
Kejadian sebelum nya
Di sekolah sedang di adakan pertandingan basket antar kelas. Ari yang tak begitu tertarik pun terpaksa harus berada di sekitar lapangan basket karena ia terpilih menjadi tim pelaksana ,atau panitia acara.
Selama acara berlangsung Ari hanya diam di bangku penonton bersama teman-teman sekelasnya yang lain.
Ari pun dituntut untuk selalu berada di sana untuk memantau laju nya pertandingan.
Kemudian mata nya teralihkan pada Yoga yang sedari tadi sibuk mondar-mandir membawa makanan maupun minuman untuk tim basket dari tim kelas nya.
Ari tak habis fikir kenapa Yoga mau saja dijajah teman-teman nya,ia pun beranjak untuk menghampiri Yoga.
Gadis itu pun menegur nya
"Yoga....kamu ngapain dari tadi aku lihatin kamu terus bolak balik kantin hanya untuk membawakan makanan dan minuman untuk mereka ,kok kamu mau sih ?"tanya nya
"gak apa-apa ,aku kan memang ditunjuk sebagai seksi konsumsi ,jadi sudah kewajiban ku untuk mengurus makanan dan minuman mereka " sahut Yoga
"iya tapi enggak gini juga cara nya kali ,kalau gini sih kamu udah kaya kacung nya mereka tahu gak , bentar-bentar nyuruh bentar-bentar perintah" ucap Ari sebal
"kok kamu marah?" tanya Yoga tersenyum
"bukan nya marah tapi aku .... hanya tak tega saja melihat kamu seperti itu" lirih Ari
"sudah gak apa-apa ,oh iya ini aku ada sesuatu untuk mu " ujar Yoga seraya merogoh saku celana nya
"apa ?" tanya Ari penasaran
"sebentar dong ,duh nyangkut lagi ,sebentar ya" ucap Yoga seraya berusaha mengambil nya
"taraaa....ini ...kamu pasti suka " ucap Yoga menunjukan sebuah kalung liontin berbentuk dua hati yang satu kecil dan satu nya besar.
"waahhh....lucu ....makasih ya ,aku suka deh " seru Ari kegirangan ,ia bahkan langsung menerima dan memakai nya
"gimana bagus gak?" tanya Ari
"bagus lah ,apalagi yang pakai nya kamu ,jadi tambah cantik " ucap Yoga
"ah ....kamu ih ,bisa aja ,jadi malu hehehe...." Ari tersenyum malu
"kamu dapet beli ini darimana?" tanya Ari
"aku buat sendiri " sahut Yoga
"masa sih ,kok bisa ?" tanya Ari lagi
"ya bisa dong ,apa pun kalau diniati pakai hati pasti hasil nya akan bagus " jawab Yoga lagi
Yoga tak berbohong ,ia berkata apa adanya,ia bahkan sampai menonton video tutorial setiap hari lalu mencari alat serta bahan untuk pembuatan kalung tersebut.
Bahkan berkali-kali ia gagal namun ia tak menyerah,dan akhirnya di pembuatan nya yang ke lima kali nya ,ia bisa tersenyum bangga karena apa yang ia kerjakan ternyata tak sia-sia.
"masih tak percaya juga kalau kalung itu aku sendiri yang bikin? ayo nanti sepulang sekolah aku ajak kamu ke rumah ku ,kamu lihat sendiri beberapa kalung yang gagal " tutur Yoga
"enggan kok aku percaya ,tangan mu pasti sakit ini " ucap Ari seraya meraih tangan Yoga
Ia bisa percaya setelah melihat luka melepuh di punggung tangan nya,dan luka itu karena tak sengaja ada cairan perak panas yang terciprat pada nya.
"gak apa-apa kok , hanya luka ringan begini saja " ucap Yoga
Dari tengah lapangan Zeky yang tengah bermain basket pun merasa geram melihat kedekatan Ari dan Yoga ,ia pun sengaja hendak melempar bola ke arah Yoga,namun berkat Lasmi bola itu malah kembali berbalik pada Zeky.
Otomatis Zeky pun terkena lemparan bola nya sendiri dan
__ADS_1
Buk'
Darah segar nampak mengalir dari salah satu lubang hidung nya ,karena bola itu tepat mengenai wajah nya terutama pada hidung.
Zeky yang merasa terkejut karena lemparan bola tersebut pun terjatuh dan memegangi hidung nya,sontak saja semua teman-teman nya yang lain menghentikan permainan dan mengerubungi nya.
"s*al...kenapa bola nya malah berbalik arah " umpat Zeky dengan suara tertahan karena rasa sakit nya
"khikhikhikhi.....emang enak " Lasmi terkekeh namun tiba-tiba saja ia terkesiap saat merasakan tubuh nya seakan lebih ringan dari sebelum nya.
