
Tak pernah terpikirkan dibenak nya ,jika pria yang akan bertunangan dengan nya merupakan pria yang selama ini namanya terukir indah di hati nya.
Adnan Gibran Gifhary ,dia lah pria itu
Sebelum nya .......
Nuri dan Rifki yang sudah berencana akan pergi ke Aceh guna menunangkan putra nya terpaksa menunda nya sebab Dewi sang mama mertua tiba-tiba jatuh pingsan di beranda rumah nya .
Tapi setelah kondisi mama mertuanya sudah baikan barulah mereka terbang ke Aceh ,meninggalakan mama mertua dan Ari putri bungsu mereka karena harus tetap bersekolah .
Pasutri itu tahu jika Gibran putra nya juga memendam rasa yang sama dengan gadis yang bernama Aranta ,hanya saja Gibran masih saja gengsi dan enggan mengakui perasaan nya,hal itu membuat Nuri gemas sendiri.
Selama ini mereka selalu memperhatikan gerak-gerik Gibran yang mereka rasa tak biasa ,apalagi semenjak Aranta tak pernah mengirim kabar.
Setiap tengah malam Nuri selalu melihat Gibran menyeduh mie instan ,hal yang sering Aranta lakukan dan tak pernah Gibran lakukan sebelum adanya Aranta .
Gibran juga terlihat sering meminjam ponsel milik Ari ,adik kesayangan nya .Namun saat ditanya untuk apa ia meminjam ponsel adik nya Gibran beralasan hanya ingin mengecek ponsel nya saja .Bahkan Gibran sering terlihat melamun dan memperhatikan bunga plastik buatan tangan Aranta dulu .
Melihat gelagat tak biasa nya itu baik Nuri dan Rifki pun mereka mengerti dengan apa yang tengah anak sulung nya itu rasakan ,apalagi dengan laporan Wewe dan Wowo menambah kuat dugaan mereka tentang perasaan Gibran .
Wewe mengatakan jika Aranta sudah kembali dan sering memperhatikan Gibran , sedang kan Wowo yang bisa membaca isi hati pun segera melaporkan nya pada pasutri itu ,jika Gibran anak mereka tak pernah sekalipun melupakan sosok gadis bernama Aranta .
Akhirnya Nuri dan Rifki pun merencanakan sesuatu agar kedua nya bisa bersatu ,Rifki segera menghubungi Seno dan mengutarakan maksud nya, Seno pun senang karena bagaimana pun ia sudah merasa tertarik pada anak dari sahabat nya itu ,melihat bagaimana sifat dan sikap Gibran ,apalagi Gibran merupakan anak yang taat agama , Seno pun langsung menyetujuinya ,dan akhir nya pertunangan itu pun terjadi tanpa Aranta dan Gibran tahu ,Rifki dan Nuri mengatakan jika mereka hendak menghadiri acara pertunangan rekan kerja Rifki, awal nya Gibran menolak untuk ikut namun berkat tipu muslihat Rifki akhirnya Gibran pun bersedia ikut.
Dan kini dengan keterkejutan nya baik Aranta maupun Gibran , kedua nya nampak diam di tempat nya masing-masing.
"ma....pa.... jelaskan padaku .... ini maksud nya apa?" tanya Gibran
"sebelum nya mama mau minta maaf ,maaf karena tak bilang dulu pada mu ,tapi mama dan papa itu greget banget tahu ,ah ...kalian ini ....satunya gengsi satunya malu tapi mau ,kalau kalian sama-sama diam mau sampai kapan kalian bicara dari hati ke hati" ucap Nuri
"tapi ma...aku masih kuliah masa udah tunangan" ucap Gibran
"hanya tunangan belum nikah ,tapi kalau mau langsung nikah juga tak apa-apa, itu artinya sebentar lagi mama akan punya cucu , yeee....mas....kita akan punya cucu ah .... senang nya " Nuri malah berjingkrak-jingkrak senang ,sudah seperti anak kecil mendapatkan permen
"ma.....ya ampun......" Gibran kehabisan kata-kata melihat tingkah mama nya
"sayang usah ya stop , nanti kamu capek ,gimana nasib aku nanti kalau kamu kecapean" ujar Rifki meminta istrinya itu berhenti berjingkrak-jingkrak
"hehe....maafkan aku mas....aku lepas kendali" sahut Nuri lalu melihat sekeliling,terlihat orang-orang menatap nya aneh namun ada juga yang mengulum senyum ,Nuri tak mempermasalahkan itu ,ia malah berjalan menuju Aranta yang masih terdiam seribu bahasa
"Aranta ....wah kamu cantik banget sayang ,kamu kok gak bilang-bilang Tante kalau sudah kembali ke Jakarta ,satu universitas lagi dengan Gibran " tanya Nuri mengusap pipi Aranta
"maaf Tante " sahut Aranta menunduk
"jangan minta maaf kamu gak salah kok , jadi kamu mau ya bertunangan dengan Gibran ?" tanya Nuri langsung
"hm....." Aranta bingung hendak menjawab apa ,ia juga bingung antara senang juga sedih , senang karena ternyata pria yang akan bertunangan dengan nya adalah Gibran ,tapi ia juga sedih karena ia merasa Gibran tak menyukai nya dan ada gadis lain di hati Gibran .
