
Tanpa memastikan dulu jasad siapa yang berada di dalam kantung jenazah tersebut Gibran langsung berteriak histeris ,ia bahkan sampai memukul-mukul jalanan beraspal hingga punggung tangan nya terluka
"Ari....kenapa harus begini ..." lirih nya
Sebuah tepukan di bahu Gibran tak membuat pemuda berparas rupawan itu menengok ,ia larut dalam kesedihan nya hingga tak memperdulikan siapa pun di sekitar nya ,namun sebuah suara yang ia kenal membuat nya menghentikan aksi nya menonjok-nonjok jalan
"kakak ngapain?" merasa mengenali suara tersebut Gibran pun lantas menengok
"Allahu Akbar... Ari...." tanpa aba-aba Gibran pun langsung bangkit dan memeluk adik kesayangan nya itu
"Masya Allah.....kamu selamat dek ,syukurlah .... Alhamdulillah Ya Allah...terima kasih " ucap Gibran penuh haru dan syukur
"Alhamdulillah kak aku dan Yoga tidak apa-apa " ucap Ari yang masih di pelukan kakak nya
"bagaimana cerita nya kalian selamat ,tapi mobil nya seperti itu?" tanya Gibran seraya menangkup wajah cantik adik nya
"jadi kakak ngarepin kita kenapa-kenapa gitu?" tanya Ari ngasal
"astaghfirullah....tidak dek ,mana mungkin ,jangan bicara sembarangan ,kakak gak suka " ucap Gibran langsung menegur nya
"hehe..iya maaf ,yuk kita kesana nanti aku ceritain kronologi nya , Yoga juga berada di sana sedang diobati warga " Ari menarik Gibran ke sebuah warung tak jauh dari lokasi
"katanya kalian tidak apa-apa,kok Yoga di obati ?" tanya Gibran
"iya ... hanya luka ringan ,dia juga terluka karena nolongin aku ,coba kalau dia gak gercep aku pasti sudah terluka,tapi kakak lihat sendiri kan aku malah tidak apa-apa" ucap Ari
"iya Alhamdulillah kakak bersyukur kamu tidak apa-apa" sahut Gibran yang tak henti-hentinya mengucap syukur
Sesampai nya di warung tersebut Ari dan Gibran segera menghampiri Yoga yang tengah meringis saat kaki nya tengah diobati warga ,di sana juga sudah ada polisi yang tengah mencari informasi mengenai kecelakaan yang merenggut dua nyawa.
"adudududuuuhh..... pelan-pelan dong Bu...." pekik Yoga saat luka nya tengah di beri cairan obat merah
Sementara Ari nampak meringis melihat nya
"sakit ya?" tanya Ari
"jangan di tanya lah dek lihat dari raut wajah nya saja sudah kelihatan" ujar Gibran ,Ari pun kembali meringis senyum
"hm...untung ada si gendut kalau enggak pasti Ari yang bakal terluka begini" ucap Lasmi tiba-tiba,Gibran pun menoleh pada kuntilanak tersebut,kemudian Gibran pun kembali menoleh pada Yoga
"terima kasih ya kamu sudah jagain Ari" ucap Gibran seraya menepuk pundak Yoga ,pria gempal itu pun sontak menoleh pada Gibran ,seketika rasa sakit di kaki nya pun seakan tak terasa sakit sama sekali
"eh...kak,iya tidak apa-apa ,sudah seharusnya aku menjaga Ari ,sebab aku yang membawanya jadi aku merasa bertanggung jawab atas keselamatan nya ,apalagi aku sadar kalau kecelakaan itu kesalahan ku ,maaf kan aku karena sudah lalai " sahut Yoga
