The INDIGO

The INDIGO
Surprise ke dua


__ADS_3

Sebuah bangunan rumah dengan bertuliskan Panti Asuhan Kasih Ibu terpasang di depan rumah ,di bagian depan pun juga ada papan yang bertuliskan nama yang sama yaitu Kasih Ibu .


"ini....." mama menatap papa dengan mata berkaca-kaca


"iya sayang ini untuk mu ,kamu sangat ingin mempunyai panti asuhan kan ,sekarang aku wujud kan " ucap papa


"Ya Allah mas ...terima kasih huuuhhuuu...." mama memeluk papa lalu menangis terharu


Aku ,Ari ,Riswan ,dan nenek ikut terharu melihat mama ,kami semua senang jika mama senang ,karena kami sangat menyayangi mama


"loh ko malah nangis sih ,kamu tak suka ?" tanya paman Eko yang sudah berdiri bersama teman-teman papa yang lain


"kalian....terima kasih sudah membantu suami ku untuk menyiapkan nya ,aku sangat suka dan sangat terharu " ucap mama sesegukan


"sudah jangan nangis lebih baik kita ke dalam yuk ,kita lihat-lihat bagian dalam " ajak papa pada mama


"iya ,mas kok bisa tahu kalau aku sangat ingin membangun panti asuhan ?" tanya mama sambil melihat-lihat setiap bagian ruangan nya


"aku gak akan tahu jika anak kita tak memberi tahu ku " ucap papa melirik ku


"maksud mas ,Gibran ?" tanya mama


"iya ,anak kita memberi tahu ku kalau kamu ingin mempunyai panti asuhan ,dan aku yang sedang bingung mikirin hadiah apa yang akan aku berikan pada mu pun merasa terbantu ,kamu kan suka gak mau kalau di kasih bunga ,sedangkan perhiasan juga sudah banyak ,kamu juga gak pernah memakai nya ,jadi aku memikirkan hal apa yang sangat ingin kamu ingin kan ,dan ternyata Gibran tahu sesuatu tentang keinginan mu " ucap papa panjang lebar


"Ya Allah Gibran .....terima kasih nak ,kamu kok bisa tahu?" tanya mama menatap ku


"aku gitu loh ...apa sih yang aku gak tahu tentang mama" sahut ku jumawa


"huuuuh.....sombong ,kok kamu gak ngasih tahu aku sih ?" tanya Riswan


"karena kamu bibirnya suka ember " seru paman Haris yang juga ternyata ada di sini ,kenapa tadi aku tak melihat nya


"papa " ucap Riswan


"selamat ya Nuri ,semoga nanti akan ada banyak anak-anak menempati rumah panti ini" ucap paman Haris


"iya ,terima kasih , sama-sama" ucap mama membuat semua yang mendengar nya mengerutkan kening ,termasuk mama sendiri ,hingga akhirnya mama pun menyadari


"astaga apa yang sudah aku ucapkan" ucap mama seraya menutup mulut nya dengan telapak tangan ,sontak kami pun tertawa


"hahaha.....Nuri ...Nuri ....kamu itu masih sama saja seperti dulu , gemesin " celetuk paman Haris


Deg....


Sontak mama dan papa pun terdiam ,begitupula dengan paman Haris yang juga menyadari ucapan nya


"ma...maaf ,aku tak ada maksud apa-apa" ucap paman Haris


"ekhem ... ma,pa...ayo kita ke sana ,aku mau melihat-lihat kamar nya " ucap ku memecah kecanggungan


"oh...iya ayo sayang " papa pun meraih tangan mama dan membawa mama ke setiap kamar untuk para anak-anak nanti nya ,tentu aku ,Ari dan Riswan mengikuti bersama nenek juga .


Saat mama dan yang lain sudah masuk aku sengaja masuk belakangan karena ingin melihat ekspresi paman Haris ,mungkin paman Haris merasa tak enak atau entah lah ,ia masih terdiam di tempat nya , kemudian paman Eko dan yang lain nya terlihat menegur paman Haris ,sepertinya mereka juga tahu masa lalu mereka ,tak ingin terlalu mengetahui apa yang mereka bicarakan aku pun lantas masuk menyusul yang lain .


Sebuah kamar yang sangat luas dengan banyak nya tempat tidur susun yang berjejer saling berhadapan ,sudah ada kasur lengkap dengan sprei dan bantal yang berwarna biru .


