
"hai...." sapa laki-laki bertubuh gempal yang tadi menemukan gantungan kunci milik Ari seraya tersenyum
"hai juga,kamu belanja juga ?" tanya Ari
"iya ,aku fikir tadi siapa " sahut nya
"oh iya aku baru lihat kamu,kamu murid baru ya ?"tanya Ari
"enggak kok ,aku malah satu tahun lebih dulu dari kamu " saut si laki-laki itu lagi
"mungkin karena kamu tak terlalu memperhatikan jadi kamu tak merasa melihat ku ,tapi aku sering melihat mu " tambah nya lagi
"oh gitu ya ,berarti aku panggil kamu kakak dong ,kamu kan kakak kelas " ucap Ari
"udah gak apa-apa,gak usah panggil kakak segala " bantah nya
"ya sudah ,kenalkan aku Nuari ,kamu?" Ari menjulurkan tangan nya
"bukan nya nama mu Ari?"
"itu nama panggilan ku ,nama asli ku Nuari ,kata mama nama itu nama gabungan dari mama,papa dan kakak ku " ucap Ari
"oh....seperti itu ,aku Yogaswara ,panggil saja Yoga" ucap pria bertubuh gempal itu menyambut uluran tangan Ari
Setelah puas berbincang akhirnya Ari dan Yoga pun berpisah ,ia tahu jika Ari sudah gonta-ganti pacar dalam kurun waktu dua bulan terakhir tapi itu tak membuat nya ilfeel atau berfikir negatif pada Ari ,menurut nya Ari tak hanya cantik namun juga baik ,itu berdasarkan pengamatan nya selama ini ,ya pria bertubuh gempal itu diam-diam sering memperhatikan Ari namun ia tak berani mendekati nya karena mengingat bentuk tubuh nya yang gendut,sampai pada akhirnya ia menemukan gantungan kunci di depan toilet wanita , sebenarnya ia tahu jika itu milik Ari hanya saja ia tak ingin langsung mengembalikan nya ,dengan sabar Yoga menunggu Ari datang ke toilet untuk mencari gantungan kunci tersebut ,dan akhirnya penantian nya tak sia-sia.
Ari melambaikan tangan nya sebelum memasuki mobil nya ,hingga akhirnya mobil yang Ari tumpangi pun melaju
" bisa dekat sebagai teman mu saja aku sudah senang" gumam Yoga
"astaga aku lupa ,si cerewet itu pasti ngomel-ngomel pesanan nya telat " Yoga teringat akan pesanan ibu sambung nya ,tapi meskipun cerewet dan bawel ia sangat menyayangi ibu sambung nya tersebut karena baginya ia tidak akan bisa seperti saat ini jika tidak ada campur tangan ibu sambung nya yang merawat nya ,sebab ibu kandung nya sudah meninggal saat ia masih berusia 8 bulan.
"yang tadi itu temen nya non Ari ya?" tanya supir nya
"iya mang " sahut Ari singkat
"non nanti kucing nya mau di simpan dimana?" tanya supir nya lagi
"aku bawa kamar aku lah mang, kasihan kalau di taruh di luar pasti kedinginan " sahut Ari
"tapi apa tak apa-apa non ,kucingnya kan kotor ?" tanya supir nya lagi
"nanti setelah sampai kita mandi ya mpus " sahut Ari seraya menggendong kucing tersebut
supir yang melihat dari spion kecil diatas nya pun hanya tersenyum melihat anak majikan nya tersebut .
"anak-anak pak Rifki memang unik ,yang cowok suka bawa hantu pulang ,yang cewek suka bawa binatang ,entah itu kadal ,ular ,sekarang kucing ,yang lebih geli lagi masa kecoak juga jadi mainan nya bener-bener unik bin nyeleneh non Ari ini" batin sang supir terkikik
"kenapa mang?" tanya Ari
"eh tidak kenapa-kenapa non" sahut supir nya cengengesan
Hingga akhirnya mobil pun berhenti di pekarangan rumah besar dan luas berlantai dua ,namun masih dengan gaya klasik nya ,rumah siapa lagi kalau bukan rumah Rifki.
