
Pukul sembilan pagi aku yang sudah siap untuk berangkat ke kafe karena sudah beberapa hari aku tak datang ke sana ,sekalian me refresh otak ,berada di rumah terus membuat kepala ku seakan hendak pecah karena Wulan terus saja berteriak di dalam sana ,ia bahkan menggedor-gedor pintu kamar nya meminta keluar .
"siapa saja tolong buka kan pintu nya ,kalian akan menyesal jika kalian tahu yang sebenarnya " teriak nya
brak brak brak.....
"Nuri ....aku tahu kamu bisa mendengar ku , asal kamu tahu Rifki itu cinta mati sama aku , sampai kapan pun dia hanya untuk ku ,kamu itu hanya pelampiasan nya saja ,sebentar lagi kebenaran akan terungkap jika Rendi adalah anak ku dan Rifki ,kamu akan aku tendang dari rumah ini dan hanya ada aku saja yang berkuasa di sini , aku dan Rifki akan hidup bahagia hahahaha......" teriak nya lalu tertawa di akhir ucapan nya
"berisik dasar perempuan gila " hardik mama yang mungkin sudah tak tahan mendengar ocehan nya
"ma...udah biarin aja ,nanti dia juga capek sendiri " ucap ku menenangkan
"ma....dia itu siapa sih dari tadi berisik terus ,kenapa mama mengurung nya ?" tanya Riswan yang juga ikut bergabung bersama kami
"dia wanita yang sudah memfitnah papa mu " sahut mama
"oh jadi dia ,biar aku kasih pelajaran dia " seru Riswan hendak menghampiri kamar tempat Wulan di kurung
"kamu mau ngapain ,udah biarin aja ,nanti juga kena karma nya , ingat Allah itu tak tidur ,biar Allah yang memberi nya balasan " ucap ku menahan nya untuk mendekat
"tapi dia benar-benar sudah keterlaluan ma" ucap nya lagi
"mama tahu ,tapi kita juga tidak berhak menghakimi " ucap ku lagi
"baiklah aku diam " Riswan pun mendudukan diri nya di kursi
"kamu ini mentang-mentang libur jam segini baru keluar kamar,gimana kalau sudah tak sekolah bisa-bisanya kamu tak keluar-keluar dari kamar " ucap mama
"ah nenek ya gak gitu juga konsep nya nek , ah iya kan aku jadi lupa ,aku kan semalam ke sini tuh mau ngasih tahu kalian sesuatu " ucap nya
"apa tuh ?" tanya ku dan mama hampir bersamaan ,ku abaikan suara Wulan yang masih berisik di sana ,biarlah anggap saja siaran radio yang sinyal nya hilang timbul
"kemarin aku lihat papa sama Bu Fuji makan bersama di restoran " ucap nya
"Bu Fuji wali kelas mu dan Gibran kan ?"
"iya "jawab nya mengangguk
"terus ?" tanya ku
"ya...mama dan nenek ngerasa aneh gak sih ,mereka tiba-tiba terlihat makan berdua , apalagi waktu itu aku pernah lihat papa berada di lingkungan sekolah ,mau apa coba ?" tanya nya
"mungkin mereka ada terlibat suatu pekerjaan " timpal mama
"tadinya aku juga mikir gitu ,tapi nih ya ma,nek ,aku tuh gak sengaja mergokin papa lagi telponan suara nya terdengar seperti wanita ,apa itu Bu Fuji ya" ucap nya lagi
"hallah ....sudah lah itu urusan papa mu ,mau ada hubungan apa pun mereka kamu sebagai anak dukung dan doakan saja , syukur-syukur mereka memang ada hubungan spesial , biar papa mu bisa cepat move on dari mama kamu " ucap mama
"yang bikin papa susah move on bukan mama kok" sahut Riswan
"ma...maksud nya?" tanya ku tergugu
"ya kata papa ,papa tuh sebenarnya cinta nya itu sama perempuan lain ,tapi malah harus nikah sama mama ,mama yang merasa marah karena papa selalu ngungkit wanita yang di cinta nya terus akhirnya memutuskan untuk pergi " tutur nya
"kamu tahu siapa wanita yang di cintai papa kamu ?" tanya mama ,aku jadi tak enak hati ,semoga aja Haris tak memberi tahu tentang ku ,bukan apa-apa ,aku hanya takut dia berharap macam-macam seperti ketika kecil dulu .
