
Pagi ini Gibran dan Aranta hendak pergi ke sebuah butik terkenal langganan Nuri,keduanya hendak pergi mengukur pakaian pengantin mereka ,karena Nuri ingin yang terbaik saat akad dan pernikahan anaknya nanti,meski Gibran dan Aranta sempat menolak ,bagi mereka yang penting sah dan sakral tanpa harus membuat gaun yang berlebihan.
Namun keinginan kedua nya sama sekali tak di hiraukan oleh Nuri dan Thalia.
Mau tidak mau Gibran dan Aranta pun mengikuti keinginan kedua orang tua mereka.
Nuri dan Thalia sudah berangkat lebih dulu,sementara Gibran dan Aranta akan menyusul.
"kak,aku nebeng ya ,boleh ya?" tanya Ari memasang wajah seimut mungkin
"iya boleh kok " sahut Aranta
"Yee...makasih kak" dengan senang Ari memasuki mobil ,ia duduk di belakang.
"tumben Yoga gak jemput?" tanya Gibran
"kata nya hari ini dia gak masuk sekolah kak" sahut Ari
"loh kenapa ,apa dia sakit ?" tanya Aranta
"enggak ,katanya hari ini mereka mau pindahan ,kata Yoga sih sementara sampai mama nya benar-benar bisa ikhlas menerima kepergian papa nya"sahut Ari lagi
"oh gitu ,iya juga sih ada baik nya juga pindah dulu,kan pasti nya sakit banget kalau masih tinggal di rumah itu,apalagi rumah itu banyak banget kenangan nya bersama almarhum" ucap Gibran menimpali
"nanti kalau kalian sudah menikah,apa kakak akan pindah rumah juga?" tanya Ari
"kenapa memang nya?" tanya Gibran
"kalau kakak pindah ,rumah pasti sepi deh " Ari tiba-tiba murung
"mau nya sih pindah ,dan punya rumah sendiri,biar bisa leluasa kalau mau mesra-mesraan ya kan Aranta " Gibran menoleh pada Aranta
"ih...apa sih ,siapa juga yang mau mesra-mesraan sama kamu " sangkal Aranta malu
"hahaha....." Gibran malah tertawa
Tak berselang lama mereka pun sampai di depan sekolahan Ari.
"makasih ya kak ,pulang nya gak apa-apa gak usah jemput ,katanya papa mau jemput ,baru saja kirim pesan ke aku " ucap Ari seraya menunjukan ponselnya pada Gibran
"ok " sahut Gibran
"ingat belajar yang bener jangan asal terima cowok sembarangan ,hargai yang sayang sama kamu "ucap Gibran menasehati
"ih...kakak apa sih " sangkal Ari
"kamu fikir kakak mu ini tak tahu apa ,kakak peringatin sekali lagi ya ,kalau ada yang nembak kamu ,jangan main terima saja ,kecuali kalau kamu benar-benar sayang juga sama yang nembak kamu,tapi bukan berarti kakak juga membebaskan mu begitu saja ya" ucap Gibran
"ya ampun seperti nya kak Gibran sudah tahu deh " batin Ari
"iya...iya ..."sahut Ari ,lalu menyalimi kakak nya itu ,tak lupa ia juga melakukan hal yang sama pada Aranta
"jangan lupa kalau sekarang Tante Lasmi akan melaporkan apa-apa saja yang kamu lakukan " ucai Gibran lagi
"iya ...kakak aku yang paling tampan sedunia ...aku masuk , assalamualaikum..." Ari lalu keluar dari dalam mobil ,dan segera melewati pintu gerbang ,banyak yang memperhatikan nya namun bukan ke Ari nya melainkan pada seseorang yang membawa mobil tersebut.
"kaya nya kakak nya si Ari udah punya cewek deh ,tuh lihat mana cakep gitu" ucap salah satu siswi yang memperhatikan
"iya kamu benar , pupus lah sudah harapan ku untuk bisa mendekati nya " lirih teman nya
"preeettt.....mendekati kau kata,dekat sama adik nya saja enggak ,gimana mau bisa dekat sama kakak nya ,dasar oneng" seru nya lagi
"hehehe....iya juga ya"
Mobil yang Gibran kemudikan pun mulai menjauh
"Tante Lasmi kok masih di sini sih ,sana cepat ikutin Ari " seru Gibran
"hehehe....iya kirain Tante boleh ikut sama kalian , seperti nya tidak boleh ya" cengir kuntilanak itu
__ADS_1
"iya gak boleh,udah ada nenek Wewe yang ngawal aku ,tugas Tante kan jagain Ari " sahut Gibran
"iya iya deh ,tante pergi kalau gitu " kuntilanak itu pun segera pergi meninggalkan mobil Gibran.