"iya ,yang penting kalian sekarang tidak apa-apa ,kalian itu sudah bikin semua nya panik tahu gak " ucap Gibran menghela nafas ,ia merasa lega karena adik kesayangan nya masih selamat tak ada yang luka sedikit pun ,juga Yoga yang bisa menjaga Ari membuat Gibran merasa aman jika kedepan nya Ari berada di luar tanpa pengawasan nya
"semua nya maksud kakak?" tanya Ari
"batin seorang ibu bisa langsung tahu apa yang terjadi pada anak nya ,dan itu yang mama rasakan tadi ,mama tiba-tiba teringat kamu ,minta kakak hubungi kamu tapi nomer kamu gak bisa di hubungi tambah panik lah mama ,apalagi keterangan nek Wewe yang setengah-setengah membuat kakak langsung panik ,makanya kakak langsung menyusul kalian ,tapi syukurlah kalian tidak apa-apa" Gibran pun teringat akan mama nya yang belum di beri tahu perihal ini ,ia pun merogoh ponsel nya ,Gibran hendak menelpon mama nya
"nek Wewe ....siapa lagi tuh ,perasaan tadi di rumah sakit tidak ada nenek-nenek deh" batin Yoga bingung
telpon tersambung
"hallo.... assalamualaikum mah" ucap Gibran
"waalaikum salam ,nak bagaimana Ari ,dia baik-baik saja kan?" tanya Nuri
"Alhamdulillah Ari dan Yoga mereka baik-baik saja meski mobil nya ringsek di bagian depan ,tapi Alhamdulillaah Allah masih melindungi mereka " ucap Gibran
"APA.....jadi maksud kamu Ari dan teman nya mengalami kecelakaan?" pekik Nuri terkejut bahkan Rifki pun sampai mengambil alih ponsel nya
Tak hanya Rifki yang terkejut ,Aranta , Seno,dan Thalia pun sama terkejut nya
"astaghfirullah" lirih Aranta sambil menutup mulut nya dengan tangan
"Ari kecelakaan?" tanya Rifki
__ADS_1
"iya pa...tapi papa dan mama jangan khawatir karena Ari dan Yoga mereka baik-baik saja "ucap Gibran
"kalau gitu papa mau bicara dengan adik mu" ucap Rifki yang belum merasa tenang jika belum mendengar suara anak perempuan nya
"baik pa... ini dek papa mau bicara" ucap Gibran memberikan ponsel nya pada Ari
"iya pa..." ucap Ari
"Ari... sayang...kamu benar-benar tidak kenapa-kenapa,tidak ada yang terluka ?" tanya Rifki
"Alhamdulillah pa...Ari gak kenapa-kenapa, hanya saja ... Yoga terluka " sahut Ari
"Ya Allah...bagaimana ceritanya bisa kecelakaan seperti itu ?" tanya Rifki dengan nafas berat
"Ari juga gak tahu pa... tiba-tiba saja ada mobil boks nyalip tapi untungnya Yoga bisa langsung nginjak rem meski akhirnya kecelakaan terjadi juga, hanya saja mobil Yoga nabrak tiang listrik ,yang tabrakan malah mobil lain ,pengemudi dan penumpang nya sampai meninggal di tempat ,tapi...katanya supir mobil boks itu kabur " lirih Ari
"innalilahi wainailaihi rojiun...." lirih Rifki hingga membuat penasaran Nuri dan yang lain
"siapa yang meninggal mas ,katanya mereka berdua tidak apa-apa?" tanya Nuri
"ya sudah kalau begitu kamu tenang saja ya jangan panik ,apa teman mu luka nya parah ?" ucap Rifki malah menanyakan Yoga ,tanpa menyahuti pertanyaan istri nya
