua orang tua mu waktu itu ,dan kamu tahu tidak apa alasan Ari?" tanya nya lagi
"jangan bikin penasaran deh ,tinggal bilang saja " ucap Gibran
"alasan nya karena kasihan sama mereka yang selalu ngejar-ngejar Ari dan minta jadi pacar nya ,secara langsung Ari memberi mereka kesempatan untuk merasakan berpacaran dengan Ari " jawab kuntilanak itu tanpa beban
"mereka....maksud nya Ari pacaran dengan lebih dari satu laki-laki?" tanya Gibran salah faham
"eeehh....bukan ,jadi gini ............" Lasmi pun menceritakan detil nya ,hingga penyebab Ari memutuskan pacar-pacar nya ,terlihat Gibran nampak lega mendengar nya
"ya ampun Ari.....Ari...." Gibran menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya
Gibran pun sampai di sebuah kedai sederhana ,ia langsung memesan makanan yang tertera di daftar menu yang tertulis di depan pintu masuk
"mas saya pesan mie kuwetiaw nya empat mie bakso nya satu ,sambal nya di pisah " pinta Gibran pada penjual nya
Penjual itu pun segera membuatkan pesanan Gibran
"kok bakso nya satu?" tanya Lasmi
"itu buat mama ,mama kan suka sekali bakso"jawab Gibran dalam hati
"Tante gak dibelikan gitu?" tanya Lasmi memasang wajah memelas
"enggak" jawab Gibran
"ehehehehe.....jangan sedih ....yuk kita cari makanan yang memang cocok dengan kita,itu makanan manusia ehehehehe....."ucap Wewe
"bosan tau makanan nya kembang mulu , kali-kali kek kita makan makanan manusia ,apalagi di zaman ku belum ada makanan kaya begini ,kalau pun ada hanya kaum saudagar kaya saja yang merasakan nya " sahut Lasmi sebal
"kan masih ada kecoak ,Tante suka juga kan makan kecoa" celetuk Gibran
"iya tapi kan aku sudah dilarang makan kecoak sama Ari ,katanya kasihan ,iiihh....sebel deh ,saat jadi manusia kena jajah bangsa asing udah jadi hantu masih gak merdeka saja ,ya sudah ayok kita cari makanan yang cocok buat hantu macam kita" ucap Lasmi dengan menekuk wajah nya
Gibran terkikik melihat kuntilanak itu tengah merajuk ,baginya wujud nya jadi sangat lucu,namun tidak bagi orang lain jika melihat nya ,kulit wajah yang membusuk tercium bau amis dan anyir apalagi saat sosok kuntilanak itu mengibaskan rambutnya , berpuluh-puluh belatung sampai bertaburan ,beruntung hanya Gibran saja yang dapat melihat nya.
"hadeuh ... ada-ada saja" gumam Gibran pelan
Pesanan Gibran pun akhirnya jadi,Gibran lalu membayar nya dan segera kembali ke rumah sakit.
Akan tetapi langkah Gibran terhenti saat ia melihat seorang ibu paruh baya keluar dari rumah sakit dengan terburu-buru.
"itu kan .....ibu pemilik kontrakan nya Aranta ,kenapa dia berada disini,apa dia tahu kalau Aranta di rawat di rumah sakit ini?" batin Gibran bertanya-tanya
"apa ada kerabat atau saudara nya yang juga di rawat disini" batin nya lagi
Tak ingin berburuk sangka akhirnya Gibran pun mencoba tak ingin ambil pusing ,ia pun melenggang masuk ke dalam rumah sakit ,akan tetapi rupanya si ibu itu yang tak lain adalah ibunya Arkan melihat nya ,sontak saja si ibu itu naik pitam dan langsung menggampar Gibran.
" heh....kamu...gara-gara kamu anak saja harus masuk rumah sakit ,sihir apa yang kamu kirim kan hingga anak ku terluka parah seperti itu ,dasar tukang santet " teriak nya memaki Gibran
Sontak saja hal itu mengundang banyak perhatian ,Gibran pun terkejut karena tiba-tiba saja ia kena gampar seseorang tanpa ia tahu apa salah nya ,namun kemudian ia sadar sesuatu.
__ADS_1
***