"ini untuk kamar para anak laki-laki " ucap papa


"wah bagus banget mas ,apalagi dinding nya juga digambar dengan tema anak laki-laki,keren ini " takjub mama


"terus kamar untuk anak-anak perempuan dimana pa?" tanya Ari

__ADS_1


"di kamar sebelah yuk " ajak papa untuk melihat kamar lain


"gimana bagus tidak ?" tanya papa setelah kami berada di kamar yang katanya untuk para anak perempuan


"waaaauuuuwww.....keren pa.....iya kan nek ,kak?" tanya Ari melirik pada nenek ,juga pada ku dan Riswan


"mama gak ditanyai?" tanya mama pura-pura merajuk


"hehe...maaf ma,...mama ketinggalan ,gimana bagus gak ma?" tanya nya kembali


"hahaha...iya sayang ,ini bagus sekali ,kamu suka?"


"suka banget ma, papa ....aku juga mau dong dikamar nya di gambari seperti ini ,tapi aku mau nya gambar hewan-hewan seperti ular ,harimau ,panda ,kuda nil ,tarantula dan masih banyak lagi lain nya " ucap Ari


"memang nya kamu mau buat kebun binatang kamar mu dek ?" seru Riswan


"yee.....ya enggak lah ,kan hanya gambar saja ,bukan beneran " sahut Ari


"sayang perempuan itu gambar nya ya seperti ini nak ,tuh lihat ada gambar Frozen,putri salju , Rapunzel ,dan yang lain nya " ucap nenek


"gambar seperti ini mah sudah biasa nek ,pasaran banget buat anak perempuan,aku kan mau nya yang beda dari yang lain" sahut nya


"heeeeh.....sakarep mu lah dek " gumam ku


Kamar ini juga sama selain dari dinding yang di gambar macam-macam tokoh kartun yang identik dengan anak perempuan,tempat tidur nya pun juga merupakan tempat tidur susun dan di buat berjajar saling berhadapan ,nuansa nya yang girly membuat kamar ini sangat pas dan cocok untuk anak perempuan .


"ada dua ruangan kamar lagi yang seperti ini ,aku sengaja buat kamar nya banyak siapa tahu anak asuh kita ada banyak sekali ,selain kamar para anak asuh ada pula kamar para pengasuh ,nanti aku akan cari pengasuh di yayasan penyaluran baby sitter " ucap papa menjelaskan


"Ya Allah mas ,harus bagaimana lagi aku mengatakan nya ,aku sangat bahagia sekali ,terima kasih ,terima kasih banyak mas " ucap mama dengan suara bergetar


"iya sayang , apapun untuk mu dan anak-anak aku akan usahakan mengabul kan ,termasuk mama juga ,karena kalian lah harta yang paling berharga untuk ku " mama pun langsung memeluk papa ,papa merentangkan tangannya pada ku dan Ari ,tak lupa papa juga mengajak nenek dan Riswan turut bergabung .


Saat kami tengah berpelukan dengan rasa haru menyelimuti ,sosok bayangan putih melintas di jendela ,mama yang juga melihat nya segera melepaskan diri dari pelukan


"itu....tadi aku seperti melihat ada yang lewat deh ,sebentar aku lihat dulu "


"ma...jangan lah ,takut tahu" seru Riswan pelan


"gak apa-apa,mama penasaran " mama pun berjalan mendekat ke jendela


"mana ya ,kok gak ada " gumam mama


"itu bukan ma?" tunjuk ku pada sosok yang berdiri membelakangi ,sosok itu menengok kemudian kembali berjalan menuju belakang rumah panti


"mungkin hantu itu mau kita mengikuti nya sayang " ucap papa


"sepertinya iya " ucap ku


"aku gak ikut lah ,mau gabung saja sama papa di depan " ucap Riswan


"nenek ikut kamu Riswan ,nenek juga takut ,meski nenek gak bisa melihat mereka tetep aja nenek takut " ucap nenek


"kamu dek ,ikut kita atau ikut nenek dan kak Ris-ris" tanya ku


"ikut kalian lah ,aku kan sudah berani ,kata kak Ara juga kan takut itu harus pada Allah bukan hantu ,hantu tidak bisa mencelakakan kalau pun kita celaka itu karena kesalahan diri sendiri ,kita sedang berjalan di malam hari terus melihat ada karung tergantung ,karena fikiran kita sudah kemana-mana akhirnya kita takut dan lari begitu saja tanpa kita tahu di depan kita ada apa " tutur Ari panjang lebar


"wah ....adik nya kakak makin pintar sekarang ya " ucapku gemas seraya mengacak rambut nya


"iya dong , Nuari Alara gitu loh" sahut nya bangga


"iya ...iya Nuari Alara putri mama dan papa yang paling berani setelah kakak nya " ucap mama

__ADS_1


Akhirnya hanya aku ,mama ,papa dan Ari yang memutuskan untuk pergi ke halaman belakang sementara Riswan dan nenek menunggu bersama paman Haris dan yang lain nya di ruangan depan .


