
Kita balik lagi ke POV Gibran ya ...
Malam ini kami semua tengah mendiskusikan apa-apa saja yang akan kami lakukan besok di desa unik ini , sambil menunggu Aranta dan Merlin selesai masak .
Biar tak bingung akan aku kasih tahu siapa-siapa saja yang ada di kelompok ku
- Aranta - Adnan (aku)
- Merlin - Riswan
- Luna - Gio
- Maya - Barra
- Ana - Davin
- Lisa - Ricotta
- Bella - Coky
- Dika
Rupanya Riswan baru menyadari jika cincin yang ku kenakan jadi dua ,yaitu di jari tengah dan jari manis ,cincin di jari tengah merupakan cincin tembaga ,dan yang di jari manis merupakan cincin pertunangan ku dengan Aranta ,ah....teringat malam itu lagi membuat ku ingin tersenyum sendiri ,sungguh mama dan papa sampai se niat itu membuat kejutan.
Akan tetapi aku tak ingin langsung memberi tahu nya ,sebab ia sendiri mengatakan pernah melihat cincin yang sama di jari seseorang ,jadi biarkan saja dia mengingat dan menebak nya dulu ,namun tiba-tiba terdengar suara seperti seseorang menggedor pintu jendela ,yang memang jendela di rumah ini terbuat dari kayu tanpa ada kaca sebagai pembatas .
Brakk.... Brakk..... Brakk......
"eh suara apa tuh?" seru salah satu teman satu kelompok ku ,nama nya Gio ,ia bahkan sedikit menggeser duduk nya pada teman nya yang lain
"ah lu apaan sih , mepet-mepet aja , takut bilang saja ,mungkin itu suara pintu jendela tertiup angin " seru Barra yang tempat duduk nya jadi sempit karena Gio
"enak aja siapa yang takut ,gw cuma kaget " sangkal nya lalu kembali duduk di tempat nya semula
tak lama kemudian suara itu terdengar lagi ,namun kali ini suara nya terdengar dari arah jendela yang lain
"nah loh kenapa angin nya sekarang pindah ke jendela yang itu" seru Coky sambil menunjuk jendela dekat lemari kayu tua
"emang lu yakin itu cuman angin , realistis aja woy kita kan tinggal di antara beribu-ribu kuburan ,bisa saja kan suara itu bukan angin tapi......" ucapan Bella terhenti sebab ia sudah merinding duluan
"ah jangan nakutin lu ,gw kan jadi ikutan takut " seru Luna
"lah teus lu fikir itu apa dong ,kalau bukan angin " seru Bella lagi
Brakk.... Brakk ....Brakk.....
Kembali suara gedebrak gedebruk terdengar kali ini malah semua pintu jendela yang nampak di gedor-gedor sontak saja semua nya berteriak histeris terutama wanita
"aaaakkkhhhh........" keadaan semakin mencekam manakala lampu pun ikut padam
Praaanngg......
terdengar suara benda terjatuh dari arah dapur ,sontak saja aku berlari ke arah dapur dengan menggunakan cahaya senter dari ponsel ku
"ada apa?" tanya ku setelah sampai di dapur ,terlihat Merlin yang berjongkok dengan Aranta yang mencoba menenangkan nya .
"tau tuh pocong itu dari tadi ganggu terus mana lampu mati lagi " jawab Aranta
"masaknya udahan belum ?" tanya ku
"udah kok ,baru aja kita mau manggil kalian eh malah mati lampu ,tapi ini ngomong-ngomong yang mati cuman rumah ini doang ,yang lain enggak " sahut nya lagi
__ADS_1
"iya juga ya,listrik nya turun kali ,ya udah ayo ke dalam dulu ,ajak Merlin aku mau cek dulu " ucap ku seraya memberi jalan
Suara teriakan yang lain pun masih terdengar aku yang merasa jengah pun akhirnya berseru
"kalian bisa diam gak ,cuman mati lampu doang ,Riswan , Davin,kalian ikut aku cek listrik nya " ajak ku
"lu sendiri saja lah ,ogah gue nanti ketemu hantu lagi ,hiiiy....." tolak Davin aku melirik pada Riswan dan nampak nya Riswan pun tak jauh berbeda dengan yang lain ,dan kini justru ia tengah menenangkan Merlin .
"ya sudah " aku pun tak ingin memaksa dan segera berjalan ke luar lalu kemudian menuju bagian belakang rumah
"Adnan ...." panggil Aranta
"ya...."