"makasih ya mang" ucap Ari saat supir nya itu membantu membawakan makanan kucing yang tadi ia beli di minimarket.
"iya non "
__ADS_1
Ari pun melangkah dengan diikuti sang supir di belakang nya
"assalamualaikum.....mama...nenek...aku pulang..." teriak Ari
"waalaikum salam kamu tuh kebiasaan pulang sekolah teriak-teriak,ya ampun itu kucing dapet nemu dimana?"sahut nenek nya yang tak terkejut saat melihat cucu perempuan nya membawa pulang seekor kucing
"hehehe....kasihan nek ,tadi kucing ini minta makan tapi malah mah dipukul sama orang ,ya aku bawa saja " sahut Ari
"ya sudah cepat sana kamu urus itu kucing ,dan ingat jangan sampai ada kutu ataupun kotoran lain nya " ucap nenek nya memperingatkan
"ok nenek ,aku ke kamar dulu " Ari pun langsung ke kamar nya
"makasih ya mang " ucap Ari saat sudah sampai di depan kamar nya ,ia segera meminta barang belanjaan nya pada sang supir ,karena ia tak mau supir nya itu melihat apalagi sampai masuk kamar nya
"iya non ,kalau begitu saya permisi "
Ari pun membawa kucing itu ke kamar nya dan segera memandikan nya namun sebelum itu Ari lebih dulu memberi kucing itu makan.
"ya ampun....kamu pasti lapar banget ya ,kasihan " melihat betapa lahap nya kucing itu makan Ari menjadi terenyuh mata nya pun sampai berkaca-kaca
"Ya Allah....betapa beruntungnya aku ,aku masih bisa merasakan apa itu makanan enak ,bahkan hampir semua yang aku ingin kan selalu terpenuhi , tapi ketika aku melihat betapa kelaparan nya kucing ini ,aku merasa buruk,maafkan aku yang tak pernah bisa bersyukur " lirih Ari dalam hati nya
Seolah tahu apa yang di rasakan orang yang menolong nya kucing itu pun mendongak menatap Ari,lalu menghampiri dan menciumi hingga menjilati lengan Ari
"hahaha....aduh geli....ya ampun kamu mau bilang makasih ya hem....lucu banget sih " Ari pun merasa gemas
Melihat makanan nya habis Ari pun membawa kucing itu ke kamar mandi
"kita mandi ok , tapi ....aku lupa beli shampo khusus kucing ,tak apa lah aku pakai punya ku dulu " Ari pun meraih shampo milik nya
Kucing itu nampak diam saat di mandikan
"ya ampun dia kan kucing mana ngerti dia " batin Ari terkikik geli
"ya sudah deh aku coba pesan saja nanti di online tempat pup beserta pasir nya " gumam Ari
"mulai sekarang nama mu Santi ya kamu kan betina "
"meeaaoooww...." kucing itu pun tertidur setelah bulu nya di keringkan menggunakan hairdryer
Setelah itu Ari pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
**
Hari mulai petang Rifki ,Nuri ,Gibran dan Aranta pun pulang
"assalamualaikum"
"waalaikum salam...loh kalian kok pulangnya barengan ?" tanya Dewi
"iya nek tadi aku dan Aranta mampir dulu ke kantor papa sekalian bantu papa juga " sahut Gibran
"terus kalian berdua ngapain?" tanya Dewi menatap menantu dan calon cucu menantu nya
"hehehe....kami cuman ngobrol sambil lihatin yang kerja" sahut Nuri cengengesan
"ya sudah sana kalian bersih-bersih "ucap Dewi pada mereka berempat
__ADS_1
"ok nenek " sahut Gibran
Mereka pun pergi ke kamar masing-masing ,sedangkan Aranta pulang ke rumah di belakang rumah mereka ,namun kali ini ia masuk rumah itu lewat pintu belakang ,sebab tadi mereka tak sengaja melihat seseorang yang mencurigakan di depan pagar,apalagi ditambah bang Popo yang memperingati mereka untuk berhati-hati
"nek ,ikutin Aranta " pinta Gibran
"ehehehehe.....baik "
Malam pun tiba ,Aranta yang sudah berada di kamar nya pun sudah bersiap dengan mukena nya ,ia hendak mengaji dan merekam suara nya .