__ADS_1
"itu dia nek ,papa gak ngasih tahu ,aku juga udah coba cari di kamar nya siapa tahu ada foto atau nama ,atau apa lah gitu yang bisa memberi ku petunjuk "
"memang nya kamu mau apa ,mau cari itu wanita pujaan papa kamu ,mending kalau wanita itu masih single nah kalau sudah berkeluarga masa iya kamu mau tetap menyatukan mereka " tanya mama
"iya juga sih ,tapi aku kasihan pada papa nek ,aku ingin melihat papa bahagia " lirih nya
"kamu doakan saja yang terbaik untuk papa mu ,ya udah mama mau berangkat dulu ke kafe ,gak lama kok cuma mau ngecek aja , pusing mama kalau di rumah terus " ucap ku
"ma,Nuri berangkat dulu,kamu di sini jagain nenek ,dan jangan coba-coba bukain tuh pintu ,mengerti !" pinta ku
"ok ,siap aku mengerti kok "
"ya udah kalau gitu aku pergi , assalamualaikum" ucap ku setelah mencium punggung tangan mama ,dan Riswan mencium punggung tangan ku
"waalaikum salam" sahut kedua nya
Aku pun segera beranjak menuju mobil ,dan mulai menyalakan mesin mobil setelah itu aku pun pergi meninggalkan pekarangan rumah, Alhamdulillah ....setelah beberapa tahun lalu aku belajar nyetir hasil nya saat ini aku sudah bisa bawa mobil sendiri ,punya SIM juga tentunya,mobil ini juga hadiah ulang tahun ku dari mas Rifki.
Seperti biasa Wowo akan mengikuti ku tapi kali ini tak banyak suara yang keluar dari nya , entahlah aku lagi malas untuk berbicara,mood ku masih belum stabil gara-gara wanita itu .
**
NURI POV END
BALIK LAGI KE POV GIBRAN OK .....
Setelah aku mengantar Ari ke sekolah aku pergi ke rumah sakit tempat aku melakukan tes DNA atas nama papa dan Rendi , seharusnya sih hasil tes itu keluar dua sampai empat Minggu karena harus berkali-kali melakukan tes keakuratan,dan beberapa serangkaian tahapan observasi ,akan tetapi aku meminta agar hasil nya bisa keluar hari ini ,tak perlu melakukan beberapa pengecekan lagi ,karena aku yakin seratus persen jika Rendi itu bukan anak kandung papa ,kenapa aku bisa seyakin itu? itu karena aku melihat tak ada sedikit pun kesamaan antara papa dan Rendi ,papa hidung nya mancung ,mata teduh ,alis nya tegas ,ya...sama lah dengan ku ,ya iya la secara aku ini anak nya ,lah Rendi gak ada mirip-mirip nya sama sekali ,malah kebalikan nya dari papa.
Saat aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit,aku melihat ada anak kecil tengah berjongkok di bawah blankar sembari menangis sesegukan ,dari penampilan nya aku sudah bisa menebak jika anak kecil itu hantu ,aku pun lantas berjongkok
anak itu mendongak dan menatap ku
Mata nya putih tanpa kornea mata ,aku yang melihat nya tentu saja tak merasa terkejut apalagi takut .
"kenapa dek?" tanya ku lagi
"kamu sedang apa ?" tanya seorang perawat tiba-tiba sambil menatap ku heran
"oh ini mbak suster ,tadi aku lihat cicak jatuh ,mau aku tolongin malah lari cicak nya " jawab ku asal
"nolongin cicak ? mana cicak nya ,perasaan dari tadi aku gak melihat nya " tanya nya
"ehehehehe.......daritadi dia memperhatikan mu cu.... ehehehehe...." ucap nek Wewe
"ya udah kalau gitu saya permisi suster ,mari " ucap ku seraya berlalu meninggalkan suster itu yang nampak nya masih mencari cicak yang seperti aku katakan tadi
sosok anak kecil itu pun kini berpindah ke bawah kaki suster itu ,dan bergelayut tanpa suster itu sadari.
Aku pun segera menuju ruangan dokter yang menangani tes DNA milik papa dan Rendi .
Setelah memberi tahu jika aku sudah berada di luar ruangan nya ,seorang suster pun lantas mempersilahkan aku untuk masuk .
