
Setelah keributan tadi ,entah hanya perasaan ku atau gimana ,Aranta selalu melihat ke arah ku ,mungkin dia masih kesal pada ku .Atau benar jika dia juga bisa melihat makhluk tak kasat mata ,soal nya di samping ku berdiri nek Wewe yang tengah mengawasi hantu nenek bungkuk yang waktu itu minta diajari belajar membaca .
Rupanya hantu nenek itu masih penasaran dengan tulisan yang ada di buku tulis ku ,hantu itu mengeja satu-persatu huruf nya .Tapi meskipun begitu ia tak mengganggu ku .
"Bran.....tuh si Aranta ngeliatin kamu terus , naksir kali dia sama kamu" bisik Riswan
"ck....apa sih ,udah diem dengerin tuh guru di depan " bisik ku pula
Riswan pun kembali diam dan menyimak ucapan guru , begitu pun dengan ku.
"ya sudah anak-anak...berhubung jam istirahat teh sudah tiba ,sok atuh kalian istirahat ,besok kita lanjut lagi ,ah iya tuh kan hampir saja ibu teh lupa, Minggu depan kelas kita akan melakukan kunjungan belajar ke museum yang ada di Bandung ,jadi kalian teh persiapkan diri masing-masing ya, jaga kesehatan agar nanti teh bisa ikut " ucap ibu Fuji langsung mendapat sorak sorai dari murid nya
"yeeee........"
"Bu....apa hanya kelas kita saja ,kelas lain tidak ?" tanya Rangga
"ya sama atuh ,kelas lain juga,tapi tempat kunjungan nya teh berbeda ,masih sekitaran Bandung ,ada apa atuh ,ada gebetan ya di kelas lain " goda Bu Fuji
"ah tidak kok Bu hanya bertanya saja " sahut Rangga kikuk
"yah sudah atuh ibu permisi ya " ibu Fuji pun segera beranjak meninggalkan kelas
"Bran ,ke kantin yuk " ajak Riswan
"duluan aja lah ,di kantin juga Wisnu pasti udah nunggu ,aku mau ke toilet dulu " jawab ku
"ah kau ini ,suka sekali ke toilet ,beser amat sih "keluh Riswan
"udah sana ,aku beresin alat tulis dulu " ucap ku seraya memasukan buku dan alat-alat tulis lain nya
"ya udah iya ,aku duluan " ucap Riswan
Kelas sudah kosong tak ada siapapun kecuali aku ,aku pun segera beranjak dan menuju toilet.
"hai Adnan ....mau kemana ,ke kantin yuk aku yang traktir" tawar salah siswi yang ku tahu nama nya Rosa
"maaf ,tapi aku mau ke toilet " tolak ku ,sambil terus berjalan
"dih sombong amat " cibir nya pelan namun masih bisa aku mendengar nya ,namun sama sekali aku tak ingin menghiraukan nya ,lebih baik begitu kan ,daripada aku membuat nya baper terus berharap , biar lah aku terkesan sombong sedikit.
Saat aku hendak memasuki toilet ,terdengar suara ribut dari dalam toilet wanita , aku yang tadinya tak ingin menghiraukan malah terperanjat setelah mendengar bunyi seperti benda jatuh dan suara seseorang mengaduh kesakitan .
Aku terdiam sesaat ,hingga akhirnya keluarlah beberapa siswi perempuan salah satu nya kak Shania ,seorang siswi yang ngakunya waketos .