Akan tetapi tiba-tiba ada suara benda pecah yang membuat nya terkejut
pranggg....
"astaghfirullah apa itu yang pecah?" tanya Aranta
Aranta pun segera memeriksa nya
"hah....siapa yang melempar jendela sampai kaca nya pecah " seru Aranta saat melihat kaca jendela nya sudah pecah terlihat ada gulungan kertas tergeletak tak jauh dari serpihan kaca yang sudah hancur
"apa ini?" batin Aranta lalu meraih dan membuka gulungan kertas itu ,terdapat batu untuk pemberat nya ,sementara pada kertas itu terdapat tulisan yang sebenarnya Aranta tak mengerti ,namun ketika ia memperhatikan huruf demi huruf nya ,gadis itu merasakan ada sesuatu yang aneh yang menjalari tubuh nya.
"tidak....Aranta jangan " seru Lasmi namun terlambat Aranta sudah melihat isi nya ,mendadak pandangan Aranta pun menjadi kosong hingga akhirnya tak sadarkan diri
"Aranta .... Aranta....."seru Lasmi mencoba membangunkan Aranta
"Po...Popo....." teriak Lasmi memanggil pocong yang tengah berpatroli keliling komplek
"iya kamu memanggil ku ?" tanya nya langsung muncul
"kamu itu gimana sih ,kemana saja ,ada orang yang datang kamu malah gak ada ,lihat Aranta sekarang pingsan,cepat beri tahu Gibran " seru Lasmi mengomeli pocong itu
"ok "bang Popo pun tak membantah ia langsung melompat dan menghilang menembus tembok
"ya ampun ....Aranta ...." lirih kuntilanak merah itu
Bang Popo pun langsung menuju kamar Gibran ,dimana Gibran saat ini berada ,namun langkah pocong itu terhenti sebelum mencapai kamar Gibran ,sebuah asap tipis mengepul menyelimuti pocong itu hingga akhirnya pocong itu tersedot dan masuk ke dalam sebuah botol kaca
"hahaha.....mudah banget nangkap pocong ini" seseorang meraih botol yang berisi bang Popo lalu mengunci nya dengan sebuah mantra agar pocong itu tak bisa keluar
"tidak akan ada siapa pun yang dapat menemukan mu" orang tersebut menanam botol kaca itu di bawah pohon nangka di samping rumah Gibran
"sepertinya mereka sudah tertidur " gumam nya karena ia melihat keadaan rumah itu nampak sepi ,bahkan satpam komplek pun sudah ia amankan dengan memberikan obat tidur pada kopi nya
"tak sia-sia aku belajar ilmu sirep " batin nya tersenyum licik
Ilmu sirep merupakan salah satu ilmu sihir yang terkenal di Indonesia yang mampu membuat sasaran tertidur pulas. Ilmu sirep biasanya digunakan untuk suatu tindak kejahatan.
"ternyata selain hantu pocong ,masih banyak lagi jenis hantu lain nya di rumah ini " gumam nya saat ia melihat tak hanya satu makhluk astral di rumah itu
Lasmi yang merasa kasihan pada Aranta karena terlalu lama tergeletak di lantai pun mencoba memindahkan nya ,namun tak bisa
"ini si pocong baplang kemana sih ngasih tahu Gibran nya kok lama banget " gerutu nya
Lasmi pun berencana untuk menyusul bang Popo ,akan tetapi ia terkejut saat melihat ada seseorang yang wajah nya ditutupi topeng tengah menuju ke arah nya
"ya ampun orang itu menuju kemari ,bagaimana ini ,dia juga sepertinya bisa melihat aku dan yang lain" seru nya panik
__ADS_1
***
Maaf ya aku ke asyikan pakai POV author sampai lupa sama POV nya Gibran heπ tapi gak apa-apa kan kalau aku ganti ke POV author??? πππ