Nuri pun tak merasa tersinggung
"enggak kok pa...hanya kaki nya saja terluka ini juga sudah diobati ibu pemilik warung yang nolongin " tutur Ari
"syukurlah kalau begitu ,ya sudah kamu nanti pulang bersama kakak mu ya ,ingat pulang langsung istirahat , dan ingat jangan sampai nenek tahu apa yang terjadi ,papa takut penyakit jantung nya kumat ,kamu mengerti kan?" pinta Rifki
"iya pak,aku mengerti "
"nanti papa dan mama pulang , assalamualaikum" Rifki pun langsung memutuskan sambungan telepon nya setelah terdengar Ari menjawab salam nya
"jadi gimana mas ,siapa yang meninggal?"tanya Nuri
"orang lain yang juga terlibat kecelakaan ,katanya ada mobil boks tiba-tiba nyalip,mobil yang Ari tumpangi menabrak tiang listrik ,namun mobil lain yang bertabrakan dengan mobil boks nya,tapi katanya supir mobil boks nya malah melarikan diri " tutur Rifki
"iya ,katanya hanya teman nya saja yang terluka tapi hanya luka ringan " sahut Rifki lagi
"terima kasih ya Allah,Engkau telah menjaga putri ku " lirih Nuri ,ia merasa lega dan tenang mengetahui anak perempuan nya baik-baik saja
"jadi Ari dan teman nya itu tidak apa-apa Tante?" tanya Aranta
"iya sayang , alhamdulilah...."sahut Nuri
Mereka pun tak henti-hentinya mengucap syukur
"kalau begitu lebih baik sekarang kalian pulang saja ,kan sekarang ada kami yang menjaga Aranta ,kasihan Ari mungkin dia shock atas kejadian yang telah menimpa nya,kalau ada kalian di sisi nya pasti akan sedikit mengurangi rasa shock nya " ucap Seno
"iya kamu benar ,kalau gitu kita berdua pulang dulu ya titip Aranta " ucap Rifki lagi
"kau itu lupa ya ,Aranta itu kan anak ku "
"iya ya...." gumam Rifki seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal
Sementara itu di tempat dimana Ari dan Gibran berada
"kak...tangan kakak terluka " Ari meraih tangan Gibran yang sudah lebam dan mengeluarkan sedikit darah pada punggung tangan nya
"gak apa-apa ,ya sudah kalau gitu kita pulang ,kamu aku antar pulang mobil mu biar di derek saja nanti bengkel akan memperbaiki nya ,masalah biaya biar itu menjadi tanggung jawab ku " ucap Gibran pada Yoga
"gak usah kak gak apa-apa, gak enak aku tuh" sahut Yoga
"jangan nolak,anggap saja itu sebagai ucapan terima kasih ku karena kamu sudah bisa melindungi adik ku ,ucapan terima kasih saja tak cukup rasa nya ,jadi jangan pernah menolak tentang apa pun yang nanti akan aku berikan " ucap Gibran lagi ,ia merasa beruntung dan bersyukur sebab adik kesayangan nya selamat berkat pria bertubuh gempal itu ,ia pun ingin memberikan apa saja sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih nya pada Yoga
"tak usah kak ,aku ikhlas kok " Yoga semakin merasa tak enak di buat nya
"udah deh Yog....iya in saja gak bakal kelar ini kalau kamu nolak terus " bisik Ari
__ADS_1
"tapi Ari...."