"hai....berondong tampan ....." sapa salah satu teman kak Shania menyapa ku dan mengulurkan tangan nya
"kenalan dong aku Rena..." ucap nya
"maaf saya buru-buru" ucap ku tak mengindahkan nya , cepat-cepat aku masuk ke dalam toilet untuk menghindarinya
bruukk
pintu ku tutup
"ih dasar anak baru songong,belagu ,sombong , kurang ajar banget dia mengabaikan gue " suara nya terdengar ke dalam toilet
"udah deh dia hanya punya tampang aja ok ,tapi dia itu kere , masa dia ke sekolah naik angkot ,pantas saja dia sering nebeng sama si Wawan Wawan itu "
"Riswan ,bukan Wawan "
"ah masa sih dia miskin , kalian gak lihat dari sepatu ,tas ,dan jam tangan nya keluaran terbaru semua , mahal tahu gak ,masa iya si Adnan kere "
"gue juga gak yakin sih ,tapi tadi beneran deh dia turun dari angkot"
"kali aja mobil atau kendaraan nya mogok ,karena tak ada pilihan dia naik angkot kan "
"iya juga sih ,ya udah deh nanti kita cari tahu ,kita ke kantin yuk lapar gue ,energi gue habis gara-gara ngerjain si Aranta "
"Aranta .....apa yang mereka lakukan pada nya ,jadi tadi itu suara nya " batin ku berucap
"iya cepat kamu tolongin gadis itu ,kasihan dia pingsan ,mereka memang keterlaluan " ucap hantu Jejen tiba-tiba muncul di samping ku
"apa ,Aranta pingsan " aku pun sontak keluar dari toilet ,tepat saat aku keluar seseorang berteriak meminta tolong
__ADS_1
"tolong itu ada yang pingsan " ucap nya dengan menunjuk ke dalam toilet dengan nada panik nya
tanpa menunggu lama aku pun segera masuk di ikuti siswi tadi
"Ya Allah .....Aranta " aku terkesiap dan segera berbalik badan sebab bagian rok nya tersingkap
"astaghfirullah.....Ya Allah....maafkan aku ,aku tak sengaja melihat nya " lirih ku ,untung saja Aranta mengenakan celana pendek .
"heh....kok malah diem ,ayo dong tolongin bawa ke UKS " sentak siswi tadi
"oh....i...iya....tapi itu kamu benerin dulu rok nya " ucap ku tanpa menoleh
"oh ...baiklah " ia menurut
"ayo angkat dia , udah aku benerin " ucap nya
"ok ,tapi kamu temenin ke UKS ,untuk jadi saksi saat nanti ada yang bertanya kenapa aku bawa Aranta dari toilet " pinta ku
"iya ...cepet ...."
Mau tak mau aku pun segera membopong tubuh Aranta yang basah kuyup .Seragam ku pun jadi terkena imbas nya .
Apa yang mereka sudah lakukan , sampai-sampai ia pingsan seperti ini 'batin ku
Sepanjang koridor semua pasang mata menatap pada ku yang membawa Aranta yang dalam keadaan pingsan dan bawah kuyup , mereka pun ada yang bertanya namun ada juga yang berbisik.
Sampai akhirnya aku tiba di ruang UKS,aku segera meletakan nya di blankar .Seorang dokter UKS menyambut kami .
"astaga ini...kenapa bisa seperti ini?" tanya dokter itu
"saya juga tak tahu mbak dokter,saya menemukan nya di toilet sudah dalam kondisi pingsan ,kebetulan ada Adnan yang juga berada di toilet " jawab siswi yang bersama dengan ku
Dengan cekatan dokter memeriksa keadaan Aranta .
"dia hanya pingsan ,sebentar lagi pasti siuman ,kamu tolong bantu mbak untuk ganti kan pakaian nya " ucap dokter pada siswi tadi
"iya mbak dokter "
Beberapa saat kemudian pintu pun terbuka
"Adnan ,bisa kamu di sini untuk menemani nya ,kalau tidak salah kalian satu kelas kan ?" tanya siswi tadi
"baiklah " jawab ku cepat
"oh iya , aku Jessica " dia mengulurkan tangannya
"ok , Jessika makasih " ucap ku dengan mengatupkan kedua tangan di depan d*da
Jessika nampak kikuk saat uluran tangan nya tak ku sentuh , ia pun kembali menarik tangan nya
"ya udah kalau gitu aku mau ke kelas ,sebentar lagi bel bunyi " ucap nya
heeeeehhh...
Aku menghela nafas
"ehehehehe......."