Kedua orangtua Aranta pergi menuju Rifki dan Gibran yang masih terlihat berdiskusi .
"Hay nak,makin tampan saja kamu ,maaf jika kami terlalu mengejutkan mu ,ini semua rencana papa mu " ucap Seno seraya menepuk pundak Gibran
"kami tahu kamu pasti belum siap ,tapi ini hanya acara pertunangan hanya untuk mengikat agar tak ada yang mencoba mendekati mu juga Aranta " ucap Seno
"tapi paman aku masih kuliah " sahut Gibran
__ADS_1
"ya gak apa-apa ,justru orang banyak yang menikah masih kuliah , kenapa kamu tidak ,sudahlah terima saja pertunangan ini ,kalau gak kamu nyesel loh,paman akan menjodohkan Aranta dengan pria lain ,bahkan ada tiga pria yang datang untuk minta di jodohkan dengan Aranta " ucap Seno memanas -manasi Gibran ,mendengar itu tentu saja Gibran terkesiap
"eh jangan om " seru Gibran
"jadi....malam ini kamu mau bertunangan dengan Aranta?" tanya Rifki setelah melihat respon Gibran,ia pun mengulum senyum
"ya ...aku mau " jawab Gibran , entah kenapa ia tak rela jika Aranta bersama pria lain ,ia pun dengan tegas menjawab nya
"Alhamdulillah....."seru ketiga nya
hal itu tentu saja menjadi perhatian orang-orang termasuk Aranta dan Nuri
Rifki , Seno,dan Thalia membawa Gibran maju ke depan menuju Aranta ,dengan senyumnya Gibran terus menatap wanita nya ,Aranta yang di tatap seperti itu pun menjadi tersipu
"ekhem ....mari kita lanjutkan acara nya " suara Seno lantang dan MC pun segera kembali mengambil posisinya
Akhirnya ritual tukar cincin pun terlaksanakan dengan penuh suka cita ,namun masih ada yang mengganjal di hati Aranta , ia sesekali melirik Gibran yang berdiri di samping nya ,mereka berdua masih terlihat canggung.
"ada apa ?" tanya Gibran karena merasa di perhatikan
"hm....bisa kita bicara ?" tanya Aranta
"tentu , aku juga ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada mu" jawab Gibran
"kalau gitu kita bicara di sana " Aranta menujuk ke arah gazebo yang terdapat di balkon hotel
Nuri dan yang lain pun hanya tersenyum melihat mereka
"Ari pasti akan senang kalau tahu " dengan iseng Nuri memfoto saat Gibran dan Aranta sudah berada di balkon dan mengirimkan nya pada Ari , tentu saja Ari yang baru mendapat kiriman foto tersebut menjadi histeris sendiri .
kembali ke Aranta dan Gibran
"apa yang ingin kamu bicarakan ?" ucap kedua nya bersamaan
"eh....kok bisa samaan ya " ucap Aranta kikuk
"ya udah kamu saja duluan" ucap Gibran kedua nya duduk saling membelakangi
"hm....apa tidak apa-apa kita bertunangan ,maksud nya apa gak akan ada yang keberatan kalau kamu dan aku bertunangan?" tanya Aranta ragu
"siapa yang mau keberatan?" tanya Gibran
"ya...pacar mu lah ,siapa lagi " sahut Aranta
"pacar ,pacar yang mana?" tanya Gibran membuat Aranta salah faham
"memang nya kamu punya pacar berapa biji?" tanya Aranta yang malah di sambut gelak tawa dari Gibran
"ih...nyebelin bukan nya di jawab ,malah ketawa " batin Aranta
"aduh ya ampun Aranta ....Aranta ....emang nya biji apa an biji jambu...,lagian pacar yang mana,dekat sama perempuan pun tidak,hanya kamu yang pernah dekat dengan ku ,kamu wanita pertama setelah mama yang ku sentuh ,tak ada yang lain " jawab Gibran ,ia merasa tak pernah dekat dengan gadis mana pun selain Aranta
"terus wanita yang waktu itu bersama mu siapa,dia bukan Ari ,aku lihat kalian dekat banget ,apalagi sampai berani mengusap kepalanya ,kalian juga masuk dalam satu mobil " tutur Aranta yang tak bisa lagi menahan rasa ingin tahu nya
"siapa ....yang mana?"tanya Gibran mengerutkan kening
__ADS_1
"satu tahun yang lalu" ucap Aranta lirih
"satu tahun yang lalu ya.....satu tahun yang lalu...." Gibran terlihat mengingat-ingat nya hingga kemudian nek Wewe muncul karena Gibran tak kunjung mengingat nya
