The INDIGO

The INDIGO
Aksi para Kunti


__ADS_3

Barra membawa Aranta ke gudang yang di katakan Gio sebelum nya ,merasa teman nya sudah berhasil melancarkan aksi nya Gio pun diam-diam beranjak dan pergi menuju gudang ,dengan bersiul Gio melangkah melewati beberapa nisan ,tak ada siapa pun yang ia jumpai sebab semua orang tengah berkumpul di depan balai desa .


Gibran yang merasa Aranta sudah cukup lama tak kembali pun hendak menyusul ,ia takut terjadi apa-apa pada Aranta .


Akan tetapi baru saja Gibran berdiri ia melihat Aranta yang sudah berjalan menuju ke arah nya


"kenapa lama sekali ,baru saja aku mau pergi nyusulin kamu" tanya Gibran


"maaf ,tadi pintu nya macet ,jadi aku ke kunci di dalam ,untung saja ada hantu ibu-ibu nolongin aku bukain pintu nya " jawab Aranta


"oh ...tapi kan ada nek Wewe ,kemana nek Wewe?" tanya Gibran lagi


"gak tahu,tadi pas aku masuk nek Wewa masih ada tapi pas aku keluar udah gak ada " sahut Aranta


"kemana perginya ya ,gak tanggung jawab banget di suruh jagain kamu malah pergi entah kemana " gumam Gibran


"udahlah gak apa-apa jangan nyalahin nek Wewe ,kan aku juga gak apa-apa" sahut Aranta lagi


"eh si Gio sama si Barra pada kemana?"tanya Davin ,membuat Aranta dan Gibran pun menoleh


"ke toilet mungkin " ucap Coky


"iya ,dari tadi aku perhatiin kaya nya dia kebelet deh kelihatan banget gelisah nya" ucap Riswan


"dia siapa ?" tanya Luna


"ya siapa lagi ...si Gio lah " sahut Riswan


"terus si Barra juga sama ?" tanya Maya


"mana gue tahu ,iya kali kan gue juga gak merhatiin mereka berdua " sahut Riswan lagi


"udahlah biarin aja entar juga mereka balik lagi " timpal Lisa


Akhirnya mereka pun kembali menyaksikan pertunjukan wayang kulit tersebut ,tanpa meributkan Gio dan Barra .


Sementara itu Barra yang merasa usaha nya berhasil pun hendak mencium bibir wanita yang mirip dengan Aranta .


"lumayan lah ,dapet bibir nya dulu ,lagian pasti gw yang pertama nyium nih cewek ,si Adnan mana dapet ,lihat gaya pacaran nya kaku banget kaya gitu ,muaacch ..." tak hanya di kecup Barra bahkan ******* bibir ranum itu


Terdengar langkah kaki diiringi siulan seseorang,ia sudah tak asing dengan suara itu ,sebab Gio sering melakukan hal itu saat hendak ber ***-***.


"waduh gercep juga tuh orang ,tau aja kalau mangsa nya udah di dapet " gumam Barra pelan


ia lantas mengelap bibir Aranta .


Benar saja dugaan nya orang yang datang memang lah Gio .


"hebat lu ,bisa secepat itu dapetin tuh cewek " puji Gio


"tentu lah ,siapa dulu dong " sahut Barra merasa di atas angin


"ok kalau gitu loe keluar dulu jagain sekitar ,kasih gue kode kalau ada yang datang " ucap Gio seraya melepas pengait celana jeans nya


"kita barengan saja lah ,udah gak tahan gue tuh lihat punya gue udah bangun daritadi" ucap Barra


" gimana main nya dia kan pingsan ?" tanya Gio


"gampang itu mah " Barra mengeluarkan sesuatu dari balik kantong jaket nya


"itu buat apa an?" tanya Gio


"gw akan suntik kan obat per****ng ini ,saat dia tersadar dia tidak akan berontak tapi malah dengan suka rela merangkak pada kita hahahaha" Barra tertawa karena ia fikir rencana nya memang berhasil tanpa ia tahu jika gadis yang berada di depan nya ini bukan lah Aranta asli

__ADS_1


Sebenarnya yang terjadi


Saat Aranta masuk pada salah satu bilik toilet ,Wewe segera merubah wujud nya menjadi mirip seperti Aranta


"ehehehehe....tak sia-sia aku belajar ilmu malih rupa pada Wowo ,rupanya ada guna nya juga ehehehehe....." Wewe terkekeh pelan


Wewe sengaja meminta pada hantu ibu-ibu untuk menjaga pintu bilik toilet yang Aranta masuki , sementara diri nya akan menyamar menjadi Aranta