"aduh nek bisa gak kalau muncul tuh ngucap salam bukan ketawa ,kan kaget aku " desis ku dalam hati
"ehehehehe.......maaf jika kamu kaget,tapi itu teman kamu sudah siuman ,cepat lah masuk " ucap nek Wewe
"oh ya sudah " aku pun segera masuk
"sudah bangun ?" tanya ku mendekat ke arah nya
"kamu yang bawa aku ke sini?" tanya nya
"hm...."jawab ku
"makasih ya " ucap nya seraya mendesis sepertinya dia kesakitan
"sebenarnya ada apa dengan mu , mbak menemukan luka memar di bahu mu,kamu jatuh atau ada yang mukul ?" tanya dokter
__ADS_1
Ia tak langsung menjawab ,tapi malah melihat ke arah tubuh nya
"loh kok aku pakai baju olahraga "
"mbak yang gantikan,habis pakaianmu basah,emang kamu lagi ngapain tadi?" tanya nya lagi
"aku.....hanya jatuh " jawab nya
"jatuh " dahi ku berkerut,
"ya ....aku terjatuh di toilet ,kebetulan aku jatuh mengenai ember berisi air ,jadinya basah " jawab nya lagi
"ya sudah sekarang bagaimana ,mah kembali ke kelas atau di sini dulu?" tanya dokter UKS
"hm...ke kelas aja deh " jawab nya cepat
"baiklah ,ini seragam mu , kamu kembalikan nanti saja pakaian yang kamu pakai" ucap dokter UKS lagi
"baik lah dokter " jawab Aranta
"panggil saja mbak Tyas " ucap dokter itu
"baik mbak , kalau gitu aku pamit ,makasih dan maaf sudah merepotkan" ucap Aranta sopan
"iya tak apa , sudah tugas mbak buat di repotin kok" jawab nya dengan senyum ramah nya
"iya sudah kami pamit , assalammualaikum" ucap ku
"waalaikum salam"
Aku dan Aranta pun berjalan ke kelas kami
"kenapa kamu lindungi mereka ?" tanya ku tiba-tiba
"siapa ?" tanya nya
"kak Shania dan teman-teman nya ,aku tahu mereka kan yang udah bikin kamu pingsan " ucap ku
"aku tidak melindungi nya kok ,justru aku akan kasih pelajaran sama mereka , mereka curang ,masa empat lawan satu ya aku kalah jumlah lah , tapi lihat saja mereka akan membayar mahal apa yang sudah mereka lakukan pada ku " ucap nya dengan nada serius
"gak baik menyimpan dendam "
"aku gak dendam ,hanya akan membalas " sangkal nya
"ya sama saja , kejahatan jangan di balas kejahatan juga ,yang ada masalah tak akan pernah selesai , coba hadapi dengan kepala dingin jangan turuti amarah ,pasti semua akan baik-baik saja" ucap ku
"ya ngomong mah gampang " ucap nya
"terserah , tapi ingat lah satu hal , balas dendam terbaik itu adalah dengan membuat diri kita lebih baik lagi , jangan turuti ego karena dendam hanya akan membuat penyakit hati semakin parah hingga merusak akal sehat " ia terdiam
Setelah percakapan singkat tadi aku maupun Aranta tak lagi banyak bicara , aku segera menuju kelas karena bel masuk sudah berbunyi beberapa saat yang lalu .
**
Jam pulang sekolah tiba , aku yang hendak menaiki motor bersama Riswan tak melihat ke arah gerbang .Aku melihat Aranta yang sangat tergesa-gesa ,entah apa yang membuat nya terburu-buru seperti itu ,tapi dari gerak gerik nya seperti nya ia tengah menghindari sesuatu ,tapi apa ?
"ngeliatin apa sih?" tanya Riswan
"ah gak kok " jawab ku
"jangan bilang kamu lihat hantu?" tanya Riswan
lagi
"iya ....banyak ,dah ah yuk pulang "
"ah jangan nakutin dong , ini kan masih siang ,masa hantu keluyuran siang-siang begini " ucap nya seraya menghidupkan mesin motor nya
"yang nama nya hantu mau siang mau malam ya tetep aja ada ,hanya saja aktifitas mereka tak seaktif malam hari " jawab ku lagi ,bukan mau menakuti sih ,tapi memang benar di sini selain manusia ada banyak hantu yang terlihat ,hampir tiap titik .
"dah ah jangan bahas hantu,merinding nih " ucap nya lalu motor pun melesat menjauhi sekolah .
***
__ADS_1