"hati-hati "
"ok ,kamu tenang saja cuman ngecek kok ,Riswan ....jagain Aranta " ucap ku lalu pergi
"i...iya..." sahut Riswan yang mungkin merasa aneh saat aku terlihat perhatian pada Aranta
Begitu aku keluar dari dalam rumah itu aku memang melihat hanya rumah ini saja yang keadaan nya gelap gulita,sedangkan rumah-rumah yang lain terang benderang ,begitu aku melangkahkan kan kaki ku ke arah belakang rumah aku melihat satu sosok pocong yang tengah menyundul-nyundul sakelar listrik pada kotak listrik .
"jadi kamu pelaku nya ,iseng banget sih cong....lihat tuh teman-teman ku pada ketakutan" ucap ku seraya menggeser pocong itu
ting'
lampu pun menyala kembali setelah aku menyalakan nya
"kamu harusnya tuh takut pada ku kenapa kamu malah dengan enteng nya geser-geser tubuh aku ?" tanya pocong itu memperhatikan ku
"emang nya apa yang mesti aku takutin dari hantu pocong seperti kamu, bentuk kaya guling aja gak ada serem-serem nya dimata ku ,untung aja putih mirip guling ,coba kalau warna nya hijau ,aku pasti mikir nya kamu tuh lontong ,minggir ah aku mau lewat " ucap ku lagi seraya kembali menggeser kan lagi pocong itu
"lah....kok ada ya manusia tak takut pada ku" lirih nya ,aku pun meninggalakan pocong itu yang masih merasa heran pada ku yang tak takut pada nya ,namun baru saja aku hendak berbelok sesuatu terasa mengenai pundak ku
"ini kan biji asem ,kenapa bisa jatuh di sini ,pohon asem kan ada nya di tengah-tengah pemukiman masa ia terbang kebawa angin sampai segini jauh nya " gumam ku
"ihihihihi..... ihihihihi......" mendengar suara terkikik itu aku pun mendongak
"ya ampun nek ....nenek ngapain di situ,gak takut jatuh nanti , hati-hati nek nanti jatuh loh " seru ku saat aku melihat sosok nenek-nenek tengah nangkring di atas tembok sambil membawa gayung yang terbuat dari batok
"nenek gayung ya ?" tanya ku
"ihihihihi.....bukan....kau tak takut pada ku anak muda ?" tanya sosok itu yang tiba-tiba muncul di belakang ku
"memang nya apa yang harus aku takutkan dari nenek ,nenek terlihat biasa saja kok ,tak seram seperti hantu-hantu lain ,malah yang lebih seram pun aku sudah terbiasa melihat nya kok" jawab ku datar
"kamu ternyata memang tak seperti manusia-manusia lain nya ,kamu .... terlihat istimewa ....." ucap nya
"ah nek , istimewa apa nya ,aku sama saja kok seperti yang lain nya ,ya sudah ya aku mau ke dalam lagi ,tuh nenek ngobrol saja sama nek Wewe ,nek Wewe.....sini...." aku melambaikan tangan ku pada nek Wewe yang tengah duduk asik di kuburan
"ehehehehe....ada apa cu......"
"temani nenek ini ajak ngobrol kek atau apa gitu ,aku mau masuk ,dah nenek" aku pun pergi meninggalkan dua hantu nenek-nenek tersebut
"anak ajaib.... bener-bener ajaib " ucap hantu nenek itu yang masih bisa aku dengar
"ehehehehe.....dia anak asuh ku ,kamu dan hantu-hantu yang lain jangan sampai ada yang macam-macam dengan nya ,jika itu terjadi kalian akan berhadapan dengan ku ,penjaga nya , ehehehehe....."
Aku menggelengkan kepala saat mendengar obrolan dua hantu itu ,dan kembali berjalan ,namun langkah ku kembali terhenti saat aku melihat sosok hantu anak kecil yang tengah memainkan pintu jendela ,rupanya hantu anak itu yang mengganggu teman-teman ku .