Setelah itu Wewe pun segera keluar dan benar saja begitu pintu di buka seseorang yang tak lain adalah Barra langsung membekap mulut Wewe yang sudah berubah menjadi Aranta ,Wewe pun berpura-pura pingsan , Barra pun segera membawa Aranta ke tempat yang sudah Gio sebutkan sebelum nya


Seperti itu cerita nya,kita balik lagi pada Gio dan Barra


"hahaha.....tokcer juga otak lu " puji Gio , Barra pun segera menyuntikan obat per****ang itu pada lengan Aranta palsu


keduanya pun segera melucuti pakaian yang menempel pada tubuh Aranta palsu ,kedua nya langsung tegang setelah melihat pemandangan indah di depan nya ,bagai binatang buas yang hendak memangsa buruan nya.


Kedua nya pun segera menggerayangi tubuh Aranta palsu dengan begitu liar ,tanpa mereka sadari jika sosok yang menyamar sebagai Aranta itu kini sudah berganti wujud dan menatap tajam mereka yang tengah mencumbui nya .


Kedua nya merasa aneh karena kulit yang mulus dan kenyal itu tiba-tiba terasa kasar dan kendur bahkan banyak kulit yang mengkerut saat di raba nya.


Akhirnya kedua nya pun mendongak ,dan alangkah terkejutnya mereka berdua saat melihat sosok Aranta yang cantik telah berubah menjadi nenek-nenek peot dengan buah d*da yang tak lazim bentuk nya


Sontak mereka berteriak ketakutan hingga terjatuh dan duduk di pojokan sebab tak hanya sosok nenek itu saja yang mereka lihat namun seluruh hantu di desa ini pun turut menghantui mereka berdua .


"ehehehehe.....kenapa berhenti ...ayo cumbui aku lagi ehehehehe......" Wewe terus menatap tajam kedua wajah yang shock dan ketakutan itu


"huaaaa.....tidak...pergi kau setan.....jangan ganggu ....." teriak Gio


"ehehehehe....bukan kah ini yang kamu inginkan ...ayo....sudah tanggung ini.... ehehehehe......"


"tidak....pergi...." teriak Gio lagi seraya meraih benda apa pun di sekitar nya lalu melempar nya pada Wewe


"kalian sudah membuat kotor desa ini ,kalian harus menerima hukuman dari kami " seru salah satu hantu yang berdiri di belakang Wewe


"ehehehehe.....enak saja kamu fikir aku hantu apa an ,bisa berdosa jika aku melakukan nya dengan manusia ehehehehe....." sahut Wewe


"laga mu inget dosa ,hantu seperti kita mana tahu dosa" sahut hantu lain nya


"ehehehehe....jangan salah begini-begini aku itu hantu muslim ehehehehe......." tutur Wewe


"nah itu tadi apaan ,mereka udah sempat menyentuh mu ,apa itu gak termasuk dosa ?" tanya kuntilanak di samping nya


"ehehehehe....anggap saja itu bonus ,kan dosa besar nya belum terjadi ehehehehe...."


"dasar setan" umpat kuntilanak itu lagi tanpa sadar jika dia sendiri pun setan


"ya ampun itu hantu kenapa malah pada diskusi " batin Barra ,ia tak berani melihat pada hantu-hantu yang jumlah nya ribuan itu.


"sudahlah jangan banyak ngobrol kalian ,kita apakan dua anak manusia meresahkan ini " seru hantu lain nya


"ampun ....ampuni kami ......" suara Gio terdengar bergetar


"ehehehehe....mengampuni kalian ....setelah apa yang ingin kalian lakukan pada Aranta ehehehehe....." ucap Wewe


"ampun ...kami mengaku salah ....ampun...." ucap Barra


"ehehehehe....akan ku ampuni kalian tapi dengan satu syarat ,kalian jangan mengganggu Aranta atau gadis manapun lagi jika tidak maka aku dan para hantu yang berada di sini akan membuat mu menyesal seumur hidup kalian ehehehehe......" ucap Wewe


"te...terima kasih " ucap Gio


"ehehehehe....kalian mau kemana ?.... ehehehehe......jangan kalian fikir setelah aku mengatakan akan mengampuni kalian ,kalian bisa seenaknya saja pergi ehehehehe....." seru Wewe saat melihat kedua nya hendak beranjak


"gaeeesss......silahkan kalian nikmati hidangan nya " seru Wewe gombel di samping Wewe

__ADS_1


"hah...." baik Gio maupun Barra keduanya nampak terkejut setelah mendengar kata hidangan ,mereka berfikir jika mereka akan menjadi makanan para hantu-hantu itu


sontak saja keduanya pun segera berlari ,namun salah satu hantu kuntilanak berhasil meraih kaki kedua nya ,hingga keduanya terjatuh dan langsung di tarik kembali ke gudang itu.