"kenapa dengan ku ,apa jangan-jangan mereka sudah tahu identitas dari tulang-belulang ku " lirih nya.
Kemudian kuntilanak itu menatap sendu pada Ari
"maaf kan aku Ari ...seperti nya sebentar lagi waktu ku akan habis " lirih nya , namun karena di sana tak ada cermin atau apa pun yang dapat memantulkan bayangan membuat Ari tak bisa mendengar kata-kata Lasmi
"aku tinggal sebentar ya ,nanti aku datang lagi" ucap Lasmi lalu menghilang
Apa yang menimpa Zeky membuat pertandingan di berhentikan untuk beberapa saat.
Saat Zeky sedang mendapat pengobatan dari dokter Wina ,ia tak sengaja melihat pada tiang lampu besi yang tak jauh dari tempat Yoga dan Ari berada saat ini.
Tiang lampu itu sudah usang dan nampak berkarat di bagian bawah ,dan pihak sekolah berencana akan mengganti nya.
Entah bisikan setan dari mana , tiba-tiba Zeky gelap mata dan merencanakan sesuatu untuk mencelakai Yoga.
"loe lihat saja ,gue akan kasih loe pelajaran karena sudah berani dekat-dekat Ari , Ari hanya buat gue,dan hanya cocok sama gue " gumam nya tersenyum smirk
Zeky pun beralasan jika dirinya sudah tak dapat mengikuti pertandingan, hingga akhirnya permainan kembali di langsungkan dengan pemain pengganti.
Melihat Ari pergi menjauhi Yoga ,Zeky pun berjalan menuju tiang lampu itu ,dan berpura-pura terjatuh menyenggol tiang tersebut.
Kreeeeettttt......
Melihat tiang itu sudah bergerak ke arah Yoga,Zeky pun cepat-cepat pergi,namun ia melupakan cctv yang terpasang di setiap penjuru sekolah.
Salah satu siswa melihat pergerakan tiang lampu tersebut pun berteriak.
"hey....awas....tiang nya mau rubuh...." seru nya
Satu persatu dari siswa yang ada di sana pun serempak menengok ke arah tiang tersebut,termasuk Ari.
"tidak...YOGA...AWAAASSSS......" tanpa memikirkan apa yang akan terjadi Ari pun berlari ke arah Yoga ,ia belum sadar jika dirinya sedang dalam bahaya.
Ia malah bercanda dengan merentangkan tangan nya,namun pada saat ia melihat bayangan dari bawah nya ia pun lantas mendongak.
Beberapa orang berteriak memperingati agar Yoga cepat menghindar juga pada Ari agar tak mendekat.
Namun siapa yang dapat menolak takdir,tiang itu jatuh tepat setelah Ari di hadapan Yoga,niat Ari untuk menolong dengan mendorong Yoga pun sia-sia.
Buggh'
Yoga dan Ari langsung terkapar setelah tertimpa tiang besi tersebut.
Darah segar pun langsung mengalir deras dari kepala hingga dari telinga Yoga . Ari pun mendapat luka serius di bagian kepala karena terbentur pada lantai paving block yang keras. Keduanya pun tergeletak bersimbah darah dengan posisi Yoga memeluk Ari ,nampak nya Yoga memposisikan dirinya yang terkena hantaman tiang besi itu,akan tetapi meski Yoga sudah berusaha melindungi nya Ari tetap saja terluka karena benturan pada paving.
Teriakan histeris dari seluruh siswa menghentikan laju nya pertandingan basket.
Semua siswa termasuk guru segera membantu Ari juga Yoga.
Samar Aranta masih bisa melihat lelehan darah yang mengalir deras dari kepala bagian belakang Yoga.
"kau tidak ... apa-apa?" tanya Yoga dengan suara terputus
__ADS_1
"Yo...ga...." lirih Ari
"maaf ,aku... tidak..bisa...me...lin....dungi....mu...,aku...ingin katakan sesuatu....maaf jika aku ....terlambat...mengatakan nya....aku....cinta....kamu...." kata-kata terakhir Yoga saat sebelum ia kehilangan kesadaran nya.
Ari yang setengah sadar pun bisa mendengar nya dengan jelas apa yang dikatakan Yoga,namun ia tak bisa banyak berbicara ,bibir nya kelu, tenggorokan nya terasa tercekat ,matanya pun semakin terasa berat ,lalu kemudian Ari pun turut tak sadar kan diri.
Pada saat itu lah Lasmi pun kembali muncul ,dan betapa terkejut nya ia saat melihat apa yang terjadi pada Yoga juga Ari.
Ari dan Yoga pun segera dilarikan ke rumah sakit,dan pihak sekolah segera menghubungi keluarga mereka.