__ADS_1
"hey bocil ngapain kamu ?" aku menjewer telinga nya hingga hantu anak kecil itu meringis hingga memekik kesakitan
"aduuhhh.... huuuhhuuu....kakak jahat ....mama.... huuuuhhuu......" tangis nya memanggil ibu nya
tak lama kemudian muncul sosok kuntilanak yang melayang dengan mata nya yang melotot dan tawa yang cukup membuat merinding
"hahahaha....... hahahaha......lepas kan anak ku" seru nya lalu berdiri dengan berkacak pinggang menatap ku tajam
"nih anak nya ,makanya punya anak tuh di jaga dengan bener ,masa pintu jendela dimainin ,tuh lihat teman-teman ku pada takut " seru ku seraya menyerahkan anak nya
"emang dia sengaja aku suruh nakut-nakutin mereka ,lagian mereka nya sendiri yang sudah tak sopan ,selama ini kami hidup berdampingan dengan manusia ,kita hidup aman ,tentram ,dan damai ,sebab para penduduk di sini taat aturan ,dan mau menghargai kami ,tapi mereka dari tampang nya saja sudah terlihat jika mereka bukan manusia berhati baik " tutur kuntilanak itu
"ya kan gak harus dilihat dari luar dong " sahut ku
"memang tapi kami para hantu di sini bisa membaca pikiran mereka,tapi yang aku lihat pada mu dan ketiga teman mu kalian berbeda dengan teman-teman mu yang lain nya ,aura kalian berempat sangat sejuk ,berbeda dengan mereka,panas dan bikin kesal , berhati-hati lah karena salah satu dari mereka punya niat terselubung untuk mu , ihihihihi......." kuntilanak itu pun lalu kembali melayang sambil membawa hantu anak itu pergi kemudian menghilang di balik rumah warga
Aku tertegun saat mendengar ucapan kuntilanak tadi ,apa maksud nya ,siapa yang punya niat buruk terhadap ku ?" batin ku
"Adnan ....kamu sedang apa ,kenaoanlama banget ?" tanya Aranta di belakang nya ada Riswan dan Merlin ,Aranta menghampiri sementara Riswan dan Merlin hanya diam di ambang pintu
"maaf lama ,biasa lah tadi ada banyak hantu " jawab ku
"hm...sudah ku duga ,ya sudah yuk masuk ,udah terlalu malam ,kamu juga belum makan kan , yang lain udah pada makan tadi " ajak Aranta
"ya udah yuk...." sahut ku
"kalian nampak semakin dekat aja nih ,ada apa,apa ada sesuatu yang kita berdua tak tahu?"tanya Riswan menghalangi jalan ku
"nanti deh aku jelasin ,aku sudah lapar ,awas jangan halangi langkah ku " aku menarik Riswan hingga ia berpindah keluar
"hey....ya ampun ....." Riswan segera masuk dan menutup pintu ,terlihat sekali jika ia ketakutan,aku pun segera masuk ke arah dapur bersama Aranta melewati beberapa pasang mata yang memperhatikan ku
"kamu belum makan ?" tanya ku pada Aranta yang juga mengambil nasi untuk nya
"belum " sahut nya
"kamu nungguin aku ?" tanya ku
"ya iya lah ,emang nungguin siapa lagi " sahut nya
"makasih deh udah nungguin ,ya udah yuk makan ,baca doa dulu"
kami pun bersama-sama membaca doa sebelum makan ,lalu setelah itu kami segera memakan makanan kami .
Saat tengah meneguk air minum aku melihat ada noda saus di sudut bibir Aranta ,aku pun memberikan isyarat pada nya untuk memberi tahu ada noda saus dengan menggerakkan lidah ku ke ujung bibir ku saat Aranta melihat pada ku ,Aranta mengerutkan kening nya menatap ku
"apa sih ?"tanya nya
ku isyarat kan lagi dengan dagu dan lidah yang terus ku gerak-gerakan ,namun sepertinya Aranta tak faham ,aku gunakan jari telunjuk ku menujuk ke sudut bibir ku lalu menunjuk pada nya
"hah apa an sih ,kamu tuh kenapa sih ,kenapa baru tunangan aja kamu udah kaya mesum gitu " tanya Aranta yang malah semakin salah faham
"astaga .... aku tuh bukan mesum ,itu loh di sudut bibir kamu ada saus nya ,aku mau usap kan jauh " ucap ku akhir nya ,antara aku dan Aranta memang duduk di pisahkan oleh meja .
"oh....aku fikir apa an ,abis nya wajah kamu gitu banget ,kan aku nya jadi mikir kemana-mana?"
"memang nya apa yang kamu fikir kan tadi hem?" tanya ku membuat nya gelagapan sendiri
"hahaha....ya sudah ayo lanjutkan lagi makan nya,jangan belepotan sebab aku nya jauh mau ngejangkau nya " ucap ku membuat nya merona ,aaaiiih....kenapa aku jadi suka melihat Aranta yang tersipu malu seperti itu .
"kami berdua tak salah dengar kan tadi ,kalian .... tunangan.... kapan?" tanya Riswan dan Merlin bersamaan ,hingga menarik perhatian yang lain .
__ADS_1
"cerita nya panjang " sahut ku
***