"tidak...ampun....jangan .... aaaakkkhhhh....."


Ada sekitar sepuluh kuntilanak yang menyerang barra dan Gio secara brutal ,mereka melakukan apa yang kedua pemuda itu pernah lakukan pada setiap gadis .


Para Kunti itu pun nampak menikmati permainan mereka , hantu-hantu yang lain pun hanya menggeleng melihat kelakuan para kuntilanak itu .


"ehehehehe......dua pemuda kota di perkaos sepuluh kuntilanak ehehehehe...." Wewe terkekeh melihat nya


Sementara Gio dan Barra tengah di eksekusi oleh para kuntilanak ,Gibran dan yang lain yang sudah selesai menonton pertunjukan wayang kulit tengah berbincang dengan beberapa warga.


"ini si Gio sama Barra kok gak balik-balik ya ,apa mereka udah balik ke basecamp?" tanya Coky


"iya kali,kalian tahu sendiri kan gimana mereka berdua " sahut Dika


"terus gimana,kita mau balik aja tanpa nungguin mereka ?"tanya Riswan


"iya lah balik aja ke basecamp, palingan mereka udah pada tepar dikamar " Davin pun ikut menyahuti


Akhirnya setelah perbincangan mereka dengan pak kades dan beberapa warga mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah penginapan sebab esok masih akan melakukan kegiatan seperti mengunjungi sekolah dasar.


Sesampai mereka di rumah ,mereka memeriksa ke kamar untuk memastikan jika Gio dan Barra memang sudah berada di rumah .


"tuh kan gw bilang juga apa ,mereka berdua udah balik duluan " ucap Davin pada yang lain


mereka memang melihat ada dua orang yang tengah tidur dengan tertelungkup di tempat tidur,namun tanpa mereka ketahui jika dua orang itu bukanlah Gio dan Barra melainkan dua sosok pocong .


Gibran merasa ada yang aneh dengan dua orang yang tengah tidur itu , karena memang Gibran yang paling peka dan tak mudah tertipu ,namun saat hendak memeriksa kedua orang itu tiba-tiba dari arah luar terdengar suara teriakan mirip suara Aranta , Gibran pun cepat-cepat berlari.


"ffiiiuuuuhhh....hampir saja kita ketahuan " gumam pocong satu nya


"ho'oh , ternyata benar anak manusia yang satu itu tak bisa kita tipu " sahut pocong satunya lagi


"terus apa yang akan kita lakukan setelah ini?"


"ya tetep diem sambil nunggu yang asli datang ,udah ayuk tidur lagi "


kedua pocong itu pun kembali dalam posisi semula.


Sementara itu Gibran yang merasa khawatir pada Aranta pun bisa bernafas dengan lega sebab ia melihat Aranta baik-baik saja ,sedang mengobrol dengan Merlin di ruang tengah bersama yang lain.


"kamu kenapa ?" tanya Riswan


"enggak apa-apa ,ini sudah larut sebaiknya kalian segera beristirahat ,kegiatan besok masih menunggu kita " ucap Gibran


Mereka pun menurut dan masuk ke kamar masing-masing,namun tidak bagi Aranta dan Gibran,kedua nya sudah terbiasa berwudhu sebelum hendak tidur,mereka pun bergantian masuk ke kamar mandi.


Sementara itu di tempat Gio dan Barra.


Keduanya nampak pucat karena merasa kelelahan akibat ulah para kuntilanak yang mengerjai nya habis-habisan.


"khikhikhikhi.....punya kalian sudah K.O setelah ini kalian tidak akan merasakan lagi apa itu yang nama nya surga dunia ,tapi jika kalian sudah bertemu dengan wanita yang tulus dan mau menerima kalian apa adanya maka kelelakian kalian akan kembali ,namun akan kembali layu jika kalian bersama wanita yang bukan istri kalian "tutur kuntilanak yang paling garang di antara kuntilanak lain nya .


"khikhikhikhi....lumayan juga ya....sudah lama kita tak merasakan yang begituan khikhikhikhi...."


"iya ... khikhikhikhi....."


"dasar Kunti jablay " cibir salah satu genderuwo


***

__ADS_1


__ADS_2