"ehehehehe.....itu loh anak nya sepupu mama mu dari kampung ehehehehe......" setelah itu pun Wewe kembali menghilang
"oooohh....iya aku ingat ,apa....kamu cemburu?" tanya Gibran langsung menghadap pada Aranta yang juga memunggungi nya ,melihat Aranta di posisi itu Gibran pun berpindah ke hadapan Aranta ,ia jongkok di hadapan Aranta
"jadi itu alasan mu tak pernah mengabari kami,kau cemburu pada anak sepupu nya mama ?" tanya Gibran
"eng...enggak ,siapa juga yang cemburu "sangkal Aranta
"oh Tuhan....ternyata wanita itu masih saudaraan dengan Adnan " batin Aranta
"jadi ternyata benar mahasiswi bercadar itu adalah kamu?" tanya Gibran lagi
"ka...kamu tau darimana?" tanya Aranta tergugu
"feeling saja " jawab Gibran apa ada nya
"apa aku boleh bertanya ,kenapa kamu mau bertunangan dengan ku?" tanya Aranta
"kamu sendiri kenapa mau bertunangan dengan ku ?" bukan menjawab Gibran malah membalikan pertanyaan
"jujur tadinya aku mau menerima pertunangan ini karena aku ingin melupakan mu , karena yang ku tahu kamu sudah punya kekasih , aku berfikir ini yang terbaik untuk ku ,tanpa aku tahu bahwa laki-laki yang hendak bertunangan dengan ku adalah kamu" jawab Aranta berkata jujur,ia menunduk tak mau menatap mata Gibran
"aku pun awal nya gak tahu ,mama dan papa hanya mengatakan kita akan menghadiri pertunangan orang lain ,tapi ternyata malah pertunangan ku sendiri ,dan hal yang lebih mengejutkan ternyata kamu, kita berdua jadi korban prank kedua orang tua kita" Gibran terkekeh begitupun dengan Aranta
" iya kamu benar ,bahkan aku sampai nangis-nangis saat tahu jika aku bakal tunangan dengan laki-laki yang tak aku cintai " ucap Aranta
"kalau aku ,kamu cinta gak?" tanya Gibran memuat Aranta gelagapan karena gugup
"aku mau bilang sesuatu pada mu "
"apa?" tanya Aranta penasaran
"semenjak kepergian mu enam tahun yang lalu ,aku merasa sangat kehilangan mu ,setiap hari aku selalu menanti kan kabar dari mu walau lewat Ari , aku juga sering membuat mie instan tiap malam ,tapi tak seenak buatan mu, aku semakin gelisah saat tak pernah ada kabar lagi dari mu ,Ari uring-uringan aku pun sama ,aku tak tahu ada apa dengan ku ,aku sering menyangkal jika aku merindukan mu,tapi kini aku sadar jika aku..... cinta kamu Aranta ,percaya atau tidak itulah fakta nya ,maka nya aku mau dan bersedia bertunangan dengan mu meski awal nya aku terkejut" tutur Gibran panjang lebar ,Aranta merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan
"dia bilang apa tadi ,dia....cinta aku....dia mencintai ku juga " tak terasa air mata nya pun menetes dengan deras nya membuat Gibran kebingungan
"loh loh ...kok nangis ,...hey....kamu kenapa ....ada apa dengan mu ,apa ada kata-kata ku yang salah hingga membuat mu terluka?" tanya Gibran bingung ,Aranta menggeleng
"tidak ....kamu tak salah apa-apa, aku hanya bahagia saja ....coba katakan sekali lagi ,aku ingin mendengar nya lagi" pinta Aranta tersedu
"kata-kata ku yang mana ?"
"yang kamu bilang cinta aku, benarkah itu?" tanya Aranta lagi
"oh ...itu....hm....gimana ya ....sepertinya ....memang iya aku mencintaimu " ucap Gibran lagi
"huuuhhuuu......" tangis Aranta semakin pecah dan itu sangat membuat Gibran kelimpungan sendiri ,ia bingung harus berbuat apa , ia yang tak pernah bersentuhan dengan wanita pun menjadi bingung sendiri , apalagi Gibran yang menanamkan nilai-nilai moral dan agama di dirinya hingga pantang baginya menyentuh wanita yang bukan muhrim nya ,kecuali jika terdesak , jadinya Gibran hanya diam memperhatikan Aranta yang menangis tersedu
"kamu apakan calon mantu mama ?"
Nuri tiba-tiba datang dan memeluk Aranta
__ADS_1
***