Sesampainya di halaman belakang aku yang berada di belakang mama pun mengacungkan jempol pada kak Wowo yang sudah standby di tempat nya bersama para hantu yang lain ,termasuk pada para penghuni di sini.


"kemana hantu itu ya" gumam mama melihat sekeliling


"mama yakin hantu tadi menuju ke sini?" tanya Ari


"iya sayang ,mama yakin tadi tuh arah nya ke sini ,tapi mana ya" ucap mama lagi


Aku pun menghitung mundur dengan jari ku dan di hitungan ke tiga sesuatu terjadi


DUAAARRRRR......


DUAAARRRRR......


DUAAARRRRR......


puluhan kembang api menghiasi langit malam ,berbagai macam bentuk dan warna menambah langit menjadi semakin semarak .


Setelah letusan kembang api berakhir kini langit kembali berwarna oleh puluhan lampu yang berasal dari drone yang dibentuk menjadi tulisan ' HAPPY BIRTHDAY ' ,sontak mama menatap papa dengan mata yang kembali berkaca-kaca .


"mas....aku saja gak ingat tanggal ulang tahun ku ,terima kasih " mama pun memeluk papa ,yang dibalas pelukan oleh papa


"aaa.....papa so sweet ya kak , aku jadi mau juga nanti punya pacar se so sweet papa " bisik Ari


"gak boleh pacaran dulu ,masih kecil ,fikirkan sekolah mu dulu dek " bisik ku


"iya ....maksud nya nanti jika aku sudah besaaaar seperti mama " sahut nya kemudian


"astaga ,anak zaman now udah ngerti pacar-pacaran ,aku mana ngerti saat umur segini " batin ku


Ya aku sendiri mengerti kata pacaran saat sudah masuk SMP ,terutama setelah aku mengalami mimpi basah,rasa tertarik ku pada perempuan juga sudah ada ,hanya saja aku tak mau melebih-lebihkan apa yang aku rasa kan ,karena aku tak ingin hanya karena masalah seperti itu sekolah ku terganggu ,jadi aku merasa tak habis fikir anak seusia Ari sudah mengerti kata pacaran .


"panti ini aku hadiahkan untuk mu dari ku dan Gibran ,karena ini juga ide nya '' ucap papa


"lalu kembang api itu adalah kejutan dari Wowo dan yang yang lain " ucap papa


"Wowo dan yang lain ?" tanya mama


"hm...iya dan hanya kita yang berada di sini yang dapat melihat kembang api itu '' tambah papa


"juga drone nya?'' tanya mama


"kalau itu aku yang meminta Rudi ,Eko , Bobi ,Haris ,dan Reno yang mengendalikan nya ,tuh mereka lagi ngintip di sana, mereka sudah berlatih beberapa hari untuk melakukan itu ,karena apa ?" tanya papa ,mama menggeleng


"karena aku yang nyuruh , hehehe...."


"terima kasih atas semua kejutan-kejutan yang mas berikan pada ku ,aku sungguh terharu " ucap mama lagi


tiba-tiba terdengar suara nyanyian dari para demit ,siapa lagi kalau bukan kak Wowo and the geng


"selamat ulang tahun....selamat ulang tahun....selamat ulang taun Nuri .....selamat ulang tahun ......" hantu-hantu itu benyanyi dengan kompak , hanya nek Wewe saja yang tak ikut bernyanyi ,sebab jika nek Wewe ikut bernyanyi maka nyanyian nya akan kacau ,bagaimana tak menjadi kacau jika di setiap lirik nya nek Wewe selalu tertawa,maka dari itu aku melarang nek Wewe untuk ikut bernyanyi ,meski pada awal nya nek Wewe keberatan ,namun akhirnya nek Wewe nurut juga .


"Ya Allah....kalian ini....makasih ya Wowo ,Wewe ,bang Popo ,dan kamu Lasmi ,kalian sudah mengingat hari ulang tahun ku " ucap mama


"iya sama-sama " sahut mereka


"Ya ampun aku saja sampai tak ingat loh ,apalagi masalah Wulan membuat mood ku buruk , eh ... apa jangan-jangan Wulan itu juga sebagian dari rencana kalian?"


***

__ADS_1


Selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin ya semua nya ,maaf jika ada kata-kata ku atau tulisan yang kurang berkenan di hati kalian, semoga setelah hari kemenangan ini kita semua bisa terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik ,amin....


sekali lagi minal aidzin wal faidzin ,mohon maaf lahir batin 🙏🙏🙏


__ADS_2