"sudah diem " potong Ari
"Ya sudah ,Yoga sudah setuju ,kalau gitu kita pulang ,aku sudah mau rebahan " rengek Ari pada Gibran
"bagus ,ya sudah yuk....kamu bisa kan jalan sendiri ?" tanya Gibran melirik pada Yoga yang baru berdiri
"insya Allah bisa kak" sahut Yoga
Mereka bertiga pun pulang setelah tadi memberi penjelasan pada polisi,Gibran yang melihat Yoga berjalan tertatih pun merasa tak tega ,ia pun merangkul bahu nya dan membantu nya berjalan
"makasih ya kak" ucap Yoga
"iya ,gak apa-apa " sahut Gibran
"kalian tunggu sebentar di sini" ucap Gibran setelah mereka berada di dekat mobil Gibran
"kakak mau kemana?" tanya Ari
"ambil kunci mobil " sahut Gibran
Gibran pun langsung menghampiri kedua polisi laku lintas yang tadi dimintai tolong oleh Gibran
"maaf pak ,saya mau ambil kunci mobil ,terima kasih sudah memindahkan mobil saya ,sebagai hukuman saya terima jika bapak mau menilang saya " ucap Gibran merasa tak enak pada kedua polisi tersebut
"baiklah ini kunci mu ,dan kamu saya tilang " ucap polisi lalu lintas itu ,namun seseorang menyela nya
"sudah gak usah di tilang segala "
"pak..."kedua polisi lalu lintas itu memberi hormat
"tapi pak pemuda ini sudah melanggar pak ,sudah parkir sembarangan minta saya parkiran mobil nya pula " adu nya
"sudahlah ,aku mengenal nya ,dia anak salah satu kerabat ku " sahut polisi yang mempunyai jabatan tertinggi itu bahkan ia seorang Kompol
"lagipula apa yang dilakukan nya juga tak di sengaja ,ia terlalu panik tadi jadi gak usah di besar-besarkan,biar nanti aku yang bertanggung jawab " sahut Kompol polisi itu
Mendengar atasan nya berbicara demikian kedua polisi tersebut mau tidak mau membatalkan rencana mereka menilang Gibran
"terima kasih banyak ya pak, tapi mereka benar pak ,saya sudah melanggar peraturan lalu lintas jadi saya pantas untuk mendapat hukuman tilang" ucap Gibran yang tak ingin lolos begitu saja karena bagaimana pun juga ia menyadari jika perbuatan nya sudah melanggar
"tidak apa-apa,sekarang lebih baik kamu pulang saja ,kasihan adik mu dan teman nya mereka harus segera beristirahat" ucap Kompol polisi itu
"ya sudah kalah begitu saya permisi ,terima kasih sekali lagi , assalamualaikum" Gibran pun akhirnya pergi meninggalkan para polisi tersebut
"waalaikum salam...."
Sepertinya Gibran
"kalian tahu siapa dia?" tanya Kompol polisi tersebut pada kedua polisi lalu lintas di hadapan nya,kedua nya menggeleng
"dia putra sulung dari pak Rifki ,pengusaha besar yang selalu ramai di perbincangkan ,kalian tahu itu kan siapa pak Rifki ?" tanya Kompol itu
"pak Rifki yang punya usaha furniture ,hotel , restoran dan kafe yang tersebar di seluruh Indonesia itu?"
"nah itu kalian tahu "
"kok gak terlihat mentereng ya,biasa nya kan kalau anak pengusaha itu tampilan nya modis-modis" sahut yang satu nya
"itulah keunikan keluarga mereka ,meski mereka orang kaya mereka,tapi mereka tetap sederhana dan apa adanya , tapi bukan berarti mereka gak bahaya juga ,jadi berhati-hatilah jangan sampai kita menyinggung mereka terutama pak Rifki sendiri " bukan tanpa sebab pimpinan polisi itu bicara begitu ,karena ia pernah menyaksikan sendiri bagaimana sadis nya Rifki saat ada orang yang mencoba mengganggu nya ,itu diluar sepengetahuan istri dan anak nya ,namun tidak bagi Gibran.Ia juga tahu tentang Nuri dan kemampuan Gibran
**
"ini rumah mu?" tanya Gibran saat ia sudah sampai di depan sebuah rumah minimalis namun terlihat mewah dan elegan ,dengan pekarangan yang tak begitu luas dengan tatanan tanaman hias yang menghiasi pekarangan nya ,terdapat garasi mobil juga di sana
Namun pandangan Gibran ter fokus pada sosok laki-laki yang bertubuh dua kali lebih tambun dari Yoga,sosok itu tengah duduk di kursi teras ,dari apa yang ia lihat ia bisa langsung memastikan jika sosok itu merupakan hantu
__ADS_1
***