Sementara di sekolah
Ari yang hendak masuk ke dalam kelas nya tiba-tiba ada yang mencekal tangan nya dari belakang ,hingga Ari pun berhenti.
"Zeky...apa an sih lepasin " seru Ari tak suka
"Ari ...gw mau minta maaf " ucap Zeky
"minta maaf buat apa ?" tanya Ari
"pokok nya gw minta maaf sama loe" ucap Zeky lagi
"i...iya tapi lepasin dulu tangan ku " pinta Ari seraya menarik lengan nya
"ok gw lepasin ,tapi bener kan loe maafin gue ?" tanya Zeky
"iya ,emang nya kamu ada salah apa sama aku ,bukan nya masalah kita waktu itu sudah selesai,aku juga gak mempermasalahkan nya lagi " ucap Ari merasa bingung
"ternyata loe baik ya ,maaf gw udah berfikiran buruk tentang loe , sekali lagi terima kasih loe udah maafin gw " ucap Zeky kegirangan sampai-sampai ia hendak memeluk Ari
"eh...mau ngapain kamu ,awas ya berani nyentuh aku sedikit saja ,apalagi sampai peluk-peluk segala ,sampai kapan pun aku gak mau maafin kamu " seru Ari seraya menghindar
"hehehe....sorry gw terlalu seneng soal nya " sahut Zeky cengengesan
"dasar aneh " batin Ari
"ya sudah kalau gitu aku mau masuk ,kamu juga sebaik nya pergi ke kelas mu " ucap Ari secara langsung mengusir Zeky
"ok baik lah , sampai ketemu lagi nanti "ucap Zeky seraya mengedipkan mata nya
"yee....dasar aneh " decak Ari lalu Ari pun masuk ke dalam kelas nya
"Ari....dia itu minta maaf karena ia tahu cara menghilangkan guna-guna yang ada di diri nya bisa hilang kalau kamu mau memaafkan nya ,kamu juga harus hati-hati seperti nya si Zeky itu juga masih ngincer kamu ,dia suka beneran sama kamu " ucap Lasmi ,namun Ari yang saat itu tak mengeluarkan cermin nya tak dapat mendengar kata-kata kuntilanak merah itu.
**
Gibran dan Aranta telah selesai mengukur ukuran tubuh mereka,mereka pun berencana akan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan ,tujuan mereka ingin mencari desain cincin ,Nuri dan Thalia begitu antusias menyiapkan nya.
"jadi yang mana yang menurut kalian bagus ?" tanya Nuri saat mereka tengah melihat-lihat beberapa desain nya
"ma...Tante ....apa ini tidak terlalu berlebihan ,bagaimana kalau kita beli yang sudah jadi saja " ucap Aranta
"no...sayang ,bagi kami momen pernikahan itu sekali seumur hidup,maka selagi kita mampu apapun akan kita lakukan untuk pernikahan kalian,kami hanya ingin yang terbaik buat kalian ,faham..." ucap Thalia
"iya Aranta ,mama mu benar, karena pernikahan ini hanya akan terjadi sekali seumur hidup maka segala sesuatu nya harus spesial dong ,iya kan Gibran ?" tanya Nuri
"hm...iya saja lah ,kita ikutin saja apa kata mereka Aranta ,protes pun percuma" ucap Gibran pasrah
"ya sudah " ucap Aranta kemudian
"nah gitu dong,terus kalian mau pilih yang mana?" tanya Thalia lagi
"hm....ini saja ,lebih simpel gak ribet juga bentuk nya " ucap Aranta
"wah ....selera mu bagus juga sayang ,baiklah mbak kami pilih yang ini ,segera buat kan ya " ucap Thalia
"baik nyonya ,akan segera kami urus " sahut pelayan toko perhiasan tersebut
Selesai dari toko perhiasan tersebut mereka memutuskan untuk pergi makan siang terlebih dahulu.
Akan tetapi baru saja mereka sampai di sebuah restoran ,sebuah berita di televisi yang sengaja di letakan di restoran tersebut menyiarkan berita yang cukup menghebohkan.
Bagaimana tidak pohon palem besar tiba-tiba tumbang begitu saja menimpa bangunan rumah sakit bagian depan nya,tumbang nya pohon tersebut tidak menelan korban jiwa ,dan yang lebih mengejutkan nya lagi terdapat tengkorak manusia tertancap pada akar dari pohon palem tersebut hingga mencuat ke permukaan dan menarik perhatian semua orang.