Bukan nya mengikuti Ari ke rumah sakit ,Lasmi justru mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi ,bagaimana cara nya hal itu bisa menimpa kedua nya.
Lasmi bertanya pada beberapa hantu yang berada di sana ,dan para hantu itu menujuk Zeky yang mematung di tempat nya.
Ia tak pernah menyangka jika apa yang ia lakukan akan menimpa Ari juga, ia hanya ingin mencelakai Yoga namun justru ia malah mencelakai Ari .
Rasa terkejut,bersalah,dan takut menghinggapi nya saat ini,namun ia tak tahu apa yang harus ia lakukan setelah ini. Karena ia lah yang paling bertanggung jawab akan hal ini.
Lasmi merasa geram ,marah ,dan murka , kuntilanak itu pun hendak memberi Zeky pelajaran,namun seruan Wowo tiba-tiba menghentikan niat nya.
"kematian justru lebih ringan untuk nya,sungguh tak adil rasa nya jika ia harus mati,sebab ia hanya akan mendapatkan hukuman dari Tuhan nya setelah kematian nya , sementara di dunia ini kesalahan nya akan terhapus seiring berjalan nya waktu,berbeda jika ia kita biarkan hidup ,sungguh hukuman manusia akan membuat nya semakin merasa tak berguna ,kita buat dia menderita dan menyesali perbuatannya,untuk Ari dan Yoga mereka akan baik-baik saja ,meski keadaan nya saat ini sangat mengkhawatirkan,belum saat nya mereka pergi"
"tapi Wo..." sergah Lasmi
"kau lihat itu" tunjuk Wowo pada sebuah kamera kecil yang tertempel di dinding atas
"itu adalah kamera cctv,aku yakin kejadian tadi terekam jelas oleh benda itu,cepat atau lambat laki-laki itu pasti akan mendapat kan hukuman " tutur Wowo ,meski sesosok hantu namun untuk dalam hal seperti ini Wowo sangat lah bijak.
Kembali pada Nuri
Sesaat setelah Nuri tersadar dari pingsan nya,Nuri kembali menangis saat mengingat apa yang di katakan pihak sekolah di telpon tadi.
"ayo kita ke rumah sakit mas ..." ucap Nuri tersedu
"iya ,ayok ,Gibran dan yang lain sudah menuju ke rumah sakit " sahut Rifki seraya membantu istri nya bangun ,lalu memapah nya menuju mobil
"huuhuuu.... sebenarnya kenapa dengan Ari mas ,apa yang terjadi ,kenapa Ari masuk rumah sakit dan kritis " isak tangis Nuri terdengar menyayat hati
"menurut pihak sekolah ,katanya Ari dan Yoga tertimpa tiang besi " sahut Rifki juga menahan sesak di d*da nya
"Ya Allah.....kuatkan putri ku , selamatkan mereka " lirih Nuri yang tak bisa lagi berkata-kata
"kamu sabar ya sayang ,kita serahkan saja pada Allah, Allah tahu yang terbaik untuk para umat nya ,aku yakin Ari dan Yoga mereka bisa melewati masa-masa kritis nya " lirih Rifki mencoba menenangkan ,walau tak dipungkiri hati nya pun sama sedih dan terluka
"Ya Allah...jangan sampai terjadi apa-apa pada putri ku dan teman nya " lirih Rifki membatin
Sesampai nya di rumah sakit Nuri dan Rifki langsung menuju IGD,namun karena luka yang cukup serius bagi kedua nya mengharuskan mereka segera di operasi,Nuri dan Rifki pun beralih menuju ruangan operasi.
Sesampai nya di sana,Bu Nur Aini langsung memeluk Nuri ,mereka pun menangis bersama.
"baru saja aku kehilangan papa nya ,aku tak mau lagi kehilangan nya ,dia anak ku ,dia anak ku hikkss...." tangis Bu Nur Aini
"huuuu.... kita berdoa saja pada Allah ,semoga tidak terjadi apa-apa pada anak-anak kita " lirih Nuri
"jika terjadi sesuatu pada nya ,aku tidak akan segan membunuh nya " geram Gibran mengepalkan tangan ,ia sudah tahu siapa pelaku nya dari Wowo dan Wewe,bahkan Gibran pun sudah menghubungi pihak sekolah juga kepolisian untuk mengusut kasus ini ,dan memeriksa kamera cctv.
"istighfar nak ,ini semua kecelakaan " ucap Seno mengusap bahu Gibran ,baru kali ini ia melihat Gibran yang seperti itu
"tidak ,ini bukan kecelakaan , ada orang yang harus bertanggung jawab" sahut nya
"dari mana kamu tahu?" tanya Bu Nur Aini segera melepaskan pelukan nya
***
__ADS_1