"assalamualaikum dok"
__ADS_1
"waalaikum salam , ayo duduk ,kamu ini sudah persis kakek mu saja ,kalau ada keinginan pasti tak mau menunggu lama ,mau nya instan " ucap dokter seraya tertawa
"ah paman ,ya tentu saja aku kan cucu nya ,meski aku tak tahu seperti apa kakek ku ,tapi aku yakin beliau pasti sama hebat nya dengan paman " ucap ku pada dokter Ryan ,yang notabene merupakan anak asuh kakek semasa hidup ,kakek ku dulu memang sarjana kedokteran ,dan sempat bekerja di salah satu rumah sakit ,dan paman Ryan ini umur nya tak beda jauh dari papa hanya selisih tiga tahun lebih tua dari papa , beliau merupakan anak asuh kakek dulu, kenapa paman Ryan tak pernah terceritakan ? itu karena othor nya baru kefikiran sekarang hehe... becanda, itu karena setelah kakek meninggal paman Ryan di bawa keluarga papa nya ke luar negeri ,karena perbedaan jarak dan waktu akhirnya paman Ryan tak pernah ada kabar lagi ,dan baru menemui nenek dan papa sekitar setahun lalu saat kepindahan nya ke rumah sakit ini. Mungkin karena jarak waktu yang lumayan lama menjadikan hubungan antara paman Ryan dan keluarga ku jadi canggung ,karena kata nenek dulu yang paling dekat dengan paman Ryan adalah kakek.
"ah kamu ini masih kecil sudah pandai memuji orang"
"bagaimana hasil nya paman ?" tanya ku langsung
"sebenarnya ini masih membutuhkan beberapa kali tes dan observasi secara berkala ,tapi karena kamu terus memaksa apa boleh buat ,ini hasil nya " ucap paman Ryan seraya memberikan ku amplop putih
segera ku membuka nya dan membaca secara rinci .
"tepat dugaan ku ,papa memang bukan ayah biologis nya " gumam ku
"ini sebenarnya kenapa ,ada apa ?maaf kalau paman terkesan ingin tahu" tanya paman Ryan
aku pun menceritakan semua nya tanpa ada yang aku tutupi
"hm....aneh juga itu perempuan " ucap paman Ryan
"ya ...memang aneh " sambung ku
Kriiing.....
ponsel paman Ryan berbunyi ,paman Ryan pun segera mengangkat telpon nya ,aku yang merasa tak enak mendengar obrolan nya pun berniat untuk keluar tapi saat aku beranjak enta kenapa tangan ku malah menyenggol beberapa berkas yang tertumpuk di meja kerja paman Ryan hingga berkas-berkas itu pun jatuh berserakan ,aku pun lantas meraih dan merapikan nya ,namun tangan ku tiba-tiba terdiam saat mata ku tak sengaja melihat foto seorang wanita yang tak asing bagi ku,sepertinya foto itu terselip di antara berkas-berkas
"ini...paman kenal wanita ini?" tanya ku
"sudah dulu ya ,nanti aku hubungi lagi , siapa ?" paman Ryan pun beralih pada ku setelah menutup sambungan telpon nya
"ini paman ,paman tahu siapa dia ?" tanya ku sambil memperlihatkan foto itu
"oh ini....nama nya Wulan "sahut paman Ryan
"paman mengenal wanita ini" tanya ku
"dulu dia merupakan pasien di rumah sakit jiwa di Singapura , dulu paman kan magang di rumah sakit itu,jadi paman tahu semua daftar pasien di sana " jawab paman Ryan membuat ku terkejut
"seriusan Bu Wulan pernah jadi pasien rumah sakit jiwa,kapan?"tanya ku tak percaya
"kalau gak salah sekitar enam atau tujuh tahunan yang lalu lebih tepat nya paman lupa ,tapi yang paman tahu penyebab dia gila itu karena sebuah tekanan dari seseorang,memang nya kenapa apakah kamu juga mengenal nya " tanya paman Ryan
"karena wanita ini lah yang mengaku-ngaku itu paman "
"apa.....kenapa bisa begitu?" tanya nya lagi
"karena rupanya papa dan Bu Wulan pernah ada hubungan di masa lalu " tuturku lagi
"apa "
"iya ,tapi kenapa sampai dirawat di Singapura,kan di Indonesia juga banyak rumah sakit jiwa ?" tanya ku lagi
"sanak famili nya yang bawa dia,soalnya dia juga tinggal di sana" jawab paman Ryan
"jadi begitu ,pantas saja ......" aku sendiri jadi mengerti kenapa sampai Bu Wulan sangat yakin dengan ucapan nya ,ternyata .....
__ADS_1
***