Tak hanya sampai disitu ,salah satu lantai di rumah sakit tersebut pun tiba-tiba amblas, orang-orang kembali dikejutkan oleh penemuan tulang belulang tanpa tengkorak,hingga orang-orang pun menyimpulkan jika tengkorak yang ditemukan di bawah pohon palem tersebut adalah bagian dari tulang-belulang itu.
__ADS_1
Namun untuk memastikan pihak kepolisian akan menyerahkan tulang dan tengkorak tersebut pada tim forensik untuk di teliti lebih lanjut.
Bahkan polisi pun sudah memanggil beberapa pihak yang terkait ,termasuk pemilik rumah sakit tersebut.
"itu kan rumah sakit tempat kamu dirawat kemarin itu kan ?" tanya Thalia tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar televisi tersebut
"iya " jawab Aranta
"Alhamdulillah.... akhirnya misteri hantu kepala buntung itu sudah terungkap,tinggal bagaimana orang itu mengakui saja perbuatan nya ,semoga saja setelah ini arwah nya bisa tenang "lirih Gibran
Tak berselang lama ,ponsel Gibran pun berbunyi
Gibran tersenyum melihat nama si pemanggil,hingga Aranta menyelis ke arah nya.
"hallo ... assalamualaikum...Oma .......iya aku sudah lihat berita nya di tv barusan , Oma keren ,gak nyangka bisa secepat itu.....iya Oma ....terima kasih ,maaf sudah merepotkan Oma..... baiklah akan aku sampai kan
..........waalaikum salam " ucap Gibran
"Oma Laras ya ?" tanya Nuri
"iya ma,....Oma Laras titip salam buat mama juga nenek " sahut Gibran
"Oma Laras siapa ?" tanya Thalia yang merasa tak asing mendengar nama itu
"teman nya mama ,dia seorang paranormal "sahut Nuri
"oh.... paranormal....eh tunggu.... jangan-jangan paranormal yang sering wara-wiri di tv itu ,yang punya Chanel ytub tentang perhantuan itu ?" tanya Thalia
"ehm...iya ,kamu sering nonton ya ?"tanya Nuri
"bukan nya sering lagi tan,mama termasuk salah satu suscriber nya " jawab Aranta
"wah benarkah ?" tanya Nuri
"iya ,bisa dibilang mama itu fans fanatik nya " sahut Aranta lagi
"kalian kok gak bilang kalau kenal dekat sama Laras si paranormal kece " ucap Thalia
"mau minta foto?" tebak Nuri
"iya dong" sahut Thalia cepat
"hahaha....baiklah nanti pas nikahan mereka Bu Laras pasti datang kok " ucap Nuri
"benarkah ? wah ...aku sudah tak sabar ingin foto bareng " ucap Thalia makin kegirangan
"mama ih bikin malu saja " lirih Aranta dalam hati nya.
"oh iya nak ,kok Oma Laras bisa tahu kasus rumah sakit itu ,bukan nya waktu itu hanya kamu yang bisa melihat masa lalu rumah sakit itu?" tanya Nuri pada Gibran
"aku yang kasih tahu Oma Laras ma,aku berfikir karena Oma Laras sudah berpengalaman,berbeda dengan ku ,jadi apa salah nya kalau aku lempar masalah ini pada Oma Laras " sahut Gibran
"ya ampun nak ,masa orang tua kamu bikin repot sih " keluh Nuri
"Oma Laras juga gak merasa keberatan kok " ucap Gibran membela diri
Gibran memang sangat dekat dengan paranormal bernama Laras tersebut, meskipun Laras sangat sibuk dan mereka jarang bertemu,tapi komunikasi kedua nya tak pernah putus,bahkan Gibran sudah menganggap Laras seperti nenek nya sendiri,Laras pun sangat menyayangi dan memanjakan Gibran ,hingga jika Laras bepergian kemana pun pasti Laras akan membawakan oleh-oleh untuk Gibran.
Jika Gibran ,Nuri dan Thalia tengah sibuk berbincang ,lain hal nya dengan Aranta ,ia nampak terdiam memikirkan sesuatu
"melihat masa lalu ,bagaimana cara nya " fikir Aranta dalam hati
***
PENGUMUMAN
Hai assalamualaikum ...
maaf ya...maaf banget ,bagi yang mau dukung novel aku yang ini atau rumah di ujung jalan ,atau yang manapun , please jika tak sempat baca jangan boom like apalagi boom komentar ,karena itu bisa berpengaruh pada level karya ,bisa termasuk kecurangan sistem.
__ADS_1
Jadi mohon pengertian nya saja ya terima kasih
🙏🙏🙏